<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenhub Alokasikan Subsidi Kereta Perintis 2018 Rp79,9 Miliar</title><description>Tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk kereta api perintis  sebesar Rp79,9 miliar yang bersumber dari APBN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/19/320/1847522/kemenhub-alokasikan-subsidi-kereta-perintis-2018-rp79-9-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/01/19/320/1847522/kemenhub-alokasikan-subsidi-kereta-perintis-2018-rp79-9-miliar"/><item><title>Kemenhub Alokasikan Subsidi Kereta Perintis 2018 Rp79,9 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/19/320/1847522/kemenhub-alokasikan-subsidi-kereta-perintis-2018-rp79-9-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/01/19/320/1847522/kemenhub-alokasikan-subsidi-kereta-perintis-2018-rp79-9-miliar</guid><pubDate>Jum'at 19 Januari 2018 18:08 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/19/320/1847522/kemenhub-alokasikan-subsidi-kereta-perintis-2018-rp79-9-miliar-PkSrknyHc6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kereta Api: Foto/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/19/320/1847522/kemenhub-alokasikan-subsidi-kereta-perintis-2018-rp79-9-miliar-PkSrknyHc6.jpg</image><title>Kereta Api: Foto/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian kembali melaksanakan penandatangan kontrak penyelenggaraan angkutan kereta api perintis untuk 2018. Tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk kereta api perintis sebesar Rp79,9 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri mengatakan, penyediaan jasa layanan transportasi kereta api perintis dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan angkutan kereta api dalam menunjang perkembangan ekonomi masyarakat serta membantu mobilitas masyarakat.

&quot;Sore ini kita baru saja menyaksikan penandandatangan kontrak angkutan printis untuk 6 rute. Ini ketiga kalinya, PSO (subsidi) diberikan selesai akhir 2017. Mudah-mudahan ini bisa lancar,&quot; ujarnya, di Kementerian Perhubungan, Jakarta, jumat (19/1/2018).

Baca Juga: Pengoperasian Jalur Ganda Kereta Medan-Kualanamu Dipercepat, Tarifnya Rp100.000

Dalam waktu 3 tahun, kata dia, penyelenggaraan kereta api perintis sudah dilakukan pada 6 lintasan. Pertama, Kereta Perintis Aceh dengan lintasan Kreung Mane-Bungah-Kreung Geukeuh sepanjang 11,35 kilometer dengan nilai kontrak 2018 sebesar Rp16,9 miliar, dengan frekuensi 10 KA per hari dan kapasitas angkut 192 orang per kereta.

Kedua, Kereta Perintis Sumatera Barat (Kerta Perintis Lembah Anai) dengan lintas pelayanan Lubuk Alung Kayu Tanam sepanjang 20,34 kilometer dengan nilai kontrak sebesar Rp11,4 miliar, dengan frekuensi 4 kereta perintis per hari dan kapasitas angkut 180 orang per kereta.

Ketiga, Kereta Perintis Sumatera Selatan (Kereta Perintis Kertalaya) dengan lintas pelayanan Kertapati Inderalaya sepanjang 26 kilometer dengan nilai kontrak sebesar Rp4,29 miliar,  frekuensi 2 kereta perintis per hari dan kapasitas angkut 292 orang per kereta.

Keempat, Kereta Perintis Jawa Barat (Kereta Perintis Siliwangi) dengan lintas pelayanan Sukabumi Cianjur sepanjang 27,237 kilometer dengan nilai kontrak sebesar Rp15,7 miliar, frekuensi 6 kereta perintis per hari dan kapasitas angkut 472 orang per kereta.

Baca Juga: Menteri BUMN Rini Soemarno Angkat Edi Sukmoro sebagai Dirut KAI

Kelima, Kereta Perintis Jawa Tengah (Kereta Batara Kresna) dengan lintas pelayanan Purwosari Sukoharjo Wonogiri sepanjang 36,67 kilometer dengan nilai kontrak sebesar Rp10 miliar, frekuensi 4 KA per hari dan kapasitas angkut 117 orang per kereta.

Keenam, penugasan angkutan Kereta Perintis Jawa Timur (Kereta Jenggala) dengan lintas pelayanan Mojokerto Tarik Tulangan Sidoarjo sepanjang 31,85 km dengan nilai kontrak sebesar Rp21,4 miliar, frekuensi 10 KA per hari dan kapasitas angkut 266 orang kereta.

Baca Juga: Jalur Rel Ganda Jateng Selatan Selesai 2019

&quot;Pelaksanaan angkutan kereta perintis sendiri merupakan tanggung jawab pemerintah untuk menyediakan angkutan massal yang nyaman dan terjangkau. Untuk itu, pemerintah menugaskan KAI sebagai penyelenggara sebagaimana yang tertuang dalam keputusan perhubungan,&quot; tuturnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian kembali melaksanakan penandatangan kontrak penyelenggaraan angkutan kereta api perintis untuk 2018. Tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk kereta api perintis sebesar Rp79,9 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri mengatakan, penyediaan jasa layanan transportasi kereta api perintis dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan angkutan kereta api dalam menunjang perkembangan ekonomi masyarakat serta membantu mobilitas masyarakat.

&quot;Sore ini kita baru saja menyaksikan penandandatangan kontrak angkutan printis untuk 6 rute. Ini ketiga kalinya, PSO (subsidi) diberikan selesai akhir 2017. Mudah-mudahan ini bisa lancar,&quot; ujarnya, di Kementerian Perhubungan, Jakarta, jumat (19/1/2018).

Baca Juga: Pengoperasian Jalur Ganda Kereta Medan-Kualanamu Dipercepat, Tarifnya Rp100.000

Dalam waktu 3 tahun, kata dia, penyelenggaraan kereta api perintis sudah dilakukan pada 6 lintasan. Pertama, Kereta Perintis Aceh dengan lintasan Kreung Mane-Bungah-Kreung Geukeuh sepanjang 11,35 kilometer dengan nilai kontrak 2018 sebesar Rp16,9 miliar, dengan frekuensi 10 KA per hari dan kapasitas angkut 192 orang per kereta.

Kedua, Kereta Perintis Sumatera Barat (Kerta Perintis Lembah Anai) dengan lintas pelayanan Lubuk Alung Kayu Tanam sepanjang 20,34 kilometer dengan nilai kontrak sebesar Rp11,4 miliar, dengan frekuensi 4 kereta perintis per hari dan kapasitas angkut 180 orang per kereta.

Ketiga, Kereta Perintis Sumatera Selatan (Kereta Perintis Kertalaya) dengan lintas pelayanan Kertapati Inderalaya sepanjang 26 kilometer dengan nilai kontrak sebesar Rp4,29 miliar,  frekuensi 2 kereta perintis per hari dan kapasitas angkut 292 orang per kereta.

Keempat, Kereta Perintis Jawa Barat (Kereta Perintis Siliwangi) dengan lintas pelayanan Sukabumi Cianjur sepanjang 27,237 kilometer dengan nilai kontrak sebesar Rp15,7 miliar, frekuensi 6 kereta perintis per hari dan kapasitas angkut 472 orang per kereta.

Baca Juga: Menteri BUMN Rini Soemarno Angkat Edi Sukmoro sebagai Dirut KAI

Kelima, Kereta Perintis Jawa Tengah (Kereta Batara Kresna) dengan lintas pelayanan Purwosari Sukoharjo Wonogiri sepanjang 36,67 kilometer dengan nilai kontrak sebesar Rp10 miliar, frekuensi 4 KA per hari dan kapasitas angkut 117 orang per kereta.

Keenam, penugasan angkutan Kereta Perintis Jawa Timur (Kereta Jenggala) dengan lintas pelayanan Mojokerto Tarik Tulangan Sidoarjo sepanjang 31,85 km dengan nilai kontrak sebesar Rp21,4 miliar, frekuensi 10 KA per hari dan kapasitas angkut 266 orang kereta.

Baca Juga: Jalur Rel Ganda Jateng Selatan Selesai 2019

&quot;Pelaksanaan angkutan kereta perintis sendiri merupakan tanggung jawab pemerintah untuk menyediakan angkutan massal yang nyaman dan terjangkau. Untuk itu, pemerintah menugaskan KAI sebagai penyelenggara sebagaimana yang tertuang dalam keputusan perhubungan,&quot; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
