<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Darmin: Gubernur BI Baru Harus Paham Sektor Riil</title><description>Darmin Nasution berharap agar calon Gubernur BI baru nantinya harus juga mengerti sektor riil.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/02/20/1853797/menko-darmin-gubernur-bi-baru-harus-paham-sektor-riil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/02/02/20/1853797/menko-darmin-gubernur-bi-baru-harus-paham-sektor-riil"/><item><title>Menko Darmin: Gubernur BI Baru Harus Paham Sektor Riil</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/02/20/1853797/menko-darmin-gubernur-bi-baru-harus-paham-sektor-riil</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/02/02/20/1853797/menko-darmin-gubernur-bi-baru-harus-paham-sektor-riil</guid><pubDate>Jum'at 02 Februari 2018 15:21 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/02/20/1853797/menko-darmin-gubernur-bi-baru-harus-paham-sektor-riil-FAhjSwaTq7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/02/20/1853797/menko-darmin-gubernur-bi-baru-harus-paham-sektor-riil-FAhjSwaTq7.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Bank (BI) Agus Martowardojo akan segera mengakhiri masa tugasnya saat ini. Pasalnya posisinya sebagai pemimpin tertinggi di Bank Sentral Indonesia tersebut akan berakhir pada Mei 2018.
Dengan demikian, Presiden Joko (Jokowi) harus segera memberikan nama calon Gubernur BI baru kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution berharap agar calon Gubernur BI baru nantinya harus juga mengerti sektor riil
&quot;Artinya paling tidak itu orang bukan perhatian murni terbatas moneter saja, tapi punya perhatian ke sektor riil. Bukan hanya moneter fiskal tapi juga sektor riil,&quot; ungkap Menko Darmin di UI, Depok, Jumat (2/2/2018).
Selain itu, Darmin juga mengharapkan agar Gubernur BI baru bisa tanggap dengan perkembangan dunia yang terus berubah terutama melalui ekonomi digital.
&quot;Kita harus tanggap. Kombinasi orang punya semangat bikin sektor moneter lebih efisien,&quot; jelasnya.
Selain itu, dia juga ingin agar Gubernur baru nantinya juga harus bisa berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk bisa membawa Indonesia bersaing dengan negara-negara di ASEAN.
&quot;Tingkat bunga pelan-pelan didorong menyamai negara-negara ASEAN. Negara-negara ASEAN tingkat bunga lending rate 6 kurang, kita masih 10-10. Harus pelan-pelan didorong. Itu kombinasi BI dan OJK,&quot; tukas dia.

</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Bank (BI) Agus Martowardojo akan segera mengakhiri masa tugasnya saat ini. Pasalnya posisinya sebagai pemimpin tertinggi di Bank Sentral Indonesia tersebut akan berakhir pada Mei 2018.
Dengan demikian, Presiden Joko (Jokowi) harus segera memberikan nama calon Gubernur BI baru kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution berharap agar calon Gubernur BI baru nantinya harus juga mengerti sektor riil
&quot;Artinya paling tidak itu orang bukan perhatian murni terbatas moneter saja, tapi punya perhatian ke sektor riil. Bukan hanya moneter fiskal tapi juga sektor riil,&quot; ungkap Menko Darmin di UI, Depok, Jumat (2/2/2018).
Selain itu, Darmin juga mengharapkan agar Gubernur BI baru bisa tanggap dengan perkembangan dunia yang terus berubah terutama melalui ekonomi digital.
&quot;Kita harus tanggap. Kombinasi orang punya semangat bikin sektor moneter lebih efisien,&quot; jelasnya.
Selain itu, dia juga ingin agar Gubernur baru nantinya juga harus bisa berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk bisa membawa Indonesia bersaing dengan negara-negara di ASEAN.
&quot;Tingkat bunga pelan-pelan didorong menyamai negara-negara ASEAN. Negara-negara ASEAN tingkat bunga lending rate 6 kurang, kita masih 10-10. Harus pelan-pelan didorong. Itu kombinasi BI dan OJK,&quot; tukas dia.

</content:encoded></item></channel></rss>
