<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jalan Panjang Pembangunan Tol Trans Sumatera</title><description>Ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dari Bakauheni, Provinsi Lampung, ditargetkan hingga Aceh, memang belum rampung dibangun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/24/320/1849564/jalan-panjang-pembangunan-tol-trans-sumatera</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/01/24/320/1849564/jalan-panjang-pembangunan-tol-trans-sumatera"/><item><title>Jalan Panjang Pembangunan Tol Trans Sumatera</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/24/320/1849564/jalan-panjang-pembangunan-tol-trans-sumatera</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/01/24/320/1849564/jalan-panjang-pembangunan-tol-trans-sumatera</guid><pubDate>Rabu 24 Januari 2018 14:49 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/24/320/1849564/jalan-panjang-pembangunan-tol-trans-sumatera-SN0gKd4yzH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/24/320/1849564/jalan-panjang-pembangunan-tol-trans-sumatera-SN0gKd4yzH.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>BANDARLAMPUNG - Ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dari Bakauheni, Provinsi Lampung, ditargetkan hingga Aceh, memang belum rampung dibangun.
Namun, Presiden Joko Widodo beserta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, didampingi Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, telah meresmikan JTTS di Provinsi Lampung segmen Pelabuhan Bakauheni-Simpang Susun Bakauheni dan Segmen Simpang Susun Lematang-Simpang Susun Kota Baru, Minggu (21/1/2018).  Peresmian ruas jalan tol di Lampung merupakan bagian awal JTTS itu, ditandai dengan menyalakan sirine secara bersama-sama tersebut, menurut Presiden Jokowi dilakukan untuk memacu ruas yang lain agar dapat segera diselesaikan.
Baca Juga: Hutama Karya Kebut Pembangunan Tol Trans Sumatera  &quot;Kenapa ini segera kita resmikan. Saya ingin mendorong agar dari Bakauheni sampai Palembang bisa diselesaikan sebelum Asian Games 2018. Memang masih panjang sekali, saya tahu ada persoalan kecil seperti pembebasan lahan yang harus diselesaikan,&quot; ujar Presiden Jokowi.  Selain itu, Jokowi juga menyatakan bahwa infrastruktur adalah hal yang sangat fundamental dan menjadi hal yang sangat mendasar bagi negara Indonesia untuk bisa bersaing dengan negara-negara lain.  Gubernur Lampung Ridho Ficardo juga menyatakan, saat ini tengah gencar-gencarnya melakukan perbaikan infrastruktur jalan. Semula kurang dari 50 persen jalan mantap, kini telah mencapai 77% kondisi jalan mantap dalam tiga tahun kepemimpinannya.
Baca Juga: Pembangunan Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Capai 60%  Gubernur Ridho Ficardo juga menyatakan JTTS di Provinsi Lampung merupakan kebanggaan Presiden dan seluruh masyarakat Lampung.  &quot;Alhamdulillah berkat dukungan dan kerja sama pemerintah provinsi dan pemerintah daerah, kemudian anggota Forkopimda Provinsi Lampung serta dukungan seluruh masyarakat Lampung, pembangunan JTTS di Provinsi Lampung ini adalah pembangunan jalan tol yang tercepat yang pernah kita lakukan di Indonesia,&quot; ujar Ridho.  Memenuhi permintaan Presiden Jokowi untuk mempercepat pembangunan, Gubernur Ridho menargetkan JTTS Provinsi Lampung secara 100 persen selesai sebelum Asian Games 2018.
&quot;Insya Allah akan selesai seluruhnya tahun ini. Provinsi Lampung ini   juga mungkin provinsi pertama memiliki jalan tol yang membelah dari   ujung Sumatera ke ujung Provinsi Lampung atas perintah dari bapak   Presiden. Kami berterima kasih atas nama seluruh warga masyarakat   Lampung,&quot; kata Ridho pula.Kemudian dalam kesempatan tersebut,  Gubernur Ridho juga menyampaikan beberapa permintaan kepada Presiden  Jokowi, di antaranya terkait Bandara Radin Inten II yang telah selesai  diperbaiki agar segera dinaikkan statusnya menjadi bandara  internasional.  Kemudian permintaan lainnya menyangkut  keberadaan JTTS agar tidak hanya sekadar melintasi Lampung, tapi  memberikan pengaruh bagi masyarakat, yakni dengan pembangunan kawasan  industri strategis di lahan seluas 3.000 hektare milik pemerintah pusat.  &quot;Mohon dukungan dari bapak Presiden agar jalan tol ini memberikan  'multiplier effect' keberlimpahan untuk kesejahteraan warga Lampung,  Insya Allah dengan dibangun kawasan industri, minimal dapat membuka  lapangan kerja untuk anak-anak Lampung,&quot; ujar Ridho pula.
Baca Juga: Jokowi Ingin Tol Bakauheni-Palembang Selesai Sebelum Asian Games  Presiden Joko Widodo dalam akun twitternya pada 21 Januari 2018 juga  menyampaikan kegembiraannya. &quot;Alhamdulillah, jalan tol  Bakauheni-Terbanggi Besar sudah selesai dan siap dimanfaatkan. Ini jalan  tol pertama di Lampung. Semoga keberadaannya dapat menurunkan biaya  transportasi yang mahal. Harga2 produk kita harapkan bisa lebih murah  dengan adanya akses logistik yang baru ini -Jkw.&quot; Sehari kemudian,  Presiden Jokowi kembali berkomentar lagi dalam akun twitternya (22  Januari 2018): &quot;Jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar yang sudah selesai  segmen Pelabuhan Bakauheni-Simpang Susun Bakauheni (8,9 Km) &amp;amp; segmen  Simpang Susun Lematang-Simpang Susun Kotabaru (5,5 Km). Kita kebut  terus, kalau bisa, segmen yang belum selesai bisa tuntas sblm Asian  Games 2018 berjalan -Jkw.&quot; Presiden Jokowi menilai pembangunan JTTS  berlangsung tanpa kendala berarti dan berjalan sangat cepat.  Rampung 2019 Proyek JTTS rencananya dibangun sepanjang 2.818 kilometer  (m) dan akan menghubungkan Bakauheni, Lampung, hingga Provinsi Aceh.
Dari sepanjang 2.818 km jalan tol itu, 825 km di antaranya ditargetkan  selesai 2019 mendatang. Sedangkan ruas Bakauheni-Palembang diharapkan  selesai 2018 untuk kepentingan Asian Games ke-18.  Pujian  terhadap pembangunan JTTS pernah disampaikan Presiden Jokowi saat  mengunjungi ruas Tol Pekanbaru-Dumai. &quot;Ini kan pekerjaan besar dari  Lampung sampai ke Aceh, tapi kalau kita lihat tadi sudah bergeraknya  cepat sekali. Kita dapat laporan dari Dirut Hutama Karya, pembangunannya  cepat sekali,&quot; ujar Jokowi di Seksi I, Jalan Tol Pekanbaru-Dumai di  kawasan Kabupaten Kampar, Riau, Senin (24/7/2017) lalu.  Jokowi  menambahkan, pembangunan jalan tol di Aceh akan dimulai tahun depan.  &quot;Tahun depan. Iya tahun depan dari timur berurut,&quot; kata Jokowi.  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana  menggandeng sejumlah investor asal Jepang untuk turut membangun JTTS  ini. Namun dari total panjang JTTS, baru sekitar 500 kilometer yang  sudah mendapat kepastian pendanaan. Sisanya harus mencari dari investor.Penjajakan investasi itu telah dilakukan saat Menteri PUPR Basuki   Hadimuljono bertandang ke Jepang akhir tahun 2017. Kunjungan Basuki ke   Negeri Sakura dilakukan dalam rangka menerima penghargaan International   Lifetime Contribution Award 2017 dari Perhimpunan Insinyur Jepang atau   &quot;Japan Society of Civil Engineers&quot; (JSCE).  Menteri Lingkungan   Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya yang pernah lama bertugas di   Provinsi Lampung dan mengaku ikut terlibat merancang pembangunan JTTS   itu, dalam akun media sosial facebooknya pada 22 Januari 2018 pun ikut   berkomentar.
&quot;Selamat atas peresmian tol Bakauheni, oleh Bapak   Presiden Joko Widodo. Saya ikut terharu, akhirnya ruas tol yang   merupakan bagian dari Trans Sumatera itu bisa selesai juga,&quot; ujar   Menteri Siti.  Dia pun menuturkan, jadi mengingat masa-masa saat   masih bertugas di Lampung. Bersama Bapak Gubernur Lampung di tahun   1992-1996, kami pernah merencanakannya. Saya rapat bolak-balik ke BPPT   dan Jasa Marga membahasnya. Namun karena krismon (krisis moneter),   rencana itu dihentikan.  &quot;Saat menjabat sebagai Kabid Fisik   Prasarana Bappeda, lalu jadi Wakil Ketua Bappeda Lampung, kami   merencanakannya satu paket dengan Jembatan Selat Sunda dengan rentang 27   km Bakauheni-Merak (Banten),&quot; katanya.
Kalau belum satu paket   maka beban bagi Lampung akan cukup berat akibat LHR yang makin tinggi   bila tidak diteruskan dalam arus Jawa-Sumatera dan sebaliknya.   &quot;Begitulah posisi Provinsi Lampung di ujung selatan Sumatera,&quot; ujarnya   lagi.  Menurutnya, Gubernur Lampung periode 1987-1997, Mayjen   (Purn) Poedjono Pranyoto, yang menjadi atasannya dulu, juga ikut   berbahagia dengan peresmian tol ini oleh Presiden Jokowi.  &quot;Kebahagiaan yang sama, saya yakin dirasakan banyak pejabat yang pernah   bertugas dan ikut memikirkan, merancang dan membangun infrastruktur,   namun belum kesampaian melihat hasilnya. Tahun 1996 sudah pernah tender,   tapi lagi-lagi harus terhenti. Staf saya yang mengurusnya dulu bahkan   sudah ada yang wafat, Dr Gamal Pasya,&quot; ujar Siti Nurbaya.  Sungguh mengharukan sekali, kini mimpi itu telah diwujudkan, dan telah   pula diresmikan penggunaannya oleh Bapak Presiden Jokowi.  &quot;Selamat untuk masyarakat Lampung dan Indonesia, kini sudah memiliki tol di ujung pulau Sumatera,&quot; kata dia.Banyak Belajar Salah satu pejabat di Lampung, Fahrizal Darminto,    mengomentari pula bahwa pada waktu Siti Nurbaya menjabat sebagai Kabid    Fisik dan Prasarana dan akhirnya Wakil Kepala Bappeda Provinsi Lampung,    dia bertugas sebagai Kepala Seksi Tata Ruang dan Tata Guna Lahan.
&quot;Saya banyak belajar dan ikut membantu Beliau dalam upaya menggagas    percepatan pembangunan di Provinsi Lampung, antara lain, pemekaran    kabupaten, jalan tol, Jembatan Selat Sunda, Bandarlampung Metropolitan    Urban Development Program, Waterfront City, penyusunan RTRW provinsi    melalui paduserasi tata ruang dan kawasan hutan dan lain-lainnya,&quot; kata    Fahrizal yang pernah menjabat Kepala Bappeda Lampung itu pula.  Dia pun menyatakan, &quot;Tahun 2011 pada saat saya Kepala Bappeda Provinsi    Lampung, saya memohon bantuan Ibu Siti Nurbaya (sebagai Sekjen DPD RI)    agar Institut Teknologi Sumatera atau Itera dapat dibangun di  Provinsi   Lampung&quot;.
Akhirnya Sii Nurbaya membicarakan hal  tersebut  dengan  Ketua DPD RI. Atas masukan Beliau, &quot;Pak Irman Gusman  meyakinkan   Mendiknas agar dalam menentukan lokasi Itera harus dengan  pertimbangan   keseimbangan pembangunan agar Provinsi Lampung lebih  cepat berkembang   (pada saat itu alternatifnya adalah Pagaralam, Sumsel  atau Lampung).&quot;   &quot;Jadi, kehadiran ITERA di Lampung juga tidak terlepas  dari dukungan dan   upaya Ibu Siti Nurbaya. Thanks to my guru...,&quot; kata  Fahrizal lagi.  Mantan Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi  Lampung Cece Sutapa,   kemudian menanggapi pula. &quot;Ya Bravo Bu Baya..!,  jadi ingat kenangan   lama..!, Tahun 2005 saya (sebagai Kepala Dinas PU  Bina Marga Provinsi   Lampung) juga pernah mendesak BPJT untuk  melelangkan jalan tol ruas   Bakauheuni-Terbanggi Besar, setelah  diumumkan, ternyata yang minat cuma   perusahaannya pak Empang (nama  PT-nya saya lupa). Sekarang impian   masyarakat Lampung mempunyai jalan  tol terwujud sudah...!, mudah-mudahan   impian lainnya yang dirintis  sejak bu Baya di Lampung juga bisa segera   terwujud..!!!.&quot; Kelihatan  Wujudnya JTTS yang dimulai dari Lampung   kendati baru beberapa ruas  selesai dikerjakan (belasan kilometer, dari   2.818 km keseluruhannya)  telah kelihatan wujudnya.  Keberadaan   JTTS dari Bakauheni  hingga Pematang Panggang (selanjutnya menyambung ke   daerah lainnya  hingga Aceh) dinilai akan memiliki dampak untuk   menurunkan biaya  logistik terhadap komoditas dan barang yang hendak   dikirimkan ke  pasaran.  Jalan bebas hambatan ini akan   mempercepat pengiriman  barang, kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan   Rakyat (PUPR)  Basuki Hadimuljono pula.Target awal  pembangunan  proyek  strategis nasional tersebut akan dapat  rampung guna  mendukung  event  olahraga Asian Games pada Juni 2018  mendatang, dengan  panjang 300   kilometer dari Lampung hingga Sumatera  Selatan.  Namun, selain   difungsikan untuk mendukung kelancaran  pelaksanaan Asian  Games,  terdapat  pula dampak jangka panjang, yaitu  penurunan biaya  logistik,  mengingat  jalan tol yang dibangun itu tidak  hanya sepanjang   Lampung-Sumatera  Selatan, melainkan hingga Aceh.  &quot;Selain Asian   Games, tol ini  juga untuk logistik. Jalur ini adalah  jalur logistik   untuk menurunkan  biaya logistik. Dengan tol ini akan  mempercepat jalur   logistik dari  Lampung sampai Aceh itu untuk  memperingan jalur   logistik,&quot; kata Basuki  di lokasi peresmian ruas  JTTS di Lampung, Minggu   (21/1).  Kendati demikian, dampak logistik tersebut tidak dapat dirasakan langsung sesaat usai peresmian dua ruas JTTS tersebut.  &quot;Kalau saat ini baru 10 kilometer lebih belum ada dampaknya, ini hanya     tanda saja kalau tol Sumatera dibangun. Namun, dampak itu bisa    dirasakan  Juni nanti ketika seluruh konstruksinya selesai dibangun,&quot;    ujarnya  lagi.  Namun, baru belasan kilometer terbangun JTTS    saja sudah  banyak komentar dan harapan positif disampaikan, termasuk    sambutan  hangat warga Lampung sendiri.  Saat ini, hingga Juni 2018, ruas tol Trans Sumatera di Lampung itu masih digratiskan untuk masyarakat umum yang menggunakannya.  Kendati masih &quot;terputus&quot; dalam beberapa segmen/seksi, dan belum     tersambung serta terbangun secara utuh, keberadaan JTTS dari Lampung ini     dipastikan memberikan harapan baru kian lancar, efektif dan efisien     jalur transportasi dan logistik di Sumatera ini.</description><content:encoded>BANDARLAMPUNG - Ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dari Bakauheni, Provinsi Lampung, ditargetkan hingga Aceh, memang belum rampung dibangun.
Namun, Presiden Joko Widodo beserta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, didampingi Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, telah meresmikan JTTS di Provinsi Lampung segmen Pelabuhan Bakauheni-Simpang Susun Bakauheni dan Segmen Simpang Susun Lematang-Simpang Susun Kota Baru, Minggu (21/1/2018).  Peresmian ruas jalan tol di Lampung merupakan bagian awal JTTS itu, ditandai dengan menyalakan sirine secara bersama-sama tersebut, menurut Presiden Jokowi dilakukan untuk memacu ruas yang lain agar dapat segera diselesaikan.
Baca Juga: Hutama Karya Kebut Pembangunan Tol Trans Sumatera  &quot;Kenapa ini segera kita resmikan. Saya ingin mendorong agar dari Bakauheni sampai Palembang bisa diselesaikan sebelum Asian Games 2018. Memang masih panjang sekali, saya tahu ada persoalan kecil seperti pembebasan lahan yang harus diselesaikan,&quot; ujar Presiden Jokowi.  Selain itu, Jokowi juga menyatakan bahwa infrastruktur adalah hal yang sangat fundamental dan menjadi hal yang sangat mendasar bagi negara Indonesia untuk bisa bersaing dengan negara-negara lain.  Gubernur Lampung Ridho Ficardo juga menyatakan, saat ini tengah gencar-gencarnya melakukan perbaikan infrastruktur jalan. Semula kurang dari 50 persen jalan mantap, kini telah mencapai 77% kondisi jalan mantap dalam tiga tahun kepemimpinannya.
Baca Juga: Pembangunan Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Capai 60%  Gubernur Ridho Ficardo juga menyatakan JTTS di Provinsi Lampung merupakan kebanggaan Presiden dan seluruh masyarakat Lampung.  &quot;Alhamdulillah berkat dukungan dan kerja sama pemerintah provinsi dan pemerintah daerah, kemudian anggota Forkopimda Provinsi Lampung serta dukungan seluruh masyarakat Lampung, pembangunan JTTS di Provinsi Lampung ini adalah pembangunan jalan tol yang tercepat yang pernah kita lakukan di Indonesia,&quot; ujar Ridho.  Memenuhi permintaan Presiden Jokowi untuk mempercepat pembangunan, Gubernur Ridho menargetkan JTTS Provinsi Lampung secara 100 persen selesai sebelum Asian Games 2018.
&quot;Insya Allah akan selesai seluruhnya tahun ini. Provinsi Lampung ini   juga mungkin provinsi pertama memiliki jalan tol yang membelah dari   ujung Sumatera ke ujung Provinsi Lampung atas perintah dari bapak   Presiden. Kami berterima kasih atas nama seluruh warga masyarakat   Lampung,&quot; kata Ridho pula.Kemudian dalam kesempatan tersebut,  Gubernur Ridho juga menyampaikan beberapa permintaan kepada Presiden  Jokowi, di antaranya terkait Bandara Radin Inten II yang telah selesai  diperbaiki agar segera dinaikkan statusnya menjadi bandara  internasional.  Kemudian permintaan lainnya menyangkut  keberadaan JTTS agar tidak hanya sekadar melintasi Lampung, tapi  memberikan pengaruh bagi masyarakat, yakni dengan pembangunan kawasan  industri strategis di lahan seluas 3.000 hektare milik pemerintah pusat.  &quot;Mohon dukungan dari bapak Presiden agar jalan tol ini memberikan  'multiplier effect' keberlimpahan untuk kesejahteraan warga Lampung,  Insya Allah dengan dibangun kawasan industri, minimal dapat membuka  lapangan kerja untuk anak-anak Lampung,&quot; ujar Ridho pula.
Baca Juga: Jokowi Ingin Tol Bakauheni-Palembang Selesai Sebelum Asian Games  Presiden Joko Widodo dalam akun twitternya pada 21 Januari 2018 juga  menyampaikan kegembiraannya. &quot;Alhamdulillah, jalan tol  Bakauheni-Terbanggi Besar sudah selesai dan siap dimanfaatkan. Ini jalan  tol pertama di Lampung. Semoga keberadaannya dapat menurunkan biaya  transportasi yang mahal. Harga2 produk kita harapkan bisa lebih murah  dengan adanya akses logistik yang baru ini -Jkw.&quot; Sehari kemudian,  Presiden Jokowi kembali berkomentar lagi dalam akun twitternya (22  Januari 2018): &quot;Jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar yang sudah selesai  segmen Pelabuhan Bakauheni-Simpang Susun Bakauheni (8,9 Km) &amp;amp; segmen  Simpang Susun Lematang-Simpang Susun Kotabaru (5,5 Km). Kita kebut  terus, kalau bisa, segmen yang belum selesai bisa tuntas sblm Asian  Games 2018 berjalan -Jkw.&quot; Presiden Jokowi menilai pembangunan JTTS  berlangsung tanpa kendala berarti dan berjalan sangat cepat.  Rampung 2019 Proyek JTTS rencananya dibangun sepanjang 2.818 kilometer  (m) dan akan menghubungkan Bakauheni, Lampung, hingga Provinsi Aceh.
Dari sepanjang 2.818 km jalan tol itu, 825 km di antaranya ditargetkan  selesai 2019 mendatang. Sedangkan ruas Bakauheni-Palembang diharapkan  selesai 2018 untuk kepentingan Asian Games ke-18.  Pujian  terhadap pembangunan JTTS pernah disampaikan Presiden Jokowi saat  mengunjungi ruas Tol Pekanbaru-Dumai. &quot;Ini kan pekerjaan besar dari  Lampung sampai ke Aceh, tapi kalau kita lihat tadi sudah bergeraknya  cepat sekali. Kita dapat laporan dari Dirut Hutama Karya, pembangunannya  cepat sekali,&quot; ujar Jokowi di Seksi I, Jalan Tol Pekanbaru-Dumai di  kawasan Kabupaten Kampar, Riau, Senin (24/7/2017) lalu.  Jokowi  menambahkan, pembangunan jalan tol di Aceh akan dimulai tahun depan.  &quot;Tahun depan. Iya tahun depan dari timur berurut,&quot; kata Jokowi.  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana  menggandeng sejumlah investor asal Jepang untuk turut membangun JTTS  ini. Namun dari total panjang JTTS, baru sekitar 500 kilometer yang  sudah mendapat kepastian pendanaan. Sisanya harus mencari dari investor.Penjajakan investasi itu telah dilakukan saat Menteri PUPR Basuki   Hadimuljono bertandang ke Jepang akhir tahun 2017. Kunjungan Basuki ke   Negeri Sakura dilakukan dalam rangka menerima penghargaan International   Lifetime Contribution Award 2017 dari Perhimpunan Insinyur Jepang atau   &quot;Japan Society of Civil Engineers&quot; (JSCE).  Menteri Lingkungan   Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya yang pernah lama bertugas di   Provinsi Lampung dan mengaku ikut terlibat merancang pembangunan JTTS   itu, dalam akun media sosial facebooknya pada 22 Januari 2018 pun ikut   berkomentar.
&quot;Selamat atas peresmian tol Bakauheni, oleh Bapak   Presiden Joko Widodo. Saya ikut terharu, akhirnya ruas tol yang   merupakan bagian dari Trans Sumatera itu bisa selesai juga,&quot; ujar   Menteri Siti.  Dia pun menuturkan, jadi mengingat masa-masa saat   masih bertugas di Lampung. Bersama Bapak Gubernur Lampung di tahun   1992-1996, kami pernah merencanakannya. Saya rapat bolak-balik ke BPPT   dan Jasa Marga membahasnya. Namun karena krismon (krisis moneter),   rencana itu dihentikan.  &quot;Saat menjabat sebagai Kabid Fisik   Prasarana Bappeda, lalu jadi Wakil Ketua Bappeda Lampung, kami   merencanakannya satu paket dengan Jembatan Selat Sunda dengan rentang 27   km Bakauheni-Merak (Banten),&quot; katanya.
Kalau belum satu paket   maka beban bagi Lampung akan cukup berat akibat LHR yang makin tinggi   bila tidak diteruskan dalam arus Jawa-Sumatera dan sebaliknya.   &quot;Begitulah posisi Provinsi Lampung di ujung selatan Sumatera,&quot; ujarnya   lagi.  Menurutnya, Gubernur Lampung periode 1987-1997, Mayjen   (Purn) Poedjono Pranyoto, yang menjadi atasannya dulu, juga ikut   berbahagia dengan peresmian tol ini oleh Presiden Jokowi.  &quot;Kebahagiaan yang sama, saya yakin dirasakan banyak pejabat yang pernah   bertugas dan ikut memikirkan, merancang dan membangun infrastruktur,   namun belum kesampaian melihat hasilnya. Tahun 1996 sudah pernah tender,   tapi lagi-lagi harus terhenti. Staf saya yang mengurusnya dulu bahkan   sudah ada yang wafat, Dr Gamal Pasya,&quot; ujar Siti Nurbaya.  Sungguh mengharukan sekali, kini mimpi itu telah diwujudkan, dan telah   pula diresmikan penggunaannya oleh Bapak Presiden Jokowi.  &quot;Selamat untuk masyarakat Lampung dan Indonesia, kini sudah memiliki tol di ujung pulau Sumatera,&quot; kata dia.Banyak Belajar Salah satu pejabat di Lampung, Fahrizal Darminto,    mengomentari pula bahwa pada waktu Siti Nurbaya menjabat sebagai Kabid    Fisik dan Prasarana dan akhirnya Wakil Kepala Bappeda Provinsi Lampung,    dia bertugas sebagai Kepala Seksi Tata Ruang dan Tata Guna Lahan.
&quot;Saya banyak belajar dan ikut membantu Beliau dalam upaya menggagas    percepatan pembangunan di Provinsi Lampung, antara lain, pemekaran    kabupaten, jalan tol, Jembatan Selat Sunda, Bandarlampung Metropolitan    Urban Development Program, Waterfront City, penyusunan RTRW provinsi    melalui paduserasi tata ruang dan kawasan hutan dan lain-lainnya,&quot; kata    Fahrizal yang pernah menjabat Kepala Bappeda Lampung itu pula.  Dia pun menyatakan, &quot;Tahun 2011 pada saat saya Kepala Bappeda Provinsi    Lampung, saya memohon bantuan Ibu Siti Nurbaya (sebagai Sekjen DPD RI)    agar Institut Teknologi Sumatera atau Itera dapat dibangun di  Provinsi   Lampung&quot;.
Akhirnya Sii Nurbaya membicarakan hal  tersebut  dengan  Ketua DPD RI. Atas masukan Beliau, &quot;Pak Irman Gusman  meyakinkan   Mendiknas agar dalam menentukan lokasi Itera harus dengan  pertimbangan   keseimbangan pembangunan agar Provinsi Lampung lebih  cepat berkembang   (pada saat itu alternatifnya adalah Pagaralam, Sumsel  atau Lampung).&quot;   &quot;Jadi, kehadiran ITERA di Lampung juga tidak terlepas  dari dukungan dan   upaya Ibu Siti Nurbaya. Thanks to my guru...,&quot; kata  Fahrizal lagi.  Mantan Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi  Lampung Cece Sutapa,   kemudian menanggapi pula. &quot;Ya Bravo Bu Baya..!,  jadi ingat kenangan   lama..!, Tahun 2005 saya (sebagai Kepala Dinas PU  Bina Marga Provinsi   Lampung) juga pernah mendesak BPJT untuk  melelangkan jalan tol ruas   Bakauheuni-Terbanggi Besar, setelah  diumumkan, ternyata yang minat cuma   perusahaannya pak Empang (nama  PT-nya saya lupa). Sekarang impian   masyarakat Lampung mempunyai jalan  tol terwujud sudah...!, mudah-mudahan   impian lainnya yang dirintis  sejak bu Baya di Lampung juga bisa segera   terwujud..!!!.&quot; Kelihatan  Wujudnya JTTS yang dimulai dari Lampung   kendati baru beberapa ruas  selesai dikerjakan (belasan kilometer, dari   2.818 km keseluruhannya)  telah kelihatan wujudnya.  Keberadaan   JTTS dari Bakauheni  hingga Pematang Panggang (selanjutnya menyambung ke   daerah lainnya  hingga Aceh) dinilai akan memiliki dampak untuk   menurunkan biaya  logistik terhadap komoditas dan barang yang hendak   dikirimkan ke  pasaran.  Jalan bebas hambatan ini akan   mempercepat pengiriman  barang, kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan   Rakyat (PUPR)  Basuki Hadimuljono pula.Target awal  pembangunan  proyek  strategis nasional tersebut akan dapat  rampung guna  mendukung  event  olahraga Asian Games pada Juni 2018  mendatang, dengan  panjang 300   kilometer dari Lampung hingga Sumatera  Selatan.  Namun, selain   difungsikan untuk mendukung kelancaran  pelaksanaan Asian  Games,  terdapat  pula dampak jangka panjang, yaitu  penurunan biaya  logistik,  mengingat  jalan tol yang dibangun itu tidak  hanya sepanjang   Lampung-Sumatera  Selatan, melainkan hingga Aceh.  &quot;Selain Asian   Games, tol ini  juga untuk logistik. Jalur ini adalah  jalur logistik   untuk menurunkan  biaya logistik. Dengan tol ini akan  mempercepat jalur   logistik dari  Lampung sampai Aceh itu untuk  memperingan jalur   logistik,&quot; kata Basuki  di lokasi peresmian ruas  JTTS di Lampung, Minggu   (21/1).  Kendati demikian, dampak logistik tersebut tidak dapat dirasakan langsung sesaat usai peresmian dua ruas JTTS tersebut.  &quot;Kalau saat ini baru 10 kilometer lebih belum ada dampaknya, ini hanya     tanda saja kalau tol Sumatera dibangun. Namun, dampak itu bisa    dirasakan  Juni nanti ketika seluruh konstruksinya selesai dibangun,&quot;    ujarnya  lagi.  Namun, baru belasan kilometer terbangun JTTS    saja sudah  banyak komentar dan harapan positif disampaikan, termasuk    sambutan  hangat warga Lampung sendiri.  Saat ini, hingga Juni 2018, ruas tol Trans Sumatera di Lampung itu masih digratiskan untuk masyarakat umum yang menggunakannya.  Kendati masih &quot;terputus&quot; dalam beberapa segmen/seksi, dan belum     tersambung serta terbangun secara utuh, keberadaan JTTS dari Lampung ini     dipastikan memberikan harapan baru kian lancar, efektif dan efisien     jalur transportasi dan logistik di Sumatera ini.</content:encoded></item></channel></rss>
