<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inklusi Keuangan Indonesia Terus Dipacu hingga 75%</title><description>Berdasarkan data tahun 2014, indeks inklusi keuangan Indonesia masih berada di tingkat 36%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/14/320/1859348/inklusi-keuangan-indonesia-terus-dipacu-hingga-75</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/02/14/320/1859348/inklusi-keuangan-indonesia-terus-dipacu-hingga-75"/><item><title>Inklusi Keuangan Indonesia Terus Dipacu hingga 75%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/14/320/1859348/inklusi-keuangan-indonesia-terus-dipacu-hingga-75</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/02/14/320/1859348/inklusi-keuangan-indonesia-terus-dipacu-hingga-75</guid><pubDate>Rabu 14 Februari 2018 11:20 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/14/320/1859348/inklusi-keuangan-indonesia-terus-dipacu-hingga-75-6ZNRBCDtzJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Koran SINDO</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/14/320/1859348/inklusi-keuangan-indonesia-terus-dipacu-hingga-75-6ZNRBCDtzJ.jpg</image><title>Foto: Koran SINDO</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah terus mendorong inklusi keuangan di Indonesia hingga mencapai 75% pada tahun 2019. Berdasarkan data tahun 2014, indeks inklusi keuangan Indonesia masih berada di tingkat 36%.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, Indonesia telah mencapai kemajuan signifikan dalam inklusi keuangan. &amp;rdquo;Pencapaian kami adalah diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI),&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta.
Pada kesempatan tersebut, Menko Darmin menerima kunjungan kehormatan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) untuk Inklusi Keuangan/ United Nations Secretary General&amp;iacute;s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Inclusion, Ratu Maxima dari Belanda.
Baca Juga: Jokowi Ingin Semua Masyarakat Bisa Akses Perbankan
Ditunjuk sebagai Utusan Khusus PBB, Ratu Maxima bertugas mempromosikan pentingnya inklusi keuangan secara global untuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi. Pesan utamanya adalah inklusi keuangan mampu mempercepat kemajuan untuk mencapai sejumlah prioritas nasional, seperti pengurangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, keamanan pangan, persamaan gender, dan pertumbuhan yang seimbang. Darmin menyampaikan apresiasinya atas kunjungan kedua Ratu Maxima dalam meningkatkan inklusi keuangan di Tanah Air.
Sebagaimana diketahui, kunjungan Ratu Maxima kali ini ke Indonesia bukan   yang pertama kali. Sebelumnya pada tahun 2016, Ratu Maxima juga datang   ke Indonesia. Darmin menuturkan, dalam mencapai target tersebut,   pemerintah telah menetapkan tujuh pilar SNKI, yaitu (1) Pendidikan   Keuangan, (2) Hak Kepemilikan Warga Negara, (3) Fasilitas Intermediasi   dan Saluran Distribusi, (4) Jasa Keuangan di Sektor Pemerintahan, (5)   Perlindungan Konsumen, (6) Peraturan, (7) Infrastruktur.
Baca Juga: Menko Darmin hingga Agus Marto Susun Strategi Tingkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia
Darmin   mengatakan, dari pilar Hak Kepemilikan Warga Negara, pemerintah   berkomitmen mempercepat sertifikasi tanah lebih banyak lagi. Sebanyak   4,2 juta sertifikat tanah diterbitkan sepanjang 2017.
&amp;rdquo;Tahun  2018 targetnya naik jadi 7 juta dan tahun 2019 menjadi 9  juta. Pada  tahun 2020, kita berharap semua tanah sudah disertifikasi,&amp;rdquo;  katanya.Ketua Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) Iskandar  Simorangkir mengatakan, program lain yang dilakukan mendorong keuangan  inklusif adalah Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah menjangkau 6  juta keluarga termiskin pada akhir 2017. &amp;rdquo;Di masa lalu, penerima bantuan  menerima uang tunai. Kini mereka menerima transfer uang di rekening  bank yang mereka buka tahun lalu. Bantuan pangan nontunai juga telah  diterima 1,2 juta keluarga,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga: Proyek Palapa Ring Dorong Inklusi Keuangan 75% di 2019  Pemerintah juga telah  memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk merangsang usaha mikro kecil  dan menengah (UMKM). Pemerintah membiayai 4,3 juta UKM pada tahun 2016  dan 4,1 juta pada tahun 2017 melalui layanan keuangan tanpa kantor,  terdapat lebih dari 430.000 agen perbankan, dan lebih dari 11 juta  rekening bank telah dibuka pada akhir tahun 2017. Selain itu, melalui  Simpanan Pelajar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menumbuhkan  kesadaran sejak dini pada kalangan siswa. &amp;rdquo;Sekarang sudah ada sekitar 17  juta rekening Simpanan Pelajar,&amp;rdquo; ungkapnya.   Layanan Keuangan  Digital yang diinisiasi Bank Indonesia juga telah menciptakan hampir  200.000 agen dan lebih dari 1,2 juta uang elektronik yang terdaftar.  Bank Indonesia juga berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian  meluncurkan Kartu Tani. &amp;rdquo;Kartu ini untuk 4,7 juta petani menerima  subsidi untuk pupuk,&amp;rdquo; tutur Iskandar. Kementerian Badan Usaha Milik  Negara (BUMN) telah meluncurkan program Pemberdayaan Keluarga Sejahtera  untuk memberikan akses bagi perempuan dari keluarga miskin untuk  memperoleh kredit. Melalui skema pinjaman kelompok, perusahaan negara  memberikan pinjaman kepada 2 juta perempuan yang menggunakan uang  tersebut untuk kegiatan dalam menghasilkan pendapatan.   Iskandar menambahkan, untuk ke depannya ada beberapa prioritas yang  dilakukan pemerintah mempercepat inklusi keuangan. Pertama, pemerintah  ingin menggunakan data biometrik untuk mengimplementasikan Electronic  Know Your Customer (EKYC). Dinas Kependudukan telah membentuk sistem ID  elektronik yang dapat digunakan untuk memverifikasi data biometrik  pelanggan.  &amp;rdquo;Salah satunya menggunakan KTP elektronik. Kedua, kami akan  memperluas  peran lembaga nonbank untuk penyediaan jasa keuangan. Kami  memahami  bahwa perusahaan telekomunikasi dan Kantor Pos adalah pelaku  pasar  potensial yang bisa mendorong pembukaan rekening dan layanan  keuangan  lainnya. Jaringan mereka sudah mapan di daerah perdesaan,&amp;rdquo; kata   Iskandar.
Pada kesempatan berbeda, Otoritas Jasa Keuangan  (OJK) menerima  kunjungan Ratu Maxima dari Belanda yang hadir sebagai  United Nations  Secretary General&amp;rsquo;s Special Advocate (UNSGSA) untuk  pembangunan inklusi  keuangan. Dalam pertemuan itu, OJK menjelaskan  program-program inklusi  keuangan yang telah dijalankan, termasuk dua  program inisiatif yang  baru dikeluarkan, yaitu KUR Klaster dan Bank  Wakaf Mikro. &amp;rdquo;Kami  menyambut baik tawaran Ratu Maxima untuk meningkatkan  program inklusi  keuangan di Indonesia agar berjalan lebih baik dan  cepat,&amp;rdquo; kata Ketua  Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Jakarta,  kemarin.   Dia  menjelaskan, kemajuan sejumlah program inklusi  keuangan yang telah  dijalankan OJK dengan tujuan meningkatkan akses  masyarakat ke sektor  jasa keuangan sehingga diharapkan bisa meningkatkan  kesejahteraan dan  menurunkan kesenjangan pendapatan.   (oktiani endarwati/kunthi fahmar sandy)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah terus mendorong inklusi keuangan di Indonesia hingga mencapai 75% pada tahun 2019. Berdasarkan data tahun 2014, indeks inklusi keuangan Indonesia masih berada di tingkat 36%.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, Indonesia telah mencapai kemajuan signifikan dalam inklusi keuangan. &amp;rdquo;Pencapaian kami adalah diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI),&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta.
Pada kesempatan tersebut, Menko Darmin menerima kunjungan kehormatan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) untuk Inklusi Keuangan/ United Nations Secretary General&amp;iacute;s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Inclusion, Ratu Maxima dari Belanda.
Baca Juga: Jokowi Ingin Semua Masyarakat Bisa Akses Perbankan
Ditunjuk sebagai Utusan Khusus PBB, Ratu Maxima bertugas mempromosikan pentingnya inklusi keuangan secara global untuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi. Pesan utamanya adalah inklusi keuangan mampu mempercepat kemajuan untuk mencapai sejumlah prioritas nasional, seperti pengurangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, keamanan pangan, persamaan gender, dan pertumbuhan yang seimbang. Darmin menyampaikan apresiasinya atas kunjungan kedua Ratu Maxima dalam meningkatkan inklusi keuangan di Tanah Air.
Sebagaimana diketahui, kunjungan Ratu Maxima kali ini ke Indonesia bukan   yang pertama kali. Sebelumnya pada tahun 2016, Ratu Maxima juga datang   ke Indonesia. Darmin menuturkan, dalam mencapai target tersebut,   pemerintah telah menetapkan tujuh pilar SNKI, yaitu (1) Pendidikan   Keuangan, (2) Hak Kepemilikan Warga Negara, (3) Fasilitas Intermediasi   dan Saluran Distribusi, (4) Jasa Keuangan di Sektor Pemerintahan, (5)   Perlindungan Konsumen, (6) Peraturan, (7) Infrastruktur.
Baca Juga: Menko Darmin hingga Agus Marto Susun Strategi Tingkatkan Inklusi Keuangan di Indonesia
Darmin   mengatakan, dari pilar Hak Kepemilikan Warga Negara, pemerintah   berkomitmen mempercepat sertifikasi tanah lebih banyak lagi. Sebanyak   4,2 juta sertifikat tanah diterbitkan sepanjang 2017.
&amp;rdquo;Tahun  2018 targetnya naik jadi 7 juta dan tahun 2019 menjadi 9  juta. Pada  tahun 2020, kita berharap semua tanah sudah disertifikasi,&amp;rdquo;  katanya.Ketua Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) Iskandar  Simorangkir mengatakan, program lain yang dilakukan mendorong keuangan  inklusif adalah Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah menjangkau 6  juta keluarga termiskin pada akhir 2017. &amp;rdquo;Di masa lalu, penerima bantuan  menerima uang tunai. Kini mereka menerima transfer uang di rekening  bank yang mereka buka tahun lalu. Bantuan pangan nontunai juga telah  diterima 1,2 juta keluarga,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga: Proyek Palapa Ring Dorong Inklusi Keuangan 75% di 2019  Pemerintah juga telah  memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk merangsang usaha mikro kecil  dan menengah (UMKM). Pemerintah membiayai 4,3 juta UKM pada tahun 2016  dan 4,1 juta pada tahun 2017 melalui layanan keuangan tanpa kantor,  terdapat lebih dari 430.000 agen perbankan, dan lebih dari 11 juta  rekening bank telah dibuka pada akhir tahun 2017. Selain itu, melalui  Simpanan Pelajar, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menumbuhkan  kesadaran sejak dini pada kalangan siswa. &amp;rdquo;Sekarang sudah ada sekitar 17  juta rekening Simpanan Pelajar,&amp;rdquo; ungkapnya.   Layanan Keuangan  Digital yang diinisiasi Bank Indonesia juga telah menciptakan hampir  200.000 agen dan lebih dari 1,2 juta uang elektronik yang terdaftar.  Bank Indonesia juga berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian  meluncurkan Kartu Tani. &amp;rdquo;Kartu ini untuk 4,7 juta petani menerima  subsidi untuk pupuk,&amp;rdquo; tutur Iskandar. Kementerian Badan Usaha Milik  Negara (BUMN) telah meluncurkan program Pemberdayaan Keluarga Sejahtera  untuk memberikan akses bagi perempuan dari keluarga miskin untuk  memperoleh kredit. Melalui skema pinjaman kelompok, perusahaan negara  memberikan pinjaman kepada 2 juta perempuan yang menggunakan uang  tersebut untuk kegiatan dalam menghasilkan pendapatan.   Iskandar menambahkan, untuk ke depannya ada beberapa prioritas yang  dilakukan pemerintah mempercepat inklusi keuangan. Pertama, pemerintah  ingin menggunakan data biometrik untuk mengimplementasikan Electronic  Know Your Customer (EKYC). Dinas Kependudukan telah membentuk sistem ID  elektronik yang dapat digunakan untuk memverifikasi data biometrik  pelanggan.  &amp;rdquo;Salah satunya menggunakan KTP elektronik. Kedua, kami akan  memperluas  peran lembaga nonbank untuk penyediaan jasa keuangan. Kami  memahami  bahwa perusahaan telekomunikasi dan Kantor Pos adalah pelaku  pasar  potensial yang bisa mendorong pembukaan rekening dan layanan  keuangan  lainnya. Jaringan mereka sudah mapan di daerah perdesaan,&amp;rdquo; kata   Iskandar.
Pada kesempatan berbeda, Otoritas Jasa Keuangan  (OJK) menerima  kunjungan Ratu Maxima dari Belanda yang hadir sebagai  United Nations  Secretary General&amp;rsquo;s Special Advocate (UNSGSA) untuk  pembangunan inklusi  keuangan. Dalam pertemuan itu, OJK menjelaskan  program-program inklusi  keuangan yang telah dijalankan, termasuk dua  program inisiatif yang  baru dikeluarkan, yaitu KUR Klaster dan Bank  Wakaf Mikro. &amp;rdquo;Kami  menyambut baik tawaran Ratu Maxima untuk meningkatkan  program inklusi  keuangan di Indonesia agar berjalan lebih baik dan  cepat,&amp;rdquo; kata Ketua  Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Jakarta,  kemarin.   Dia  menjelaskan, kemajuan sejumlah program inklusi  keuangan yang telah  dijalankan OJK dengan tujuan meningkatkan akses  masyarakat ke sektor  jasa keuangan sehingga diharapkan bisa meningkatkan  kesejahteraan dan  menurunkan kesenjangan pendapatan.   (oktiani endarwati/kunthi fahmar sandy)</content:encoded></item></channel></rss>
