<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Cerita Jokowi Tak Happy Ekspor RI Kalah di Depan Mendag</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati sore ini menghadiri rapat kerja (Raker) Kementerian Perdagangan 2018</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/01/320/1853439/sri-mulyani-cerita-jokowi-tak-happy-ekspor-ri-kalah-di-depan-mendag</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/02/01/320/1853439/sri-mulyani-cerita-jokowi-tak-happy-ekspor-ri-kalah-di-depan-mendag"/><item><title>Sri Mulyani Cerita Jokowi Tak Happy Ekspor RI Kalah di Depan Mendag</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/01/320/1853439/sri-mulyani-cerita-jokowi-tak-happy-ekspor-ri-kalah-di-depan-mendag</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/02/01/320/1853439/sri-mulyani-cerita-jokowi-tak-happy-ekspor-ri-kalah-di-depan-mendag</guid><pubDate>Kamis 01 Februari 2018 19:29 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/01/320/1853439/sri-mulyani-cerita-jokowi-tak-happy-ekspor-ri-kalah-di-depan-mendag-i9TpN1cpAK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Lidya/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/01/320/1853439/sri-mulyani-cerita-jokowi-tak-happy-ekspor-ri-kalah-di-depan-mendag-i9TpN1cpAK.jpg</image><title>(Foto: Lidya/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati sore ini menghadiri rapat kerja (Raker) Kementerian Perdagangan 2018 di Hotel Borobudur, Jakarta. Dalam sambutannya, Sri Mulyani juga sempat membahas mengenai Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak puas dengan hasil ekspor RI.
Katidakpuasan Presiden Jokowi dikarenakan total nilai ekspor selama 2017 masih kalah dari negara ASEAN lain seperti Thailand dan Malaysia.
&quot;Saya waktu kembali ke sini di pesawat sempat baca salah satu headline bahwa Presiden tidak happy dengan hasil ekspor kita,&quot; ucapnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (1/2/2018).
&amp;nbsp;Baca juga: BPS: Walau Ekspor RI Naik, Jokowi Tak Happy karena Kalah dari Malaysia
Selanjutnya, Sri Mulyani menyatakan, bahwa ekspor memang bukan hanya tanggung jawab oleh satu Kementerian saja tapi harus berkordinasi dengan Kementerian lainnya. Perkataannya ini pun membuat Menteri Perdagangan (Mendag) hingga semua peserta raker tertawa dan bertepuk tangan karena merasa senang.
&quot;Perdagangan di semprot gara-gara ekspor kurang kinerjanya tapi sebetulnya ini ditentukan oleh institusi yang lain. Kemendag akan bicara dengan (tepuk tangan peserta), itu membuat Anda sedikit happy ya, ya sudah tidak apa-apa, karena disemprot bapak Presiden kan enggak bisa bilang, 'pak kan enggak cuma saya aja gitu ya',&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Investasi dan Ekspor Indonesia Kalah, Menko Luhut: Package Kurang Bagu
Setelah memberikan pujian, Sri Mulyani kembali melanjutkan sambutannya yang juga menimbulkan tawa dari seluruh orang yang ada di ruangan.
&quot;Tapi Anda juga mungkin memang perlu harus disemprot dikit ya,&quot; imbuhnya yang disambut tawa.
&amp;nbsp;Baca juga: Ekspor Indonesia Kalah dari Malaysia dan Vietnam, Begini Upaya Menhub
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga menjelaskan, bahwa ekspor dipengaruhi oleh banyak hal dan memang dalam hal ini yang menjadi pembukanya adalah Kementerian Perdagangan. Namun siapa yang menghasilkan dan apakah bisa menghasilkan produk yang bisa berkompetisi, maka perlu kerja sama dengan institusi lain seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian dan bahkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
&quot;Jadi Menteri-Menteri ini yang bisa meningkatkan competitivenes dari masing-masing sektornya,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati sore ini menghadiri rapat kerja (Raker) Kementerian Perdagangan 2018 di Hotel Borobudur, Jakarta. Dalam sambutannya, Sri Mulyani juga sempat membahas mengenai Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak puas dengan hasil ekspor RI.
Katidakpuasan Presiden Jokowi dikarenakan total nilai ekspor selama 2017 masih kalah dari negara ASEAN lain seperti Thailand dan Malaysia.
&quot;Saya waktu kembali ke sini di pesawat sempat baca salah satu headline bahwa Presiden tidak happy dengan hasil ekspor kita,&quot; ucapnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (1/2/2018).
&amp;nbsp;Baca juga: BPS: Walau Ekspor RI Naik, Jokowi Tak Happy karena Kalah dari Malaysia
Selanjutnya, Sri Mulyani menyatakan, bahwa ekspor memang bukan hanya tanggung jawab oleh satu Kementerian saja tapi harus berkordinasi dengan Kementerian lainnya. Perkataannya ini pun membuat Menteri Perdagangan (Mendag) hingga semua peserta raker tertawa dan bertepuk tangan karena merasa senang.
&quot;Perdagangan di semprot gara-gara ekspor kurang kinerjanya tapi sebetulnya ini ditentukan oleh institusi yang lain. Kemendag akan bicara dengan (tepuk tangan peserta), itu membuat Anda sedikit happy ya, ya sudah tidak apa-apa, karena disemprot bapak Presiden kan enggak bisa bilang, 'pak kan enggak cuma saya aja gitu ya',&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Investasi dan Ekspor Indonesia Kalah, Menko Luhut: Package Kurang Bagu
Setelah memberikan pujian, Sri Mulyani kembali melanjutkan sambutannya yang juga menimbulkan tawa dari seluruh orang yang ada di ruangan.
&quot;Tapi Anda juga mungkin memang perlu harus disemprot dikit ya,&quot; imbuhnya yang disambut tawa.
&amp;nbsp;Baca juga: Ekspor Indonesia Kalah dari Malaysia dan Vietnam, Begini Upaya Menhub
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga menjelaskan, bahwa ekspor dipengaruhi oleh banyak hal dan memang dalam hal ini yang menjadi pembukanya adalah Kementerian Perdagangan. Namun siapa yang menghasilkan dan apakah bisa menghasilkan produk yang bisa berkompetisi, maka perlu kerja sama dengan institusi lain seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian dan bahkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
&quot;Jadi Menteri-Menteri ini yang bisa meningkatkan competitivenes dari masing-masing sektornya,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
