<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bill Gates Lunasi Utang Nigeria Rp1 Triliun, Begini Kronologisnya!</title><description>Bill Gates dikabarkan akan melunasi utang Nigeria kepada Jepang senilai USD76 juta (sekitar Rp1 triliun).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/19/320/1847309/bill-gates-lunasi-utang-nigeria-rp1-triliun-begini-kronologisnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/01/19/320/1847309/bill-gates-lunasi-utang-nigeria-rp1-triliun-begini-kronologisnya"/><item><title>Bill Gates Lunasi Utang Nigeria Rp1 Triliun, Begini Kronologisnya!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/19/320/1847309/bill-gates-lunasi-utang-nigeria-rp1-triliun-begini-kronologisnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/01/19/320/1847309/bill-gates-lunasi-utang-nigeria-rp1-triliun-begini-kronologisnya</guid><pubDate>Jum'at 19 Januari 2018 11:35 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/19/320/1847309/bill-gates-lunasi-utang-nigeria-rp1-triliun-begini-kronologisnya-TO69tMifmK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Koran SINDO</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/19/320/1847309/bill-gates-lunasi-utang-nigeria-rp1-triliun-begini-kronologisnya-TO69tMifmK.jpg</image><title>Foto: Koran SINDO</title></images><description>ABUJA &amp;ndash; Miliarder Amerika Serikat (AS) Bill Gates kembali menunjukkan komitmennya di bidang filantropi. Baru-baru ini, pendiri Microsoft itu dikabarkan akan melunasi utang Nigeria kepada Jepang senilai USD76 juta (sekitar Rp1 triliun).
Pelunasan utang dilakukan melalui yayasan amal Bill &amp;amp; Melinda Gates Foundation. Hal itu sejalan dengan komitmen Gates dalam memuluskan rencana darurat pemberantasan polio di Nigeria. Program penanggulangan penyakit itu sedianya telah dilakukan sejak 2014 yang saat itu Nigeria menggandeng Jepang sebagai pemberi pinjaman.   Rencana pembayaran utang oleh salah satu orang terkaya di dunia itu diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Nigeria Kemi Adeosun di Kota Abuja pada 16 Januari lalu. Gates melakukan itu karena selama ini Nigeria merupakan salah satu wilayah fokus donasi Bill &amp;amp; Melinda Gates Foundation.
Baca Juga: Orang Terkaya Arab Saudi Disiksa di Penjara  Sejauh ini yayasan tersebut telah menyumbangkan dana bantuan lebih dari USD400 juta ke seluruh Nigeria. Sebagian besar sumbangan disalurkan melalui organisasi mitra Bill &amp;amp; Melinda Gates Foundation yang memiliki pro gram pengembangan dan kesehatan di Nigeria.   Program itu meliputi pemberantasan polio, dukungan peningkatan produksi makanan petani kecil, dan bantuan perempuan ha mil untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Akan tetapi bantuan tersebut belum cukup. Di tengah lilitan krisis ekonomi, Nigeria terpaksa mengajukan pinjaman utang kepada Jepang untuk memberantas polio pada 2014.
Baca Juga: Daftar 50 Orang Terkaya di Hong Kong, Total Hartanya Capai Rp4.144 Triliun  Kedua negara sepakat memulai cicilan pembayaran pada tahun ini selama 20 tahun. Dana itu tercatat di dalam program Overseas Development Assistance (ODA) Jepang. &amp;ldquo;Awal cicilan pembayaran utang tersebut akan dilakukan empat tahun sejak tanggal peminjaman.   Bill &amp;amp; Melinda Gates Foundation akan mulai melakukan pembayaran utang kepada Jepang itu pada tahun ini,&amp;rdquo; ujar Menteri Keuangan Adeosun setelah bertemu dengan delegasi dari Jepang yang dipimpin Kiyoshi Ejima seperti dikutip Premium Times. Kunjungan Ejima ke Ni ge ria semula bertujuan untuk menghitung penggunaan dana bantuan ODA sejak 2014.Menkeu Adeosun mengatakan, dana ban tuan tersebut akan membantu  memuluskan berbagai program utama pemberantasan polio. Sejauh ini kasus  polio di Nigeria sudah jarang terjadi, hanya ditemukan 10 kasus sejak  2014 silam. Juru bicara (jubir) Bill &amp;amp; Melinda Gates Foundation  mengonfirmasi rencana pembayaran utang itu secara penuh.
&amp;ldquo;Kami  sepakat melunasi utang itu setelah Nigeria memenuhi syarat yang  ditentukan, yakni siap melakukan vaksinasi sedikitnya sekali dalam  setahun di atas 80% di dilayah yang amat rawan,&amp;rdquo; ujarnya kepada Quartz.  Pernyataan Bill &amp;amp; Melinda Gates Foundation bukan tanpa alasan.
Baca Juga: Orang Terkaya Hong Kong Punya Kekayaan Rp468 Triliun, Siapa Dia?
Meski Nigeria terbebas dari polio dan tidak ditemukan satu pun kasus  pada tahun lalu, beberapa daerah di bagian utara negara itu masih  mengalami krisis layanan perawatan kesehatan dan sanitasi. Dengan  demikian, untuk mencegah terjadinya wabah polio, imunisasi masih perlu  dilakukan. Polio mewabah di Nigeria dan memuncak pada 2012.
Saat itu lebih dari separuh kasus polio di dunia terjadi di Nigeria.  Atas krisis itu, lebih dari 200.000 sukarelawan dari seluruh wilayah  Nigeria konsisten memberikan imunisasi kepada lebih dari 45 juta  anak-anak di bawah lima tahun untuk memastikan mereka terlindungi.
&amp;ldquo;Kami bangsa Nigeria merasa bangga. Dengan upaya keras di tingkat  lokal dan nasional, kami sukses mengalahkan polio. Kami tahu kewaspadaan  dan upaya ini harus terus di lanjutkan agar Nigeria bisa sepenuhnya  terbebas,&amp;rdquo; kata Dr Ado Muhammad dari Lembaga Pengembangan Perawatan  Kesehatan Nasional Nigeria.
Baca juga: Jeff Bezos Bukan Orang Terkaya Sepanjang Sejarah, Bagaimana Bill Gates?
Polio merupakan penyakit yang sangat mudah menular dan menyerang  sistem saraf. Mayoritas korban merupakan balita. Apabila sudah parah,  penyakit ini dapat menyebabkan korban kesulitan bernapas, lumpuh hingga  meninggal dunia. Polio pada umumnya di sebabkan makanan dan minuman yang  terkontaminasi tinja. Dengan penduduk mencapai 170 juta jiwa, Bill  &amp;amp; Melinda Gates Foundation yakin Nigeria akan berperan penting  memajukan kawasan Afrika.   Di Nigeria, Bill &amp;amp; Melinda Gates  Foundation bekerja sama dengan pemerintah, sektor swasta, dan tokoh  untuk mengeluarkan masyarakat dari jurang kemiskinan, tetap sehat, dan  produktif. &amp;ldquo;Kami ingin mencapai enam target di Nigeria, yakni  memberantas polio, meningkatkan kesehatan keluarga, memperkuat sistem  layanan kesehatan, meningkatkan nutrisi, meningkatkan produk tivitas  agrikultur, dan memperbesar akses layanan keuangan,&amp;rdquo; ungkap Bill &amp;amp;  Melinda Gates Foundation di situs gatesfoundation.org.Bill  Gates dan istrinya Melinda merupakan penyumbang dana amal terbesar  di  dunia pada 2017. Mereka mendonasikan USD4,6 miliar (Rp61,2 triliun)   untuk mendukung berbagai program pendidikan di AS dan pengembangan   kesehatan di dunia. Dengan demikian, tak mengherankan jika Bill Gates   tidak lagi menyandang gelar orang terkaya di dunia.   The Giving Pledge   Bill Gates bersama Warren Buffett, Chairman dan CEO Berkshire Hathaway,   mendirikan The Giving Pledge pada 2009 untuk mendorong para miliarder   menyisihkan kekayaannya dan meresmikannya pada 2010. Sampai 2017,   sebanyak 173 miliarder, baik individu atau pasangan, terdaftar sebagai   anggota dari kampanye tersebut.   Ikrar itu hanyalah komitmen   moral, bukan kontrak yang bersifat legal. Sejauh ini dana bantuan yang   terkumpul di The Giving Pledge ditaksir mencapai USD365 miliar.   Keuntungan menjadi bagian dari The Giving Pledge ialah terkenal, dapat   menghindari pajak terhadap pemerintah federal, dan ahli waris dapat   menguasai aset.   Selain Gates dan Buffett, miliarder dunia   lainnya yang tergabung dalam organisasi nirlaba ini adalah bos Virgin   Group Richard Branson, pendiri Facebook Mark Zuckerberg, dan David   Rockefeller (bankir). Di luar nama-nama beken di dunia bisnis, ada pula   sejumlah miliarder dari berbagai negara seperti China, Australia, dan   Timur Tengah yang bergabung dalam proyek filantropi Gates.   Miliarder lain, Jeff Bezos, yang merupakan orang terkaya di dunia juga   termasuk gemar menyalurkan kekayaannya untuk filantropi. Melalui yayasan   amal Bezos Family Foundation, dia ingin menyumbangkan lebih banyak  dana  bantuan kepada orang yang membutuhkan, terutama dalam menopang  layanan  kesehatan dan pendidikan.   &amp;ldquo;Saya sedang berpikir  tentang  strategi filantropi dalam waktu dekat. Saya merasa harus  melakukannya  sekarang,&amp;rdquo; ujar Bezos, dilansir Business Insider. Rencana  filantropi itu  menunjukkan krisis yang terjadi di dunia saat ini sangat  luas dan  rumit. Faktanya, pemerintah kewalahan dan kebijakannya tidak  mampu  bekerja efektif.   Bezos Family Foundation yang mencoba   memberikan ban tuan untuk jangka panjang berupaya untuk berkontribusi   positif dalam mengakhiri permasalahan itu. Mereka menyalurkan donasi   sebesar USD33 juta kepada TheDream.US, USD800.000 kepada Worldreader,   dan USD30 juta kepada Fred Hutchinson Cancer Research Center.   (Muh Shamil)</description><content:encoded>ABUJA &amp;ndash; Miliarder Amerika Serikat (AS) Bill Gates kembali menunjukkan komitmennya di bidang filantropi. Baru-baru ini, pendiri Microsoft itu dikabarkan akan melunasi utang Nigeria kepada Jepang senilai USD76 juta (sekitar Rp1 triliun).
Pelunasan utang dilakukan melalui yayasan amal Bill &amp;amp; Melinda Gates Foundation. Hal itu sejalan dengan komitmen Gates dalam memuluskan rencana darurat pemberantasan polio di Nigeria. Program penanggulangan penyakit itu sedianya telah dilakukan sejak 2014 yang saat itu Nigeria menggandeng Jepang sebagai pemberi pinjaman.   Rencana pembayaran utang oleh salah satu orang terkaya di dunia itu diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Nigeria Kemi Adeosun di Kota Abuja pada 16 Januari lalu. Gates melakukan itu karena selama ini Nigeria merupakan salah satu wilayah fokus donasi Bill &amp;amp; Melinda Gates Foundation.
Baca Juga: Orang Terkaya Arab Saudi Disiksa di Penjara  Sejauh ini yayasan tersebut telah menyumbangkan dana bantuan lebih dari USD400 juta ke seluruh Nigeria. Sebagian besar sumbangan disalurkan melalui organisasi mitra Bill &amp;amp; Melinda Gates Foundation yang memiliki pro gram pengembangan dan kesehatan di Nigeria.   Program itu meliputi pemberantasan polio, dukungan peningkatan produksi makanan petani kecil, dan bantuan perempuan ha mil untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Akan tetapi bantuan tersebut belum cukup. Di tengah lilitan krisis ekonomi, Nigeria terpaksa mengajukan pinjaman utang kepada Jepang untuk memberantas polio pada 2014.
Baca Juga: Daftar 50 Orang Terkaya di Hong Kong, Total Hartanya Capai Rp4.144 Triliun  Kedua negara sepakat memulai cicilan pembayaran pada tahun ini selama 20 tahun. Dana itu tercatat di dalam program Overseas Development Assistance (ODA) Jepang. &amp;ldquo;Awal cicilan pembayaran utang tersebut akan dilakukan empat tahun sejak tanggal peminjaman.   Bill &amp;amp; Melinda Gates Foundation akan mulai melakukan pembayaran utang kepada Jepang itu pada tahun ini,&amp;rdquo; ujar Menteri Keuangan Adeosun setelah bertemu dengan delegasi dari Jepang yang dipimpin Kiyoshi Ejima seperti dikutip Premium Times. Kunjungan Ejima ke Ni ge ria semula bertujuan untuk menghitung penggunaan dana bantuan ODA sejak 2014.Menkeu Adeosun mengatakan, dana ban tuan tersebut akan membantu  memuluskan berbagai program utama pemberantasan polio. Sejauh ini kasus  polio di Nigeria sudah jarang terjadi, hanya ditemukan 10 kasus sejak  2014 silam. Juru bicara (jubir) Bill &amp;amp; Melinda Gates Foundation  mengonfirmasi rencana pembayaran utang itu secara penuh.
&amp;ldquo;Kami  sepakat melunasi utang itu setelah Nigeria memenuhi syarat yang  ditentukan, yakni siap melakukan vaksinasi sedikitnya sekali dalam  setahun di atas 80% di dilayah yang amat rawan,&amp;rdquo; ujarnya kepada Quartz.  Pernyataan Bill &amp;amp; Melinda Gates Foundation bukan tanpa alasan.
Baca Juga: Orang Terkaya Hong Kong Punya Kekayaan Rp468 Triliun, Siapa Dia?
Meski Nigeria terbebas dari polio dan tidak ditemukan satu pun kasus  pada tahun lalu, beberapa daerah di bagian utara negara itu masih  mengalami krisis layanan perawatan kesehatan dan sanitasi. Dengan  demikian, untuk mencegah terjadinya wabah polio, imunisasi masih perlu  dilakukan. Polio mewabah di Nigeria dan memuncak pada 2012.
Saat itu lebih dari separuh kasus polio di dunia terjadi di Nigeria.  Atas krisis itu, lebih dari 200.000 sukarelawan dari seluruh wilayah  Nigeria konsisten memberikan imunisasi kepada lebih dari 45 juta  anak-anak di bawah lima tahun untuk memastikan mereka terlindungi.
&amp;ldquo;Kami bangsa Nigeria merasa bangga. Dengan upaya keras di tingkat  lokal dan nasional, kami sukses mengalahkan polio. Kami tahu kewaspadaan  dan upaya ini harus terus di lanjutkan agar Nigeria bisa sepenuhnya  terbebas,&amp;rdquo; kata Dr Ado Muhammad dari Lembaga Pengembangan Perawatan  Kesehatan Nasional Nigeria.
Baca juga: Jeff Bezos Bukan Orang Terkaya Sepanjang Sejarah, Bagaimana Bill Gates?
Polio merupakan penyakit yang sangat mudah menular dan menyerang  sistem saraf. Mayoritas korban merupakan balita. Apabila sudah parah,  penyakit ini dapat menyebabkan korban kesulitan bernapas, lumpuh hingga  meninggal dunia. Polio pada umumnya di sebabkan makanan dan minuman yang  terkontaminasi tinja. Dengan penduduk mencapai 170 juta jiwa, Bill  &amp;amp; Melinda Gates Foundation yakin Nigeria akan berperan penting  memajukan kawasan Afrika.   Di Nigeria, Bill &amp;amp; Melinda Gates  Foundation bekerja sama dengan pemerintah, sektor swasta, dan tokoh  untuk mengeluarkan masyarakat dari jurang kemiskinan, tetap sehat, dan  produktif. &amp;ldquo;Kami ingin mencapai enam target di Nigeria, yakni  memberantas polio, meningkatkan kesehatan keluarga, memperkuat sistem  layanan kesehatan, meningkatkan nutrisi, meningkatkan produk tivitas  agrikultur, dan memperbesar akses layanan keuangan,&amp;rdquo; ungkap Bill &amp;amp;  Melinda Gates Foundation di situs gatesfoundation.org.Bill  Gates dan istrinya Melinda merupakan penyumbang dana amal terbesar  di  dunia pada 2017. Mereka mendonasikan USD4,6 miliar (Rp61,2 triliun)   untuk mendukung berbagai program pendidikan di AS dan pengembangan   kesehatan di dunia. Dengan demikian, tak mengherankan jika Bill Gates   tidak lagi menyandang gelar orang terkaya di dunia.   The Giving Pledge   Bill Gates bersama Warren Buffett, Chairman dan CEO Berkshire Hathaway,   mendirikan The Giving Pledge pada 2009 untuk mendorong para miliarder   menyisihkan kekayaannya dan meresmikannya pada 2010. Sampai 2017,   sebanyak 173 miliarder, baik individu atau pasangan, terdaftar sebagai   anggota dari kampanye tersebut.   Ikrar itu hanyalah komitmen   moral, bukan kontrak yang bersifat legal. Sejauh ini dana bantuan yang   terkumpul di The Giving Pledge ditaksir mencapai USD365 miliar.   Keuntungan menjadi bagian dari The Giving Pledge ialah terkenal, dapat   menghindari pajak terhadap pemerintah federal, dan ahli waris dapat   menguasai aset.   Selain Gates dan Buffett, miliarder dunia   lainnya yang tergabung dalam organisasi nirlaba ini adalah bos Virgin   Group Richard Branson, pendiri Facebook Mark Zuckerberg, dan David   Rockefeller (bankir). Di luar nama-nama beken di dunia bisnis, ada pula   sejumlah miliarder dari berbagai negara seperti China, Australia, dan   Timur Tengah yang bergabung dalam proyek filantropi Gates.   Miliarder lain, Jeff Bezos, yang merupakan orang terkaya di dunia juga   termasuk gemar menyalurkan kekayaannya untuk filantropi. Melalui yayasan   amal Bezos Family Foundation, dia ingin menyumbangkan lebih banyak  dana  bantuan kepada orang yang membutuhkan, terutama dalam menopang  layanan  kesehatan dan pendidikan.   &amp;ldquo;Saya sedang berpikir  tentang  strategi filantropi dalam waktu dekat. Saya merasa harus  melakukannya  sekarang,&amp;rdquo; ujar Bezos, dilansir Business Insider. Rencana  filantropi itu  menunjukkan krisis yang terjadi di dunia saat ini sangat  luas dan  rumit. Faktanya, pemerintah kewalahan dan kebijakannya tidak  mampu  bekerja efektif.   Bezos Family Foundation yang mencoba   memberikan ban tuan untuk jangka panjang berupaya untuk berkontribusi   positif dalam mengakhiri permasalahan itu. Mereka menyalurkan donasi   sebesar USD33 juta kepada TheDream.US, USD800.000 kepada Worldreader,   dan USD30 juta kepada Fred Hutchinson Cancer Research Center.   (Muh Shamil)</content:encoded></item></channel></rss>
