<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Shutdown Amerika, Agus Marto Yakin Tak Berdampak Banyak ke RI   </title><description>Pemerintah dan Senat AS juga tidak akan membiarkan &amp;lt;i&amp;gt;shutdown&amp;lt;/i&amp;gt; tersebut terjadi lama.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/23/20/1849029/shutdown-amerika-agus-marto-yakin-tak-berdampak-banyak-ke-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/01/23/20/1849029/shutdown-amerika-agus-marto-yakin-tak-berdampak-banyak-ke-ri"/><item><title>Shutdown Amerika, Agus Marto Yakin Tak Berdampak Banyak ke RI   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/23/20/1849029/shutdown-amerika-agus-marto-yakin-tak-berdampak-banyak-ke-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/01/23/20/1849029/shutdown-amerika-agus-marto-yakin-tak-berdampak-banyak-ke-ri</guid><pubDate>Selasa 23 Januari 2018 15:08 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/23/20/1849029/shutdown-amerika-agus-marto-yakin-tak-berdampak-banyak-ke-ri-1DkRxVNm3l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Agus Martowardjojo. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/23/20/1849029/shutdown-amerika-agus-marto-yakin-tak-berdampak-banyak-ke-ri-1DkRxVNm3l.jpg</image><title>Gubernur BI Agus Martowardjojo. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia meyakini berhenti beroperasinya sebagian layanan publik di Amerika Serikat (AS) alias &quot;&amp;lt;i&amp;gt;shutdown&amp;lt;/i&amp;gt;&quot;, imbas belum disepakatinya anggaran pemerintah oleh Senat, hanya berdampak kecil dan sementara ke Indonesia.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, setelah &amp;lt;i&amp;gt;shutdown&amp;lt;/i&amp;gt; tidak semua layanan dari pemerintah AS berhenti beroperasi. Pemerintah dan Senat AS juga tidak akan membiarkan &amp;lt;i&amp;gt;shutdown&amp;lt;/i&amp;gt; tersebut terjadi lama.

&quot;Karena kalau &amp;lt;i&amp;gt;shutdown&amp;lt;/i&amp;gt; juga bukan berarti seluruh institusinya berhenti, tapi hanya sebagian dan itu di tingkat federal,&quot; ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa  (23/1/2018).
Baca juga:&amp;nbsp;Trump Wacanakan &quot;Opsi Nuklir&quot; untuk Akhiri Penutupan Pemerintahan AS

&amp;lt;i&amp;gt;shutdown&amp;lt;/i&amp;gt; tersebut, bukan yang pertama kali terjadi di AS. Tercatat, &amp;lt;i&amp;gt;shutdown&amp;lt;/i&amp;gt; ini adalah yang kesembilan kali. Disinggung mengenai dampaknya terhadap ekspor Indonesia ke AS, Agus Marto enggan berkomentar banyak.

&quot;Saya secara umum tidak bisa komentar banyak, tapi saya menyakini bahwa di AS para pemangku kepentingan tahu bahwa ini bukan sesuatu yang baik untuk ada 'government &amp;lt;i&amp;gt;shutdown&amp;lt;/i&amp;gt;',&quot; ujar dia.

Sekadar informasi, pemerintah AS resmi menghentikan operasi layanan publiknya sejak akhir pekan lalu. Kondisi tersebut, seperti dilansir Reuters, terjadi lantaran Rancangan Undang-Undang (RUU) anggaran belanja darurat yang diajukan Partai Republik tidak dapat disahkan lantaran tidak mencapai dukungan 60 suara.
Baca Juga: Investor Tak Cemas Akan Shutdown Amerika

Senat kekurangan 10 suara untuk meloloskan RUU pendanaan empat pekan yang diajukan kubu Republik di Kongres. Rival Republik, Partai Demokrat memboikot suara di Senat dengan tuntutan agar pemerintah tidak mendeportasi lebih dari 700 ribu imigran muda tidak berdokumen yang masuk ke AS saat masih anak-anak dan memasukkan anggaran perlindungan bagi mereka.

Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell menawarkan jalan tengah kepada Demokrat dengan meminta Senat membawa legislasi imigrasi ke forum dengar pendapat Februari mendatang.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia meyakini berhenti beroperasinya sebagian layanan publik di Amerika Serikat (AS) alias &quot;&amp;lt;i&amp;gt;shutdown&amp;lt;/i&amp;gt;&quot;, imbas belum disepakatinya anggaran pemerintah oleh Senat, hanya berdampak kecil dan sementara ke Indonesia.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, setelah &amp;lt;i&amp;gt;shutdown&amp;lt;/i&amp;gt; tidak semua layanan dari pemerintah AS berhenti beroperasi. Pemerintah dan Senat AS juga tidak akan membiarkan &amp;lt;i&amp;gt;shutdown&amp;lt;/i&amp;gt; tersebut terjadi lama.

&quot;Karena kalau &amp;lt;i&amp;gt;shutdown&amp;lt;/i&amp;gt; juga bukan berarti seluruh institusinya berhenti, tapi hanya sebagian dan itu di tingkat federal,&quot; ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa  (23/1/2018).
Baca juga:&amp;nbsp;Trump Wacanakan &quot;Opsi Nuklir&quot; untuk Akhiri Penutupan Pemerintahan AS

&amp;lt;i&amp;gt;shutdown&amp;lt;/i&amp;gt; tersebut, bukan yang pertama kali terjadi di AS. Tercatat, &amp;lt;i&amp;gt;shutdown&amp;lt;/i&amp;gt; ini adalah yang kesembilan kali. Disinggung mengenai dampaknya terhadap ekspor Indonesia ke AS, Agus Marto enggan berkomentar banyak.

&quot;Saya secara umum tidak bisa komentar banyak, tapi saya menyakini bahwa di AS para pemangku kepentingan tahu bahwa ini bukan sesuatu yang baik untuk ada 'government &amp;lt;i&amp;gt;shutdown&amp;lt;/i&amp;gt;',&quot; ujar dia.

Sekadar informasi, pemerintah AS resmi menghentikan operasi layanan publiknya sejak akhir pekan lalu. Kondisi tersebut, seperti dilansir Reuters, terjadi lantaran Rancangan Undang-Undang (RUU) anggaran belanja darurat yang diajukan Partai Republik tidak dapat disahkan lantaran tidak mencapai dukungan 60 suara.
Baca Juga: Investor Tak Cemas Akan Shutdown Amerika

Senat kekurangan 10 suara untuk meloloskan RUU pendanaan empat pekan yang diajukan kubu Republik di Kongres. Rival Republik, Partai Demokrat memboikot suara di Senat dengan tuntutan agar pemerintah tidak mendeportasi lebih dari 700 ribu imigran muda tidak berdokumen yang masuk ke AS saat masih anak-anak dan memasukkan anggaran perlindungan bagi mereka.

Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell menawarkan jalan tengah kepada Demokrat dengan meminta Senat membawa legislasi imigrasi ke forum dengar pendapat Februari mendatang.</content:encoded></item></channel></rss>
