<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Stok Beras di Jawa Dipastikan Aman</title><description>Masyarakat di wilayah Jawa seperti Jawa Timur (Jatim), Jawa Tengah, maupun Jawa Barat diminta tidak resah mengenai pasokan beras.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/17/320/1846165/stok-beras-di-jawa-dipastikan-aman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/01/17/320/1846165/stok-beras-di-jawa-dipastikan-aman"/><item><title>Stok Beras di Jawa Dipastikan Aman</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/17/320/1846165/stok-beras-di-jawa-dipastikan-aman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/01/17/320/1846165/stok-beras-di-jawa-dipastikan-aman</guid><pubDate>Rabu 17 Januari 2018 11:16 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/17/320/1846165/stok-beras-di-jawa-dipastikan-aman-99N39lvAfw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/17/320/1846165/stok-beras-di-jawa-dipastikan-aman-99N39lvAfw.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>SURABAYA &amp;ndash; Masyarakat di wilayah Jawa seperti Jawa Timur (Jatim), Jawa Tengah, maupun Jawa Barat diminta tidak resah dengan informasi yang berkembang mengenai stok beras sebab stok beras di wilayah Jawa dinyatakan aman.
Di Jatim, misalnya, pada akhir 2017 lalu surplus 200.000 ton. &amp;ldquo;Untuk produksi Januari 2018 sebanyak 295.000 ton dengan konsumsi 297.000 ton atau minus 2.000 ton atau terdapat stok 198.000 ton,&amp;rdquo; ujar Gubernur Jatim Soekarwo pada acara Rapat Kerja Gubernur dengan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Baca Juga: Bulog: Beras Impor Masuk 4 Pelabuhan
Pada Februari 2018 Jatim akan panen 990.000 ton dan Maret 1,7 juta ton. Karena itu, masyarakat tidak ada alasan untuk panik. Kenaikan harga di pasaran, kata Pakde Karwo sapaan akrab gubernur Jatim ini, terjadi sesuai dengan hukum ekonomi, supply and demand.
Karena harga beras di Jatim lebih murah, beras akan ditarik oleh daerah di luar Jatim yang minus. Sementara itu, Kantor Perwakilan Daerah (KPD) Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Surabaya menyebutkan, untuk mengatasi gejolak harga beras saat ini, diperlukan peran Badan Urusan Logistik (Bulog) agar harganya terkendali.
Baca Juga: Bulog Targetkan Serap 89.000 Ton Beras dari Indramayu pada 2018
&amp;rdquo;Langkah dari Bulog harus bisa menjadi penyeimbang dalam upaya menekan kenaikan harga beras di pasaran,&amp;rdquo; kata Kepala KPD KPPU Surabaya Dendy Rakhmad di sela-sela operasi mendadak (sidak) di Pasar Wonokromo, Jalan Wonokromo, Surabaya.
Dari sidak diketahui, harga beras premium yang dijual para pedagang di Pasar Wonokromo berkisar Rp11.000 hingga Rp13.000. Artinya, ada kenaikan sekitar Rp2.000 dibanding harga beras yang dijual pada saat harga normal. Sedangkan beras medium yang digelontorkan Bulog melalui operasi pasar dijual para pedagang dengan harga Rp9.000. &amp;ldquo;Pada dasarnya masyarakat menerima pasokan berasa dari Bulog. Hanya, mereka berharap kualitas berasnya ditingkatkan,&amp;rdquo; tandas Dendy.  Sementara itu, Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah telah melakukan   operasi pasar (OP) dengan menyalurkan 17.200 ton beras dari target   30.000 ton hingga akhir Januari ini. Dari operasi pasar di 15 pasar,   penyerapan tertinggi berada di Kota Semarang.Kepala  Bulog Divre Jateng Djoni Nur Ashari mengatakan, OP beras dilakukan  karena situasi harga beras di pasaran yang terus mengalami kenaikan  harga. Pihaknya berharap melalui operasi pasar ini harga beras bisa  dikendalikan agar tidak terus merangkak naik.   &amp;rdquo;Di Semarang OP  di Pasar Johar kemarin harganya masih tinggi, namun di Pasar Karangayu,  ada penurunan yang cukup signifikan antara Rp500-Rp800 turunnya,&amp;rdquo; ungkap  Djoni di Semarang, kemarin. Dia mengakui operasi pasar telah menjangkau  35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Dalam operasi pasar tersebut,  pihaknya juga bekerja sama dengan pedagang di luar pasar yang dijadikan  sasaran OP beras untuk mencegah ada aksi penimbunan beras. Gubernur  Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya sudah meminta pada Bulog agar  saat cadangan beras masih cukup supaya tidak perlu menunggu dan segera  melakukan operasi pasar.
Baca Juga: Virus Klowor Bikin Target Penyerapan Beras 2017 Tidak Tercapai  Meski demikian, Ganjar memastikan  cadangan beras untuk Jateng masih mencukupi, bahkan telah swasembada  sehingga saat masih mencukupi dia menyatakan tak perlu impor beras untuk  Jateng. &amp;ldquo;Kita dorong daerah di luar Jateng yang butuh, silakan saja  untuk di penuhi, namun saran saya kalau Jateng sudah swasembada beras  sehingga masih cukup, enggak usah lah impor beras,&amp;rdquo; imbuhnya.   Sementara itu, Kabid Operasional Bulog Divre Jabar Sri Emilia  mengatakan, Jabar memiliki ketersediaan beras yang cukup melimpah.  Ketersediaan beras kualitas medium dan standar masih bisa untuk tiga  hingga empat bulan ke depan. Selain itu, Bulog pun masih melakukan  serapan untuk sisa panen tahun ini. Perum Bulog Divisi Regional Jawa  Barat akan terus melakukan operasi pasar (OP) beras hingga tiga bulan ke  depan atau Maret 2017.   (Ahmad Antoni/Masdarul KH/Lukman Hakim/Arif Budianto)</description><content:encoded>SURABAYA &amp;ndash; Masyarakat di wilayah Jawa seperti Jawa Timur (Jatim), Jawa Tengah, maupun Jawa Barat diminta tidak resah dengan informasi yang berkembang mengenai stok beras sebab stok beras di wilayah Jawa dinyatakan aman.
Di Jatim, misalnya, pada akhir 2017 lalu surplus 200.000 ton. &amp;ldquo;Untuk produksi Januari 2018 sebanyak 295.000 ton dengan konsumsi 297.000 ton atau minus 2.000 ton atau terdapat stok 198.000 ton,&amp;rdquo; ujar Gubernur Jatim Soekarwo pada acara Rapat Kerja Gubernur dengan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Baca Juga: Bulog: Beras Impor Masuk 4 Pelabuhan
Pada Februari 2018 Jatim akan panen 990.000 ton dan Maret 1,7 juta ton. Karena itu, masyarakat tidak ada alasan untuk panik. Kenaikan harga di pasaran, kata Pakde Karwo sapaan akrab gubernur Jatim ini, terjadi sesuai dengan hukum ekonomi, supply and demand.
Karena harga beras di Jatim lebih murah, beras akan ditarik oleh daerah di luar Jatim yang minus. Sementara itu, Kantor Perwakilan Daerah (KPD) Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Surabaya menyebutkan, untuk mengatasi gejolak harga beras saat ini, diperlukan peran Badan Urusan Logistik (Bulog) agar harganya terkendali.
Baca Juga: Bulog Targetkan Serap 89.000 Ton Beras dari Indramayu pada 2018
&amp;rdquo;Langkah dari Bulog harus bisa menjadi penyeimbang dalam upaya menekan kenaikan harga beras di pasaran,&amp;rdquo; kata Kepala KPD KPPU Surabaya Dendy Rakhmad di sela-sela operasi mendadak (sidak) di Pasar Wonokromo, Jalan Wonokromo, Surabaya.
Dari sidak diketahui, harga beras premium yang dijual para pedagang di Pasar Wonokromo berkisar Rp11.000 hingga Rp13.000. Artinya, ada kenaikan sekitar Rp2.000 dibanding harga beras yang dijual pada saat harga normal. Sedangkan beras medium yang digelontorkan Bulog melalui operasi pasar dijual para pedagang dengan harga Rp9.000. &amp;ldquo;Pada dasarnya masyarakat menerima pasokan berasa dari Bulog. Hanya, mereka berharap kualitas berasnya ditingkatkan,&amp;rdquo; tandas Dendy.  Sementara itu, Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah telah melakukan   operasi pasar (OP) dengan menyalurkan 17.200 ton beras dari target   30.000 ton hingga akhir Januari ini. Dari operasi pasar di 15 pasar,   penyerapan tertinggi berada di Kota Semarang.Kepala  Bulog Divre Jateng Djoni Nur Ashari mengatakan, OP beras dilakukan  karena situasi harga beras di pasaran yang terus mengalami kenaikan  harga. Pihaknya berharap melalui operasi pasar ini harga beras bisa  dikendalikan agar tidak terus merangkak naik.   &amp;rdquo;Di Semarang OP  di Pasar Johar kemarin harganya masih tinggi, namun di Pasar Karangayu,  ada penurunan yang cukup signifikan antara Rp500-Rp800 turunnya,&amp;rdquo; ungkap  Djoni di Semarang, kemarin. Dia mengakui operasi pasar telah menjangkau  35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Dalam operasi pasar tersebut,  pihaknya juga bekerja sama dengan pedagang di luar pasar yang dijadikan  sasaran OP beras untuk mencegah ada aksi penimbunan beras. Gubernur  Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya sudah meminta pada Bulog agar  saat cadangan beras masih cukup supaya tidak perlu menunggu dan segera  melakukan operasi pasar.
Baca Juga: Virus Klowor Bikin Target Penyerapan Beras 2017 Tidak Tercapai  Meski demikian, Ganjar memastikan  cadangan beras untuk Jateng masih mencukupi, bahkan telah swasembada  sehingga saat masih mencukupi dia menyatakan tak perlu impor beras untuk  Jateng. &amp;ldquo;Kita dorong daerah di luar Jateng yang butuh, silakan saja  untuk di penuhi, namun saran saya kalau Jateng sudah swasembada beras  sehingga masih cukup, enggak usah lah impor beras,&amp;rdquo; imbuhnya.   Sementara itu, Kabid Operasional Bulog Divre Jabar Sri Emilia  mengatakan, Jabar memiliki ketersediaan beras yang cukup melimpah.  Ketersediaan beras kualitas medium dan standar masih bisa untuk tiga  hingga empat bulan ke depan. Selain itu, Bulog pun masih melakukan  serapan untuk sisa panen tahun ini. Perum Bulog Divisi Regional Jawa  Barat akan terus melakukan operasi pasar (OP) beras hingga tiga bulan ke  depan atau Maret 2017.   (Ahmad Antoni/Masdarul KH/Lukman Hakim/Arif Budianto)</content:encoded></item></channel></rss>
