<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor RI Kalah, Ini Saran Menteri Bambang untuk Mendag</title><description>Kementerian Perdagangan (Kemendag) harus mampu  melakukan pendekatan  dengan pengusaha dalam negeri untuk meningkatkan kinerja ekspor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/01/320/1853523/ekspor-ri-kalah-ini-saran-menteri-bambang-untuk-mendag</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/02/01/320/1853523/ekspor-ri-kalah-ini-saran-menteri-bambang-untuk-mendag"/><item><title>Ekspor RI Kalah, Ini Saran Menteri Bambang untuk Mendag</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/01/320/1853523/ekspor-ri-kalah-ini-saran-menteri-bambang-untuk-mendag</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/02/01/320/1853523/ekspor-ri-kalah-ini-saran-menteri-bambang-untuk-mendag</guid><pubDate>Kamis 01 Februari 2018 22:12 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/01/320/1853523/ekspor-ri-kalah-ini-saran-menteri-bambang-untuk-mendag-M4xlNj0BSt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Menteri PPN/Kepala Bappenas: (Yohana/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/01/320/1853523/ekspor-ri-kalah-ini-saran-menteri-bambang-untuk-mendag-M4xlNj0BSt.jpg</image><title>Foto: Menteri PPN/Kepala Bappenas: (Yohana/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro menyatakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) harus mampu  melakukan pendekatan dengan pengusaha dalam negeri untuk meningkatkan kinerja ekspor. Pasalnya kata dia, saat ini, pengusaha Indonesia masih berorientasi pasar domestik.

&quot;Perlu pendekatan khusus Kemendag kepada pengusaha untuk juga punya orientasi ekspor,&quot; kata Bambang di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis, (1/2/2018).

Seperti diketahui nilai ekspor Indonesia pada 2017 mencapai USD145 miliar masih kalah dengan Thailand yang mencapai USD231 miliar, Malaysia USD184 miliar dan Vietnam yang mencapai USD160 miliar.
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Cerita Jokowi Tak Happy Ekspor RI Kalah di Depan Mendag
Lebih lanjut, dia pun mengimbau Kemendag harus memberikan dukungan penuh kepada para pengusaha sehingga dapat merubah pola pikir untuk mau berorientasi ekspor.

&quot;Jadi Kemendag harus memberikan support penuh kepada pengusaha-pengusaha supaya berani melakukan ekspor,&quot; imbuhnya.
Baca juga: Investasi dan Ekspor Indonesia Kalah, Menko Luhut: Package Kurang Bagus
Dia menjelaskan, dengan melihat potensi pasar domestik yang besar membuat pengusaha hanya berorientasi melakukan perdagangan di dalam negeri. Padahal, kata Bambang, pengusaha dapat tetap meluaskan penjualannya ke pasar global, sekalipun belum tentu laku namun dengan pasar domestik keuntungan tetap didapatkan.

&quot;Nah mindset (hanya berjualan di pasar domestik) ini harus diubah, Kemendag berperan besar untuk bisa mengubah mindset tersebut,&quot; ujar Bambang.
Baca juga: BPS: Walau Ekspor RI Naik, Jokowi Tak Happy karena Kalah dari Malaysia
Selain itu, Bambang juga menekankan barang-barang yang diekspor juga harus memiliki nilai tambah. Salah satu seperti sumber daya alam berupa buah-buahan dan produk perikanan. Dia menjelaskan produk-produk tersebut dapat diolah dan dikemas sehingga menambah nilai jual.

&quot;Yang paling penting menciptakan nilai tambah tanpa mengganggu pasar dalam negeri sendiri. Tentu dalam negeri butuh juga barang tersebut. Jadi yang paling penting adalah dalam negerinya tidak menjadi isu, tidak membuat harga naik. Tapi keluar negeri ada ekspor yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro menyatakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) harus mampu  melakukan pendekatan dengan pengusaha dalam negeri untuk meningkatkan kinerja ekspor. Pasalnya kata dia, saat ini, pengusaha Indonesia masih berorientasi pasar domestik.

&quot;Perlu pendekatan khusus Kemendag kepada pengusaha untuk juga punya orientasi ekspor,&quot; kata Bambang di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis, (1/2/2018).

Seperti diketahui nilai ekspor Indonesia pada 2017 mencapai USD145 miliar masih kalah dengan Thailand yang mencapai USD231 miliar, Malaysia USD184 miliar dan Vietnam yang mencapai USD160 miliar.
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Cerita Jokowi Tak Happy Ekspor RI Kalah di Depan Mendag
Lebih lanjut, dia pun mengimbau Kemendag harus memberikan dukungan penuh kepada para pengusaha sehingga dapat merubah pola pikir untuk mau berorientasi ekspor.

&quot;Jadi Kemendag harus memberikan support penuh kepada pengusaha-pengusaha supaya berani melakukan ekspor,&quot; imbuhnya.
Baca juga: Investasi dan Ekspor Indonesia Kalah, Menko Luhut: Package Kurang Bagus
Dia menjelaskan, dengan melihat potensi pasar domestik yang besar membuat pengusaha hanya berorientasi melakukan perdagangan di dalam negeri. Padahal, kata Bambang, pengusaha dapat tetap meluaskan penjualannya ke pasar global, sekalipun belum tentu laku namun dengan pasar domestik keuntungan tetap didapatkan.

&quot;Nah mindset (hanya berjualan di pasar domestik) ini harus diubah, Kemendag berperan besar untuk bisa mengubah mindset tersebut,&quot; ujar Bambang.
Baca juga: BPS: Walau Ekspor RI Naik, Jokowi Tak Happy karena Kalah dari Malaysia
Selain itu, Bambang juga menekankan barang-barang yang diekspor juga harus memiliki nilai tambah. Salah satu seperti sumber daya alam berupa buah-buahan dan produk perikanan. Dia menjelaskan produk-produk tersebut dapat diolah dan dikemas sehingga menambah nilai jual.

&quot;Yang paling penting menciptakan nilai tambah tanpa mengganggu pasar dalam negeri sendiri. Tentu dalam negeri butuh juga barang tersebut. Jadi yang paling penting adalah dalam negerinya tidak menjadi isu, tidak membuat harga naik. Tapi keluar negeri ada ekspor yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
