<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI: Inflasi Januari karena Harga Pangan Tertekan</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Januari 2018 sebesar 0,62%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/02/20/1853912/bi-inflasi-januari-karena-harga-pangan-tertekan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/02/02/20/1853912/bi-inflasi-januari-karena-harga-pangan-tertekan"/><item><title>BI: Inflasi Januari karena Harga Pangan Tertekan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/02/20/1853912/bi-inflasi-januari-karena-harga-pangan-tertekan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/02/02/20/1853912/bi-inflasi-januari-karena-harga-pangan-tertekan</guid><pubDate>Jum'at 02 Februari 2018 17:55 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/02/20/1853912/bi-inflasi-januari-karena-harga-pangan-tertekan-sqEFQrgwKB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/02/20/1853912/bi-inflasi-januari-karena-harga-pangan-tertekan-sqEFQrgwKB.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Januari 2018 sebesar 0,62%. Jumlah tersebut relatif lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada Januari 2017 lalu yang berada di kisaran 0,97%.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan inflasi pada Januari dipengaruhi oleh tingginya harga pangan yang terjadi belakangan ini.  Bagaimana tidak, pada awal tahun beberapa komoditas pangan seperti beras hingga cabai mengalami lonjakan yanga cukup tinggi.
&amp;nbsp;Baca juga: Inflasi Januari 0,62%, Menko Darmin: Gara-Gara Harga Beras
&quot;Jadi inflasinya kemaren udah keluar hasilnya ya itu di bulan Januari 0,62% jadi yoy 3,25%. 0,62% ini dibandingkan dengan 4 tahun terakhir memang lebih tinggi kalau 4 tahun terakhir rata-rata jauari itu kira-kira di 0,45% terus kita lihat bahwa tekanannya adalah ada di volatile food dan core inflation. Memang ada unsur pangan seperti beras cabe bawang daging ayam itu memberi tekanan,&quot; ujarnya saat ditemui di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (2/1/2018).

Sementara itu, dari sisi administered price justru mengalami deflasi. Sehingga meskipun ada kenaikan harga pangan tapi masih bisa terkontrol.
&amp;nbsp;Baca juga: Beras Penyumbang Inflasi Terbesar di Januari, Bagaimana dengan Februari?
&quot;Sedangkan kalau yang adminsterde price dia terjadi defisit kita lihat bahwa,&quot; ucapnya.

Lebih lanjut Agus mengatakan, secara umum dirinya masih optimis angka inflasi pada akhir tahun 2018 nanti bisa stabil dan sejalan dengan target dari Bank Indonesia. Dimana target inflasi yang dipatok oleh pemerintah yakni 3,5%.

Optimisme tersebut dikarenakan kenaikan harga pangan akan kembali turun pada bulan - bulan selanjutnya. Apalagi, dalam beberapa bulan kedepan, akan ada panen yang terjadi diberbagai daerah di Indonesia.
&amp;nbsp;Baca juga: Beras hingga Daging Ayam Sumbang Inflasi Januari, Mendag: Pasokan Kosong
&quot;Tapi secara umum kalau tadi lihat bahwa inflasi ada di 3,25% itu masih sejalan dengan target di kisaran 3,5% plus minus 1% jadi itu yang secara umum,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Januari 2018 sebesar 0,62%. Jumlah tersebut relatif lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada Januari 2017 lalu yang berada di kisaran 0,97%.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan inflasi pada Januari dipengaruhi oleh tingginya harga pangan yang terjadi belakangan ini.  Bagaimana tidak, pada awal tahun beberapa komoditas pangan seperti beras hingga cabai mengalami lonjakan yanga cukup tinggi.
&amp;nbsp;Baca juga: Inflasi Januari 0,62%, Menko Darmin: Gara-Gara Harga Beras
&quot;Jadi inflasinya kemaren udah keluar hasilnya ya itu di bulan Januari 0,62% jadi yoy 3,25%. 0,62% ini dibandingkan dengan 4 tahun terakhir memang lebih tinggi kalau 4 tahun terakhir rata-rata jauari itu kira-kira di 0,45% terus kita lihat bahwa tekanannya adalah ada di volatile food dan core inflation. Memang ada unsur pangan seperti beras cabe bawang daging ayam itu memberi tekanan,&quot; ujarnya saat ditemui di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (2/1/2018).

Sementara itu, dari sisi administered price justru mengalami deflasi. Sehingga meskipun ada kenaikan harga pangan tapi masih bisa terkontrol.
&amp;nbsp;Baca juga: Beras Penyumbang Inflasi Terbesar di Januari, Bagaimana dengan Februari?
&quot;Sedangkan kalau yang adminsterde price dia terjadi defisit kita lihat bahwa,&quot; ucapnya.

Lebih lanjut Agus mengatakan, secara umum dirinya masih optimis angka inflasi pada akhir tahun 2018 nanti bisa stabil dan sejalan dengan target dari Bank Indonesia. Dimana target inflasi yang dipatok oleh pemerintah yakni 3,5%.

Optimisme tersebut dikarenakan kenaikan harga pangan akan kembali turun pada bulan - bulan selanjutnya. Apalagi, dalam beberapa bulan kedepan, akan ada panen yang terjadi diberbagai daerah di Indonesia.
&amp;nbsp;Baca juga: Beras hingga Daging Ayam Sumbang Inflasi Januari, Mendag: Pasokan Kosong
&quot;Tapi secara umum kalau tadi lihat bahwa inflasi ada di 3,25% itu masih sejalan dengan target di kisaran 3,5% plus minus 1% jadi itu yang secara umum,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
