<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tingkat Keterisian Penumpang Kereta Perintis Belum Capai 50%</title><description>Tingkat keterisian (low factor) penggunaan kereta perintis ternyata belum mencapai 50%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/19/320/1847562/tingkat-keterisian-penumpang-kereta-perintis-belum-capai-50</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/01/19/320/1847562/tingkat-keterisian-penumpang-kereta-perintis-belum-capai-50"/><item><title>Tingkat Keterisian Penumpang Kereta Perintis Belum Capai 50%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/19/320/1847562/tingkat-keterisian-penumpang-kereta-perintis-belum-capai-50</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/01/19/320/1847562/tingkat-keterisian-penumpang-kereta-perintis-belum-capai-50</guid><pubDate>Jum'at 19 Januari 2018 19:05 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/19/320/1847562/tingkat-keterisian-penumpang-kereta-perintis-belum-capai-50-8tmzmDBG73.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penumpang Kereta (Foto/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/19/320/1847562/tingkat-keterisian-penumpang-kereta-perintis-belum-capai-50-8tmzmDBG73.jpg</image><title>Penumpang Kereta (Foto/Okezone)</title></images><description> 
JAKARTA - Penyelenggaraan angkutan kereta api (KA) perintis baru dilakukan sejak 3 tahun ini. Telah dijalankan di enam lintasan, namun tingkat keterisian (low factor) penggunaan kereta perintis ternyata belum mencapai 50%. Dengan demikian, belum diputuskan adanya pembukaan lintasan baru.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengatakan, sampai 2017 jumlah pengguna kereta perintis terus meningkat.

Low factor mencapai 45,77% dengan jumlah penumpang sebanyak 1,437 juta.  Di 2016, low factor mencapai 39,85% dengan total penumpang 1,28 juta penumpang.

Baca Juga: Kemenhub Alokasikan Subsidi Kereta Perintis 2018 Rp79,9 Miliar

&quot;Jadi kalau perintis ini yang berjalan 2017 kita akan lihat low factor masih di bawah 50%, memang daya beli juga belum. Tapi ada kemungkinan (diperluas) seperti skema yang sedang kita ini juga, katakan LRT Palembang itu masih menggunakan skema perintis,&quot; tuturnya, di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (19/1/2018).

Menurutnya, low factor kereta perintis yang belum 50% disebabkan belum terkoneksinya kereta perintis dengan angkutan darat lainnya. Selain itu juga disebabkan  rendahnya daya beli.

&quot;Jadi ketika sudah terkoneksi dengan baik. Itu juga membuat demand bisa lebih tinggi,&quot; tuturnya.

Baca Juga: Menhub Cari Solusi agar Tiket Kereta Medan-Kualanamu Rp80.000

Zulfikri mengatakan, pihaknya terus melakukan evaluasi untuk bisa meningkatkan low factor. Diharapkan, jika sudah mencapai 70%, maka rute perlintasan tidak lagi diberikan subsidi.

&quot;Belum komersil juga, tapi bisa di PSO atau subsidi selisih tarifnya. Yang penting subsidi kereta perintis bisa kita gunakan untuk perlintasan lainnya,&quot; tandasnya.

Berikut 6 perlintasan pelayanan yang memperoleh penugasan kereta perintis :

1. Penugasan Angkutan Kereta Perintis Aceh (Kereta Cut Meutia) dengan lintas pelayanan Kreung Mane Bungkah Kreung Geukeuh sepanjang 11,35 kilometer.

2. Penugasan Angkutan Kereta Perintis Sumatera Barat (Kereta Lembah Anai) dengan lintas pelayanan Lubuk Alung Kayu Tanam sepanjang 20,34 kilometer.

3. Penugasan Angkutan Kereta Perintis Sumatera Selatan (Kereta Kertalaya) dengan lintas pelayanan Kertapati Inderalaya sepanjang 26 kilometer.

4. Penugasan Angkutan Kereta Perintis Jawa Barat (Kereta Siliwangi) dengan lintas pelayanan Sukabumi Cianjur sepanjang 27,237 kilometer.

5. Penugasan Angkutan Kereta Perintis Jawa Tengah (Kereta Batara Kresna) dengan lintas pelayanan Purwosari Sukoharjo Wonogiri sepanjang 36,67 kilometer.

6. Penugasan Angkutan Kereta Perintis Jawa Timur (KA Jenggala) dengan lintas pelayanan Mojokerto Tarik Tulangan Sidoarjo sepanjang 31,85 kilometer.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Penyelenggaraan angkutan kereta api (KA) perintis baru dilakukan sejak 3 tahun ini. Telah dijalankan di enam lintasan, namun tingkat keterisian (low factor) penggunaan kereta perintis ternyata belum mencapai 50%. Dengan demikian, belum diputuskan adanya pembukaan lintasan baru.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengatakan, sampai 2017 jumlah pengguna kereta perintis terus meningkat.

Low factor mencapai 45,77% dengan jumlah penumpang sebanyak 1,437 juta.  Di 2016, low factor mencapai 39,85% dengan total penumpang 1,28 juta penumpang.

Baca Juga: Kemenhub Alokasikan Subsidi Kereta Perintis 2018 Rp79,9 Miliar

&quot;Jadi kalau perintis ini yang berjalan 2017 kita akan lihat low factor masih di bawah 50%, memang daya beli juga belum. Tapi ada kemungkinan (diperluas) seperti skema yang sedang kita ini juga, katakan LRT Palembang itu masih menggunakan skema perintis,&quot; tuturnya, di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (19/1/2018).

Menurutnya, low factor kereta perintis yang belum 50% disebabkan belum terkoneksinya kereta perintis dengan angkutan darat lainnya. Selain itu juga disebabkan  rendahnya daya beli.

&quot;Jadi ketika sudah terkoneksi dengan baik. Itu juga membuat demand bisa lebih tinggi,&quot; tuturnya.

Baca Juga: Menhub Cari Solusi agar Tiket Kereta Medan-Kualanamu Rp80.000

Zulfikri mengatakan, pihaknya terus melakukan evaluasi untuk bisa meningkatkan low factor. Diharapkan, jika sudah mencapai 70%, maka rute perlintasan tidak lagi diberikan subsidi.

&quot;Belum komersil juga, tapi bisa di PSO atau subsidi selisih tarifnya. Yang penting subsidi kereta perintis bisa kita gunakan untuk perlintasan lainnya,&quot; tandasnya.

Berikut 6 perlintasan pelayanan yang memperoleh penugasan kereta perintis :

1. Penugasan Angkutan Kereta Perintis Aceh (Kereta Cut Meutia) dengan lintas pelayanan Kreung Mane Bungkah Kreung Geukeuh sepanjang 11,35 kilometer.

2. Penugasan Angkutan Kereta Perintis Sumatera Barat (Kereta Lembah Anai) dengan lintas pelayanan Lubuk Alung Kayu Tanam sepanjang 20,34 kilometer.

3. Penugasan Angkutan Kereta Perintis Sumatera Selatan (Kereta Kertalaya) dengan lintas pelayanan Kertapati Inderalaya sepanjang 26 kilometer.

4. Penugasan Angkutan Kereta Perintis Jawa Barat (Kereta Siliwangi) dengan lintas pelayanan Sukabumi Cianjur sepanjang 27,237 kilometer.

5. Penugasan Angkutan Kereta Perintis Jawa Tengah (Kereta Batara Kresna) dengan lintas pelayanan Purwosari Sukoharjo Wonogiri sepanjang 36,67 kilometer.

6. Penugasan Angkutan Kereta Perintis Jawa Timur (KA Jenggala) dengan lintas pelayanan Mojokerto Tarik Tulangan Sidoarjo sepanjang 31,85 kilometer.</content:encoded></item></channel></rss>
