<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Beras Mahal, Pemkab Kulon Progo Ajukan Operasi Pasar ke Bulog</title><description>Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, DIY,   mengajukan permohonan operasi pasar beras di beberapa pasar rakyat ke   Bulog.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/14/320/1844723/harga-beras-mahal-pemkab-kulon-progo-ajukan-operasi-pasar-ke-bulog</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/01/14/320/1844723/harga-beras-mahal-pemkab-kulon-progo-ajukan-operasi-pasar-ke-bulog"/><item><title>Harga Beras Mahal, Pemkab Kulon Progo Ajukan Operasi Pasar ke Bulog</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/14/320/1844723/harga-beras-mahal-pemkab-kulon-progo-ajukan-operasi-pasar-ke-bulog</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/01/14/320/1844723/harga-beras-mahal-pemkab-kulon-progo-ajukan-operasi-pasar-ke-bulog</guid><pubDate>Minggu 14 Januari 2018 14:45 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/14/320/1844723/harga-beras-mahal-pemkab-kulon-prugo-ajukan-operasi-pasar-ke-bulog-467KEvLibC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/14/320/1844723/harga-beras-mahal-pemkab-kulon-prugo-ajukan-operasi-pasar-ke-bulog-467KEvLibC.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Antara)</title></images><description>KULON  PROGO - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta,  mengajukan permohonan operasi pasar beras di beberapa pasar rakyat ke  Bulog, seiring tingginya harga beras di tingkat pedagang.Kasi  Promosi dan Distribusi Dinas Perdagangan Kulon Progo Nanik Triyani di  Kulon Progo, Minggu, mengatakan saat ini&amp;nbsp; harga beras di tingkat  pedagang untuk kualitas medium di atas Rp10.000 per kg, atau lebih  tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) Rp9.450 per kg, dan beras  premium sudah di atas Rp12.800 per kg.&quot;Kami sudah membuat surat permohonan operasi pasar beras, dan akan dimintakan tanda tangan kepada bupati minggu ini,&quot; katanya.
Baca Juga: Mendag: Jangan Tahan Beras, Keluarkan dari Gudang!
Dia  mengatakan Pemkab Kulon Progo bekerja sama dengan Bulog sudah  melaksanakan operasi pasar beras di Pasar Ngentakrejo, Pasar Bendungan,  Pasar Wates dan Pasar Pripih pada libur Natal dan Tahun Baru 2018.  Namun, operasi pasar ini, tidak mampu menekan harga beras di tingkat  pedagang dan konsumen.&quot;Tingginya harga beras disebabkan konsumsi  tinggi, namun di Kulon Progo dan daerah lain belum panen raya padi.  Kemudian, petani yang sudah panen belum menjual padi mereka,&quot; katanya.Sementara  itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Bambang Tri Budi  mengatakan harga beras di tingkat pedagang pasar rakyat di Kulon Progo,  tidak menjadi masalah. Kenaikan harga beras akan mendongkrak pendapatan  petani. Saat ini, harga beras kualitas mediun berkisar Rp10.000 per kg,  dan beras premiun di atas Rp12.000 per kg.
Baca Juga: Harga Beras Naik, Pedagang Mengalami Penurunan Penjualan
&quot;Kami senang harga  beras di pasar mengalami kenaikan. Artinya, pendapatan petani meningkat.  Yang menjadi persoalan itu, ketika beras naik, tapi tidak diikuti  kebaikan harga gabah,&quot; katanya.
Dia mengatakan penyebaran luas  panen di Kulon Progo terdistribusi sepanjang tahun, kecuali pada  September, Oktober dan November tidak ada panen padi. Bulan-bulan itu,  di Kulon Progo baru memasuki masa tanam, khususnya di Daerah Irigasi  Sapon dengan luas tanam 1.896 hektare, dan Daerah Irigasi Kalibawang  seluas 4.800 hektare.&amp;ldquo;Panen padi dimulai minggu ketiga Desember.  Artinya, ketersediaan pangan, khususnya padi di Kulon Progo tidak ada  persoalan,&quot; katanya.
Baca Juga: Mendag: Jangan Tahan Beras, Keluarkan dari Gudang!Bambang mengakui kondisi tanaman padi masa  tanam pertama di Kulon Progo dengan luas 1.500 hektare terendam banjir,  dan 500 hektare dinyatakan puso. Kecamatan yang tanaman padinya terendam  banjir dan mengalami penurunan produksi, antara lain Galur, Panjatan,  Lendah, dan Wates.&quot;Kecamatan yang kemungkinan produksi padinya  turun drastis, yakni Galur, Panjatan dan Lendah karena lahan pusonya  sangat luas, di atas 300 hektare,&quot; kata dia. (yau)</description><content:encoded>KULON  PROGO - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta,  mengajukan permohonan operasi pasar beras di beberapa pasar rakyat ke  Bulog, seiring tingginya harga beras di tingkat pedagang.Kasi  Promosi dan Distribusi Dinas Perdagangan Kulon Progo Nanik Triyani di  Kulon Progo, Minggu, mengatakan saat ini&amp;nbsp; harga beras di tingkat  pedagang untuk kualitas medium di atas Rp10.000 per kg, atau lebih  tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) Rp9.450 per kg, dan beras  premium sudah di atas Rp12.800 per kg.&quot;Kami sudah membuat surat permohonan operasi pasar beras, dan akan dimintakan tanda tangan kepada bupati minggu ini,&quot; katanya.
Baca Juga: Mendag: Jangan Tahan Beras, Keluarkan dari Gudang!
Dia  mengatakan Pemkab Kulon Progo bekerja sama dengan Bulog sudah  melaksanakan operasi pasar beras di Pasar Ngentakrejo, Pasar Bendungan,  Pasar Wates dan Pasar Pripih pada libur Natal dan Tahun Baru 2018.  Namun, operasi pasar ini, tidak mampu menekan harga beras di tingkat  pedagang dan konsumen.&quot;Tingginya harga beras disebabkan konsumsi  tinggi, namun di Kulon Progo dan daerah lain belum panen raya padi.  Kemudian, petani yang sudah panen belum menjual padi mereka,&quot; katanya.Sementara  itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Bambang Tri Budi  mengatakan harga beras di tingkat pedagang pasar rakyat di Kulon Progo,  tidak menjadi masalah. Kenaikan harga beras akan mendongkrak pendapatan  petani. Saat ini, harga beras kualitas mediun berkisar Rp10.000 per kg,  dan beras premiun di atas Rp12.000 per kg.
Baca Juga: Harga Beras Naik, Pedagang Mengalami Penurunan Penjualan
&quot;Kami senang harga  beras di pasar mengalami kenaikan. Artinya, pendapatan petani meningkat.  Yang menjadi persoalan itu, ketika beras naik, tapi tidak diikuti  kebaikan harga gabah,&quot; katanya.
Dia mengatakan penyebaran luas  panen di Kulon Progo terdistribusi sepanjang tahun, kecuali pada  September, Oktober dan November tidak ada panen padi. Bulan-bulan itu,  di Kulon Progo baru memasuki masa tanam, khususnya di Daerah Irigasi  Sapon dengan luas tanam 1.896 hektare, dan Daerah Irigasi Kalibawang  seluas 4.800 hektare.&amp;ldquo;Panen padi dimulai minggu ketiga Desember.  Artinya, ketersediaan pangan, khususnya padi di Kulon Progo tidak ada  persoalan,&quot; katanya.
Baca Juga: Mendag: Jangan Tahan Beras, Keluarkan dari Gudang!Bambang mengakui kondisi tanaman padi masa  tanam pertama di Kulon Progo dengan luas 1.500 hektare terendam banjir,  dan 500 hektare dinyatakan puso. Kecamatan yang tanaman padinya terendam  banjir dan mengalami penurunan produksi, antara lain Galur, Panjatan,  Lendah, dan Wates.&quot;Kecamatan yang kemungkinan produksi padinya  turun drastis, yakni Galur, Panjatan dan Lendah karena lahan pusonya  sangat luas, di atas 300 hektare,&quot; kata dia. (yau)</content:encoded></item></channel></rss>
