<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Serahkan Sertifikat Tanah, Jokowi: Hati-Hati, Ada yang Bisa Tak Jadi Menteri Lagi</title><description>Presiden Joko Widodo menyerahkan ribuan sertifikat tanah untuk warga di Provinsi Sumatera Selatan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/22/470/1848416/serahkan-sertifikat-tanah-jokowi-hati-hati-ada-yang-bisa-tak-jadi-menteri-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/01/22/470/1848416/serahkan-sertifikat-tanah-jokowi-hati-hati-ada-yang-bisa-tak-jadi-menteri-lagi"/><item><title>Serahkan Sertifikat Tanah, Jokowi: Hati-Hati, Ada yang Bisa Tak Jadi Menteri Lagi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/22/470/1848416/serahkan-sertifikat-tanah-jokowi-hati-hati-ada-yang-bisa-tak-jadi-menteri-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/01/22/470/1848416/serahkan-sertifikat-tanah-jokowi-hati-hati-ada-yang-bisa-tak-jadi-menteri-lagi</guid><pubDate>Senin 22 Januari 2018 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/22/470/1848416/serahkan-sertifikat-tanah-jokowi-hati-hati-ada-yang-bisa-tak-jadi-menteri-lagi-Vn3IS8DsLD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/22/470/1848416/serahkan-sertifikat-tanah-jokowi-hati-hati-ada-yang-bisa-tak-jadi-menteri-lagi-Vn3IS8DsLD.jpg</image><title>(Foto: Setkab)</title></images><description>PALEMBANG - Presiden Joko Widodo menyerahkan ribuan sertifikat tanah untuk warga di Provinsi Sumatera Selatan, termasuk setifikat tanah waqaf untuk rumah ibadah di Palembang Sport and Convention Center (PSCC) pada hari ini.

Presiden Jokowi secara simbolis menyerahkan sertifikat tanah itu kepada 12 orang perwakilan penerima.

Dalam kesempatan itu Presiden menyerahkan 5.534 sertifikat tanah kepada warga dan 505 sertifikat tanah waqaf untuk rumah ibadah. Peserta yang hadir sekitar 4.000 orang selain ada yang berhalangan hadir juga karena ada sejumlah warga yang memiliki sertifikat lebih dari satu.
&amp;nbsp;Baca juga: Tanah Sengketa hingga Pemilik Tidak di Tempat Jadi Hambatan Sertifikasi Lahan
Jokowi menyebutkan tahun 2017 target 5 juta sertifikat sudah tercapai dan tahun 2018 ditargetkan mencapai tujuh juta sertifikat dan tahun 2019 sebanyak 9 juta sertifikat.

&quot;Setiap kali kunjungan ke daerah selalu ada keluhan sengketa lahan di semua lokasi, karena ada 87 juta lahan yang belum bersertifikat, nanti 2025 harus selesai semua,&quot; tutur Jokowi, Senin (22/1/2018).

Selain Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, hadir dalam acara itu Kaplori Jenderal Pol Tito Karnavian, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko, Menhub Budi Karya S.

&quot;Kalau target enggak ketemu, hati hati, saya sudah janjian dengan Pak Menteri, bisa tidak menjadi menteri lagi, kerja memang harus seperti itu,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi Akan Bagi-Bagi 7 Juta Sertifikat Tanah di 2018
Menurut Jokowi, dengan target sebesar itu maka jajaran Kementerian ATR/BPN harus bekerja keras. Menurut dia, jika yang di bawah-bawah tidak bisa mencapai target maka bisa dicopot dan diganti yang mampu.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga berpesan bahwa tahun 2018 ada 171 Pilkada di Indonesia.

&quot;Di Sumsel ada Pilgub, dan ada Pilkada di 5 kabupaten dan 4 kota, itu adalah proses demokrasi, pilihlah pemimpin terbaik di daerah masing, jangan sampai karena pilihan beda antar tetangga kemudia menjadi bermusuhan,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Menteri ATR Beberkan 4 Kelompok yang Dapat Sertifikat Tanah
Dia menyebutkan Pilkada meruoakan proses demokrasi setiap lima tahun. &quot;Pilih yang terbaik setelah itu rukun kembali,&quot; katanya.

Sementara itu Menteri Sofyan Djalil mengatakan tahun 2017 target sertifikasi tanah di Ssumsel mencapai 230.000 bidang tanah.

&quot;Tahun ini diupayakan target yang sama dengan tahun lalu,&quot; imbuhnya.
</description><content:encoded>PALEMBANG - Presiden Joko Widodo menyerahkan ribuan sertifikat tanah untuk warga di Provinsi Sumatera Selatan, termasuk setifikat tanah waqaf untuk rumah ibadah di Palembang Sport and Convention Center (PSCC) pada hari ini.

Presiden Jokowi secara simbolis menyerahkan sertifikat tanah itu kepada 12 orang perwakilan penerima.

Dalam kesempatan itu Presiden menyerahkan 5.534 sertifikat tanah kepada warga dan 505 sertifikat tanah waqaf untuk rumah ibadah. Peserta yang hadir sekitar 4.000 orang selain ada yang berhalangan hadir juga karena ada sejumlah warga yang memiliki sertifikat lebih dari satu.
&amp;nbsp;Baca juga: Tanah Sengketa hingga Pemilik Tidak di Tempat Jadi Hambatan Sertifikasi Lahan
Jokowi menyebutkan tahun 2017 target 5 juta sertifikat sudah tercapai dan tahun 2018 ditargetkan mencapai tujuh juta sertifikat dan tahun 2019 sebanyak 9 juta sertifikat.

&quot;Setiap kali kunjungan ke daerah selalu ada keluhan sengketa lahan di semua lokasi, karena ada 87 juta lahan yang belum bersertifikat, nanti 2025 harus selesai semua,&quot; tutur Jokowi, Senin (22/1/2018).

Selain Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, hadir dalam acara itu Kaplori Jenderal Pol Tito Karnavian, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko, Menhub Budi Karya S.

&quot;Kalau target enggak ketemu, hati hati, saya sudah janjian dengan Pak Menteri, bisa tidak menjadi menteri lagi, kerja memang harus seperti itu,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi Akan Bagi-Bagi 7 Juta Sertifikat Tanah di 2018
Menurut Jokowi, dengan target sebesar itu maka jajaran Kementerian ATR/BPN harus bekerja keras. Menurut dia, jika yang di bawah-bawah tidak bisa mencapai target maka bisa dicopot dan diganti yang mampu.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga berpesan bahwa tahun 2018 ada 171 Pilkada di Indonesia.

&quot;Di Sumsel ada Pilgub, dan ada Pilkada di 5 kabupaten dan 4 kota, itu adalah proses demokrasi, pilihlah pemimpin terbaik di daerah masing, jangan sampai karena pilihan beda antar tetangga kemudia menjadi bermusuhan,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Menteri ATR Beberkan 4 Kelompok yang Dapat Sertifikat Tanah
Dia menyebutkan Pilkada meruoakan proses demokrasi setiap lima tahun. &quot;Pilih yang terbaik setelah itu rukun kembali,&quot; katanya.

Sementara itu Menteri Sofyan Djalil mengatakan tahun 2017 target sertifikasi tanah di Ssumsel mencapai 230.000 bidang tanah.

&quot;Tahun ini diupayakan target yang sama dengan tahun lalu,&quot; imbuhnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
