<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hutama Karya Pastikan Santuni Korban Crane Jatinegara</title><description>PT Hutama Karya (Persero) sebagai pemegang utama konsorsium memastikan  bahwa keempat korban yang meninggal dunia mendapatkan hak-haknya</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/04/470/1854548/hutama-karya-pastikan-santuni-korban-crane-jatinegara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/02/04/470/1854548/hutama-karya-pastikan-santuni-korban-crane-jatinegara"/><item><title>Hutama Karya Pastikan Santuni Korban Crane Jatinegara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/04/470/1854548/hutama-karya-pastikan-santuni-korban-crane-jatinegara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/02/04/470/1854548/hutama-karya-pastikan-santuni-korban-crane-jatinegara</guid><pubDate>Minggu 04 Februari 2018 17:12 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/04/470/1854548/hutama-karya-pastikan-santuni-korban-crane-jatinegara-waPW6dAE1u.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi:  Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/04/470/1854548/hutama-karya-pastikan-santuni-korban-crane-jatinegara-waPW6dAE1u.jpg</image><title>Ilustrasi:  Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Seluruh jajaran Konsorsium Hutama Karya &amp;ndash; Modern - Mitra menyampaikan belasungkawa dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban atas kecelakaan kerja yang terjadi pada proyek pembangunan Fasilitas Perkeretapian Manggarai-Jatinegara Double-Double Track (DDT) pada Minggu (04/02) pukul 05.00 WIB.

PT Hutama Karya (Persero) sebagai pemegang utama konsorsium memastikan bahwa keempat korban yang meninggal dunia mendapatkan hak-haknya.

&quot;Berupa asuransi dari BPJS dan juga mendapatkan santunan dari konsorsium proyek,&amp;rdquo; ungkap Suroto, Direktur Operasi PT Hutama Karya (Persero) dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (4/2/2018).

Baca Juga: Crane di Jatinegara Jatuh, Hutama Karya Cek Semua Peralatan

Pihak Hutama Karya juga telah bekerja sama dengan Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rkayat (PUPR), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) serta Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

Suroto menegaskan, hingga saat ini, konsorsium proyek terus bekerja sama dengan pihak Kepolisian dengan melakukan pengamanan radius 300 meter di seputar lokasi kejadian, serta memastikan semua peralatan dalam kondisi stabil dalam rangka memastikan keamanan bagi masyarakat sekitar lokasi pasca kejadian.

&amp;ldquo;Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak berada di dekat lokasi, supaya proses penanganan berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi semuanya,&amp;rdquo; tegas Suroto.

Baca Juga: Crane Jatinegara Jatuh, Kompetensi Pengawas Proyek Wajib Dipertanyakan

Di lokasi yang sama, Iwan Zarkasih, Ketua KKK mengatakan, pihaknya akan mengobservasi secara menyeluruh baik secara metode konstruksi maupun peralatan yang digunakan sehingga bisa dilakukan perbaikan.

&amp;ldquo;Kondisi peralatan hingga saat ini masih dalam keadaan stabil dan non-operasional. Kami akan berkoordinasi penuh dengan semua pihak dan juga dengan kepolisian. Setelah observasi dan investigasi selesai kami pasti akan memberikan keterangan lebih lanjut,&amp;rdquo; imbuh Iwan.
(ulf)</description><content:encoded>JAKARTA - Seluruh jajaran Konsorsium Hutama Karya &amp;ndash; Modern - Mitra menyampaikan belasungkawa dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban atas kecelakaan kerja yang terjadi pada proyek pembangunan Fasilitas Perkeretapian Manggarai-Jatinegara Double-Double Track (DDT) pada Minggu (04/02) pukul 05.00 WIB.

PT Hutama Karya (Persero) sebagai pemegang utama konsorsium memastikan bahwa keempat korban yang meninggal dunia mendapatkan hak-haknya.

&quot;Berupa asuransi dari BPJS dan juga mendapatkan santunan dari konsorsium proyek,&amp;rdquo; ungkap Suroto, Direktur Operasi PT Hutama Karya (Persero) dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (4/2/2018).

Baca Juga: Crane di Jatinegara Jatuh, Hutama Karya Cek Semua Peralatan

Pihak Hutama Karya juga telah bekerja sama dengan Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rkayat (PUPR), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) serta Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

Suroto menegaskan, hingga saat ini, konsorsium proyek terus bekerja sama dengan pihak Kepolisian dengan melakukan pengamanan radius 300 meter di seputar lokasi kejadian, serta memastikan semua peralatan dalam kondisi stabil dalam rangka memastikan keamanan bagi masyarakat sekitar lokasi pasca kejadian.

&amp;ldquo;Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak berada di dekat lokasi, supaya proses penanganan berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi semuanya,&amp;rdquo; tegas Suroto.

Baca Juga: Crane Jatinegara Jatuh, Kompetensi Pengawas Proyek Wajib Dipertanyakan

Di lokasi yang sama, Iwan Zarkasih, Ketua KKK mengatakan, pihaknya akan mengobservasi secara menyeluruh baik secara metode konstruksi maupun peralatan yang digunakan sehingga bisa dilakukan perbaikan.

&amp;ldquo;Kondisi peralatan hingga saat ini masih dalam keadaan stabil dan non-operasional. Kami akan berkoordinasi penuh dengan semua pihak dan juga dengan kepolisian. Setelah observasi dan investigasi selesai kami pasti akan memberikan keterangan lebih lanjut,&amp;rdquo; imbuh Iwan.
(ulf)</content:encoded></item></channel></rss>
