<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Crane Jatinegara Jatuh, Kompetensi Pengawas Proyek Wajib Dipertanyakan</title><description>Pasalnya, waktu kejadian kecelakaan merupakan waktu yang sangat rawan akan kelalaian karena terjadi di akhir shift malam.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/04/470/1854501/crane-jatinegara-jatuh-kompetensi-pengawas-proyek-wajib-dipertanyakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/02/04/470/1854501/crane-jatinegara-jatuh-kompetensi-pengawas-proyek-wajib-dipertanyakan"/><item><title>Crane Jatinegara Jatuh, Kompetensi Pengawas Proyek Wajib Dipertanyakan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/04/470/1854501/crane-jatinegara-jatuh-kompetensi-pengawas-proyek-wajib-dipertanyakan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/02/04/470/1854501/crane-jatinegara-jatuh-kompetensi-pengawas-proyek-wajib-dipertanyakan</guid><pubDate>Minggu 04 Februari 2018 13:16 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/04/470/1854501/crane-jatinegara-jatuh-kompetensi-pengawas-proyek-wajib-dipertanyakan-IIRInHPlMk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Crane double double track di Jatinegara (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/04/470/1854501/crane-jatinegara-jatuh-kompetensi-pengawas-proyek-wajib-dipertanyakan-IIRInHPlMk.jpg</image><title>Crane double double track di Jatinegara (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kecelakaan proyek konstruksi kembali terulang. Kali ini, crane pengangkat beton double double track jalur kereta di Jalan Matraman Raya, Jatinegara, Jakarta Timur, jatuh sehingga menyebabkan empat orang pekerja tewas.

Ketua Umum Asosiasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Konstruksi Indonesia (A2K4I) Lazuardi Nurdin menjelaskan terkait dengan maraknya kecelakaan ada tiga aspek yang perlu diperhatikan, yaitu faktor pekerja, metode, dan pengawasan.

Baca Juga: Kementerian PUPR Imbau Jangan Ada Kecelakaan Kerja dari Kontraktor

Dalam kasus jatuhnya crane di Jatinegara, Lazuardi menekankan pengawasan yang dilakukan pihak konsultan pengawas dan kontraktor. Pasalnya, waktu kejadian kecelakaan merupakan waktu yang sangat rawan akan kelalaian karena terjadi di akhir shift malam.

Dia menuturkan, dalam kondisi akhir shift malam, seringkali fisik pekerja konstruksi sudah lelah. Padahal beban pekerjaan mereka adalah alat berat yang sarat akan risiko. Oleh karena itu, bukan malah ikut kendur, pengawas dari ahli dalam waktu genting tersebut perlu ditingkatkan.

&quot;Kita khawatirnya pengawas capek dia juga istirahat, padahal proses pengangkatan masih berlangsung,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone.

Hal tersebut menjadi tanggung jawab dari kontraktor dan konsultan pengawas. Sehingga, kata Lazuardi, Langkah awal yang diambil adalah menyelidiki orang yang bertugas untuk mengawasi pada saat itu.

&quot;Apakah punya kompetensi terhadap pekerjaan yang dia lakukan. Juga pengawasan seperti apa, level apa tingkat pengawas yang melakukan pengawasan karena ini kejadiannya Subuh,&quot; jelas dia.

Baca Juga: 7 Peristiwa Tragis 'Memakan' Korban di Balik Pembangunan Infrastruktur

Peristiwa nahas ini terjadi sekira pukul 05.00 WIB. Saat itu terdapat sekitar lima orang yang sedang bekerja menaikkan bantalan rel dengan menggunakan crane. Ketika bantalan rel sudah naik, ternyata dudukannya berada pada posisi yang tidak tepat. Bantalan rel tersebut goyang dan kemudian jatuh menimpa para pekerja yang ada di bawah.

Akibatnya, dua pekerja tewas di tempat kejadian, sedangkan dua orang lagi tewas ketika dievakuasi ke rumah sakit, dan satu orang luka ringan. Kini, lokasi kejadian telah disterilisasi dan diberi garis polisi. Sedangkan masyarakat diminta tidak mendekat ke lokasi.

Camat Jatinegara, Nasrudin Abu Bakar mengatakan, seluruh korban jatuhnya crane telah dievakuasi ke dua rumah sakit, di antaranya RS Premier Jatinegara dan RS Hermina. Nasrudin menambahkan, total korban dari insiden ini menjadi empat orang. Mulanya dua orang pekerja tewas di tempat, lalu dua orang lagi tewas ketika dievakuasi ke RS, sedangkan 1 orang hanya luka ringan.
(ulf)</description><content:encoded>JAKARTA - Kecelakaan proyek konstruksi kembali terulang. Kali ini, crane pengangkat beton double double track jalur kereta di Jalan Matraman Raya, Jatinegara, Jakarta Timur, jatuh sehingga menyebabkan empat orang pekerja tewas.

Ketua Umum Asosiasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Konstruksi Indonesia (A2K4I) Lazuardi Nurdin menjelaskan terkait dengan maraknya kecelakaan ada tiga aspek yang perlu diperhatikan, yaitu faktor pekerja, metode, dan pengawasan.

Baca Juga: Kementerian PUPR Imbau Jangan Ada Kecelakaan Kerja dari Kontraktor

Dalam kasus jatuhnya crane di Jatinegara, Lazuardi menekankan pengawasan yang dilakukan pihak konsultan pengawas dan kontraktor. Pasalnya, waktu kejadian kecelakaan merupakan waktu yang sangat rawan akan kelalaian karena terjadi di akhir shift malam.

Dia menuturkan, dalam kondisi akhir shift malam, seringkali fisik pekerja konstruksi sudah lelah. Padahal beban pekerjaan mereka adalah alat berat yang sarat akan risiko. Oleh karena itu, bukan malah ikut kendur, pengawas dari ahli dalam waktu genting tersebut perlu ditingkatkan.

&quot;Kita khawatirnya pengawas capek dia juga istirahat, padahal proses pengangkatan masih berlangsung,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone.

Hal tersebut menjadi tanggung jawab dari kontraktor dan konsultan pengawas. Sehingga, kata Lazuardi, Langkah awal yang diambil adalah menyelidiki orang yang bertugas untuk mengawasi pada saat itu.

&quot;Apakah punya kompetensi terhadap pekerjaan yang dia lakukan. Juga pengawasan seperti apa, level apa tingkat pengawas yang melakukan pengawasan karena ini kejadiannya Subuh,&quot; jelas dia.

Baca Juga: 7 Peristiwa Tragis 'Memakan' Korban di Balik Pembangunan Infrastruktur

Peristiwa nahas ini terjadi sekira pukul 05.00 WIB. Saat itu terdapat sekitar lima orang yang sedang bekerja menaikkan bantalan rel dengan menggunakan crane. Ketika bantalan rel sudah naik, ternyata dudukannya berada pada posisi yang tidak tepat. Bantalan rel tersebut goyang dan kemudian jatuh menimpa para pekerja yang ada di bawah.

Akibatnya, dua pekerja tewas di tempat kejadian, sedangkan dua orang lagi tewas ketika dievakuasi ke rumah sakit, dan satu orang luka ringan. Kini, lokasi kejadian telah disterilisasi dan diberi garis polisi. Sedangkan masyarakat diminta tidak mendekat ke lokasi.

Camat Jatinegara, Nasrudin Abu Bakar mengatakan, seluruh korban jatuhnya crane telah dievakuasi ke dua rumah sakit, di antaranya RS Premier Jatinegara dan RS Hermina. Nasrudin menambahkan, total korban dari insiden ini menjadi empat orang. Mulanya dua orang pekerja tewas di tempat, lalu dua orang lagi tewas ketika dievakuasi ke RS, sedangkan 1 orang hanya luka ringan.
(ulf)</content:encoded></item></channel></rss>
