<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KAI Berencana Terbitkan Obligasi Kedua Senilai Rp2 Triliun   </title><description>Dalam rapat pemegang saham tersebut disetujui nilai maksimal obligasi sebesar Rp2 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/10/320/1843107/kai-berencana-terbitkan-obligasi-kedua-senilai-rp2-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/01/10/320/1843107/kai-berencana-terbitkan-obligasi-kedua-senilai-rp2-triliun"/><item><title>KAI Berencana Terbitkan Obligasi Kedua Senilai Rp2 Triliun   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/10/320/1843107/kai-berencana-terbitkan-obligasi-kedua-senilai-rp2-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/01/10/320/1843107/kai-berencana-terbitkan-obligasi-kedua-senilai-rp2-triliun</guid><pubDate>Rabu 10 Januari 2018 19:32 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/10/320/1843107/kai-berencana-terbitkan-obligasi-kedua-senilai-rp2-triliun-vIxQ2Avx4F.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Kereta Api. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/10/320/1843107/kai-berencana-terbitkan-obligasi-kedua-senilai-rp2-triliun-vIxQ2Avx4F.jpg</image><title>Ilustrasi Kereta Api. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Berencana  untuk kembali menerbitkan surat utang (obligasi) kedua pada awal tahun 2018. Adapun nilai yang akan diterbitkan sama dengan tahun lalu yakni senilai Rp2 triliun.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan,  keputusan untuk menerbitkan surat utang kedua diambil setelah pemegang saham merestui rencana tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Kementerian BUMN. Di mana dalam rapat pemegang saham tersebut disetujui nilai maksimal obligasi sebesar Rp2 triliun.

&amp;ldquo;Sudah disetujui pemegang saham. Maksimum surat utang yang diterbitkan sama seperti tahun lalu Rp2 triliun. Karena sudah disetujui ya secepatnya,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Baca Juga: Obligasi Perdana KAI di Pasar Modal Kelebihan Permintaan 2,5 Kali

Lebih lanjut Edi mengatakan, nantinya dana obligasi tersebut akan diperuntukan untuk peremajaan terhadap 886 kereta api. Berdasarkan rencana PT KAI, peremajaan akan dilakukan terhadap kereta api yang berumur diatas 30 tahun.

&amp;ldquo;Peremajaan perlu dilakukan karena pembelian 1.000 kereta ke PT INKA (Industri Kereta Api) datangnya bertahap sekitar dua sampai tiga tahun,&amp;rdquo; jelasnya. .

Menurut Edi, peremajaan kereta api dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Apalagi jika melihat pengguna Kereta Api setiap tahunya selalu mengalami peningkatan. &amp;ldquo;Tentu kita tidak akan mengecewakan pengguna kereta api. Sebagai penyedia layanan, kita utamakan aspek kenyamanan dan keamanan,&amp;rdquo; jelasnya.

Baca Juga: KAI Cetak Laba Bersih Rp1,4 Triliun, Naik 40%

Sebagai informasi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggelar acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam RUPS yang digelar tertutup tersebut dihadiri oleh jajaran direksi dan komisaris PT KAI (Persero).

Pada tahun ini PT KAI mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,4 triliun.  Angka tersebut naik sekitar 40% dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar Rp1 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Berencana  untuk kembali menerbitkan surat utang (obligasi) kedua pada awal tahun 2018. Adapun nilai yang akan diterbitkan sama dengan tahun lalu yakni senilai Rp2 triliun.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan,  keputusan untuk menerbitkan surat utang kedua diambil setelah pemegang saham merestui rencana tersebut dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Kementerian BUMN. Di mana dalam rapat pemegang saham tersebut disetujui nilai maksimal obligasi sebesar Rp2 triliun.

&amp;ldquo;Sudah disetujui pemegang saham. Maksimum surat utang yang diterbitkan sama seperti tahun lalu Rp2 triliun. Karena sudah disetujui ya secepatnya,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Baca Juga: Obligasi Perdana KAI di Pasar Modal Kelebihan Permintaan 2,5 Kali

Lebih lanjut Edi mengatakan, nantinya dana obligasi tersebut akan diperuntukan untuk peremajaan terhadap 886 kereta api. Berdasarkan rencana PT KAI, peremajaan akan dilakukan terhadap kereta api yang berumur diatas 30 tahun.

&amp;ldquo;Peremajaan perlu dilakukan karena pembelian 1.000 kereta ke PT INKA (Industri Kereta Api) datangnya bertahap sekitar dua sampai tiga tahun,&amp;rdquo; jelasnya. .

Menurut Edi, peremajaan kereta api dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Apalagi jika melihat pengguna Kereta Api setiap tahunya selalu mengalami peningkatan. &amp;ldquo;Tentu kita tidak akan mengecewakan pengguna kereta api. Sebagai penyedia layanan, kita utamakan aspek kenyamanan dan keamanan,&amp;rdquo; jelasnya.

Baca Juga: KAI Cetak Laba Bersih Rp1,4 Triliun, Naik 40%

Sebagai informasi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggelar acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam RUPS yang digelar tertutup tersebut dihadiri oleh jajaran direksi dan komisaris PT KAI (Persero).

Pada tahun ini PT KAI mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,4 triliun.  Angka tersebut naik sekitar 40% dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar Rp1 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
