<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tol Laut Berbasis Kontainer, Pelabuhan Tanjung Priok Diharap Beroperasi 7 Hari</title><description>Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan merubah sistem tol laut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/02/320/1853892/tol-laut-berbasis-kontainer-pelabuhan-tanjung-priok-diharap-beroperasi-7-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/02/02/320/1853892/tol-laut-berbasis-kontainer-pelabuhan-tanjung-priok-diharap-beroperasi-7-hari"/><item><title>Tol Laut Berbasis Kontainer, Pelabuhan Tanjung Priok Diharap Beroperasi 7 Hari</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/02/320/1853892/tol-laut-berbasis-kontainer-pelabuhan-tanjung-priok-diharap-beroperasi-7-hari</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/02/02/320/1853892/tol-laut-berbasis-kontainer-pelabuhan-tanjung-priok-diharap-beroperasi-7-hari</guid><pubDate>Jum'at 02 Februari 2018 17:35 WIB</pubDate><dc:creator>Verina Intan Lusiana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/02/320/1853892/tol-laut-berbasis-kontainer-pelabuhan-tanjung-priok-diharap-beroperasi-7-hari-kAOELRhXzW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/02/320/1853892/tol-laut-berbasis-kontainer-pelabuhan-tanjung-priok-diharap-beroperasi-7-hari-kAOELRhXzW.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Dalam upaya mematangkan program tol laut yang sudah berlangsung dan berhasil menekan disparitas harga, khususnya di wilayah Indonesia Timur, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan merubah sistem tol laut. Sistem tol laut tersebut akan diubah dari berbasis angkutan menjadi berbasis kontainer.

&amp;ldquo;Jadi kalau kami mau kirim berbasis angkutan berapa pun isinya kami harus bayar, tetapi kami akan deteksi kota ini berapa, 100 kontainer, 200 kontainer, 50 kontainer, akan kami kirim sesuai volume (kebutuhan) itu,&amp;rdquo; kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi K Sumadi seperti dilansir Setkab, Jakarta, Jumat (2/2/2018).
&amp;nbsp;Baca juga: Tol Laut Turunkan Harga Barang-Barang di Timika, Ini Daftarnya
Menurut Budi, langkah ini ditempuh karena tingkat keterisian angkutan balik belum maksimal. Sistem berbasis kontainer ini diyakini lebih dapat menekan biaya pengangkutan.

&amp;ldquo;Karena angkutan balik belum maksimal jadi kami bisa mereduksi cost atas itu. Kira-kira (pengurangan biaya) 30-40% karena uangnya bisa kami pakai kegiatan-kegiatan untuk menambah jalur dan menambah intensitas,&amp;rdquo; jelasnya.

Selain merubah sistem tol laut, Kemenhub akan segera merestrukturisasi pelabuhan-pelabuhan di seluruh Indonesia agar lebih murah, lebih cepat, dan lebih transparan.
&amp;nbsp;Baca juga: Evaluasi 13 Rute Tol Laut, Kemenhub : Daerah Lain Supaya Tidak Iri
Oprasional Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan dengan kapasitas 60% diharapkan untuk dapat beroperasi 7 hari dalam seminggu karena dengan waktu operasional Pelabuhan Tanjung Priok 5 hari akan berpengaruh pada distribusi barang dari daerah-daerah disekitar Jakarta.  Kemenhub ingin memudahkan operasi Pelabuhan Priok menjadi 7 hari sehingga barang-barang yang tadinya stop bisa berjalan dan tetap aktif.

Budi mengakui bahwa saat ini masih ada daerah yang hanya disandari kapal tol laut 2 minggu sekali. Upaya penekanan biaya ini, diharapkan nantinya dapat menambah intensitas kapal tol laut di suatu daerah.

&amp;ldquo;Kami akan menerapkan Delivery Order (DO) online, selama ini namanya DO itu dari pintu ke pintu fisik harus hadir ini membutuhkan waktu dan juga mengakibatkan tidak government dengan DO online ini bisa berjalan,&amp;rdquo; ujarnya.

Rencananya, perubahan waktu operasional Pelabuhan Tanjung Priok akan dilaksanakan pada bulan Maret 2018. Kementerian Perhubungan juga berencana akan mengalihkan beberapa jalur tol laut yang dianggap tidak produktif.
</description><content:encoded>JAKARTA - Dalam upaya mematangkan program tol laut yang sudah berlangsung dan berhasil menekan disparitas harga, khususnya di wilayah Indonesia Timur, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan merubah sistem tol laut. Sistem tol laut tersebut akan diubah dari berbasis angkutan menjadi berbasis kontainer.

&amp;ldquo;Jadi kalau kami mau kirim berbasis angkutan berapa pun isinya kami harus bayar, tetapi kami akan deteksi kota ini berapa, 100 kontainer, 200 kontainer, 50 kontainer, akan kami kirim sesuai volume (kebutuhan) itu,&amp;rdquo; kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi K Sumadi seperti dilansir Setkab, Jakarta, Jumat (2/2/2018).
&amp;nbsp;Baca juga: Tol Laut Turunkan Harga Barang-Barang di Timika, Ini Daftarnya
Menurut Budi, langkah ini ditempuh karena tingkat keterisian angkutan balik belum maksimal. Sistem berbasis kontainer ini diyakini lebih dapat menekan biaya pengangkutan.

&amp;ldquo;Karena angkutan balik belum maksimal jadi kami bisa mereduksi cost atas itu. Kira-kira (pengurangan biaya) 30-40% karena uangnya bisa kami pakai kegiatan-kegiatan untuk menambah jalur dan menambah intensitas,&amp;rdquo; jelasnya.

Selain merubah sistem tol laut, Kemenhub akan segera merestrukturisasi pelabuhan-pelabuhan di seluruh Indonesia agar lebih murah, lebih cepat, dan lebih transparan.
&amp;nbsp;Baca juga: Evaluasi 13 Rute Tol Laut, Kemenhub : Daerah Lain Supaya Tidak Iri
Oprasional Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan dengan kapasitas 60% diharapkan untuk dapat beroperasi 7 hari dalam seminggu karena dengan waktu operasional Pelabuhan Tanjung Priok 5 hari akan berpengaruh pada distribusi barang dari daerah-daerah disekitar Jakarta.  Kemenhub ingin memudahkan operasi Pelabuhan Priok menjadi 7 hari sehingga barang-barang yang tadinya stop bisa berjalan dan tetap aktif.

Budi mengakui bahwa saat ini masih ada daerah yang hanya disandari kapal tol laut 2 minggu sekali. Upaya penekanan biaya ini, diharapkan nantinya dapat menambah intensitas kapal tol laut di suatu daerah.

&amp;ldquo;Kami akan menerapkan Delivery Order (DO) online, selama ini namanya DO itu dari pintu ke pintu fisik harus hadir ini membutuhkan waktu dan juga mengakibatkan tidak government dengan DO online ini bisa berjalan,&amp;rdquo; ujarnya.

Rencananya, perubahan waktu operasional Pelabuhan Tanjung Priok akan dilaksanakan pada bulan Maret 2018. Kementerian Perhubungan juga berencana akan mengalihkan beberapa jalur tol laut yang dianggap tidak produktif.
</content:encoded></item></channel></rss>
