<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Oleh-Oleh Jokowi dari India hingga Sri Lanka</title><description>Berikut adalah beberapa kesepakatan yang dicapai Jokowi dari kunjungan kerjanya di beberapa negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/29/320/1851526/oleh-oleh-jokowi-dari-india-hingga-sri-lanka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/01/29/320/1851526/oleh-oleh-jokowi-dari-india-hingga-sri-lanka"/><item><title>Oleh-Oleh Jokowi dari India hingga Sri Lanka</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/29/320/1851526/oleh-oleh-jokowi-dari-india-hingga-sri-lanka</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/01/29/320/1851526/oleh-oleh-jokowi-dari-india-hingga-sri-lanka</guid><pubDate>Senin 29 Januari 2018 09:35 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/29/320/1851526/oleh-oleh-jokowi-dari-india-hingga-sri-lanka-N17TxgVExw.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo (Foto: Dok. Biro Pers Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/29/320/1851526/oleh-oleh-jokowi-dari-india-hingga-sri-lanka-N17TxgVExw.jpeg</image><title>Presiden Joko Widodo (Foto: Dok. Biro Pers Setpres)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kenegaraan ke lima negara. Presiden Jokowi memulai perjalanannya pada 23 Januari 2018. Perjalanannya dimulai dari Sri Lanka.
Perjalanan itu mengawali serangkaian kunjungan kenegaraan Jokowi ke lima negara, yakni Sri Lanka, Bangladesh, India, Pakistan dan Afghanistan.
Pantauan Okezone, beberapa kesepakatan kerjasama di bidang ekonomi dicapai Jokowi dalam kunjungan tersebut. Mulai dari sektor maritim hingga perdagangan. Berikut adalah beberapa kesepakatan yang dicapai Jokowi dari kunjungan kerjanya di beberapa negara:
 
1. Jokowi Akan Jual 60 Gerbong Kereta ke Sri Lanka
Presiden Jokowi menegaskan Indonesia ingin berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur di Sri Lanka.
&amp;ldquo;BUMN Indonesia telah melakukan kontak termasuk untuk pembangunan jalan layang, yang menghubungkan jembatan New Kelani Bridge &amp;ndash; Rajagiriya,&amp;rdquo; ujar Jokowi dalam keterangan tertulisnya di Sri Lanka.
Baca Juga: Jokowi Perkuat Investasi di Bangladesh, dari Gerbong Kereta hingga Illegal Fishing
PM Wickremesinghe menyambut baik keinginan Indonesia turut berparitipasi dalam pembangunan infrastruktur di Sri Lanka. Terlebih lagi anggaran negara Sri Lanka sangat terbatas.
Selain itu, Presiden Jokowi ingin kerja sama pengadaan kereta dapat segera ditindaklanjuti. Kemarin, lanjut Jokowi, Menteri Perhubungan dan Civil Aviation Sri Lanka menyatakan untuk tahap pertama Sri Lanka akan membeli 60 gerbong.
2. Jokowi Ingin Indonesia Bangun Infrastruktur di Sri Lanka
 
Presiden Joko Widodo menegaskan keinginan Indonesia untuk berpartisipasi membangun infrastruktur di Sri Lanka. Keinginan tersebut disampaikan saat acara makan pagi bersama antara Presiden bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo dengan Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe beserta Ibu Maithree Wickramasinghe di Temple Trees, Colombo, Sri Lanka.
Baca Juga: Presiden Jokowi Singgung Kenaikan Tarif Bea Minyak Nabati di India
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, dalam rilisnya mengungkapkan makan pagi bersama ini kegiatan awal Presiden Jokowi dalam kunjungan kenegaraan di Sri Langka. Dalam santap pagi bersama tersebut, Presiden Jokowi menegaskan Indonesia ingin berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur di Sri Lanka.
&quot;BUMN Indonesia telah melakukan kontak termasuk untuk pembangunan jalan layang, yang menghubungkan jembatan New Kelani Bridge-Rajagiriya,&quot; ujar Presiden.
3. Peningkatan kerjasama ekonomi dengan Sri Lanka
 
Di sela-sela kunjungan kenegaraan ke Sri Lanka Rabu, 24 Januari 2018, Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Pemimpin Oposisi Parlemen Sri Lanka Rajavarothiam Sampanthan di Hotel Hilton Colombo, Sri Lanka.Presiden Jokowi pun menyambut baik kunjungan yang dilakukan dalam  rangka mendorong kerja sama yang konkret serta menguntungkan bagi kedua  negara. Apalagi hubungan diplomatik Indonesia dan Sri Lanka telah  terjalin dengan baik selama lebih dari enam dekade.
&quot;Dalam kunjungan saya ke Sri Lanka ini, saya ingin mendorong  penguatan kerja sama di berbagai bidang, khususnya di bidang ekonomi,&quot;  ujar Jokowi dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (25/1/2018).
Salah satunya dengan pembentukan Free Trade Agreement serta  pembangunan kerja sama kapasitas. Oleh karena itu, Jokowi berharap  Indonesia dapat diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam  pembangunan ekonomi Sri Lanka.
4. Jokowi Ingin Percepat Konflik ZEE dengan Vietnam
 
Presiden Joko Widodo menyatakan ingin mempercepat penyelesaian  negosiasi delimitasi Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) antara Indonesia dan  Vietnam. Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral  dengan Perdana Menteri Vietnam, Nguy&amp;#7877;n Xu&amp;acirc;n Ph&amp;uacute;c, di sela KTT  ASEAN-India yang dihelat di Hotel Taj Diplomatic Enclave, New Delhi,  India, pada 26 Januari 2018. Sebagaimana disampaikan Deputi Bidang  Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, dalam  pertemuan itu, Presiden mengangkat pembahasan seputar dua hal utama yang  dirasa perlu dijadikan perhatian kedua negara.
Baca Juga: Potensi Kerjasama Perdagangan Indonesia-India Tembus Rp28,35 Triliun
&quot;Pertama, saya ingin kembali menekankan pentingnya mempercepat  penyelesaian negosiasi delimitasi zona ekonomi eksklusif (ZEE),&quot;  ucapnya.
Pembahasan tersebut diharapkan dapat menciptakan stabilitas di  kawasan perairan kedua negara seperti mencegah terjadinya insiden atau  ketegangan di perairan.
Selain itu, perundingan mengenai ZEE juga dapat diiringi dengan kerja  sama di bidang penanganan terorisme dan maritim yang lebih luas.
Sementara itu, fokus kedua yang coba diangkat oleh Presiden ialah  mengenai kebijakan di sektor otomotif yang diberlakukan Vietnam.  Kebijakan itu mengatur standar dan persyaratan kendaraan yang diimpor ke  negara tersebut.
5. Perkuat Investasi di Bangladesh, dari Gerbong Kereta hingga Illegal Fishing
 
Indonesia dan Bangladesh sepakat untuk terus memperkokoh kerjasama  ekonomi dan menciptakan peluang kerja sama baru. Presiden Joko Widodo  menyampaikan hal tersebut saat melakukan pertemuan bilateral dengan  Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina di Kantor Perdana Menteri  Bangladesh, Dhaka,Minggu 28 Januari 2018.
&amp;ldquo;Saya gembira dalam beberapa waktu terakhir ini, hubungan  Indonesia-Bangladesh semakin intensif termasuk peningkatan kerja sama di  bidang ekonomi,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi dalam keterangan tertulis.
Di bidang ekonomi, beberapa perkembangan positif terjadi pada kerja  sama antar kedua negara. Salah satunya adalah nilai perdagangan pada  tahun 2017 yang menunjukkan peningkatan sebesar 25,96% atau senilai  USD1,53 miliar.Di bidang energi, Presiden Jokowi juga menyambut baik kerja sama di   bidang energi kedua negara yang disepakati pada September 2017 di   Jakarta. Sebagai tindak lanjut, Presiden menyambut baik penandatanganan   LoI mengenai supply LNG dari Pertamina ke Petrobangla. Diharapkan   pengiriman LNG sudah dapat dilakukan pada tahun ini.
Sementara itu di bidang konektivitas, Presiden menyampaikan   apresiasinya terhadap Bangladesh yang telah mempercaya PT INKA untuk   mendukung dalam pengembangan konektivitas Bangladesh. Sudah 400 gerbong   yang dipatok PT INKA ke Bangladesh.
Di bidang Kelautan dan Perikanan, Presiden juga menyambut gembira   penandatanganan komunike bersama terkait pemberantasan IUU (Illegal,   Unreported, and Unregistered) Fishing.
Seusai pertemuan, telah ditandatangani lima bidang kerjasama, yaitu:
- MoU on Foreign Office Consultation;
- Joint Communique on the cooperation to Combat IUU Fishing;
- Joint Ministerial Statement on the Launching of the Negotiations for Indonesia-Bangladesh Prefential Trade Agreement;
- MoU antara Bangladesh Power Development Board (BPDB) dan PT Pertamina mengenai Project Integrated Power; dan
- LoI mengenai kesepakatan supply LNG dari Pertamina ke Petrobangla.
6. Presiden Jokowi Sebut Kerjasama Maritim Bangun Kawasan Indo-Pasifik
 
Presiden Joko Widodo menyatakan kerja sama memperkuat bidang  maritim  penting dilakukan untuk membangun arsitektur kawasan Samudra   India-Samudera Pasifik (Indo-Pasifik).
Menurut Presiden, India dan ASEAN dalam memajukan kerjasama maritim   dapat memanfaatkan forum-forum kemaritiman seperti Indian Ocean Rim   Association (IORA).
Sementara itu Menlu menjelaskan terdapat juga kerja sama cetak biru   Konektivitas ASEAN hingga tahun 2025, dan mekanisme keamanan serta   keselamatan jalur maritim melalui penggunaan saluran hotline yang   diusulkan oleh Indonesia.
Menurut Menlu, untuk memperluas peningkatan kerja sama di bidang   kemaritiman, Indonesia mendorong untuk menyambungkan dengan negara mitra   ASEAN termasuk India.
Presiden, jelas Menlu, menyampaikan ASEAN yang sudah berumur 50 tahun   berhasil membangun ekosistem kawasan yang damai dan stabil.
Kemudian dialog ASEAN-India yang sudah mencapai umur 25 tahun juga   diharapkan Presiden mampu mengembangkan stabilitas dan perdamaian tidak   hanya di Asia Tenggara, tetapi juga kawasan yang lebih luas, yaitu   Samudra India dan Pasifik atau Indo-Pasifik.
7. Jokowi Singgung Kenaikan Tarif Bea Minyak Nabati di India
 
Pemerintah Indonesia dan India telah membahas peningkatan  kerja sama  ekonomi dalam pertemuan bilateral Presiden Joko Widodo  dengan Perdana  Menteri India Narendra Modi.
&quot;Oleh karena itu, upaya meningkatkan perdagangan harus terus   dilakukan termasuk menghilangkan hambatan perdagangan,&quot; kata Presiden   Jokowi dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri di Hotel Taj   Diplomatic Enclave, New Delhi, India, pada Kamis malam (25/1/2018).
Pertemuan bilateral itu dilakukan Presiden sesudah sesi pleno KTT Peringatan ASEAN-India 2018.
Presiden menyampaikan upaya peningkatan kerja sama ekonomi penting   dilakukan karena perdagangan kedua negara mulai tumbuh sejak 2017.
Kendati demikian, potensi nilai perdagangan bilateral masih sangat   besar untuk dikembangkan. Hal lain yang disampaikan Presiden Jokowi   adalah kenaikan tarif bea masuk yang cukup tinggi terhadap minyak nabati   ke India.
Kenaikan tarif minyak nabati dapat berdampak terhadap ekspor minyak sawit Indonesia.
&quot;Jika ekspor sawit Indonesia berkurang, saya yakin akan berpengaruh   juga pada pemenuhan kebutuhan pasar India yang semakin meningkat,&quot;   demikian Presiden menurut keterangan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan   Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.
Oleh karena itu, Presiden sangat mengharapkan pemerintah India dapat   mempertimbangkan kembali kebijakan penaikan tarif terhadap minyak   nabati.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kenegaraan ke lima negara. Presiden Jokowi memulai perjalanannya pada 23 Januari 2018. Perjalanannya dimulai dari Sri Lanka.
Perjalanan itu mengawali serangkaian kunjungan kenegaraan Jokowi ke lima negara, yakni Sri Lanka, Bangladesh, India, Pakistan dan Afghanistan.
Pantauan Okezone, beberapa kesepakatan kerjasama di bidang ekonomi dicapai Jokowi dalam kunjungan tersebut. Mulai dari sektor maritim hingga perdagangan. Berikut adalah beberapa kesepakatan yang dicapai Jokowi dari kunjungan kerjanya di beberapa negara:
 
1. Jokowi Akan Jual 60 Gerbong Kereta ke Sri Lanka
Presiden Jokowi menegaskan Indonesia ingin berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur di Sri Lanka.
&amp;ldquo;BUMN Indonesia telah melakukan kontak termasuk untuk pembangunan jalan layang, yang menghubungkan jembatan New Kelani Bridge &amp;ndash; Rajagiriya,&amp;rdquo; ujar Jokowi dalam keterangan tertulisnya di Sri Lanka.
Baca Juga: Jokowi Perkuat Investasi di Bangladesh, dari Gerbong Kereta hingga Illegal Fishing
PM Wickremesinghe menyambut baik keinginan Indonesia turut berparitipasi dalam pembangunan infrastruktur di Sri Lanka. Terlebih lagi anggaran negara Sri Lanka sangat terbatas.
Selain itu, Presiden Jokowi ingin kerja sama pengadaan kereta dapat segera ditindaklanjuti. Kemarin, lanjut Jokowi, Menteri Perhubungan dan Civil Aviation Sri Lanka menyatakan untuk tahap pertama Sri Lanka akan membeli 60 gerbong.
2. Jokowi Ingin Indonesia Bangun Infrastruktur di Sri Lanka
 
Presiden Joko Widodo menegaskan keinginan Indonesia untuk berpartisipasi membangun infrastruktur di Sri Lanka. Keinginan tersebut disampaikan saat acara makan pagi bersama antara Presiden bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo dengan Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe beserta Ibu Maithree Wickramasinghe di Temple Trees, Colombo, Sri Lanka.
Baca Juga: Presiden Jokowi Singgung Kenaikan Tarif Bea Minyak Nabati di India
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, dalam rilisnya mengungkapkan makan pagi bersama ini kegiatan awal Presiden Jokowi dalam kunjungan kenegaraan di Sri Langka. Dalam santap pagi bersama tersebut, Presiden Jokowi menegaskan Indonesia ingin berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur di Sri Lanka.
&quot;BUMN Indonesia telah melakukan kontak termasuk untuk pembangunan jalan layang, yang menghubungkan jembatan New Kelani Bridge-Rajagiriya,&quot; ujar Presiden.
3. Peningkatan kerjasama ekonomi dengan Sri Lanka
 
Di sela-sela kunjungan kenegaraan ke Sri Lanka Rabu, 24 Januari 2018, Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Pemimpin Oposisi Parlemen Sri Lanka Rajavarothiam Sampanthan di Hotel Hilton Colombo, Sri Lanka.Presiden Jokowi pun menyambut baik kunjungan yang dilakukan dalam  rangka mendorong kerja sama yang konkret serta menguntungkan bagi kedua  negara. Apalagi hubungan diplomatik Indonesia dan Sri Lanka telah  terjalin dengan baik selama lebih dari enam dekade.
&quot;Dalam kunjungan saya ke Sri Lanka ini, saya ingin mendorong  penguatan kerja sama di berbagai bidang, khususnya di bidang ekonomi,&quot;  ujar Jokowi dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (25/1/2018).
Salah satunya dengan pembentukan Free Trade Agreement serta  pembangunan kerja sama kapasitas. Oleh karena itu, Jokowi berharap  Indonesia dapat diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam  pembangunan ekonomi Sri Lanka.
4. Jokowi Ingin Percepat Konflik ZEE dengan Vietnam
 
Presiden Joko Widodo menyatakan ingin mempercepat penyelesaian  negosiasi delimitasi Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) antara Indonesia dan  Vietnam. Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral  dengan Perdana Menteri Vietnam, Nguy&amp;#7877;n Xu&amp;acirc;n Ph&amp;uacute;c, di sela KTT  ASEAN-India yang dihelat di Hotel Taj Diplomatic Enclave, New Delhi,  India, pada 26 Januari 2018. Sebagaimana disampaikan Deputi Bidang  Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, dalam  pertemuan itu, Presiden mengangkat pembahasan seputar dua hal utama yang  dirasa perlu dijadikan perhatian kedua negara.
Baca Juga: Potensi Kerjasama Perdagangan Indonesia-India Tembus Rp28,35 Triliun
&quot;Pertama, saya ingin kembali menekankan pentingnya mempercepat  penyelesaian negosiasi delimitasi zona ekonomi eksklusif (ZEE),&quot;  ucapnya.
Pembahasan tersebut diharapkan dapat menciptakan stabilitas di  kawasan perairan kedua negara seperti mencegah terjadinya insiden atau  ketegangan di perairan.
Selain itu, perundingan mengenai ZEE juga dapat diiringi dengan kerja  sama di bidang penanganan terorisme dan maritim yang lebih luas.
Sementara itu, fokus kedua yang coba diangkat oleh Presiden ialah  mengenai kebijakan di sektor otomotif yang diberlakukan Vietnam.  Kebijakan itu mengatur standar dan persyaratan kendaraan yang diimpor ke  negara tersebut.
5. Perkuat Investasi di Bangladesh, dari Gerbong Kereta hingga Illegal Fishing
 
Indonesia dan Bangladesh sepakat untuk terus memperkokoh kerjasama  ekonomi dan menciptakan peluang kerja sama baru. Presiden Joko Widodo  menyampaikan hal tersebut saat melakukan pertemuan bilateral dengan  Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina di Kantor Perdana Menteri  Bangladesh, Dhaka,Minggu 28 Januari 2018.
&amp;ldquo;Saya gembira dalam beberapa waktu terakhir ini, hubungan  Indonesia-Bangladesh semakin intensif termasuk peningkatan kerja sama di  bidang ekonomi,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi dalam keterangan tertulis.
Di bidang ekonomi, beberapa perkembangan positif terjadi pada kerja  sama antar kedua negara. Salah satunya adalah nilai perdagangan pada  tahun 2017 yang menunjukkan peningkatan sebesar 25,96% atau senilai  USD1,53 miliar.Di bidang energi, Presiden Jokowi juga menyambut baik kerja sama di   bidang energi kedua negara yang disepakati pada September 2017 di   Jakarta. Sebagai tindak lanjut, Presiden menyambut baik penandatanganan   LoI mengenai supply LNG dari Pertamina ke Petrobangla. Diharapkan   pengiriman LNG sudah dapat dilakukan pada tahun ini.
Sementara itu di bidang konektivitas, Presiden menyampaikan   apresiasinya terhadap Bangladesh yang telah mempercaya PT INKA untuk   mendukung dalam pengembangan konektivitas Bangladesh. Sudah 400 gerbong   yang dipatok PT INKA ke Bangladesh.
Di bidang Kelautan dan Perikanan, Presiden juga menyambut gembira   penandatanganan komunike bersama terkait pemberantasan IUU (Illegal,   Unreported, and Unregistered) Fishing.
Seusai pertemuan, telah ditandatangani lima bidang kerjasama, yaitu:
- MoU on Foreign Office Consultation;
- Joint Communique on the cooperation to Combat IUU Fishing;
- Joint Ministerial Statement on the Launching of the Negotiations for Indonesia-Bangladesh Prefential Trade Agreement;
- MoU antara Bangladesh Power Development Board (BPDB) dan PT Pertamina mengenai Project Integrated Power; dan
- LoI mengenai kesepakatan supply LNG dari Pertamina ke Petrobangla.
6. Presiden Jokowi Sebut Kerjasama Maritim Bangun Kawasan Indo-Pasifik
 
Presiden Joko Widodo menyatakan kerja sama memperkuat bidang  maritim  penting dilakukan untuk membangun arsitektur kawasan Samudra   India-Samudera Pasifik (Indo-Pasifik).
Menurut Presiden, India dan ASEAN dalam memajukan kerjasama maritim   dapat memanfaatkan forum-forum kemaritiman seperti Indian Ocean Rim   Association (IORA).
Sementara itu Menlu menjelaskan terdapat juga kerja sama cetak biru   Konektivitas ASEAN hingga tahun 2025, dan mekanisme keamanan serta   keselamatan jalur maritim melalui penggunaan saluran hotline yang   diusulkan oleh Indonesia.
Menurut Menlu, untuk memperluas peningkatan kerja sama di bidang   kemaritiman, Indonesia mendorong untuk menyambungkan dengan negara mitra   ASEAN termasuk India.
Presiden, jelas Menlu, menyampaikan ASEAN yang sudah berumur 50 tahun   berhasil membangun ekosistem kawasan yang damai dan stabil.
Kemudian dialog ASEAN-India yang sudah mencapai umur 25 tahun juga   diharapkan Presiden mampu mengembangkan stabilitas dan perdamaian tidak   hanya di Asia Tenggara, tetapi juga kawasan yang lebih luas, yaitu   Samudra India dan Pasifik atau Indo-Pasifik.
7. Jokowi Singgung Kenaikan Tarif Bea Minyak Nabati di India
 
Pemerintah Indonesia dan India telah membahas peningkatan  kerja sama  ekonomi dalam pertemuan bilateral Presiden Joko Widodo  dengan Perdana  Menteri India Narendra Modi.
&quot;Oleh karena itu, upaya meningkatkan perdagangan harus terus   dilakukan termasuk menghilangkan hambatan perdagangan,&quot; kata Presiden   Jokowi dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri di Hotel Taj   Diplomatic Enclave, New Delhi, India, pada Kamis malam (25/1/2018).
Pertemuan bilateral itu dilakukan Presiden sesudah sesi pleno KTT Peringatan ASEAN-India 2018.
Presiden menyampaikan upaya peningkatan kerja sama ekonomi penting   dilakukan karena perdagangan kedua negara mulai tumbuh sejak 2017.
Kendati demikian, potensi nilai perdagangan bilateral masih sangat   besar untuk dikembangkan. Hal lain yang disampaikan Presiden Jokowi   adalah kenaikan tarif bea masuk yang cukup tinggi terhadap minyak nabati   ke India.
Kenaikan tarif minyak nabati dapat berdampak terhadap ekspor minyak sawit Indonesia.
&quot;Jika ekspor sawit Indonesia berkurang, saya yakin akan berpengaruh   juga pada pemenuhan kebutuhan pasar India yang semakin meningkat,&quot;   demikian Presiden menurut keterangan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan   Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.
Oleh karena itu, Presiden sangat mengharapkan pemerintah India dapat   mempertimbangkan kembali kebijakan penaikan tarif terhadap minyak   nabati.</content:encoded></item></channel></rss>
