<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Amerika Latin dan Afrika Berpotensi Besar Jadi Pasar Ekspor Indonesia</title><description>Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat total nilai ekspor Indonesia mencapai USD168,73 miliar di 2017.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/01/320/1853332/amerika-latin-dan-afrika-berpotensi-besar-jadi-pasar-ekspor-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/02/01/320/1853332/amerika-latin-dan-afrika-berpotensi-besar-jadi-pasar-ekspor-indonesia"/><item><title>Amerika Latin dan Afrika Berpotensi Besar Jadi Pasar Ekspor Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/01/320/1853332/amerika-latin-dan-afrika-berpotensi-besar-jadi-pasar-ekspor-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/02/01/320/1853332/amerika-latin-dan-afrika-berpotensi-besar-jadi-pasar-ekspor-indonesia</guid><pubDate>Kamis 01 Februari 2018 16:49 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/01/320/1853332/amerika-latin-dan-afrika-berpotensi-besar-jadi-pasar-ekspor-indonesia-GlieWe9y8T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: ant)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/01/320/1853332/amerika-latin-dan-afrika-berpotensi-besar-jadi-pasar-ekspor-indonesia-GlieWe9y8T.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: ant)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat total nilai ekspor Indonesia mencapai USD168,73 miliar di 2017. Namun jumlah ini masih kalah dengan negara tetangga lainnya yang tergabung di ASEAN.

Hal ini jugalah yang membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) kurang puas sehingga dia meminta agar Indonesia bisa membuka pasar baru sebagai tempat promosi produk Indonesia.
&amp;nbsp;Baca juga: BPS: Walau Ekspor RI Naik, Jokowi Tak Happy karena Kalah dari Malaysia
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto mengatakan, agar Indonesia tidak hanya fokus pada tiga negara untuk produk ekspor. Karena saat negara tersebut mengalami masalah maka RI juga akan ikut kena dampaknya. Dia menyebutkan, masih ada banyak negara yang berpotensi untuk menjadi tujuan ekspor RI.

&quot;Sebetulnya negara-negara Amerika Latin, saya pikir  masih punya potensi besar. Juga negara-negara Afrika, tapi kemarin pak Presiden juga mengingatkan negara tetangga seperti Bangladesh seperti Pakistan, masih punya chance,&quot; ungkapnya di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (1/2/2017).
&amp;nbsp;Baca juga: Investasi dan Ekspor Indonesia Kalah, Menko Luhut: Package Kurang Bagus
Namun, Kecuk menekankan, sebelum masuk ke negara-negara tersebut, RI harus melihat apa saja yang dibutuhkan oleh penduduknya dan melihat kemampuan apakah Indonesia mampu.

&quot;Kuncinya adalah kita mampu enggak, sama kebutuhan konsumen dari negara-negara tersebut. Untuk produk apa yang kita harus kirim ke sana kan harus spesifik. Produk apa yang kompetitif,&quot; jelas dia.
&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi Kesal, Mendag Bakal Pindahkan Pusat Promosi Indonesia yang Tidak Produktif
Kecuk berharap, dengan langkah ini maka ekspor RI di 2018 bisa lebih tinggi karena harga komoditas juga saat ini sudah bagus. &quot;Kemudian negara partner kita seperti Amerika dan China prediksi pertumbuhan ekonominya masih kuat,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat total nilai ekspor Indonesia mencapai USD168,73 miliar di 2017. Namun jumlah ini masih kalah dengan negara tetangga lainnya yang tergabung di ASEAN.

Hal ini jugalah yang membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) kurang puas sehingga dia meminta agar Indonesia bisa membuka pasar baru sebagai tempat promosi produk Indonesia.
&amp;nbsp;Baca juga: BPS: Walau Ekspor RI Naik, Jokowi Tak Happy karena Kalah dari Malaysia
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto mengatakan, agar Indonesia tidak hanya fokus pada tiga negara untuk produk ekspor. Karena saat negara tersebut mengalami masalah maka RI juga akan ikut kena dampaknya. Dia menyebutkan, masih ada banyak negara yang berpotensi untuk menjadi tujuan ekspor RI.

&quot;Sebetulnya negara-negara Amerika Latin, saya pikir  masih punya potensi besar. Juga negara-negara Afrika, tapi kemarin pak Presiden juga mengingatkan negara tetangga seperti Bangladesh seperti Pakistan, masih punya chance,&quot; ungkapnya di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (1/2/2017).
&amp;nbsp;Baca juga: Investasi dan Ekspor Indonesia Kalah, Menko Luhut: Package Kurang Bagus
Namun, Kecuk menekankan, sebelum masuk ke negara-negara tersebut, RI harus melihat apa saja yang dibutuhkan oleh penduduknya dan melihat kemampuan apakah Indonesia mampu.

&quot;Kuncinya adalah kita mampu enggak, sama kebutuhan konsumen dari negara-negara tersebut. Untuk produk apa yang kita harus kirim ke sana kan harus spesifik. Produk apa yang kompetitif,&quot; jelas dia.
&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi Kesal, Mendag Bakal Pindahkan Pusat Promosi Indonesia yang Tidak Produktif
Kecuk berharap, dengan langkah ini maka ekspor RI di 2018 bisa lebih tinggi karena harga komoditas juga saat ini sudah bagus. &quot;Kemudian negara partner kita seperti Amerika dan China prediksi pertumbuhan ekonominya masih kuat,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
