<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dirut PLN Lapor ke Jokowi soal Mahalnya Harga Batu Bara</title><description>Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyampaikan mahalnya harga batu bara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/01/320/1853198/dirut-pln-lapor-ke-jokowi-soal-mahalnya-harga-batu-bara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/02/01/320/1853198/dirut-pln-lapor-ke-jokowi-soal-mahalnya-harga-batu-bara"/><item><title>Dirut PLN Lapor ke Jokowi soal Mahalnya Harga Batu Bara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/01/320/1853198/dirut-pln-lapor-ke-jokowi-soal-mahalnya-harga-batu-bara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/02/01/320/1853198/dirut-pln-lapor-ke-jokowi-soal-mahalnya-harga-batu-bara</guid><pubDate>Kamis 01 Februari 2018 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/01/320/1853198/dirut-pln-lapor-ke-jokowi-soal-mahalnya-harga-batu-bara-NXZoYOgU7x.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Koran SINDO)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/01/320/1853198/dirut-pln-lapor-ke-jokowi-soal-mahalnya-harga-batu-bara-NXZoYOgU7x.jpg</image><title>(Foto: Koran SINDO)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyampaikan mahalnya harga batu bara di dalam negeri. Saat ini harga batu bara tersebut telah mendekati USD100 per metrik ton.

Sofyan berharap Kepala Negara dapat memberikan solusi&amp;lrm; guna menurunkan harga batu bara untuk kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) menjadi USD60 per metrik ton.

&quot;&amp;lrm;Bahan baku PLN, 60% batu bara, Pak Jonan (Menteri ESDM) sudah komit untuk menurunkan harga baru bara DMO, mudah-mudahan bisa diturunkan, baik jumlah kualitas dan harga pada Februari ini (2018),&quot; ujar Sofyan di komplek Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/2/2018).
&amp;nbsp;Baca juga: Realisasi Produksi Batu Bara Tak Capai Target, Tercatat 461 Juta Ton
Dia menjelaskan, bahwa Presiden Jokowi telah mendukung dan menginginkan harga batu bara untuk pasar domestik, khususnya untuk keperluan PLN agar dapat diturunkan untuk menjaga tarif dasar listrik tidak mengalami kenaikan.

&quot;Presiden bilang batu bara inikan milik negara jadi kepentingan bangsa nomor 1, ya batu baranya harus dengan harga keekonomian yang cukup, agar tarif (listrik) bisa dipertahankan dengan baik,&quot; terangnya.

Sofyan menuturkan, pemerintah akan dapat mempertahankan tarif listrik bila harga batu bara yang terjangkau. Selain itu, perseroan juga dapat menghemat pengeluaran dan akhirnya dapat melakukan investasi untuk menambah elsktrifikasi, khususnya di wilayah Timur Indonesia.

&quot;Presiden titip untuk segera menyelesaikan desa-desa yang belum selesai dan dalam tahun ini, Papua diminta diselesaikan dengan cepat, juga NTT dan Maluku,&quot; papar Sofyan.
&amp;nbsp;Baca juga: Pabrik Gasifikasi Batu Bara Besutan PTBA Mulai Dibangun Akhir 2018
Sofyan menambahkan, &amp;lrm;telah naiknya harga batu bara yang mencapai 50% dari sebelumnya sudah berlangsung selama satu tahun ke belakang. Alahasil, keuangan PLN telah mengalami kesulitan agar tarif listrik tidak mengalami kenaikan.

&amp;lrm;&quot;Kebutuhan (batu bara) hanya 80 juta sampai 90 juta ton, produksi dalam negeri mencapai 470 juta ton, jadi tidak ganggu (produksi nasional),&quot; imbuhnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyampaikan mahalnya harga batu bara di dalam negeri. Saat ini harga batu bara tersebut telah mendekati USD100 per metrik ton.

Sofyan berharap Kepala Negara dapat memberikan solusi&amp;lrm; guna menurunkan harga batu bara untuk kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) menjadi USD60 per metrik ton.

&quot;&amp;lrm;Bahan baku PLN, 60% batu bara, Pak Jonan (Menteri ESDM) sudah komit untuk menurunkan harga baru bara DMO, mudah-mudahan bisa diturunkan, baik jumlah kualitas dan harga pada Februari ini (2018),&quot; ujar Sofyan di komplek Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/2/2018).
&amp;nbsp;Baca juga: Realisasi Produksi Batu Bara Tak Capai Target, Tercatat 461 Juta Ton
Dia menjelaskan, bahwa Presiden Jokowi telah mendukung dan menginginkan harga batu bara untuk pasar domestik, khususnya untuk keperluan PLN agar dapat diturunkan untuk menjaga tarif dasar listrik tidak mengalami kenaikan.

&quot;Presiden bilang batu bara inikan milik negara jadi kepentingan bangsa nomor 1, ya batu baranya harus dengan harga keekonomian yang cukup, agar tarif (listrik) bisa dipertahankan dengan baik,&quot; terangnya.

Sofyan menuturkan, pemerintah akan dapat mempertahankan tarif listrik bila harga batu bara yang terjangkau. Selain itu, perseroan juga dapat menghemat pengeluaran dan akhirnya dapat melakukan investasi untuk menambah elsktrifikasi, khususnya di wilayah Timur Indonesia.

&quot;Presiden titip untuk segera menyelesaikan desa-desa yang belum selesai dan dalam tahun ini, Papua diminta diselesaikan dengan cepat, juga NTT dan Maluku,&quot; papar Sofyan.
&amp;nbsp;Baca juga: Pabrik Gasifikasi Batu Bara Besutan PTBA Mulai Dibangun Akhir 2018
Sofyan menambahkan, &amp;lrm;telah naiknya harga batu bara yang mencapai 50% dari sebelumnya sudah berlangsung selama satu tahun ke belakang. Alahasil, keuangan PLN telah mengalami kesulitan agar tarif listrik tidak mengalami kenaikan.

&amp;lrm;&quot;Kebutuhan (batu bara) hanya 80 juta sampai 90 juta ton, produksi dalam negeri mencapai 470 juta ton, jadi tidak ganggu (produksi nasional),&quot; imbuhnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
