<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Maskapai Penerbangan Paling Delay di 2017</title><description>Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan merilis data waktu  ketepatan terbang&amp;nbsp; maskapai berjadwal nasional  Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/02/320/1853616/5-maskapai-penerbangan-paling-delay-di-2017</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/02/02/320/1853616/5-maskapai-penerbangan-paling-delay-di-2017"/><item><title>5 Maskapai Penerbangan Paling Delay di 2017</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/02/320/1853616/5-maskapai-penerbangan-paling-delay-di-2017</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/02/02/320/1853616/5-maskapai-penerbangan-paling-delay-di-2017</guid><pubDate>Jum'at 02 Februari 2018 09:18 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/02/320/1853616/5-maskapai-penerbangan-paling-delay-di-2017-DVFczMVatR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/02/320/1853616/5-maskapai-penerbangan-paling-delay-di-2017-DVFczMVatR.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan merilis data waktu ketepatan terbang (on time performance/ OTP) maskapai berjadwal nasional Indonesia. Secara rata-rata, OTP maskapai berjadwal nasional Indonesia cukup baik di tahun 2017 lalu, yaitu di atas 85%. Namun, masih ada saja maskapai yang kerap mengalami delay.
Baca Juga: Industri Perawatan Pesawat Cuma Tumbuh 9% sejak 5 Tahun Terakhir
Dari laporan Direktorat Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara&amp;nbsp; tersebut juga dicatat adanya keterlambatan penerbangan (delay) tahun 2017 yang mencapai 159.153 penerbangan atau 19,21%, serta&amp;nbsp; pembatalan (cancel) penerbangan mencapai 5.432 penerbangan atau 0,66% dari total penerbangan domestik.
Penyebab delay dan cancel pada tahun 2017 lalu masih didominasi oleh faktor non teknis operasional (terkait dengan maskapai penerbangan), &amp;nbsp;yaitu 9,67% atau 80.094 penerbangan. Disusul oleh faktor teknis operasional (terkait dengan bandar udara) sebesar 6,43% atau 53.250 penerbangan, faktor lain 1,68% (13.931 penerbangan) dan faktor cuaca 1,43% (11.879 penerbangan).
Baca Juga: 5 Maskapai Penerbangan Paling On Time di 2017
Berikut ini rinciannya:
 
1. Trigana Air  OTP 42,49%. Dari total penerbangan Trigana Air 8.784 dan penerbangan yang on time 3.732&amp;nbsp; penerbangan. 2. Travel Express  OTP 74,40% dengan total penerbangan 9.287 dan penerbangan on time 6.909&amp;nbsp; penerbangan.
3. Kalstar Aviation  (berhenti operasi per 30 September 2017) dengan OTP 58,10% atau totalnya mencapai penerbangan 12.177 dan penerbangan on time 7.075&amp;nbsp; penerbangan.
4. Susi Air  OTP 72,65% dengan total penerbangan 6.781 dan penerbangan on time 4.926&amp;nbsp; penerbangan.
5. Indonesia AirAsia  OTP 75,94% dengan total penerbangan 7.378 dan penerbangan on time 5.603 penerbangan.
Baca Juga: Kawasan Industri Terpadu untuk Perawatan Pesawat di Indonesia Mendesak Direalisasikan
Direktorat Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melaporkan jumlah penerbangan rute domestik maskapai nasional pada periode Januari hingga Desember tahun 2017 lalu berjumlah 828.608 penerbangan, meningkat 8,5% dibanding tahun 2016 yang berjumlah 763.522 penerbangan.
Sementara itu tingkat ketepatan waktu operasional (OTP) maskapai penerbangan pada tahun 2017 tersebut mencapai 80,14% atau 664.024 penerbangan tepat waktu dari total 828.609 penerbangan yang dilakukan. Persentase tersebut&amp;nbsp; turun sekitar 2,5% dibanding tahun 2016 lalu di mana OTP tahun 2016&amp;nbsp;&amp;nbsp; mencapai 82,67% atau 631.216 penerbangan dari total 763.522 penerbangan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan merilis data waktu ketepatan terbang (on time performance/ OTP) maskapai berjadwal nasional Indonesia. Secara rata-rata, OTP maskapai berjadwal nasional Indonesia cukup baik di tahun 2017 lalu, yaitu di atas 85%. Namun, masih ada saja maskapai yang kerap mengalami delay.
Baca Juga: Industri Perawatan Pesawat Cuma Tumbuh 9% sejak 5 Tahun Terakhir
Dari laporan Direktorat Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara&amp;nbsp; tersebut juga dicatat adanya keterlambatan penerbangan (delay) tahun 2017 yang mencapai 159.153 penerbangan atau 19,21%, serta&amp;nbsp; pembatalan (cancel) penerbangan mencapai 5.432 penerbangan atau 0,66% dari total penerbangan domestik.
Penyebab delay dan cancel pada tahun 2017 lalu masih didominasi oleh faktor non teknis operasional (terkait dengan maskapai penerbangan), &amp;nbsp;yaitu 9,67% atau 80.094 penerbangan. Disusul oleh faktor teknis operasional (terkait dengan bandar udara) sebesar 6,43% atau 53.250 penerbangan, faktor lain 1,68% (13.931 penerbangan) dan faktor cuaca 1,43% (11.879 penerbangan).
Baca Juga: 5 Maskapai Penerbangan Paling On Time di 2017
Berikut ini rinciannya:
 
1. Trigana Air  OTP 42,49%. Dari total penerbangan Trigana Air 8.784 dan penerbangan yang on time 3.732&amp;nbsp; penerbangan. 2. Travel Express  OTP 74,40% dengan total penerbangan 9.287 dan penerbangan on time 6.909&amp;nbsp; penerbangan.
3. Kalstar Aviation  (berhenti operasi per 30 September 2017) dengan OTP 58,10% atau totalnya mencapai penerbangan 12.177 dan penerbangan on time 7.075&amp;nbsp; penerbangan.
4. Susi Air  OTP 72,65% dengan total penerbangan 6.781 dan penerbangan on time 4.926&amp;nbsp; penerbangan.
5. Indonesia AirAsia  OTP 75,94% dengan total penerbangan 7.378 dan penerbangan on time 5.603 penerbangan.
Baca Juga: Kawasan Industri Terpadu untuk Perawatan Pesawat di Indonesia Mendesak Direalisasikan
Direktorat Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melaporkan jumlah penerbangan rute domestik maskapai nasional pada periode Januari hingga Desember tahun 2017 lalu berjumlah 828.608 penerbangan, meningkat 8,5% dibanding tahun 2016 yang berjumlah 763.522 penerbangan.
Sementara itu tingkat ketepatan waktu operasional (OTP) maskapai penerbangan pada tahun 2017 tersebut mencapai 80,14% atau 664.024 penerbangan tepat waktu dari total 828.609 penerbangan yang dilakukan. Persentase tersebut&amp;nbsp; turun sekitar 2,5% dibanding tahun 2016 lalu di mana OTP tahun 2016&amp;nbsp;&amp;nbsp; mencapai 82,67% atau 631.216 penerbangan dari total 763.522 penerbangan.</content:encoded></item></channel></rss>
