<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres JK: Dunia Sudah Berubah, Banyak Buku Ekonomi Ditulis Ulang</title><description>Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa sekarang dunia banyak berubah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/17/20/1846572/wapres-jk-dunia-sudah-berubah-banyak-buku-ekonomi-ditulis-ulang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/01/17/20/1846572/wapres-jk-dunia-sudah-berubah-banyak-buku-ekonomi-ditulis-ulang"/><item><title>Wapres JK: Dunia Sudah Berubah, Banyak Buku Ekonomi Ditulis Ulang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/17/20/1846572/wapres-jk-dunia-sudah-berubah-banyak-buku-ekonomi-ditulis-ulang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/01/17/20/1846572/wapres-jk-dunia-sudah-berubah-banyak-buku-ekonomi-ditulis-ulang</guid><pubDate>Rabu 17 Januari 2018 22:16 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/17/20/1846572/wapres-jk-dunia-sudah-berubah-banyak-buku-ekonomi-ditulis-ulang-q2zKWobWZe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: (Ulfa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/17/20/1846572/wapres-jk-dunia-sudah-berubah-banyak-buku-ekonomi-ditulis-ulang-q2zKWobWZe.jpg</image><title>Foto: (Ulfa/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa sekarang dunia banyak berubah. Dulu, kata dia, perubahan hanya globalisasi, akan tetapi saat ini perubahan global sifatnya sudah jauh lebh luas lagi.

&quot;Bukan hanya sistem perdagangan yang global, barangnya juga sudah mengglobal dengan mudah. Kecepatan luar biasa, banyak perubahan mendasar dan banyak buku ekonomi yang ditulis ulang karena hal-hal tersebut,&quot; ujarnya di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (17/1/2018).
&amp;nbsp;Baca juga: Cerita Wapres JK soal Menteri Jonan yang Pernah Jabat Dirut KAI
Fenomena tersebut memaksa beberapa negara turut mengubah ideologi yang mereka anut.

&quot;Contoh sederhana yang kita lihat tiap hari, negara kapitalis yang dulu kita sangat idiomkan kalau negara kapitalis pasti liberal, seperti Amerika Serikat, tapi justru Amerika Serikat sekarang menjadi proteksionis,&quot; ujarnya.

Di lain pihak, lanjut dia, negara sosialis yang cenderung menjalankan perekonomian tertutup, justru mengkampanyekan keterbukaan ekonomi dunia.
Baca juga: Sri Mulyani: Ekonomi 2018 5,4%, APBN Tidak Bisa Diubah Tiap Menit
Begitu juga di negara Eropa dengan Brexit yang berubah dari keterbukaan ingin keterbatasan, dan melihat liberalisasi justru memundurkan ekonomi Inggris.

&quot;Hal-hal tersebut harus kita pelajari, begitu juag di Indonesia ini, apa yang berubah, kemajuan apa yang dibuat, karena itu manajemen apa yang harus diajarkan karena ilmu itu dinamis,&quot; kata dia.
Baca juga: Rizal Ramli: Ubah Strategi, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Capai 7%
Untuk itu masyarakat Indonesia perlu memperbaharui sudut pandang mengikuti perkembangan global. Pasalnya, manajemen sifatnya berubah mengikuti fenomena yang ada.

&quot;Karena itu, kita harus rubah teorinya begini begini, penyelesaiannya begini itulah yang menyebabkan kita semua harus dinamis, dan harus menjalankan pengalaman yang ada,&quot; tukas dia.

</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa sekarang dunia banyak berubah. Dulu, kata dia, perubahan hanya globalisasi, akan tetapi saat ini perubahan global sifatnya sudah jauh lebh luas lagi.

&quot;Bukan hanya sistem perdagangan yang global, barangnya juga sudah mengglobal dengan mudah. Kecepatan luar biasa, banyak perubahan mendasar dan banyak buku ekonomi yang ditulis ulang karena hal-hal tersebut,&quot; ujarnya di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (17/1/2018).
&amp;nbsp;Baca juga: Cerita Wapres JK soal Menteri Jonan yang Pernah Jabat Dirut KAI
Fenomena tersebut memaksa beberapa negara turut mengubah ideologi yang mereka anut.

&quot;Contoh sederhana yang kita lihat tiap hari, negara kapitalis yang dulu kita sangat idiomkan kalau negara kapitalis pasti liberal, seperti Amerika Serikat, tapi justru Amerika Serikat sekarang menjadi proteksionis,&quot; ujarnya.

Di lain pihak, lanjut dia, negara sosialis yang cenderung menjalankan perekonomian tertutup, justru mengkampanyekan keterbukaan ekonomi dunia.
Baca juga: Sri Mulyani: Ekonomi 2018 5,4%, APBN Tidak Bisa Diubah Tiap Menit
Begitu juga di negara Eropa dengan Brexit yang berubah dari keterbukaan ingin keterbatasan, dan melihat liberalisasi justru memundurkan ekonomi Inggris.

&quot;Hal-hal tersebut harus kita pelajari, begitu juag di Indonesia ini, apa yang berubah, kemajuan apa yang dibuat, karena itu manajemen apa yang harus diajarkan karena ilmu itu dinamis,&quot; kata dia.
Baca juga: Rizal Ramli: Ubah Strategi, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Capai 7%
Untuk itu masyarakat Indonesia perlu memperbaharui sudut pandang mengikuti perkembangan global. Pasalnya, manajemen sifatnya berubah mengikuti fenomena yang ada.

&quot;Karena itu, kita harus rubah teorinya begini begini, penyelesaiannya begini itulah yang menyebabkan kita semua harus dinamis, dan harus menjalankan pengalaman yang ada,&quot; tukas dia.

</content:encoded></item></channel></rss>
