<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   ITS Kembangkan Kapal Listrik untuk Nelayan Indonesia   </title><description>Pengembangan kapal listrik akan sangat potensial mengingat listrik di Indonesia saat ini tengah berlebih.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/29/320/1851543/its-kembangkan-kapal-listrik-untuk-nelayan-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/01/29/320/1851543/its-kembangkan-kapal-listrik-untuk-nelayan-indonesia"/><item><title>   ITS Kembangkan Kapal Listrik untuk Nelayan Indonesia   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/29/320/1851543/its-kembangkan-kapal-listrik-untuk-nelayan-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/01/29/320/1851543/its-kembangkan-kapal-listrik-untuk-nelayan-indonesia</guid><pubDate>Senin 29 Januari 2018 10:36 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/29/320/1851543/its-kembangkan-kapal-listrik-untuk-nelayan-indonesia-6RVbyIWVV5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Kapal. (Foto: ANT)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/29/320/1851543/its-kembangkan-kapal-listrik-untuk-nelayan-indonesia-6RVbyIWVV5.jpg</image><title>Ilustrasi Kapal. (Foto: ANT)</title></images><description>SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengembangkan kapal listrik untuk nelayan di kawasan Sumatera, sebagai tindak lanjut penandatanganan kesepakatan dengan PT PLN (Persero) Regional Sumatera.

Kepala Badan Pengembangan dan Pengelola Usaha (BPPU) ITS Dr I Ketut Gunarta di Surabaya, Senin mengatakan pengembangan kapal listrik itu memang sesuai dengan kompetensi ITS di bidang maritim.

&quot;Sudah ada pengembangan mobil dan sepeda motor listrik. Justru potensial dikembangkan dan hambatannya sedikit seperti yang disampaikan Direktur PLN adalah kapal atau saya menyebutnya perahu listrik yang tidak hanya untuk pariwisata tapi untuk monitor banyak hal,&quot; kata Ketut.
Baca Juga:&amp;nbsp;Polemik Pengadilan Perikanan Daerah dalam Pemberantasan Ilegal Fishing

Pengembangan kapal listrik, kata dia, akan sangat potensial mengingat listrik di Indonesia saat ini tengah berlebih. Sementara secara ekonomis, pengembangan kendaraan di bidang kemaritiman ini sangat potensial terutama untuk nelayan.

&quot;ITS jagonya di sini, kita akan mengembangkan lebih intens dengan bantuan PLN. Kapal itu bisa untuk pariwisata, kemudian nelayan bisa. Butuh rantai pasok yang lebih kuat lagi agar bisa berlayar sampai ke tengah lewat dari Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE),&quot; ujarnya.

Untuk dapat mewujudkan hal itu, membutuhkan kontribusi dari berbagai ilmu yang ada di ITS. Ketut optimis semuanya akan berjalan karena ITS punya jurusan yang mendukung seperti Sistem Perkapalan atau Kelautan dan juga Tenik Elektro untuk pengembangan bisnisnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Dengan Konverter Kit, Nelayan Bisa Hemat biaya Bahan Bakar hingga 50%

Selain itu, ITS kerja sama di bidang lain seperti tenologi pembangkit yang non-fosil. Ketut menjelaskan, pihaknya sudah mengembangkan tentang hal itu terutama yang bersumber dari angin, tenaga surya dan biomas.

Sebelumnya ITS menandatangani 36 kesepakatan kerja sama dengan PT PLN (Persero) Regional Sumatera dan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) Senin (22/1) untuk menindaklanjuti nota kesepahamaan (MoU) yang sebelumnya dijalin.</description><content:encoded>SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengembangkan kapal listrik untuk nelayan di kawasan Sumatera, sebagai tindak lanjut penandatanganan kesepakatan dengan PT PLN (Persero) Regional Sumatera.

Kepala Badan Pengembangan dan Pengelola Usaha (BPPU) ITS Dr I Ketut Gunarta di Surabaya, Senin mengatakan pengembangan kapal listrik itu memang sesuai dengan kompetensi ITS di bidang maritim.

&quot;Sudah ada pengembangan mobil dan sepeda motor listrik. Justru potensial dikembangkan dan hambatannya sedikit seperti yang disampaikan Direktur PLN adalah kapal atau saya menyebutnya perahu listrik yang tidak hanya untuk pariwisata tapi untuk monitor banyak hal,&quot; kata Ketut.
Baca Juga:&amp;nbsp;Polemik Pengadilan Perikanan Daerah dalam Pemberantasan Ilegal Fishing

Pengembangan kapal listrik, kata dia, akan sangat potensial mengingat listrik di Indonesia saat ini tengah berlebih. Sementara secara ekonomis, pengembangan kendaraan di bidang kemaritiman ini sangat potensial terutama untuk nelayan.

&quot;ITS jagonya di sini, kita akan mengembangkan lebih intens dengan bantuan PLN. Kapal itu bisa untuk pariwisata, kemudian nelayan bisa. Butuh rantai pasok yang lebih kuat lagi agar bisa berlayar sampai ke tengah lewat dari Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE),&quot; ujarnya.

Untuk dapat mewujudkan hal itu, membutuhkan kontribusi dari berbagai ilmu yang ada di ITS. Ketut optimis semuanya akan berjalan karena ITS punya jurusan yang mendukung seperti Sistem Perkapalan atau Kelautan dan juga Tenik Elektro untuk pengembangan bisnisnya.
Baca juga:&amp;nbsp;Dengan Konverter Kit, Nelayan Bisa Hemat biaya Bahan Bakar hingga 50%

Selain itu, ITS kerja sama di bidang lain seperti tenologi pembangkit yang non-fosil. Ketut menjelaskan, pihaknya sudah mengembangkan tentang hal itu terutama yang bersumber dari angin, tenaga surya dan biomas.

Sebelumnya ITS menandatangani 36 kesepakatan kerja sama dengan PT PLN (Persero) Regional Sumatera dan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) Senin (22/1) untuk menindaklanjuti nota kesepahamaan (MoU) yang sebelumnya dijalin.</content:encoded></item></channel></rss>
