<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Beras Jadi Penyumbang Inflasi Tertinggi di Januari 2018</title><description>Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, angka inflasi di awal tahun ini masih disebabkan oleh kenaikan harga bahan pokok seperti beras.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/01/20/1853113/harga-beras-jadi-penyumbang-inflasi-tertinggi-di-januari-2018</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/02/01/20/1853113/harga-beras-jadi-penyumbang-inflasi-tertinggi-di-januari-2018"/><item><title>Harga Beras Jadi Penyumbang Inflasi Tertinggi di Januari 2018</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/01/20/1853113/harga-beras-jadi-penyumbang-inflasi-tertinggi-di-januari-2018</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/02/01/20/1853113/harga-beras-jadi-penyumbang-inflasi-tertinggi-di-januari-2018</guid><pubDate>Kamis 01 Februari 2018 12:02 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/01/20/1853113/harga-beras-jadi-penyumbang-inflasi-tertinggi-di-januari-2018-fzYhBqbPrx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Lidya Julita Sembiring/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/01/20/1853113/harga-beras-jadi-penyumbang-inflasi-tertinggi-di-januari-2018-fzYhBqbPrx.jpg</image><title>Foto: Lidya Julita Sembiring/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Januari 2018 sebesar 0,62%. Inflasi ini lebih rendah dari Januari 2017 lalu sebesar 0,97%.
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, angka inflasi di awal tahun ini masih disebabkan oleh kenaikan harga bahan pokok.
&quot;Harga berbagai komoditas di Januari 2018 ada kenaikan sehingga terjadi inflasi 0,62%,&quot; ungkapnya di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (1/2/2018).
Baca Juga: Inflasi Januari 2018 0,62%, Turun Dibanding Bulan Sebelumnya
Dari pantauan BPS di 82 kota hampir seluruh komponen pengeluaran mengalami inflasi. Adapun yang tertinggi ada pada kelompok bahan makanan sebesar 2,34% dengan andil 0,48%. Bahan makanan menjadi penyumbang inflasi tertinggi disebabkan oleh kenaikan harga bahan pokok seperti beras, cabai hingga ikan segar.
&quot;Inflasi untuk bahan makanan pada Januari andilnya paling besar yaitu 0,48%. Yang memberikan andil sumbangan inflasi yaitu harga beras, itu merupakan penyumbang terbesar inflasi pada Januari 2018, di mana andilnya 0,24%. Kemudian disusul oleh daging ayam ras 0,07%, ikan segar 0,05%, cabai rawit 0,04%, dan cabai merah 0,03%, dan beberapa sayuran 0,01%. Yang sumbangan deflasi yaitu telur ayam ras dan bawang merah masing2 0,01% andilnya,&quot; jelasnya.
Baca Juga: BPS Didesak Ubah Metodologi Penghitungan Inflasi
Sedangkan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,43% dengan andil 0,08%. Dalam kelompok ini yang memberikan andil tertinggi dari komoditas rokok yang mengalami kenaikan harga.
&quot;Yang memberikan andil adalah rokok kretek filter 0,02%, sedangkan rokok kretek 0,01%, ini karena adanya PMK tentang kenaikan tarif cukai rokok mulai berlaku 1 Januari 2018. Jadi ada andil dari rokok kretek filter dan rokok kretek,&quot; kata dia.
Baca Juga: Inflasi Januari 2018 Diprediksi Tembus 0,8%, Ini Analisanya
Untuk perumahan, air, listrik gas dan bahan bakar ada inflasinya sebesar 0,23% dengan andilnya 0,06%. Yang dominan memberikan andil adalah kenaikan upah dari tukang yang bukan mandor, dan Pembantu Rumah Tangga (PRT).
Kelompok sandang inflasinya 0,5% dan andilnya 0,03%. Yang memberikan   andil dominan adalah kenaikan emas dan perhiasan di mana andilnya 0,02%.   &quot;Ini mengikuti pergerakan harga emas di pasar internasional,&quot; ucap   Kecuk.Kelompok kesehatan dan pendidikan inflasinya rendah dan sumbangannya  kecil. Sedang kan untuk kelompok transportasi, komunikasi jasa keuangan  mengalami deflasi 0,28% dengan andil 0,05%. Komoditasnya yang memberikan  andil adalah penurunan tarif angkutan udara 0,07% dan tarif kereta api.  Di komoditas ini juga ada yang menyumbang inflasi yaitu pertamax dan  pertalite.
Baca juga: BI: Inflasi Minggu Keempat Januari 0,73%
&quot;Dengan demikian, menurut komponen bahwa inflasi 0,62% itu penyebab utamanya adalah harga barang bergejolak (volatile foods) sumbangannya 0,47%, sementara administred price mengalami deflasi 0,15%,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Januari 2018 sebesar 0,62%. Inflasi ini lebih rendah dari Januari 2017 lalu sebesar 0,97%.
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, angka inflasi di awal tahun ini masih disebabkan oleh kenaikan harga bahan pokok.
&quot;Harga berbagai komoditas di Januari 2018 ada kenaikan sehingga terjadi inflasi 0,62%,&quot; ungkapnya di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (1/2/2018).
Baca Juga: Inflasi Januari 2018 0,62%, Turun Dibanding Bulan Sebelumnya
Dari pantauan BPS di 82 kota hampir seluruh komponen pengeluaran mengalami inflasi. Adapun yang tertinggi ada pada kelompok bahan makanan sebesar 2,34% dengan andil 0,48%. Bahan makanan menjadi penyumbang inflasi tertinggi disebabkan oleh kenaikan harga bahan pokok seperti beras, cabai hingga ikan segar.
&quot;Inflasi untuk bahan makanan pada Januari andilnya paling besar yaitu 0,48%. Yang memberikan andil sumbangan inflasi yaitu harga beras, itu merupakan penyumbang terbesar inflasi pada Januari 2018, di mana andilnya 0,24%. Kemudian disusul oleh daging ayam ras 0,07%, ikan segar 0,05%, cabai rawit 0,04%, dan cabai merah 0,03%, dan beberapa sayuran 0,01%. Yang sumbangan deflasi yaitu telur ayam ras dan bawang merah masing2 0,01% andilnya,&quot; jelasnya.
Baca Juga: BPS Didesak Ubah Metodologi Penghitungan Inflasi
Sedangkan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,43% dengan andil 0,08%. Dalam kelompok ini yang memberikan andil tertinggi dari komoditas rokok yang mengalami kenaikan harga.
&quot;Yang memberikan andil adalah rokok kretek filter 0,02%, sedangkan rokok kretek 0,01%, ini karena adanya PMK tentang kenaikan tarif cukai rokok mulai berlaku 1 Januari 2018. Jadi ada andil dari rokok kretek filter dan rokok kretek,&quot; kata dia.
Baca Juga: Inflasi Januari 2018 Diprediksi Tembus 0,8%, Ini Analisanya
Untuk perumahan, air, listrik gas dan bahan bakar ada inflasinya sebesar 0,23% dengan andilnya 0,06%. Yang dominan memberikan andil adalah kenaikan upah dari tukang yang bukan mandor, dan Pembantu Rumah Tangga (PRT).
Kelompok sandang inflasinya 0,5% dan andilnya 0,03%. Yang memberikan   andil dominan adalah kenaikan emas dan perhiasan di mana andilnya 0,02%.   &quot;Ini mengikuti pergerakan harga emas di pasar internasional,&quot; ucap   Kecuk.Kelompok kesehatan dan pendidikan inflasinya rendah dan sumbangannya  kecil. Sedang kan untuk kelompok transportasi, komunikasi jasa keuangan  mengalami deflasi 0,28% dengan andil 0,05%. Komoditasnya yang memberikan  andil adalah penurunan tarif angkutan udara 0,07% dan tarif kereta api.  Di komoditas ini juga ada yang menyumbang inflasi yaitu pertamax dan  pertalite.
Baca juga: BI: Inflasi Minggu Keempat Januari 0,73%
&quot;Dengan demikian, menurut komponen bahwa inflasi 0,62% itu penyebab utamanya adalah harga barang bergejolak (volatile foods) sumbangannya 0,47%, sementara administred price mengalami deflasi 0,15%,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
