<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketemu Presiden Bangladesh, Jokowi Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Isu Rakhine State</title><description>Presiden Jokowi dan Presiden Bangladesh Abdul Hamid bertemu bahasa kerjasama ekonomi dan isu Rakhine State.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/28/320/1851266/ketemu-presiden-bangladesh-jokowi-bahas-kerja-sama-ekonomi-dan-isu-rakhine-state</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/01/28/320/1851266/ketemu-presiden-bangladesh-jokowi-bahas-kerja-sama-ekonomi-dan-isu-rakhine-state"/><item><title>Ketemu Presiden Bangladesh, Jokowi Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Isu Rakhine State</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/28/320/1851266/ketemu-presiden-bangladesh-jokowi-bahas-kerja-sama-ekonomi-dan-isu-rakhine-state</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/01/28/320/1851266/ketemu-presiden-bangladesh-jokowi-bahas-kerja-sama-ekonomi-dan-isu-rakhine-state</guid><pubDate>Minggu 28 Januari 2018 10:24 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/28/320/1851266/ketemu-presiden-bangladesh-jokowi-bahas-kerja-sama-ekonomi-dan-isu-rakhine-state-854TU0wxOz.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Presiden Jokowi dan Presiden Bangladesh Abdul Hamid (Dok. Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/28/320/1851266/ketemu-presiden-bangladesh-jokowi-bahas-kerja-sama-ekonomi-dan-isu-rakhine-state-854TU0wxOz.jpeg</image><title>Foto: Presiden Jokowi dan Presiden Bangladesh Abdul Hamid (Dok. Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan pertemuan dengan Presiden Bangladesh Abdul Hamid, di ruang Credential Hall, Istana Kepresidenan Bangabhaban Presidential Palace, Dhaka, pada Sabtu (27/1/2018) malam waktu setempat. Melansir laman Setkab Minggu (28/1/2018), dalam agenda pertemuan dengan Presiden Bangladesh, Jokowi didampingi oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Koordinator Staf Khusus Teten Masduki, Duta Besar LBBP RI untuk Bangladesh Rina Soemarno, dan Direktur Asia Selatan dan Tengah Ferdy Nico Yohannes Piay.
Baca Juga: Potensi Kerjasama Perdagangan Indonesia-India Tembus Rp28,35 Triliun
Menlu Retno Marsudi menyampaikan bahwa Presiden Bangladesh menegaskan kembali kedekatan Indonesia dengan Bangladesh. Hal ini dikarenakan, menurut Retno, Indonesia adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Bangladesh. Dia menambahkan, jasa ini tidak akan pernah dilupakan oleh rakyat Bangladesh.&amp;ldquo;Ke depan, kedua pemimpin sepakat bahwa sekali lagi kerja sama ekonomi akan menjadi prioritas bagi hubungan kedua negara,&amp;rdquo; ungkap Retno menjelaskan pertemuan Presiden Jokowi dan Presiden Bangladesh di Hotel Pan Pacific Sonargaon, Sabtu (27/1/2018).Retno menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Jokowi mengatakan banyak sekali persamaan-persamaan yang dimiliki dan menjadi modal bagi kedua negara untuk meningkatkan hubungan.
Baca Juga: Presiden Jokowi Singgung Kenaikan Tarif Bea Minyak Nabati di IndiaIsu lain yang dibahas dengan Presiden Bangladesh, menurut Menlu, yakni mengenai isu Rakhine State. &amp;ldquo;Intinya besok secara detail pembicaraan mengenai masalah bilateral akan dibahas dalam pertemuan Presiden dengan Perdana Menteri Bangladesh,&amp;rdquo; ucapnya.Usai pertemuan, kedua kepala negara beserta para delegasi menyaksikan pertunjukan budaya yang diikuti dengan jamuan santap malam bersama yang dihelat di Darbar Hall. (yau)</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan pertemuan dengan Presiden Bangladesh Abdul Hamid, di ruang Credential Hall, Istana Kepresidenan Bangabhaban Presidential Palace, Dhaka, pada Sabtu (27/1/2018) malam waktu setempat. Melansir laman Setkab Minggu (28/1/2018), dalam agenda pertemuan dengan Presiden Bangladesh, Jokowi didampingi oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Koordinator Staf Khusus Teten Masduki, Duta Besar LBBP RI untuk Bangladesh Rina Soemarno, dan Direktur Asia Selatan dan Tengah Ferdy Nico Yohannes Piay.
Baca Juga: Potensi Kerjasama Perdagangan Indonesia-India Tembus Rp28,35 Triliun
Menlu Retno Marsudi menyampaikan bahwa Presiden Bangladesh menegaskan kembali kedekatan Indonesia dengan Bangladesh. Hal ini dikarenakan, menurut Retno, Indonesia adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Bangladesh. Dia menambahkan, jasa ini tidak akan pernah dilupakan oleh rakyat Bangladesh.&amp;ldquo;Ke depan, kedua pemimpin sepakat bahwa sekali lagi kerja sama ekonomi akan menjadi prioritas bagi hubungan kedua negara,&amp;rdquo; ungkap Retno menjelaskan pertemuan Presiden Jokowi dan Presiden Bangladesh di Hotel Pan Pacific Sonargaon, Sabtu (27/1/2018).Retno menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Jokowi mengatakan banyak sekali persamaan-persamaan yang dimiliki dan menjadi modal bagi kedua negara untuk meningkatkan hubungan.
Baca Juga: Presiden Jokowi Singgung Kenaikan Tarif Bea Minyak Nabati di IndiaIsu lain yang dibahas dengan Presiden Bangladesh, menurut Menlu, yakni mengenai isu Rakhine State. &amp;ldquo;Intinya besok secara detail pembicaraan mengenai masalah bilateral akan dibahas dalam pertemuan Presiden dengan Perdana Menteri Bangladesh,&amp;rdquo; ucapnya.Usai pertemuan, kedua kepala negara beserta para delegasi menyaksikan pertunjukan budaya yang diikuti dengan jamuan santap malam bersama yang dihelat di Darbar Hall. (yau)</content:encoded></item></channel></rss>
