<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Properti Residensial Diprediksi Meningkat</title><description>Konsumen memperkirakan kenaikan harga properti residensial masih akan berlanjut pada kuartal I tahun 2018.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/12/470/1858159/harga-properti-residensial-diprediksi-meningkat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/02/12/470/1858159/harga-properti-residensial-diprediksi-meningkat"/><item><title>Harga Properti Residensial Diprediksi Meningkat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/12/470/1858159/harga-properti-residensial-diprediksi-meningkat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/02/12/470/1858159/harga-properti-residensial-diprediksi-meningkat</guid><pubDate>Senin 12 Februari 2018 10:30 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/12/470/1858159/harga-properti-residensial-diprediksi-meningkat-zdpbNl8j62.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Koran SINDO</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/12/470/1858159/harga-properti-residensial-diprediksi-meningkat-zdpbNl8j62.jpg</image><title>Foto: Koran SINDO</title></images><description>JAKARTA - Konsumen memperkirakan kenaikan harga properti residensial masih akan berlanjut pada kuartal I tahun 2018. Indeks harga properti residensial pada kuartal I-2018 diperkirakan  meningkat sebesar 0,72% (qtq) lebih tinggi dibandingkan 0,55% (qtq) pada  kuartal sebelumnya.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank  Indonesia Agusman mengatakan, kenaikan harga rumah diperkirakan akan  terjadi pada semua tipe rumah, terutama rumah tipe kecil.
&amp;rdquo;Sedangkan  berdasarkan wilayah, kenaikan harga rumah diperkirakan masih terjadi di  Bandar Lampung,&amp;rdquo; ujar Agusman di Jakarta. Secara  tahunan, harga properti resindensial diperkirakan mengalami kenaikan  melambat dari kuartal sebelumnya.
Baca Juga: Penjualan Properti Masih Lesu Imbas Pelemahan Daya Beli  Pada kuartal I-2018 harga  properti residensial diperkirakan naik 2,98% (yoy) lebih rendah  dibandingkan 3,5% (yoy) pada kuartal IV-2017. Dia menuturkan,  berdasarkan wilayah, kenaikan harga rumah tertinggi diprediksi terjadi  di Bandar Lampung.
Berdasarkan survei Bank Indonesia, konsumen  berpendapat bahwa faktor utama yang menghambat pertumbuhan bisnis  properti adalah tingginya suku bunga KPR, tingginya uang muka rumah,  pajak, lamanya perizinan, serta kenaikan harga bahan bangunan. Sedangkan  berdasarkan lokasi, suku bunga KPR tertinggi terjadi di Gorontalo dan  suku bunga terendah di Yogyakarta.
Baca Juga: Industri Properti Jakarta Mulai Bangkit, Ini Buktinya
Di sisi lain, harga  properti residensial pada kuartal IV-2017 meningkat dibandingkan pada  kuartal sebelumnya. Hal ini tercermin dari indeks harga properti  residensial kuartal IV-2017 yang berada di level 201,36 atau naik  sebesar 0,5% (qtq) pada kuartal sebelumnya. Secara tahunan, pertumbuhan  harga properti residensial juga tercatat lebih tinggi dibandingkan  kuartal sebelumnya dari 3,32% (yoy) menjadi 3,5% (yoy).
&amp;rdquo;Kenaikan harga bahan bangunan dan kenaikan upah pekerja masih  menjadi faktor utama penyebab kenaikan harga properti residensial,&amp;rdquo;  ujarnya.
Baca Juga: Properti Non-Residensial Masih Lesu, REI Ungkap Penyebabnya  Kemudian secara kuartal, kenaikan harga properti  residensial terjadi pada semua tipe rumah terutama rumah tipe menengah.  Sementara rumah tipe kecil mengalami kenaikan melambat menjadi sebesar  0,43% (qtq) dibandingkan 0,61% (qtq) pada kuartal sebelumnya.  &amp;rdquo;Berdasarkan wilayah, Bandar Lampung tercatat mengalami peningkatan  harga tertinggi terutama pada rumah tipe kecil,&amp;rdquo; katanya.   Secara tahunan, harga properti residensial mengalami kenaikan sebesar  3,5% (yoy) lebih tinggi dibandingkan 3,32% (yoy). Menurut Agusman,  kenaikan harga rumah tertinggi terjadi di wilayah Surabaya terutama pada  rumah tipe kecil.   (Kunthi Fahmar Sandy)</description><content:encoded>JAKARTA - Konsumen memperkirakan kenaikan harga properti residensial masih akan berlanjut pada kuartal I tahun 2018. Indeks harga properti residensial pada kuartal I-2018 diperkirakan  meningkat sebesar 0,72% (qtq) lebih tinggi dibandingkan 0,55% (qtq) pada  kuartal sebelumnya.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank  Indonesia Agusman mengatakan, kenaikan harga rumah diperkirakan akan  terjadi pada semua tipe rumah, terutama rumah tipe kecil.
&amp;rdquo;Sedangkan  berdasarkan wilayah, kenaikan harga rumah diperkirakan masih terjadi di  Bandar Lampung,&amp;rdquo; ujar Agusman di Jakarta. Secara  tahunan, harga properti resindensial diperkirakan mengalami kenaikan  melambat dari kuartal sebelumnya.
Baca Juga: Penjualan Properti Masih Lesu Imbas Pelemahan Daya Beli  Pada kuartal I-2018 harga  properti residensial diperkirakan naik 2,98% (yoy) lebih rendah  dibandingkan 3,5% (yoy) pada kuartal IV-2017. Dia menuturkan,  berdasarkan wilayah, kenaikan harga rumah tertinggi diprediksi terjadi  di Bandar Lampung.
Berdasarkan survei Bank Indonesia, konsumen  berpendapat bahwa faktor utama yang menghambat pertumbuhan bisnis  properti adalah tingginya suku bunga KPR, tingginya uang muka rumah,  pajak, lamanya perizinan, serta kenaikan harga bahan bangunan. Sedangkan  berdasarkan lokasi, suku bunga KPR tertinggi terjadi di Gorontalo dan  suku bunga terendah di Yogyakarta.
Baca Juga: Industri Properti Jakarta Mulai Bangkit, Ini Buktinya
Di sisi lain, harga  properti residensial pada kuartal IV-2017 meningkat dibandingkan pada  kuartal sebelumnya. Hal ini tercermin dari indeks harga properti  residensial kuartal IV-2017 yang berada di level 201,36 atau naik  sebesar 0,5% (qtq) pada kuartal sebelumnya. Secara tahunan, pertumbuhan  harga properti residensial juga tercatat lebih tinggi dibandingkan  kuartal sebelumnya dari 3,32% (yoy) menjadi 3,5% (yoy).
&amp;rdquo;Kenaikan harga bahan bangunan dan kenaikan upah pekerja masih  menjadi faktor utama penyebab kenaikan harga properti residensial,&amp;rdquo;  ujarnya.
Baca Juga: Properti Non-Residensial Masih Lesu, REI Ungkap Penyebabnya  Kemudian secara kuartal, kenaikan harga properti  residensial terjadi pada semua tipe rumah terutama rumah tipe menengah.  Sementara rumah tipe kecil mengalami kenaikan melambat menjadi sebesar  0,43% (qtq) dibandingkan 0,61% (qtq) pada kuartal sebelumnya.  &amp;rdquo;Berdasarkan wilayah, Bandar Lampung tercatat mengalami peningkatan  harga tertinggi terutama pada rumah tipe kecil,&amp;rdquo; katanya.   Secara tahunan, harga properti residensial mengalami kenaikan sebesar  3,5% (yoy) lebih tinggi dibandingkan 3,32% (yoy). Menurut Agusman,  kenaikan harga rumah tertinggi terjadi di wilayah Surabaya terutama pada  rumah tipe kecil.   (Kunthi Fahmar Sandy)</content:encoded></item></channel></rss>
