<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Impor Beras 500.000 Ton Mendag Pastikan Tak Pakai APBN   </title><description>Sehingga, segala sesuatu yang berkaitan dengan impor beras nantinya akan dikoordinasikan lewat PT PPI.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/12/320/1844199/impor-beras-500-000-ton-mendag-pastikan-tak-pakai-apbn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/01/12/320/1844199/impor-beras-500-000-ton-mendag-pastikan-tak-pakai-apbn"/><item><title>Impor Beras 500.000 Ton Mendag Pastikan Tak Pakai APBN   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/12/320/1844199/impor-beras-500-000-ton-mendag-pastikan-tak-pakai-apbn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/01/12/320/1844199/impor-beras-500-000-ton-mendag-pastikan-tak-pakai-apbn</guid><pubDate>Jum'at 12 Januari 2018 17:30 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/12/320/1844199/impor-beras-500-000-ton-mendag-pastikan-tak-pakai-apbn-bWphkj53qy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perdagangan Enggartisto Lukita. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/12/320/1844199/impor-beras-500-000-ton-mendag-pastikan-tak-pakai-apbn-bWphkj53qy.jpg</image><title>Menteri Perdagangan Enggartisto Lukita. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perdagangan memutuskan untuk melakukan impor beras sebanyak 500.000 ton dari Vietnam dan Thailand. Adapun jenis beras uang diimpor merupakan kategori beras khusus.

Guna melakukan impor beras itu, Kementerian Perdagangan menunjuk PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai pelantaranya. Sehingga, segala sesuatu yang berkaitan dengan impor beras nantinya akan dikoordinasikan lewat PT PPI.

Menteri Perdagangan Enggartisto Lukita mengatakan untuk mengimpor beras nantinya pihaknya tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan dana dari dana yang disiapkan oleh PPI.

Baca Juga: Mendag: Jangan Tahan Beras, Keluarkan dari Gudang!

&quot;PPI itu menjadi pintu sehingga kita bisa mengatur, mereka bisa bermitra dengan pengusaha beras,&quot; ujarnya dalam acara bincang santai di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Menurutnya, beras impor tersebut akan mulai dilakukan pada akhir Januari 2018 nanti. Sehingga, pada bulan Februari harga beras di pasaran sudah bisa berada di harga normal. &quot;Dia masuk mulai akhir Januari. Saya sudah keluarkan dan itu bisa dicek di online. 2015 kita impor, 2016-2017 kita tidak impor,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perdagangan memutuskan untuk melakukan impor beras sebanyak 500.000 ton dari Vietnam dan Thailand. Adapun jenis beras uang diimpor merupakan kategori beras khusus.

Guna melakukan impor beras itu, Kementerian Perdagangan menunjuk PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai pelantaranya. Sehingga, segala sesuatu yang berkaitan dengan impor beras nantinya akan dikoordinasikan lewat PT PPI.

Menteri Perdagangan Enggartisto Lukita mengatakan untuk mengimpor beras nantinya pihaknya tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan dana dari dana yang disiapkan oleh PPI.

Baca Juga: Mendag: Jangan Tahan Beras, Keluarkan dari Gudang!

&quot;PPI itu menjadi pintu sehingga kita bisa mengatur, mereka bisa bermitra dengan pengusaha beras,&quot; ujarnya dalam acara bincang santai di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Menurutnya, beras impor tersebut akan mulai dilakukan pada akhir Januari 2018 nanti. Sehingga, pada bulan Februari harga beras di pasaran sudah bisa berada di harga normal. &quot;Dia masuk mulai akhir Januari. Saya sudah keluarkan dan itu bisa dicek di online. 2015 kita impor, 2016-2017 kita tidak impor,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
