<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Sindir Kinerja Ekspor Masih Kalah, Begini Penjelasan Mendag</title><description>Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali mengadakan rapat kerja 2018  dengan tema akselerasi perdagangan di era ekonomi digital.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/31/320/1852643/jokowi-sindir-kinerja-ekspor-masih-kalah-begini-penjelasan-mendag</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/01/31/320/1852643/jokowi-sindir-kinerja-ekspor-masih-kalah-begini-penjelasan-mendag"/><item><title>Jokowi Sindir Kinerja Ekspor Masih Kalah, Begini Penjelasan Mendag</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/31/320/1852643/jokowi-sindir-kinerja-ekspor-masih-kalah-begini-penjelasan-mendag</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/01/31/320/1852643/jokowi-sindir-kinerja-ekspor-masih-kalah-begini-penjelasan-mendag</guid><pubDate>Rabu 31 Januari 2018 14:22 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/31/320/1852643/jokowi-sindir-kinerja-ekspor-masih-kalah-begini-penjelasan-mendag-ZRWnkqPl4R.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Lidya/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/31/320/1852643/jokowi-sindir-kinerja-ekspor-masih-kalah-begini-penjelasan-mendag-ZRWnkqPl4R.jpg</image><title>(Foto: Lidya/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali mengadakan rapat kerja 2018 dengan tema akselerasi perdagangan di era ekonomi digital. Hal ini dilakukan Kemendag untuk mendorong pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan pemerintah di sektor perdagangan.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyebutkan, tema kali ini diangkat untuk menentukan strategi dalam melaksanakan mandat Presiden untuk memenangkan persaingan di era ekonomi digital.

&quot;Kehadiran ekonomi digital sebagai bagian dari revolusi industri 4.0 yang saat ini menjadi fokus dan perhatian dunia karena telah membawa perubahan besar dalam pola perdagangan saat ini,&quot; ungkapnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (31/1/2018).
&amp;nbsp;Baca juga: Presiden Jokowi Sindir Mendag: Ekspor RI Kalah dari Tetangga
Menurutnya, ekonomi digital saat ini telah membuka peluang baru dalam bidang perdagangan, serta menjembatani kepentingan produsen, konsumen dan pasar tanpa dibatasi ruang dan waktu.

&quot;Untuk itu kebijakan terpadu sangat dibutuhkan agar pengembangan ekonomi digital dapat menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi nasional,&quot; jelas dia.

Acara raker ini, akan berlangsung dari 31 Januari-2 Februari 2018 di Hotel Borobudur. Adapun pembukaan dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara.

&quot;Kita sudah melalui pra raker dan kita akan lakukan rapat kerja sampai hari Jumat penutupnya,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Baca juga: 5 Tahun Ditangguhkan, Manggis Indonesia Akhirnya Tembus Pasar China
Selain itu, dalam raker ini, akan ada banyak pembicara yang berkaitan untuk memberikan masukan kepada Kemendag agar bisa meningkatkan kinerja perdagangan nasional di tahun ini.

&quot;Maka 2 hari ini kita akan menerima berbagai masukan dari narasumber yang diawali dengan bapak Menko Perekonomian, kemudian LPPI, dari KPK dan besok serangkaian Menteri-menteri akan menyampaikan masukannya dalam raker ini,&quot; ucapnya.
Baca juga: Ekspor Desember 2017 Capai USD14,79 Miliar
Selain itu, dalam raker ini, Kemendag juga akan menyelaraskan mandat  yang disampaikan Presiden yaitu pertama, menjaga ketersediaan dan  stabilitasi harga bahan pokok dan barang penting serta mengutamakan  penyerapan produksi dalam negeri. Kedua, meningkatkan ekspor dan menjaga  neraca perdagangan serta ketiga, membangun dan merevitalisasi pasar  rakyat.

&quot;Ada beberapa hal penting yang akan kita bahas dan lakukan adalah,  seperti arahan Presiden. Ekspor dari satu sisi 2017 adalah capaian  tertinggi surplus kita, tapi kalau dibandingkan negara lain kita  pertumbuhannya relatif rendah. Baik absolutenya atau persentasenya kita  rendah. Itulah sebabnya beliau tekankan untuk buka pasar-pasar baru,&quot;  tukasnya.

Sebelumnya, Presiden menyindir dan menyebut ada yang salah dengan   ekspor Indonesia yang masih kalah dengan negara tetangga di ASEAN.   Dirinya menyebut ekspor Indonesia pada 2017 mencapai USD145 miliar masih   kalah dengan Thailand yang mencapai USD231 miliar, Malaysia USD184   miliar dan Vietnam yang mencapai USD160 miliar.

&quot;Negara sebesar ini kalah dengan Thailand. Dengan resources dan SDM   yang sangat besar, kita kalah. Ini ada yang keliru dan harus ada yang   diubah,&quot; kata Presiden saat pidato pembukaan rapat kerja Kementerian   Perdagangan 2018 di Istana Negara, Jakarta.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali mengadakan rapat kerja 2018 dengan tema akselerasi perdagangan di era ekonomi digital. Hal ini dilakukan Kemendag untuk mendorong pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam merumuskan dan menjalankan kebijakan pemerintah di sektor perdagangan.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyebutkan, tema kali ini diangkat untuk menentukan strategi dalam melaksanakan mandat Presiden untuk memenangkan persaingan di era ekonomi digital.

&quot;Kehadiran ekonomi digital sebagai bagian dari revolusi industri 4.0 yang saat ini menjadi fokus dan perhatian dunia karena telah membawa perubahan besar dalam pola perdagangan saat ini,&quot; ungkapnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (31/1/2018).
&amp;nbsp;Baca juga: Presiden Jokowi Sindir Mendag: Ekspor RI Kalah dari Tetangga
Menurutnya, ekonomi digital saat ini telah membuka peluang baru dalam bidang perdagangan, serta menjembatani kepentingan produsen, konsumen dan pasar tanpa dibatasi ruang dan waktu.

&quot;Untuk itu kebijakan terpadu sangat dibutuhkan agar pengembangan ekonomi digital dapat menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi nasional,&quot; jelas dia.

Acara raker ini, akan berlangsung dari 31 Januari-2 Februari 2018 di Hotel Borobudur. Adapun pembukaan dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara.

&quot;Kita sudah melalui pra raker dan kita akan lakukan rapat kerja sampai hari Jumat penutupnya,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Baca juga: 5 Tahun Ditangguhkan, Manggis Indonesia Akhirnya Tembus Pasar China
Selain itu, dalam raker ini, akan ada banyak pembicara yang berkaitan untuk memberikan masukan kepada Kemendag agar bisa meningkatkan kinerja perdagangan nasional di tahun ini.

&quot;Maka 2 hari ini kita akan menerima berbagai masukan dari narasumber yang diawali dengan bapak Menko Perekonomian, kemudian LPPI, dari KPK dan besok serangkaian Menteri-menteri akan menyampaikan masukannya dalam raker ini,&quot; ucapnya.
Baca juga: Ekspor Desember 2017 Capai USD14,79 Miliar
Selain itu, dalam raker ini, Kemendag juga akan menyelaraskan mandat  yang disampaikan Presiden yaitu pertama, menjaga ketersediaan dan  stabilitasi harga bahan pokok dan barang penting serta mengutamakan  penyerapan produksi dalam negeri. Kedua, meningkatkan ekspor dan menjaga  neraca perdagangan serta ketiga, membangun dan merevitalisasi pasar  rakyat.

&quot;Ada beberapa hal penting yang akan kita bahas dan lakukan adalah,  seperti arahan Presiden. Ekspor dari satu sisi 2017 adalah capaian  tertinggi surplus kita, tapi kalau dibandingkan negara lain kita  pertumbuhannya relatif rendah. Baik absolutenya atau persentasenya kita  rendah. Itulah sebabnya beliau tekankan untuk buka pasar-pasar baru,&quot;  tukasnya.

Sebelumnya, Presiden menyindir dan menyebut ada yang salah dengan   ekspor Indonesia yang masih kalah dengan negara tetangga di ASEAN.   Dirinya menyebut ekspor Indonesia pada 2017 mencapai USD145 miliar masih   kalah dengan Thailand yang mencapai USD231 miliar, Malaysia USD184   miliar dan Vietnam yang mencapai USD160 miliar.

&quot;Negara sebesar ini kalah dengan Thailand. Dengan resources dan SDM   yang sangat besar, kita kalah. Ini ada yang keliru dan harus ada yang   diubah,&quot; kata Presiden saat pidato pembukaan rapat kerja Kementerian   Perdagangan 2018 di Istana Negara, Jakarta.</content:encoded></item></channel></rss>
