<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: Pembangunan Infrastruktur dan Pertanian Atasi Masalah Papua</title><description>Joko Widodo menyebutkan pembangunan infrastruktur dan  pengembangan pertanian merupakan solusi untuk mengatasi berbagai masalah  di Papua.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/24/320/1849493/jokowi-pembangunan-infrastruktur-dan-pertanian-atasi-masalah-papua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/01/24/320/1849493/jokowi-pembangunan-infrastruktur-dan-pertanian-atasi-masalah-papua"/><item><title>Jokowi: Pembangunan Infrastruktur dan Pertanian Atasi Masalah Papua</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/24/320/1849493/jokowi-pembangunan-infrastruktur-dan-pertanian-atasi-masalah-papua</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/01/24/320/1849493/jokowi-pembangunan-infrastruktur-dan-pertanian-atasi-masalah-papua</guid><pubDate>Rabu 24 Januari 2018 12:53 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/24/320/1849493/jokowi-pembangunan-infrastruktur-dan-pertanian-atasi-masalah-papua-1uP9uM53pk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/24/320/1849493/jokowi-pembangunan-infrastruktur-dan-pertanian-atasi-masalah-papua-1uP9uM53pk.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyebutkan pembangunan infrastruktur dan pengembangan pertanian merupakan solusi untuk mengatasi berbagai masalah di Papua seperti penyebaran wabah penyakit dan gizi buruk.

&quot;Mereka punya budaya dan adat atau tradisi, hak ulayat, sehingga tidak memungkinkan direlokasi, ternyata enggak mungkin direlokasi karena masalah tradisi, hak ulayat adat,&quot; kata Presiden Jokowi usai melepas bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Presiden menyebutkan berkali-kali dirinya memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengirimkan tim kesehatan ke daerah Papua yang menghadapi masalah penyebarab wabah penyakit dan gizi buruk.

&quot;Saya berkali-kali menyampaikan bahwa kita sudah mengirim tim pada September 2017, setelah itu 2-3 minggu perintah Panglima TNI dan Kapolri bawa tim kesahatan ke sana,&quot; tuturnya.

Dia harus dilalui cukup berat. &quot;Jangan bayangkan lokasinya kayak di Jawa, ini hutan belantara antardistrik jauh, kampung tersebar kadang satu kampung hanya 30-40 KK,&quot; ungkapnya.

Menurut Jokowi, mereka punya budaya, adat, tradisi, hak ulayat yang tidak memungkinkan direlokasi,&quot; ucapnya.

Menurut dia, untuk menyelesaikan itu perlu pembangunan infrastruktur dirampungkan agar isolasi terbuka. &quot;Setelah terbuka, baru membangun pertanian sehingga mereka tidak berpindah-pindah untuk mencari makan&quot;.

&quot;Pemerintah perlu menyiapkan sumber pangan dari pertanian, bupati setuju bahwa harus ada pertanian sehingga mereka bisa menetap,&quot; imbuhnya.

Presiden menyebutkan dengan kondisi saat ini tidak mudah upaya vaksinasi dilakukan. Selain dokter susah masuk, penduduk juga banyak yang tidak mau divaksin.

&quot;Sehingga biarpun anggaran sudah besar, tapi untuk koordinasi di lapangan gak semudah di Jawa,&quot; ujarnya.

Jokowi mengatakan peristiwa kondisi luar biasa tidak hanya terjadi di Asmat tapi juga di Nduga, Yahukimo, Dogiyai. &quot;Sehingga pendekatannya pertama infrastruktur dan kedua pertanian pangan, sambil jangka pendek bidang kesehatan,&quot; demikian Jokowi.
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyebutkan pembangunan infrastruktur dan pengembangan pertanian merupakan solusi untuk mengatasi berbagai masalah di Papua seperti penyebaran wabah penyakit dan gizi buruk.

&quot;Mereka punya budaya dan adat atau tradisi, hak ulayat, sehingga tidak memungkinkan direlokasi, ternyata enggak mungkin direlokasi karena masalah tradisi, hak ulayat adat,&quot; kata Presiden Jokowi usai melepas bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Presiden menyebutkan berkali-kali dirinya memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengirimkan tim kesehatan ke daerah Papua yang menghadapi masalah penyebarab wabah penyakit dan gizi buruk.

&quot;Saya berkali-kali menyampaikan bahwa kita sudah mengirim tim pada September 2017, setelah itu 2-3 minggu perintah Panglima TNI dan Kapolri bawa tim kesahatan ke sana,&quot; tuturnya.

Dia harus dilalui cukup berat. &quot;Jangan bayangkan lokasinya kayak di Jawa, ini hutan belantara antardistrik jauh, kampung tersebar kadang satu kampung hanya 30-40 KK,&quot; ungkapnya.

Menurut Jokowi, mereka punya budaya, adat, tradisi, hak ulayat yang tidak memungkinkan direlokasi,&quot; ucapnya.

Menurut dia, untuk menyelesaikan itu perlu pembangunan infrastruktur dirampungkan agar isolasi terbuka. &quot;Setelah terbuka, baru membangun pertanian sehingga mereka tidak berpindah-pindah untuk mencari makan&quot;.

&quot;Pemerintah perlu menyiapkan sumber pangan dari pertanian, bupati setuju bahwa harus ada pertanian sehingga mereka bisa menetap,&quot; imbuhnya.

Presiden menyebutkan dengan kondisi saat ini tidak mudah upaya vaksinasi dilakukan. Selain dokter susah masuk, penduduk juga banyak yang tidak mau divaksin.

&quot;Sehingga biarpun anggaran sudah besar, tapi untuk koordinasi di lapangan gak semudah di Jawa,&quot; ujarnya.

Jokowi mengatakan peristiwa kondisi luar biasa tidak hanya terjadi di Asmat tapi juga di Nduga, Yahukimo, Dogiyai. &quot;Sehingga pendekatannya pertama infrastruktur dan kedua pertanian pangan, sambil jangka pendek bidang kesehatan,&quot; demikian Jokowi.
</content:encoded></item></channel></rss>
