<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenali Modus Penipuan Kartu Kredit, Hindari Jebakannya!</title><description>Di zaman teknologi yang semakin maju dan berkembang, penipuan kartu kredit semakin marak terjadi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/20/320/1847928/kenali-modus-penipuan-kartu-kredit-hindari-jebakannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/01/20/320/1847928/kenali-modus-penipuan-kartu-kredit-hindari-jebakannya"/><item><title>Kenali Modus Penipuan Kartu Kredit, Hindari Jebakannya!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/20/320/1847928/kenali-modus-penipuan-kartu-kredit-hindari-jebakannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/01/20/320/1847928/kenali-modus-penipuan-kartu-kredit-hindari-jebakannya</guid><pubDate>Sabtu 20 Januari 2018 21:03 WIB</pubDate><dc:creator>HaloMoney</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/20/320/1847928/kenali-modus-penipuan-kartu-kredit-hindari-jebakannya-SiLAAeEL74.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/20/320/1847928/kenali-modus-penipuan-kartu-kredit-hindari-jebakannya-SiLAAeEL74.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)</title></images><description>KARTU kredit dapat membantu kelancaran transaksi kamu. Namun, sebagai alat transaksi nontunai, kartu kredit memiliki celah untuk fraud atau penipuan. Pahami jenis modus penipuan kartu kredit dan cara menghindarinya
Pernahkah kamu menerima SMS atau telepon tidak dikenal yang meminta nomor kartu kredit kamu? Atau, mungkin kamu pernah menerima email berisi pemberitahuan tentang undian terkait kartu kredit? Hati-hati.&amp;nbsp;Bisa jadi itu adalah bagian dari sedikit kasus penipuan kartu kredit. Di zaman teknologi yang semakin maju dan berkembang, penipuan kartu kredit semakin marak terjadi. Tujuannya mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dari nasabah. Untuk mengetahui dan menghindari penipuan kartu kredit, simak penelasannya di bawah ini.
Jenis modus penipuan kartu kredit
Sebelum memahami cara menghindari penipuan kartu kredit, tentu tidak ada salahnya kamu pahami berbagai jenis modus penipuan kartu kredit. Apalagi makin banyaknya kasus penipuan yang terjadi mengharuskan masyarakat Indonesia lebih waspada dan mengerti. Inilah jenis modus penipuan kartu kredit :
1. Phising
Modus penipuan kartu kredit yang pertama adalah phising. Apa itu? Jangan-jangan, kamu pernah mengalami atau mengetahui kasus phising tapi belum paham. Phising&amp;nbsp;merupakan suatu metode penipuan dengan cara mengelabui target dan bermaksud untuk mencuri akun target dengan tujuan tertentu.
Phising&amp;nbsp;dapat dilakukan via telepon atau email dengan berbagai macam modus. Contohnya adalah menawarkan pengajuan kartu kredit baru dan pihak penipu biasanya akan meminta data kamu seperti nama, alamat, nomor&amp;nbsp;handphone, hingga nomor kartu kredit beserta PIN-nya dengan dalih untuk kebutuhan data dalam pengajuan kartu kredit. Alih-alih digunakan untuk hal yang benar, data-data tersebut akan mereka salahgunakan untuk kejahatan.
Baca Juga : Kartu Kredit Terbaik Dengan Syarat Gaji Cuma Rp 5 Juta
Modus lainnya adalah dengan menawarkan limit kartu kredit tinggi untuk kartu kredit kamu saat ini, biasanya sang penipu akan kembali meminta data lengkap kamu dan menggunakannya untuk menguras uangmu. Nah, tentu kamu harus waspada nih. Modus penipuan yang satu ini sering terjadi dan masih banyak yang belum paham. Jadi, coba yuk sharing juga dengan kerabat dan saudara.
2. Modus penipuan lewat aplikasi atau&amp;nbsp;software
Modus penipuan kartu kredit terbaru adalah dengan meminta kamu untuk mengunduh suatu aplikasi atau&amp;nbsp;software&amp;nbsp;palsu. Jika kamu setuju untuk mengunduhnya, maka yang kamu peroleh adalah sebuah virus, biasanya virus Trojan yang akan menginfeksi&amp;nbsp;gadget&amp;nbsp;dan memungkinkan pihak lain untuk mengakses data rahasia kamu di dalam&amp;nbsp;gadget tersebut.
3. Memberi link atau tautan palsu
Saat&amp;nbsp;kamu membuka situs atau email, terkadang disertakan&amp;nbsp;link&amp;nbsp;yang memudahkan kamu mengakses situs lainnya, seperti survei atau undian. Namun, banyak&amp;nbsp;link&amp;nbsp;palsu yang justru akan mengarahkan kamu untuk mengunduh virus. Nah, melalui virus ini, data kamu akan dicuri dan disalahgunakan. Hih, seram ya! Jangan sampai ini terjadi, jadi waspadalah selalu.
4. Penyadap data kartu kredit
Kini muncul sebuah alat penyadap data yang dapat digunakan untuk  mengambil data-data rahasia kamu, seperti PIN ATM. Alat tersebut  biasanya dipasang pada ATM atau pada mesin EDC di toko atau restoran.
Untuk menghindari, selalu pastikan mesin ATM dan EDC tidak ditempeli  sesuatu saat kamu menggunakannya, kemudian hindari mempercayakan kartu  kredit kamu pada karyawan toko atau restoran, dan hindari penggesekan  kartu kredit sebanyak 2 kali jika diminta oleh karyawan toko. Ingat,  cermat dan teliti untuk menghindari penipuan kartu kredit ini.
5. Mesin EDC palsu
Hindari membeli barang dengan tawaran menggiurkan pada gerai yang tidak terpercaya, atau pada&amp;nbsp;online shop&amp;nbsp;yang tidak memiliki testimonial yang dapat dipercaya. Kini banyak beredar penjual yang menawarkan  barang murah namun menyediakan fasilitas pembayaran memakai EDC palsu.
Mesin ini akan menyalin data kamu seperti alat penyadap yang langsung  merekam data-data kartu kredit kamu. Untuk menghindari jebakan ini,  kamu bisa menghindari pembayaran kartu kredit memakai PIN, lebih baik  gunakan tanda tangan saja supaya PIN kamu tidak tersadap oleh pihak  tidak bertanggung jawab.
6. Jasa pengajuan kartu kredit palsu
Pengajuan kartu kredit sekarang ini cenderung mudah, namun satu hal  yang perlu kamu ingat adalah pihak bank tidak pernah meminta kamu untuk  membayar sejumlah uang agar pengajuan kamu diterima.
Banyak oknum yang menggunakan modus penipuan kartu kredit tersebut  karena pengajuan kartu kredit sering kali ditolak oleh pihak bank.  Mereka akan menawarkan bantuan untuk mengajukannya dengan meminta  sejumlah uang.
7. Hadiah palsu
Bentuk penipuan kartu kredit lainnya adalah dimana pihak penipu akan berpura-pura menjadi  telemarketing yang menghubungi kamu via telepon atau email yang  meyakinkan kamu untuk memberikan hadiah palsu berupa&amp;nbsp;voucher&amp;nbsp;belanja atau&amp;nbsp;voucher&amp;nbsp;menginap yang kemudian akan meminta kamu untuk memberikan data kamu.
Pihak penipu akan mengiming-imingi kamu untuk memperoleh hadiah  tersebut dengan mendaftar sebagai anggota. Untuk mendaftarkan  keanggotaan, kamu akan diminta untuk membayar sejumlah uang terlebih  dahulu, kemudian kamu akan terus menunggu karena hadiah tidak kunjung  datang.
Cara menghindari penipuan kartu kredit
Selalu bersikap waspada adalah hal wajib yang patut kamu jalankan  saat berurusan dengan penggunaan dan penyimpanan kartu kredit. Beberapa  cara di bawah ini bisa dilakukan agar terhindar dari berbagai tindak  kejahatan penipuan kartu kredit.
1. Jangan mudah tergoda dengan hadiah
Hadiah merupakan salah satu yang paling sering dijadikan sebagai  &amp;ldquo;alat pancing&amp;rdquo;&amp;nbsp;penipuan kartu kredit oleh para pelaku kejahatan.  Meskipun modus ini sudah dikenal sejak lama, tetap masih ada saja yang  menjadi korbannya.
Berbagai bentuk undian begitu gencarnya dipromosikan dan dijadikan   sebagai umpan dalam mengelabui para pemegang kartu debit dan kartu   kredit. Misalnya, undian yang dilakukan oleh yang mengaku sebagai bank   penerbit kartu debit atau kredit atau yang mengaku sebagai operator   seluler. Apapun jenis undian tersebut, hal tersebut pada dasarnya hanya   tipuan semata. Jadi, waspada dan hindari hal semacam ini.
2. Update informasi terkini di dunia perbankan
Untuk menghindari berbagai jenis penipuan kartu kredit, sebaiknya   kamu selalu mendapatkan informasi terkini di dunia perbankan. Setidaknya   terkait dengan bank yang kamu gunakan saat ini. Dengan selalu   memperbarui informasi secara teratur, kamu akan mengetahui dengan jelas   undian apa saja yang diadakan bank.
Hal ini adalah bentuk antisipasi yang paling tepat. Nantinya saat   seseorang menghubungi dengan alasan undian, setidaknya kamu tahu betul   apa saja undian yang sedang diselenggarakan bank. Berbagai informasi   terbaru yang didapatkan membantu kamu untuk mengetahui perkembangan dan   berbagai modus kejahatan yang kerap menimpa nasabah pemegang kartu   kredit dan kartu debit. Sebab biasanya bank akan menyajikan berbagai hal   tersebut sebagai bentuk peringatan kepada nasabahnya.
3. Jangan pernah memberikan kartu kredit kepada orang lain
Rekening tabungan dan kartu kredit adalah hal yang sangat pribadi   sehingga tidak ada alasan bagi kamu untuk membagi informasi ataupun hal   lainnya terkait dengan kedua fasilitas perbankan tersebut kepada   sembarang orang.
Selalu simpan berbagai informasi terkait layanan perbankan yang kamu   gunakan dari orang lain, bahkan orang-orang terdekat sekalipun. Ini  akan  membantu kamu untuk menghindari berbagai tindak kejahatan penipuan   kartu kredit yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu dan menimbulkan   kerugian.
Pastikan selalu menyimpan kartu kredit dan kartu debit dengan benar   dan hati-hati sehingga aman dari berbagai tindak kejahatan. Kedua benda   tersebut adalah uang dalam bentuk yang berbeda. Jadi, perlakukanlah   kedua benda tersebut sebagaimana kamu memperlakukan uang tunai kamu yang   pada umumnya akan selalu tersimpan dengan aman.
4. Bertransaksi dengan aman
Kesalahan lain yang kerap dilakukan saat menggunakan&amp;nbsp;kartu kredit   adalah saat bertransaksi dengan alat tersebut. Kamu mungkin sering kali   terburu-buru sehingga lalai dan tidak menjaga agar transaksi tersebut   berjalan dengan aman dan lancar.
Mulailah membiasakan diri secara disiplin saat bertransaksi dengan    kartu kredit dan kartu debit. Beberapa hal ini perlu kamu teliti dan    cermati supaya transaksi dengan kartu kredit atau debit berjalan dengan    aman:
&amp;middot;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perhatikan kasir dengan baik
Saat melakukan pembayaran di meja kasir, pastikan diri kamu tidak    lengah untuk melihat bagaimana kasir memegang dan menggesek kartu    di&amp;nbsp;mesin Electronic Data Capture (EDC). Pastikan kamu memeriksa    nominalnya terlebih dahulu sehingga tidak ada kesalahan jumlah    pembayaran nantinya.
&amp;middot;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lakukan pembayaran dengan cara tepat
Jangan lupa untuk menutupi tangan kanan kamu saat mengetikkan PIN    pada mesin EDC. Selalu jaga kerahasiaan PIN tersebut dengan baik dari    orang lain.
&amp;middot;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jangan terburu-buru
Tidak perlu terburu-buru saat bertransaksi di meja kasir. Pastikan    jumlah belanjaan sesuai dengan struk yang keluar dari mesin EDC kemudian    simpan struk tersebut dengan baik. Jangan lupa untuk selalu menjaga    kartu kredit atau kartu debit dengan baik dan aman.
Setelah membaca ulasan di atas, tentu kamu lebih bijak dalam    menggunakan kartu kredit dan mewaspadai tindak kejahatan penipuan kartu    kredit tersebut. Informasi mengenai jenis penipuan kartu kredit di  atas   serta cara menghindarinya sangatlah penting guna memahami lebih  baik   tentang hal ini serta cerdas dan teliti dalam penggunaannya.
Yuk, sharing dengan teman, kerabat dan saudara yang membutuhkan informasi ini. Semoga selalu terhindar dari tindak kejahatan seperti ini ya!</description><content:encoded>KARTU kredit dapat membantu kelancaran transaksi kamu. Namun, sebagai alat transaksi nontunai, kartu kredit memiliki celah untuk fraud atau penipuan. Pahami jenis modus penipuan kartu kredit dan cara menghindarinya
Pernahkah kamu menerima SMS atau telepon tidak dikenal yang meminta nomor kartu kredit kamu? Atau, mungkin kamu pernah menerima email berisi pemberitahuan tentang undian terkait kartu kredit? Hati-hati.&amp;nbsp;Bisa jadi itu adalah bagian dari sedikit kasus penipuan kartu kredit. Di zaman teknologi yang semakin maju dan berkembang, penipuan kartu kredit semakin marak terjadi. Tujuannya mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dari nasabah. Untuk mengetahui dan menghindari penipuan kartu kredit, simak penelasannya di bawah ini.
Jenis modus penipuan kartu kredit
Sebelum memahami cara menghindari penipuan kartu kredit, tentu tidak ada salahnya kamu pahami berbagai jenis modus penipuan kartu kredit. Apalagi makin banyaknya kasus penipuan yang terjadi mengharuskan masyarakat Indonesia lebih waspada dan mengerti. Inilah jenis modus penipuan kartu kredit :
1. Phising
Modus penipuan kartu kredit yang pertama adalah phising. Apa itu? Jangan-jangan, kamu pernah mengalami atau mengetahui kasus phising tapi belum paham. Phising&amp;nbsp;merupakan suatu metode penipuan dengan cara mengelabui target dan bermaksud untuk mencuri akun target dengan tujuan tertentu.
Phising&amp;nbsp;dapat dilakukan via telepon atau email dengan berbagai macam modus. Contohnya adalah menawarkan pengajuan kartu kredit baru dan pihak penipu biasanya akan meminta data kamu seperti nama, alamat, nomor&amp;nbsp;handphone, hingga nomor kartu kredit beserta PIN-nya dengan dalih untuk kebutuhan data dalam pengajuan kartu kredit. Alih-alih digunakan untuk hal yang benar, data-data tersebut akan mereka salahgunakan untuk kejahatan.
Baca Juga : Kartu Kredit Terbaik Dengan Syarat Gaji Cuma Rp 5 Juta
Modus lainnya adalah dengan menawarkan limit kartu kredit tinggi untuk kartu kredit kamu saat ini, biasanya sang penipu akan kembali meminta data lengkap kamu dan menggunakannya untuk menguras uangmu. Nah, tentu kamu harus waspada nih. Modus penipuan yang satu ini sering terjadi dan masih banyak yang belum paham. Jadi, coba yuk sharing juga dengan kerabat dan saudara.
2. Modus penipuan lewat aplikasi atau&amp;nbsp;software
Modus penipuan kartu kredit terbaru adalah dengan meminta kamu untuk mengunduh suatu aplikasi atau&amp;nbsp;software&amp;nbsp;palsu. Jika kamu setuju untuk mengunduhnya, maka yang kamu peroleh adalah sebuah virus, biasanya virus Trojan yang akan menginfeksi&amp;nbsp;gadget&amp;nbsp;dan memungkinkan pihak lain untuk mengakses data rahasia kamu di dalam&amp;nbsp;gadget tersebut.
3. Memberi link atau tautan palsu
Saat&amp;nbsp;kamu membuka situs atau email, terkadang disertakan&amp;nbsp;link&amp;nbsp;yang memudahkan kamu mengakses situs lainnya, seperti survei atau undian. Namun, banyak&amp;nbsp;link&amp;nbsp;palsu yang justru akan mengarahkan kamu untuk mengunduh virus. Nah, melalui virus ini, data kamu akan dicuri dan disalahgunakan. Hih, seram ya! Jangan sampai ini terjadi, jadi waspadalah selalu.
4. Penyadap data kartu kredit
Kini muncul sebuah alat penyadap data yang dapat digunakan untuk  mengambil data-data rahasia kamu, seperti PIN ATM. Alat tersebut  biasanya dipasang pada ATM atau pada mesin EDC di toko atau restoran.
Untuk menghindari, selalu pastikan mesin ATM dan EDC tidak ditempeli  sesuatu saat kamu menggunakannya, kemudian hindari mempercayakan kartu  kredit kamu pada karyawan toko atau restoran, dan hindari penggesekan  kartu kredit sebanyak 2 kali jika diminta oleh karyawan toko. Ingat,  cermat dan teliti untuk menghindari penipuan kartu kredit ini.
5. Mesin EDC palsu
Hindari membeli barang dengan tawaran menggiurkan pada gerai yang tidak terpercaya, atau pada&amp;nbsp;online shop&amp;nbsp;yang tidak memiliki testimonial yang dapat dipercaya. Kini banyak beredar penjual yang menawarkan  barang murah namun menyediakan fasilitas pembayaran memakai EDC palsu.
Mesin ini akan menyalin data kamu seperti alat penyadap yang langsung  merekam data-data kartu kredit kamu. Untuk menghindari jebakan ini,  kamu bisa menghindari pembayaran kartu kredit memakai PIN, lebih baik  gunakan tanda tangan saja supaya PIN kamu tidak tersadap oleh pihak  tidak bertanggung jawab.
6. Jasa pengajuan kartu kredit palsu
Pengajuan kartu kredit sekarang ini cenderung mudah, namun satu hal  yang perlu kamu ingat adalah pihak bank tidak pernah meminta kamu untuk  membayar sejumlah uang agar pengajuan kamu diterima.
Banyak oknum yang menggunakan modus penipuan kartu kredit tersebut  karena pengajuan kartu kredit sering kali ditolak oleh pihak bank.  Mereka akan menawarkan bantuan untuk mengajukannya dengan meminta  sejumlah uang.
7. Hadiah palsu
Bentuk penipuan kartu kredit lainnya adalah dimana pihak penipu akan berpura-pura menjadi  telemarketing yang menghubungi kamu via telepon atau email yang  meyakinkan kamu untuk memberikan hadiah palsu berupa&amp;nbsp;voucher&amp;nbsp;belanja atau&amp;nbsp;voucher&amp;nbsp;menginap yang kemudian akan meminta kamu untuk memberikan data kamu.
Pihak penipu akan mengiming-imingi kamu untuk memperoleh hadiah  tersebut dengan mendaftar sebagai anggota. Untuk mendaftarkan  keanggotaan, kamu akan diminta untuk membayar sejumlah uang terlebih  dahulu, kemudian kamu akan terus menunggu karena hadiah tidak kunjung  datang.
Cara menghindari penipuan kartu kredit
Selalu bersikap waspada adalah hal wajib yang patut kamu jalankan  saat berurusan dengan penggunaan dan penyimpanan kartu kredit. Beberapa  cara di bawah ini bisa dilakukan agar terhindar dari berbagai tindak  kejahatan penipuan kartu kredit.
1. Jangan mudah tergoda dengan hadiah
Hadiah merupakan salah satu yang paling sering dijadikan sebagai  &amp;ldquo;alat pancing&amp;rdquo;&amp;nbsp;penipuan kartu kredit oleh para pelaku kejahatan.  Meskipun modus ini sudah dikenal sejak lama, tetap masih ada saja yang  menjadi korbannya.
Berbagai bentuk undian begitu gencarnya dipromosikan dan dijadikan   sebagai umpan dalam mengelabui para pemegang kartu debit dan kartu   kredit. Misalnya, undian yang dilakukan oleh yang mengaku sebagai bank   penerbit kartu debit atau kredit atau yang mengaku sebagai operator   seluler. Apapun jenis undian tersebut, hal tersebut pada dasarnya hanya   tipuan semata. Jadi, waspada dan hindari hal semacam ini.
2. Update informasi terkini di dunia perbankan
Untuk menghindari berbagai jenis penipuan kartu kredit, sebaiknya   kamu selalu mendapatkan informasi terkini di dunia perbankan. Setidaknya   terkait dengan bank yang kamu gunakan saat ini. Dengan selalu   memperbarui informasi secara teratur, kamu akan mengetahui dengan jelas   undian apa saja yang diadakan bank.
Hal ini adalah bentuk antisipasi yang paling tepat. Nantinya saat   seseorang menghubungi dengan alasan undian, setidaknya kamu tahu betul   apa saja undian yang sedang diselenggarakan bank. Berbagai informasi   terbaru yang didapatkan membantu kamu untuk mengetahui perkembangan dan   berbagai modus kejahatan yang kerap menimpa nasabah pemegang kartu   kredit dan kartu debit. Sebab biasanya bank akan menyajikan berbagai hal   tersebut sebagai bentuk peringatan kepada nasabahnya.
3. Jangan pernah memberikan kartu kredit kepada orang lain
Rekening tabungan dan kartu kredit adalah hal yang sangat pribadi   sehingga tidak ada alasan bagi kamu untuk membagi informasi ataupun hal   lainnya terkait dengan kedua fasilitas perbankan tersebut kepada   sembarang orang.
Selalu simpan berbagai informasi terkait layanan perbankan yang kamu   gunakan dari orang lain, bahkan orang-orang terdekat sekalipun. Ini  akan  membantu kamu untuk menghindari berbagai tindak kejahatan penipuan   kartu kredit yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu dan menimbulkan   kerugian.
Pastikan selalu menyimpan kartu kredit dan kartu debit dengan benar   dan hati-hati sehingga aman dari berbagai tindak kejahatan. Kedua benda   tersebut adalah uang dalam bentuk yang berbeda. Jadi, perlakukanlah   kedua benda tersebut sebagaimana kamu memperlakukan uang tunai kamu yang   pada umumnya akan selalu tersimpan dengan aman.
4. Bertransaksi dengan aman
Kesalahan lain yang kerap dilakukan saat menggunakan&amp;nbsp;kartu kredit   adalah saat bertransaksi dengan alat tersebut. Kamu mungkin sering kali   terburu-buru sehingga lalai dan tidak menjaga agar transaksi tersebut   berjalan dengan aman dan lancar.
Mulailah membiasakan diri secara disiplin saat bertransaksi dengan    kartu kredit dan kartu debit. Beberapa hal ini perlu kamu teliti dan    cermati supaya transaksi dengan kartu kredit atau debit berjalan dengan    aman:
&amp;middot;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Perhatikan kasir dengan baik
Saat melakukan pembayaran di meja kasir, pastikan diri kamu tidak    lengah untuk melihat bagaimana kasir memegang dan menggesek kartu    di&amp;nbsp;mesin Electronic Data Capture (EDC). Pastikan kamu memeriksa    nominalnya terlebih dahulu sehingga tidak ada kesalahan jumlah    pembayaran nantinya.
&amp;middot;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lakukan pembayaran dengan cara tepat
Jangan lupa untuk menutupi tangan kanan kamu saat mengetikkan PIN    pada mesin EDC. Selalu jaga kerahasiaan PIN tersebut dengan baik dari    orang lain.
&amp;middot;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jangan terburu-buru
Tidak perlu terburu-buru saat bertransaksi di meja kasir. Pastikan    jumlah belanjaan sesuai dengan struk yang keluar dari mesin EDC kemudian    simpan struk tersebut dengan baik. Jangan lupa untuk selalu menjaga    kartu kredit atau kartu debit dengan baik dan aman.
Setelah membaca ulasan di atas, tentu kamu lebih bijak dalam    menggunakan kartu kredit dan mewaspadai tindak kejahatan penipuan kartu    kredit tersebut. Informasi mengenai jenis penipuan kartu kredit di  atas   serta cara menghindarinya sangatlah penting guna memahami lebih  baik   tentang hal ini serta cerdas dan teliti dalam penggunaannya.
Yuk, sharing dengan teman, kerabat dan saudara yang membutuhkan informasi ini. Semoga selalu terhindar dari tindak kejahatan seperti ini ya!</content:encoded></item></channel></rss>
