<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasca Holding, Pertagas Targetkan Laba Rp1,55 Triliun</title><description>Target laba bersih tahun ini tidak memasukkan kontribusi dari dua anak usaha, yakni PT Perta Arun Gas dan PT Perta Samtan Gas</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/04/278/1854464/pasca-holding-pertagas-targetkan-laba-rp1-55-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/02/04/278/1854464/pasca-holding-pertagas-targetkan-laba-rp1-55-triliun"/><item><title>Pasca Holding, Pertagas Targetkan Laba Rp1,55 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/04/278/1854464/pasca-holding-pertagas-targetkan-laba-rp1-55-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/02/04/278/1854464/pasca-holding-pertagas-targetkan-laba-rp1-55-triliun</guid><pubDate>Minggu 04 Februari 2018 09:37 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/04/278/1854464/pasca-holding-pertagas-targetkan-laba-rp1-55-triliun-Mm9HWBmRHS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/04/278/1854464/pasca-holding-pertagas-targetkan-laba-rp1-55-triliun-Mm9HWBmRHS.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina Gas (Pertagas), anak usaha PT Pertamina (Persero), menargetkan laba bersih 2018 sebesar USD116 juta atau Rp1,55 triliun mengacu kurs Rp13.500. Target ini naik dibandingkan realisasi laba bersih tahun lalu USD141 juta atau Rp1,9 triliun.

Namun, target laba bersih tahun ini tidak memasukkan kontribusi dari dua anak usaha, yakni PT Perta Arun Gas dan PT Perta Samtan Gas.

&amp;rdquo;Untuk RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) 2016, target laba bersih USD116 juta karena secara Perta Arun dan Perta Samtan akan masuk ke holding (Pertamina). Itu untuk memudahkan secara konsolidasi. Kami bersama Pertagas Niaga tetap menjadi satu kesatuan,&amp;rdquo; ujar Direktur Utama Pertagas Suko Hartono dalam keterangan tertulisnya pada Diskusi Energi and Mining Editor Society (E2S) bertema &amp;rdquo;Outlook Industri dan Gas 2018&amp;rdquo; di Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/2/2018).

Perta Arun dan Perta Samtan merupakan dua dari empat anak usaha Pertagas. Dua anak usaha lainnya, yaitu PT Pertagas Niaga dan PT Perta Daya Gas. Perta Arun dan Perta Samtan tercatat dua anak yang memberikan kontribusi terbesar bagi laba bersih Pertagas. Pada 2017, Perta Samtan tercatat membukukan laba bersih USD26,7 juta dan Perta Arun mencetak laba bersih USD24,6 juta.

Selain itu, Pertagas Niaga memberikan kontribusi laba bersih USD9,3 juta dan Perta Daya sebesar USD644.000. Sisanya, sekitar 67%, berasal dari laba bersih Pertagas sendiri. Pelepasan Perta Arun dan Perta Samtan merupakan bagian dari rencana pembentukan induk usaha (holding ) BUMN minyak dan gas yang menggabungkan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) ke dalam PT Pertamina (Persero).

Setelah PGN menjadi bagian dari Pertamina, tahap berikutnya, yaitu menyinergiskan Pertagas dengan PGN. Menurut Suko, konsep holding merupakan bentuk ideal saat ini untuk PGN dan Pertagas yang mempunyai sektor usaha yang sejenis karena holding akan menciptakan efisiensi.&amp;rdquo;Kalau bicara pembagian Pertagas dan PGN. Pertagas akan mengurus  transmisi dan PGN mengurus distribusi. Jadi kalau integrasi, tidak  tumpang tindih sebenarnya,&amp;rdquo; kata dia.

Suko mengatakan, jika bicara aset,  Pertagas memiliki jaringan pipa transmisi yang telah open access yang  bisa bebas digunakan siapa pun.

Di sisi lain, PGN mempunyai jaringan pipa distribusi. Meski dilihat dari sisi panjang jaringan pipa, yang dimiliki PGN lebih panjang, secara volume gas yang diangkut lebih kecil dan berada di kota-kota tertentu. Direktur Teknik dan Komersial Pertagas Niaga Melanton Ganap mengatakan, tahun ini Pertagas Niaga menargetkan laba bersih USD24,05 juta, naik signifikan dibanding raihan pada 2017.



Peningkatan laba bersih akan ditopang penambahan pelanggan gas besar sebanyak 32 dan rencana memasok gas alam cair (liquified natural gas/LNG) untuk sejumlah pembangkit PLN di Bangka Belitung.



&amp;rdquo;Pada 2018, ada rencana niaga LNG ke PLN Batam, Bangka Belitung sebesar 28 BBTUD, dan rencana Niaga LNG ke PLN Sambera dengan volume 7,5 BBTUD mulai April,&amp;rdquo; kata Melanton.



Direktur Operasi dan Teknik Perta Arun Gas Budiyana mengatakan, Perta Arun tahun ini mematok target laba bersih USD27 juta, naik dibanding pencapaian 2017 sebesar USD24,59 juta. Salah satu upaya yang dilakukan, yaitu dengan mengoptimalkan fasilitas regasifikasi.



&amp;rdquo;Kami juga mengharapkan PLN meregasifikasikan alokasi gasnya untuk kapal pembangkit Karadeniz,&amp;rdquo; kata dia.



Vice President Direktur Perta Samtan Gas Aris Mahendrawanto mengatakan, saat ini Perta Samtan baru berkontribusi 3% dari total kebutuhan elpiji nasional. Pada 2017, total produksi elpiji Perta Samtan mencapai 195.000 metrik ton.


&amp;nbsp;
 
Yanto Kusdiantono</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina Gas (Pertagas), anak usaha PT Pertamina (Persero), menargetkan laba bersih 2018 sebesar USD116 juta atau Rp1,55 triliun mengacu kurs Rp13.500. Target ini naik dibandingkan realisasi laba bersih tahun lalu USD141 juta atau Rp1,9 triliun.

Namun, target laba bersih tahun ini tidak memasukkan kontribusi dari dua anak usaha, yakni PT Perta Arun Gas dan PT Perta Samtan Gas.

&amp;rdquo;Untuk RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) 2016, target laba bersih USD116 juta karena secara Perta Arun dan Perta Samtan akan masuk ke holding (Pertamina). Itu untuk memudahkan secara konsolidasi. Kami bersama Pertagas Niaga tetap menjadi satu kesatuan,&amp;rdquo; ujar Direktur Utama Pertagas Suko Hartono dalam keterangan tertulisnya pada Diskusi Energi and Mining Editor Society (E2S) bertema &amp;rdquo;Outlook Industri dan Gas 2018&amp;rdquo; di Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/2/2018).

Perta Arun dan Perta Samtan merupakan dua dari empat anak usaha Pertagas. Dua anak usaha lainnya, yaitu PT Pertagas Niaga dan PT Perta Daya Gas. Perta Arun dan Perta Samtan tercatat dua anak yang memberikan kontribusi terbesar bagi laba bersih Pertagas. Pada 2017, Perta Samtan tercatat membukukan laba bersih USD26,7 juta dan Perta Arun mencetak laba bersih USD24,6 juta.

Selain itu, Pertagas Niaga memberikan kontribusi laba bersih USD9,3 juta dan Perta Daya sebesar USD644.000. Sisanya, sekitar 67%, berasal dari laba bersih Pertagas sendiri. Pelepasan Perta Arun dan Perta Samtan merupakan bagian dari rencana pembentukan induk usaha (holding ) BUMN minyak dan gas yang menggabungkan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) ke dalam PT Pertamina (Persero).

Setelah PGN menjadi bagian dari Pertamina, tahap berikutnya, yaitu menyinergiskan Pertagas dengan PGN. Menurut Suko, konsep holding merupakan bentuk ideal saat ini untuk PGN dan Pertagas yang mempunyai sektor usaha yang sejenis karena holding akan menciptakan efisiensi.&amp;rdquo;Kalau bicara pembagian Pertagas dan PGN. Pertagas akan mengurus  transmisi dan PGN mengurus distribusi. Jadi kalau integrasi, tidak  tumpang tindih sebenarnya,&amp;rdquo; kata dia.

Suko mengatakan, jika bicara aset,  Pertagas memiliki jaringan pipa transmisi yang telah open access yang  bisa bebas digunakan siapa pun.

Di sisi lain, PGN mempunyai jaringan pipa distribusi. Meski dilihat dari sisi panjang jaringan pipa, yang dimiliki PGN lebih panjang, secara volume gas yang diangkut lebih kecil dan berada di kota-kota tertentu. Direktur Teknik dan Komersial Pertagas Niaga Melanton Ganap mengatakan, tahun ini Pertagas Niaga menargetkan laba bersih USD24,05 juta, naik signifikan dibanding raihan pada 2017.



Peningkatan laba bersih akan ditopang penambahan pelanggan gas besar sebanyak 32 dan rencana memasok gas alam cair (liquified natural gas/LNG) untuk sejumlah pembangkit PLN di Bangka Belitung.



&amp;rdquo;Pada 2018, ada rencana niaga LNG ke PLN Batam, Bangka Belitung sebesar 28 BBTUD, dan rencana Niaga LNG ke PLN Sambera dengan volume 7,5 BBTUD mulai April,&amp;rdquo; kata Melanton.



Direktur Operasi dan Teknik Perta Arun Gas Budiyana mengatakan, Perta Arun tahun ini mematok target laba bersih USD27 juta, naik dibanding pencapaian 2017 sebesar USD24,59 juta. Salah satu upaya yang dilakukan, yaitu dengan mengoptimalkan fasilitas regasifikasi.



&amp;rdquo;Kami juga mengharapkan PLN meregasifikasikan alokasi gasnya untuk kapal pembangkit Karadeniz,&amp;rdquo; kata dia.



Vice President Direktur Perta Samtan Gas Aris Mahendrawanto mengatakan, saat ini Perta Samtan baru berkontribusi 3% dari total kebutuhan elpiji nasional. Pada 2017, total produksi elpiji Perta Samtan mencapai 195.000 metrik ton.


&amp;nbsp;
 
Yanto Kusdiantono</content:encoded></item></channel></rss>
