<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perbankan Baru Turunkan Bunga Kredit 153 Basis Poin   </title><description>Untuk penurunan suku bunga deposito pada periode Januari 2016 hingga Desember 2017 sebesar 183 bps ke angka 6,07%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/08/320/1856782/perbankan-baru-turunkan-bunga-kredit-153-basis-poin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/02/08/320/1856782/perbankan-baru-turunkan-bunga-kredit-153-basis-poin"/><item><title>Perbankan Baru Turunkan Bunga Kredit 153 Basis Poin   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/08/320/1856782/perbankan-baru-turunkan-bunga-kredit-153-basis-poin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/02/08/320/1856782/perbankan-baru-turunkan-bunga-kredit-153-basis-poin</guid><pubDate>Kamis 08 Februari 2018 19:01 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/08/320/1856782/perbankan-baru-turunkan-bunga-kredit-153-basis-poin-yRTQqRxlEw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/08/320/1856782/perbankan-baru-turunkan-bunga-kredit-153-basis-poin-yRTQqRxlEw.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Transmisi penurunan suku bunga acuan 7-Days Reverse Repo Rate sejak awal 2016 hingga kini sebesar 200 basis poin baru menurunkan suku bunga kredit perbankan 153 basis poin sehingga dinilai belum optimal.

&quot;Saat ini rata-rata suku bunga kredit pada angka 11,3 atau turun 153 basis poin,&quot; kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara di Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Untuk penurunan suku bunga deposito pada periode Januari 2016 hingga Desember 2017 sebesar 183 bps ke angka 6,07%. Dengan penurunan suku bunga kredit yang belum optimal, pertumbuhan penyaluran kredit belums sesuai ekspetasi. Pada akhir 2017, pertumbuhan kredit perbankan sebesar 8,2% (tahun ke tahun/yoy).

Meskipun kredit melambat, Bank Sentral melihat aksi &quot;bersih-bersih&quot; terhadap kredit macet mulai membuahkan hasil. Hal itu terlihat dari rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang turun ke 2,6% pada akhir 2017 dari 2,9% pada 2016.

Kemudian dilihat kesehatan permodalan bank, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan cukup kuat karena mencapai 23,2%. Di sisi lain, melambatnya pembiayaan dari perbankan dikompensasi dari pembiayaan di pasar modal. Penerbitan obligasi selama 2017 mencapai Rp165 triliun atau naik 42%.</description><content:encoded>JAKARTA - Transmisi penurunan suku bunga acuan 7-Days Reverse Repo Rate sejak awal 2016 hingga kini sebesar 200 basis poin baru menurunkan suku bunga kredit perbankan 153 basis poin sehingga dinilai belum optimal.

&quot;Saat ini rata-rata suku bunga kredit pada angka 11,3 atau turun 153 basis poin,&quot; kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara di Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Untuk penurunan suku bunga deposito pada periode Januari 2016 hingga Desember 2017 sebesar 183 bps ke angka 6,07%. Dengan penurunan suku bunga kredit yang belum optimal, pertumbuhan penyaluran kredit belums sesuai ekspetasi. Pada akhir 2017, pertumbuhan kredit perbankan sebesar 8,2% (tahun ke tahun/yoy).

Meskipun kredit melambat, Bank Sentral melihat aksi &quot;bersih-bersih&quot; terhadap kredit macet mulai membuahkan hasil. Hal itu terlihat dari rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang turun ke 2,6% pada akhir 2017 dari 2,9% pada 2016.

Kemudian dilihat kesehatan permodalan bank, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan cukup kuat karena mencapai 23,2%. Di sisi lain, melambatnya pembiayaan dari perbankan dikompensasi dari pembiayaan di pasar modal. Penerbitan obligasi selama 2017 mencapai Rp165 triliun atau naik 42%.</content:encoded></item></channel></rss>
