<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Industri Perawatan Pesawat Cuma Tumbuh 9% sejak 5 Tahun Terakhir</title><description>Pertumbuhan airlines (maskapai penerbangan) Indonesia saat ini semakin baik dan besar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/30/320/1852149/industri-perawatan-pesawat-cuma-tumbuh-9-sejak-5-tahun-terakhir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/01/30/320/1852149/industri-perawatan-pesawat-cuma-tumbuh-9-sejak-5-tahun-terakhir"/><item><title>Industri Perawatan Pesawat Cuma Tumbuh 9% sejak 5 Tahun Terakhir</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/30/320/1852149/industri-perawatan-pesawat-cuma-tumbuh-9-sejak-5-tahun-terakhir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/01/30/320/1852149/industri-perawatan-pesawat-cuma-tumbuh-9-sejak-5-tahun-terakhir</guid><pubDate>Selasa 30 Januari 2018 14:27 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/30/320/1852149/industri-perawatan-pesawat-cuma-tumbuh-9-sejak-5-tahun-terakhir-VVFfEGzf8A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Lidya/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/30/320/1852149/industri-perawatan-pesawat-cuma-tumbuh-9-sejak-5-tahun-terakhir-VVFfEGzf8A.jpg</image><title>(Foto: Lidya/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan airlines (maskapai penerbangan) Indonesia saat ini semakin baik dan besar. Pertumbuhan ini juga menunjukkan bahwa Indonesia adalah aset yang merupakan bagian dari Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) yang berperan dalam pertumbuhan ekonomi dunia saat ini.

Direktur Jenderal (Dirjen) Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, beberapa waktu lalu telah mengikuti acara ekonomi forum dan dalam acara tersebut, perwakilan-perwakilan negara yang hadir sepakat bahwa pertumbuhan ekonomi dunia di dorong oleh China dan APEC.

&quot;Sehingga kita harus sadari bahwa industri airlines ini akan tumbuh sangat besar dan itu butuh dukungan dari sisi regulasi dukungan dari sisi teknologi. Jangan sampai pertumbuhan yang pesat ini menimbulkan semacam kesalahpahaman,&quot; ungkapnya di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (30/1/2018).
&amp;nbsp;Baca juga: Rute Penerbangan Perintis dari Timika Bakal Ditambah
Menurutnya, pertumbuhan ini menunjukkan pemerintah hanya telah berusaha dan berhasil mengatasi dari sisi jasa. Namun bukan hanya itu yang diperlukan, karena masih banyak faktor lainnya seperti perawatan alat transportasi udara yang juga perlu di atasi.

Dia melihat banyak manfaat yang bisa didapatkan dari pertumbuhan penumpang ini. Karena bisa memberikan keuntungan untuk bisnis perawatannya juga yang bisa memberikan lapangan kerja baru.

&quot;Pertumbuhan dari penumpang ini harus kita manfaatkan untuk pertumbuhan dari bisnis ini supaya memberikan lapangan kerja untuk anak-anak kita,&quot; jelasnya.

Putu menjabarkan, dari data Kemenperin, sejak 5 tahun terakhir untuk perawatan pesawat di Indonesia mengalami pertumbuhan yang termasuk tinggi yakni mencapai 9%.

&quot;Perawatan pesawat itu bisnis yang luar biasa. Jangan sampai pertumbuhan yang tinggi itu kita tidak manfaatkan, kita terlena orangnya kurang, tempatnya kurang regulasi juga tidak memenuhi,&quot; papar dia.
Baca juga: Kawasan Industri Terpadu untuk Perawatan Pesawat di Indonesia Mendesak Direalisasikan
Sementara itu, dia menjelaskan saat ini sektor industri perawatan pesawat sudah banyak tapi belum menjadi kawasan industri terpadu, sehingg dia mengharapkan dapat difokuskan. Karena saat ini yang dikenal hanya beberapa seperti GMF yang merupakan punya Garuda Indonesia.

&quot;Ini harus pikirkan sama-sama, harus ada kawasan industri yang memang spesifikasinya, kualisifasinya untuk industri DI, sehingga segala fasilitas itu bisa ada di sana,&quot; tukasnya.
Sebelumnya, Indonesia sangat membutuhkan suatu kawasan industri yang fokus untuk memproduksi bagian dari transportasi udara.&quot;Industri yang berkaitan dengan transportasi udara ini mempunyai peran yang sangat luas, di samping industri ini adalah capital intensif, sehingga industri ini menjadi prioritas untuk dikembangkan mengingat Indonesia negara kepulauan,&quot; ungkap Putu di Hotel Sultan.Menurutnya, saat ini belum ada kawasan terpadu yang khusus untuk perawatan alat transportasi udara. Oleh karenanya dia ingin nantinya Indonesia memiliki hal tersebut agar dunia bisa melihat bahwa Indonesia sebagai negara besar bisa merawat alat transportasi udaranya dengan baik.&quot;Kita harus mandiri di bidang industri alat transportasi udara tapi jangan lupa kita harus mandiri dari SDM-nya jangan sampai kita seperti negara-negara kecil yang resources -nya terbatas. Kita negara besar yang reources nya melimpah dan kita sadari itu. Bagaimana kita membangun, sama-sama tentunya kita membutuhkan kebersamaan,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan airlines (maskapai penerbangan) Indonesia saat ini semakin baik dan besar. Pertumbuhan ini juga menunjukkan bahwa Indonesia adalah aset yang merupakan bagian dari Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) yang berperan dalam pertumbuhan ekonomi dunia saat ini.

Direktur Jenderal (Dirjen) Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, beberapa waktu lalu telah mengikuti acara ekonomi forum dan dalam acara tersebut, perwakilan-perwakilan negara yang hadir sepakat bahwa pertumbuhan ekonomi dunia di dorong oleh China dan APEC.

&quot;Sehingga kita harus sadari bahwa industri airlines ini akan tumbuh sangat besar dan itu butuh dukungan dari sisi regulasi dukungan dari sisi teknologi. Jangan sampai pertumbuhan yang pesat ini menimbulkan semacam kesalahpahaman,&quot; ungkapnya di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (30/1/2018).
&amp;nbsp;Baca juga: Rute Penerbangan Perintis dari Timika Bakal Ditambah
Menurutnya, pertumbuhan ini menunjukkan pemerintah hanya telah berusaha dan berhasil mengatasi dari sisi jasa. Namun bukan hanya itu yang diperlukan, karena masih banyak faktor lainnya seperti perawatan alat transportasi udara yang juga perlu di atasi.

Dia melihat banyak manfaat yang bisa didapatkan dari pertumbuhan penumpang ini. Karena bisa memberikan keuntungan untuk bisnis perawatannya juga yang bisa memberikan lapangan kerja baru.

&quot;Pertumbuhan dari penumpang ini harus kita manfaatkan untuk pertumbuhan dari bisnis ini supaya memberikan lapangan kerja untuk anak-anak kita,&quot; jelasnya.

Putu menjabarkan, dari data Kemenperin, sejak 5 tahun terakhir untuk perawatan pesawat di Indonesia mengalami pertumbuhan yang termasuk tinggi yakni mencapai 9%.

&quot;Perawatan pesawat itu bisnis yang luar biasa. Jangan sampai pertumbuhan yang tinggi itu kita tidak manfaatkan, kita terlena orangnya kurang, tempatnya kurang regulasi juga tidak memenuhi,&quot; papar dia.
Baca juga: Kawasan Industri Terpadu untuk Perawatan Pesawat di Indonesia Mendesak Direalisasikan
Sementara itu, dia menjelaskan saat ini sektor industri perawatan pesawat sudah banyak tapi belum menjadi kawasan industri terpadu, sehingg dia mengharapkan dapat difokuskan. Karena saat ini yang dikenal hanya beberapa seperti GMF yang merupakan punya Garuda Indonesia.

&quot;Ini harus pikirkan sama-sama, harus ada kawasan industri yang memang spesifikasinya, kualisifasinya untuk industri DI, sehingga segala fasilitas itu bisa ada di sana,&quot; tukasnya.
Sebelumnya, Indonesia sangat membutuhkan suatu kawasan industri yang fokus untuk memproduksi bagian dari transportasi udara.&quot;Industri yang berkaitan dengan transportasi udara ini mempunyai peran yang sangat luas, di samping industri ini adalah capital intensif, sehingga industri ini menjadi prioritas untuk dikembangkan mengingat Indonesia negara kepulauan,&quot; ungkap Putu di Hotel Sultan.Menurutnya, saat ini belum ada kawasan terpadu yang khusus untuk perawatan alat transportasi udara. Oleh karenanya dia ingin nantinya Indonesia memiliki hal tersebut agar dunia bisa melihat bahwa Indonesia sebagai negara besar bisa merawat alat transportasi udaranya dengan baik.&quot;Kita harus mandiri di bidang industri alat transportasi udara tapi jangan lupa kita harus mandiri dari SDM-nya jangan sampai kita seperti negara-negara kecil yang resources -nya terbatas. Kita negara besar yang reources nya melimpah dan kita sadari itu. Bagaimana kita membangun, sama-sama tentunya kita membutuhkan kebersamaan,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
