<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pentingnya Taman Kota untuk Menjaga Keseimbangan Hidup</title><description>Taman kota bisa menjadi sarana edukasi warga, berkumpul, olahraga, hingga ajang swafoto.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/30/470/1852161/pentingnya-taman-kota-untuk-menjaga-keseimbangan-hidup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/01/30/470/1852161/pentingnya-taman-kota-untuk-menjaga-keseimbangan-hidup"/><item><title>Pentingnya Taman Kota untuk Menjaga Keseimbangan Hidup</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/30/470/1852161/pentingnya-taman-kota-untuk-menjaga-keseimbangan-hidup</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/01/30/470/1852161/pentingnya-taman-kota-untuk-menjaga-keseimbangan-hidup</guid><pubDate>Selasa 30 Januari 2018 14:47 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/30/470/1852161/pentingnya-taman-kota-untuk-menjaga-keseimbangan-hidup-PT9JT3bjwa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Koran SINDO</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/30/470/1852161/pentingnya-taman-kota-untuk-menjaga-keseimbangan-hidup-PT9JT3bjwa.jpg</image><title>Foto: Koran SINDO</title></images><description>DEPOK &amp;ndash; Keberadaan taman dirasakan sangat besar manfaatnya bagi warga Kota Depok. Taman kota bisa menjadi sarana edukasi warga, berkumpul, olahraga, hingga ajang swafoto.
Alhasil, taman kota adalah tempat menjaga keseimbangan hidup warga kota yang keseharian disibukkan dengan seabrek aktivitas melelahkan. Saat sore, misalnya, banyak warga yang membawa anak-anak bermain atau ketika akhir pekan dan liburan banyak warga yang memanfaatkan taman sebagai sarana wisata.
Tidak hanya warga Depok yang menikmati sarana umum ini, ada juga warga Jakarta yang datang dan bermain di taman yang ada di Depok. Misalnya, warga dari Srengseng Sawah yang biasanya berdatangan ke Lembah Gurame. Kendati berbeda wilayah administrasi, warga Srengseng Sawah juga kerap menikmati fasilitas yang disediakan Pemkot Depok ini.  &amp;ldquo;Rumah saya memang Jakarta, tapi sebenarnya letaknya sangat dekat ke Depok sehingga lebih sering bermain ke Lembah Gurame ini. Banyak mainan untuk anak dan bisa sambil belajar juga,&amp;rdquo; kata Sandra, salah seorang warga.
Baca Juga: Taman-Taman Kota Terindah di Dunia
Alasan lainnya, kata dia, teman-teman anaknya juga lebih banyak ada di Depok, khususnya sekitaran Lembah Gurame. Jadi, menurutnya, datang ke taman di sini menjadi lebih seru suasananya. &amp;ldquo;Ramean biasanya ke sini janjian sama teman-teman anak saya. Mereka kumpul, saya juga bisa olahraga,&amp;rdquo; ujarnya.   Puput, warga Cinere, menuturkan hal serupa. Dia biasa datang ke sini saat akhir pekan dengan keponakannya. Menurutnya, di Lembah Gurame ini bisa menjadi ruang ekspresi warga yang telah lelah dengan rutinitas kerja. &amp;ldquo;Melepas lelah nggak harus ke mal. Di sini jauh lebih enak, nikmatin udara segar, dan bisa interaksi dengan sesama tanpa harus mengeluarkan uang untuk masuk ke taman,&amp;rdquo; katanya.   Keberadaan taman, menurutnya, sangat membantu warga yang ingin rekreasi, namun terkendala materi. Di taman, warga tidak perlu membayar tiket masuk. Hanya, dia mengimbau agar warga yang datang lebih tertib dan menjaga kebersihan.
Baca Juga: Rusun dan Stadion BMW Segera Dibangun, Pengembang Properti Siap Diajak Kerjasama
&amp;ldquo;Sayang kan sudah bagus tapi nggak dirawat. Bukan cuma tugas petugas, tapi kewajiban kita sebagai pengunjung juga untuk menjaganya,&amp;rdquo; paparnya. Pembangunan taman di Kota Depok dibangun oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok. Bahkan, pembangunan taman akan dibuat sampai ke tingkat RW. Dengan harapan bahwa warga bisa mendapatkan ruang berekspresi yang positif.   &amp;ldquo;Dampaknya besar sekali untuk warga. Dengan adanya taman jadinya warga bisa memiliki tempat untuk bermain atau menjadi tempat rekreasi warga sekitar,&amp;rdquo; tuturnya. Taman di tingkat RW disambut baik oleh warga dan pengurus lingkungan.Seperti diungkapkan Lurah Depok Jaya Mahindra yang menuturkan, pengadaan  sarana taman di wilayah RW memang diadakan. Hal ini untuk mendukung  Kota Depok dalam penghijauan. Bukan hanya itu, keberadaan taman menjadi  cara warga dalam menjalin kerja sama untuk menjaga lingkungan tetap asri  dan nyaman.   &amp;ldquo;Keberadaan taman sebagai ruang terbuka hijau di  lingkungan RW bisa memberikan kenyamanan sekaligus sebagai tempat  bermain untuk anak-anak. Karenanya, fasum yang diberikan ini harus  dijaga dengan baik,&amp;rdquo; ucapnya.
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi DLHK Kota Depok Diana  Puspita Sari mengatakan, dekorasi taman yang ada di Kota Depok mengikuti  perkembangan zaman. Diana mengatakan, kini keberadaan taman tidak hanya  dijadikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). Lebih jauh fungsi taman  akan menjadi tempat edukasi dan konservasi.
Baca Juga: Bangun Stadion BMW, Pemprov DKI Lengkapi dengan Rusun
&amp;ldquo;Setiap tahun,  taman yang ada di Kota Depok rutin dihias dengan berbagai macam  dekorasi. Nah, untuk dekorasi sendiri kita mengikuti perkembangan zaman.  Saat ini taman bukan sekadar untuk pemenuhan RTH, tapi juga harus ada  fungsi edukasi dan konservasi.
Karena itu, kami kerap meletakkan mading untuk informasi, kami juga  sediakan ornamen sayap kupu-kupu untuk mereka yang ingin selfie . Kami  juga sediakan lahan agar warga dapat bercocok tanam,&amp;rdquo; katanya.   Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga kerap memberikan identitas taman  dengan menggunakan giant latters seperti di Taman Merdeka, Kecamatan  Sukmajaya, Taman Kelurahan Tapos, Taman Lembah Gurame, Kecamatan  Pancoran Mas, Taman Jatijajar, Kecamatan Tapos, dan lain sebagainya.
&amp;ldquo;Kami mendekor gabion pot yang juga berfungsi sebagai tempat duduk,  karena memang trennya saat ini seperti itu. Jadi, akan terus kami update  sesuai perkembangan zaman,&amp;rdquo; paparnya.   Jumlah taman yang ada  di Depok saat ini sekitar 100 taman, ada juga yang telah dilengkapi  dengan Closed Circuit Television (CCTV). Ini dilakukan untuk mencegah  tindakan yang tidak diinginkan di area taman.
&amp;ldquo;Bisa memantau aktivitas warga dan memastikan keamanan di taman, kami  pasang CCTV. Nantinya, koneksi dari CCTV ini bisa langsung dipantau di  smartphone saya. Jadi, kita tahu situasi dan kondisi di taman seperti  apa. Secara bertahap, semua taman kota akan dipasangi CCTV,&amp;rdquo; ucapnya.   (Ratna Purnama)</description><content:encoded>DEPOK &amp;ndash; Keberadaan taman dirasakan sangat besar manfaatnya bagi warga Kota Depok. Taman kota bisa menjadi sarana edukasi warga, berkumpul, olahraga, hingga ajang swafoto.
Alhasil, taman kota adalah tempat menjaga keseimbangan hidup warga kota yang keseharian disibukkan dengan seabrek aktivitas melelahkan. Saat sore, misalnya, banyak warga yang membawa anak-anak bermain atau ketika akhir pekan dan liburan banyak warga yang memanfaatkan taman sebagai sarana wisata.
Tidak hanya warga Depok yang menikmati sarana umum ini, ada juga warga Jakarta yang datang dan bermain di taman yang ada di Depok. Misalnya, warga dari Srengseng Sawah yang biasanya berdatangan ke Lembah Gurame. Kendati berbeda wilayah administrasi, warga Srengseng Sawah juga kerap menikmati fasilitas yang disediakan Pemkot Depok ini.  &amp;ldquo;Rumah saya memang Jakarta, tapi sebenarnya letaknya sangat dekat ke Depok sehingga lebih sering bermain ke Lembah Gurame ini. Banyak mainan untuk anak dan bisa sambil belajar juga,&amp;rdquo; kata Sandra, salah seorang warga.
Baca Juga: Taman-Taman Kota Terindah di Dunia
Alasan lainnya, kata dia, teman-teman anaknya juga lebih banyak ada di Depok, khususnya sekitaran Lembah Gurame. Jadi, menurutnya, datang ke taman di sini menjadi lebih seru suasananya. &amp;ldquo;Ramean biasanya ke sini janjian sama teman-teman anak saya. Mereka kumpul, saya juga bisa olahraga,&amp;rdquo; ujarnya.   Puput, warga Cinere, menuturkan hal serupa. Dia biasa datang ke sini saat akhir pekan dengan keponakannya. Menurutnya, di Lembah Gurame ini bisa menjadi ruang ekspresi warga yang telah lelah dengan rutinitas kerja. &amp;ldquo;Melepas lelah nggak harus ke mal. Di sini jauh lebih enak, nikmatin udara segar, dan bisa interaksi dengan sesama tanpa harus mengeluarkan uang untuk masuk ke taman,&amp;rdquo; katanya.   Keberadaan taman, menurutnya, sangat membantu warga yang ingin rekreasi, namun terkendala materi. Di taman, warga tidak perlu membayar tiket masuk. Hanya, dia mengimbau agar warga yang datang lebih tertib dan menjaga kebersihan.
Baca Juga: Rusun dan Stadion BMW Segera Dibangun, Pengembang Properti Siap Diajak Kerjasama
&amp;ldquo;Sayang kan sudah bagus tapi nggak dirawat. Bukan cuma tugas petugas, tapi kewajiban kita sebagai pengunjung juga untuk menjaganya,&amp;rdquo; paparnya. Pembangunan taman di Kota Depok dibangun oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok. Bahkan, pembangunan taman akan dibuat sampai ke tingkat RW. Dengan harapan bahwa warga bisa mendapatkan ruang berekspresi yang positif.   &amp;ldquo;Dampaknya besar sekali untuk warga. Dengan adanya taman jadinya warga bisa memiliki tempat untuk bermain atau menjadi tempat rekreasi warga sekitar,&amp;rdquo; tuturnya. Taman di tingkat RW disambut baik oleh warga dan pengurus lingkungan.Seperti diungkapkan Lurah Depok Jaya Mahindra yang menuturkan, pengadaan  sarana taman di wilayah RW memang diadakan. Hal ini untuk mendukung  Kota Depok dalam penghijauan. Bukan hanya itu, keberadaan taman menjadi  cara warga dalam menjalin kerja sama untuk menjaga lingkungan tetap asri  dan nyaman.   &amp;ldquo;Keberadaan taman sebagai ruang terbuka hijau di  lingkungan RW bisa memberikan kenyamanan sekaligus sebagai tempat  bermain untuk anak-anak. Karenanya, fasum yang diberikan ini harus  dijaga dengan baik,&amp;rdquo; ucapnya.
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi DLHK Kota Depok Diana  Puspita Sari mengatakan, dekorasi taman yang ada di Kota Depok mengikuti  perkembangan zaman. Diana mengatakan, kini keberadaan taman tidak hanya  dijadikan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). Lebih jauh fungsi taman  akan menjadi tempat edukasi dan konservasi.
Baca Juga: Bangun Stadion BMW, Pemprov DKI Lengkapi dengan Rusun
&amp;ldquo;Setiap tahun,  taman yang ada di Kota Depok rutin dihias dengan berbagai macam  dekorasi. Nah, untuk dekorasi sendiri kita mengikuti perkembangan zaman.  Saat ini taman bukan sekadar untuk pemenuhan RTH, tapi juga harus ada  fungsi edukasi dan konservasi.
Karena itu, kami kerap meletakkan mading untuk informasi, kami juga  sediakan ornamen sayap kupu-kupu untuk mereka yang ingin selfie . Kami  juga sediakan lahan agar warga dapat bercocok tanam,&amp;rdquo; katanya.   Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga kerap memberikan identitas taman  dengan menggunakan giant latters seperti di Taman Merdeka, Kecamatan  Sukmajaya, Taman Kelurahan Tapos, Taman Lembah Gurame, Kecamatan  Pancoran Mas, Taman Jatijajar, Kecamatan Tapos, dan lain sebagainya.
&amp;ldquo;Kami mendekor gabion pot yang juga berfungsi sebagai tempat duduk,  karena memang trennya saat ini seperti itu. Jadi, akan terus kami update  sesuai perkembangan zaman,&amp;rdquo; paparnya.   Jumlah taman yang ada  di Depok saat ini sekitar 100 taman, ada juga yang telah dilengkapi  dengan Closed Circuit Television (CCTV). Ini dilakukan untuk mencegah  tindakan yang tidak diinginkan di area taman.
&amp;ldquo;Bisa memantau aktivitas warga dan memastikan keamanan di taman, kami  pasang CCTV. Nantinya, koneksi dari CCTV ini bisa langsung dipantau di  smartphone saya. Jadi, kita tahu situasi dan kondisi di taman seperti  apa. Secara bertahap, semua taman kota akan dipasangi CCTV,&amp;rdquo; ucapnya.   (Ratna Purnama)</content:encoded></item></channel></rss>
