<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Orang Terkaya Arab Saudi Disiksa di Penjara</title><description>Orang terkaya di Arab Saudi, Pangeran Alwaleed bin Talal, dijebloskan ke penjara dan disiksa.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/18/320/1846895/orang-terkaya-arab-saudi-disiksa-di-penjara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/01/18/320/1846895/orang-terkaya-arab-saudi-disiksa-di-penjara"/><item><title>Orang Terkaya Arab Saudi Disiksa di Penjara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/18/320/1846895/orang-terkaya-arab-saudi-disiksa-di-penjara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/01/18/320/1846895/orang-terkaya-arab-saudi-disiksa-di-penjara</guid><pubDate>Kamis 18 Januari 2018 15:20 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/18/320/1846895/orang-terkaya-arab-saudi-disiksa-di-penjara-wMmXMOxldc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Koran SINDO</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/18/320/1846895/orang-terkaya-arab-saudi-disiksa-di-penjara-wMmXMOxldc.jpg</image><title>Foto: Koran SINDO</title></images><description>RIYADH &amp;ndash; Orang terkaya di Arab Saudi, Pangeran Alwaleed bin Talal, dijebloskan ke penjara dan disiksa karena tidak mau mengembalikan uang yang diduga hasil korupsi senilai USD6 miliar (Rp85 triliun).
Alwaleed ditangkap dua bulan lalu sebagai bagian penyidikan skandal korupsi dilakukan komite antikorupsi Arab Saudi yang dipimpin Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman. Dia ditangkap bersama dengan puluhan pangeran dan pejabat pemerintahan yang dinilai korup.
Baca Juga: Daftar 50 Orang Terkaya di Hong Kong, Total Hartanya Capai Rp4.144 Triliun  Awalnya Alwaleed ditahan di Hotel Ritz Carlton Riyadh, tapi karena dia enggan mengembalikan dana yang diduga dikorupsinya, maka dia dipindahkan ke penjara Al-Hair. Dia tidak sendirian, tapi bersama dengan 60 tahanan lainnya dipindahkan ke penjara itu.   Pangeran Turki bin Abdullah, anggota House of Saud, juga salah satu pangeran yang dijebloskan ke penjara tersebut. Melansir Al-Araby Al-Jadeed, penjara dengan keamanan supermaksimum itu terletak di selatan Riyadh. Di dalam penjara, Alwaleed dikabarkan disiksa dan dipukuli.
Baca Juga: Orang Terkaya Hong Kong Punya Kekayaan Rp468 Triliun, Siapa Dia?
Bahkan, dia pun diposisikan layaknya tahanan dengan model penyiksaan digantung dan kepalanya diturunkan. Saat ditahan di Ritz Carlton, Alwaleed enggan memenuhi tuntutan dari Mohammed bin Salman agar membayar USD6 miliar. Dia juga menolak menyerahkan perusahaan investasinya kepada Pemerintah Saudi.   Padahal Alwaleed memiliki kekayaan senilai USD17 miliar (Rp242 triliun) versi majalah Forbes. Dia juga masih menjabat sebagai chairman dan pemilik perusahaan investasi internasional Kingdom Holding. Namun, Alwaleed kini sedang bernegosiasi mengenai kesepakatan tersebut.   Menurut pejabat senior Arab Saudi, sejauh ini belum ada kesepakatan mengenai pengembalian harta korupsi itu. &amp;ldquo;Dia (Alwaleed) menawarkan sejumlah tawaran, tetapi itu tidak sesuai. Jaksa agung belum menyetujuinya,&amp;rdquo; ungkap pejabat yang enggan disebutkan namanya.   Sumber kedua yang dekat dengan Pangeran Alwaleed mengungkapkan kalau Alwaleed menawarkan model &amp;euml;donasi&amp;iacute; kepada Pemerintah Saudi. Pasalnya, dia tidak mengakui kalau dirinya bersalah. &amp;ldquo;Dia juga ingin memilih aset yang akan diserahkan kepada pemerintah,&amp;rdquo; ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.Namun, Pemerintah Arab Saudi menolak tawaran yang diajukan  Alwaleed. Saham Kingdom Holding langsung naik 9,8% pada Minggu (14/1)  menyusun kabar negosiasi tersebut. Nilai kapitalisasi perusahaan naik  menjadi USD860 juta. Penangkapan sekitar 200 pangeran dan pejabat tinggi  dilakukan sebagai bentuk reformasi ekonomi.   Mohammed bin  Salman ditunjuk sebagai Putra Mahkota oleh ayahnya Raja Salman bin  Abdulaziz pada 21 Juni tahun lalu dan akan menggantikan ayahnya. Putra  Mahkota merupakan posisi penting kedua di Arab Saudi. Sementara itu,  hotel mewah Ritz Carlton yang sebelumnya digunakan sebagai lokasi  penahanan para pangeran dan pejabat Saudi akan dibuka kembali pada bulan  depan.   Sejak November lalu, hotel itu ditutup untuk umum.  Menurut seorang petugas yang menerima pemesanan kamar di Ritz Carlton,  hotel akan mulai menerima tamu pada 14 Februari mendatang dengan harga  kamar paling murah USD650. Sumber pemerintahan Arab Saudi mengungkapkan  otoritas Arab Saudi telah menyelesaikan sebagian penyidikan korupsi  sehingga mengizinkan Ritz Carlton untuk beroperasi normal.
Baca Juga: Bill Gates dan Jeff Bezos Saling Salip Jadi Orang Terkaya Sepanjang Sejarah
&quot;Hotel akan beroperasi normal sesuai dengan arahan otoritas lokal,&amp;rdquo;  ungkap juru bicara grup Marriott. Otoritas Arab Saudi memperkirakan  sebagian tersangka koruptor telah menyepakati pembayaran denda. Riyadh  berharap bisa mengumpulkan pengembalian uang korupsi itu senilai USD100  miliar (Rp1.428 miliar).   Hanya sedikit tersangka yang diproses  hukum lebih lanjut. Perusahaan konstruksi raksasa Saudi Binladin Group  juga menyepakati penyerahan saham kepada pemerintah. Chairman Binladin  Group Bakr Bin Laden dan beberapa anggota keluarganya ditahan dalam  pemeriksaan skandal korupsi.   Binladin memiliki 100.000  karyawan dan menjadi perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi. Pada  akhir November lalu, Pangeran Saudi Miteb bin Abdullah dibebaskan  setelah membayar lebih dari USD1 miliar kepada pemerintah. Kemudian  banyak juga pejabat dan pangeran memilih menyerahkan harganya ke  pemerintah sebagai imbalan untuk bebas.   Sebelumnya jaksa  penuntut Arab Saudi, Saud al-Muajab mengungkapkan, akan melakukan upaya  ekstradisi terhadap tersangka yang tinggal di luar negeri. &amp;ldquo;Bukti sedang  dikumpulkan terhadap tersangka dan akan meminta pemerintahan asing  menyerahkan mereka ke Saudi,&amp;rdquo; kata Saud dilansir majalah Arrajol.   Namun, belum jelas berapa banyak orang yang menjadi target dan negara  mana saja yang akan diminta untuk bekerja sama. Sementara itu, Pangeran  Mohammed ingin membuktikan kalau pemberantasan korupsi yang  dijalankannya berhasil dan sukses menarik kembali uang yang telah di  korupsi untuk masuk ke kas negara.   Proses itu dilakukan tanpa  berbelit-belit dan harus melalui pembuktian hukum di pengadilan. Mo del  pemberantasan korupsi itu menuai pujian di dalam negeri dan luar negeri.    (Andika Hendra)</description><content:encoded>RIYADH &amp;ndash; Orang terkaya di Arab Saudi, Pangeran Alwaleed bin Talal, dijebloskan ke penjara dan disiksa karena tidak mau mengembalikan uang yang diduga hasil korupsi senilai USD6 miliar (Rp85 triliun).
Alwaleed ditangkap dua bulan lalu sebagai bagian penyidikan skandal korupsi dilakukan komite antikorupsi Arab Saudi yang dipimpin Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman. Dia ditangkap bersama dengan puluhan pangeran dan pejabat pemerintahan yang dinilai korup.
Baca Juga: Daftar 50 Orang Terkaya di Hong Kong, Total Hartanya Capai Rp4.144 Triliun  Awalnya Alwaleed ditahan di Hotel Ritz Carlton Riyadh, tapi karena dia enggan mengembalikan dana yang diduga dikorupsinya, maka dia dipindahkan ke penjara Al-Hair. Dia tidak sendirian, tapi bersama dengan 60 tahanan lainnya dipindahkan ke penjara itu.   Pangeran Turki bin Abdullah, anggota House of Saud, juga salah satu pangeran yang dijebloskan ke penjara tersebut. Melansir Al-Araby Al-Jadeed, penjara dengan keamanan supermaksimum itu terletak di selatan Riyadh. Di dalam penjara, Alwaleed dikabarkan disiksa dan dipukuli.
Baca Juga: Orang Terkaya Hong Kong Punya Kekayaan Rp468 Triliun, Siapa Dia?
Bahkan, dia pun diposisikan layaknya tahanan dengan model penyiksaan digantung dan kepalanya diturunkan. Saat ditahan di Ritz Carlton, Alwaleed enggan memenuhi tuntutan dari Mohammed bin Salman agar membayar USD6 miliar. Dia juga menolak menyerahkan perusahaan investasinya kepada Pemerintah Saudi.   Padahal Alwaleed memiliki kekayaan senilai USD17 miliar (Rp242 triliun) versi majalah Forbes. Dia juga masih menjabat sebagai chairman dan pemilik perusahaan investasi internasional Kingdom Holding. Namun, Alwaleed kini sedang bernegosiasi mengenai kesepakatan tersebut.   Menurut pejabat senior Arab Saudi, sejauh ini belum ada kesepakatan mengenai pengembalian harta korupsi itu. &amp;ldquo;Dia (Alwaleed) menawarkan sejumlah tawaran, tetapi itu tidak sesuai. Jaksa agung belum menyetujuinya,&amp;rdquo; ungkap pejabat yang enggan disebutkan namanya.   Sumber kedua yang dekat dengan Pangeran Alwaleed mengungkapkan kalau Alwaleed menawarkan model &amp;euml;donasi&amp;iacute; kepada Pemerintah Saudi. Pasalnya, dia tidak mengakui kalau dirinya bersalah. &amp;ldquo;Dia juga ingin memilih aset yang akan diserahkan kepada pemerintah,&amp;rdquo; ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.Namun, Pemerintah Arab Saudi menolak tawaran yang diajukan  Alwaleed. Saham Kingdom Holding langsung naik 9,8% pada Minggu (14/1)  menyusun kabar negosiasi tersebut. Nilai kapitalisasi perusahaan naik  menjadi USD860 juta. Penangkapan sekitar 200 pangeran dan pejabat tinggi  dilakukan sebagai bentuk reformasi ekonomi.   Mohammed bin  Salman ditunjuk sebagai Putra Mahkota oleh ayahnya Raja Salman bin  Abdulaziz pada 21 Juni tahun lalu dan akan menggantikan ayahnya. Putra  Mahkota merupakan posisi penting kedua di Arab Saudi. Sementara itu,  hotel mewah Ritz Carlton yang sebelumnya digunakan sebagai lokasi  penahanan para pangeran dan pejabat Saudi akan dibuka kembali pada bulan  depan.   Sejak November lalu, hotel itu ditutup untuk umum.  Menurut seorang petugas yang menerima pemesanan kamar di Ritz Carlton,  hotel akan mulai menerima tamu pada 14 Februari mendatang dengan harga  kamar paling murah USD650. Sumber pemerintahan Arab Saudi mengungkapkan  otoritas Arab Saudi telah menyelesaikan sebagian penyidikan korupsi  sehingga mengizinkan Ritz Carlton untuk beroperasi normal.
Baca Juga: Bill Gates dan Jeff Bezos Saling Salip Jadi Orang Terkaya Sepanjang Sejarah
&quot;Hotel akan beroperasi normal sesuai dengan arahan otoritas lokal,&amp;rdquo;  ungkap juru bicara grup Marriott. Otoritas Arab Saudi memperkirakan  sebagian tersangka koruptor telah menyepakati pembayaran denda. Riyadh  berharap bisa mengumpulkan pengembalian uang korupsi itu senilai USD100  miliar (Rp1.428 miliar).   Hanya sedikit tersangka yang diproses  hukum lebih lanjut. Perusahaan konstruksi raksasa Saudi Binladin Group  juga menyepakati penyerahan saham kepada pemerintah. Chairman Binladin  Group Bakr Bin Laden dan beberapa anggota keluarganya ditahan dalam  pemeriksaan skandal korupsi.   Binladin memiliki 100.000  karyawan dan menjadi perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi. Pada  akhir November lalu, Pangeran Saudi Miteb bin Abdullah dibebaskan  setelah membayar lebih dari USD1 miliar kepada pemerintah. Kemudian  banyak juga pejabat dan pangeran memilih menyerahkan harganya ke  pemerintah sebagai imbalan untuk bebas.   Sebelumnya jaksa  penuntut Arab Saudi, Saud al-Muajab mengungkapkan, akan melakukan upaya  ekstradisi terhadap tersangka yang tinggal di luar negeri. &amp;ldquo;Bukti sedang  dikumpulkan terhadap tersangka dan akan meminta pemerintahan asing  menyerahkan mereka ke Saudi,&amp;rdquo; kata Saud dilansir majalah Arrajol.   Namun, belum jelas berapa banyak orang yang menjadi target dan negara  mana saja yang akan diminta untuk bekerja sama. Sementara itu, Pangeran  Mohammed ingin membuktikan kalau pemberantasan korupsi yang  dijalankannya berhasil dan sukses menarik kembali uang yang telah di  korupsi untuk masuk ke kas negara.   Proses itu dilakukan tanpa  berbelit-belit dan harus melalui pembuktian hukum di pengadilan. Mo del  pemberantasan korupsi itu menuai pujian di dalam negeri dan luar negeri.    (Andika Hendra)</content:encoded></item></channel></rss>
