<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>CEO Lotte Sekaligus Orang Terkaya Ke-5 Korea Selatan Ditahan akibat Korupsi   </title><description>Ketua Lotte, Shin Dong-bin, berada di pengadilan pada saat vonis tersebut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/14/320/1859507/ceo-lotte-sekaligus-orang-terkaya-ke-5-korea-selatan-ditahan-akibat-korupsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/02/14/320/1859507/ceo-lotte-sekaligus-orang-terkaya-ke-5-korea-selatan-ditahan-akibat-korupsi"/><item><title>CEO Lotte Sekaligus Orang Terkaya Ke-5 Korea Selatan Ditahan akibat Korupsi   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/14/320/1859507/ceo-lotte-sekaligus-orang-terkaya-ke-5-korea-selatan-ditahan-akibat-korupsi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/02/14/320/1859507/ceo-lotte-sekaligus-orang-terkaya-ke-5-korea-selatan-ditahan-akibat-korupsi</guid><pubDate>Rabu 14 Februari 2018 15:12 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/14/320/1859507/ceo-lotte-sekaligus-orang-terkaya-ke-5-korea-selatan-ditahan-akibat-korupsi-upLm1bC8Wk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Shin Dong-bin. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/14/320/1859507/ceo-lotte-sekaligus-orang-terkaya-ke-5-korea-selatan-ditahan-akibat-korupsi-upLm1bC8Wk.jpg</image><title>Shin Dong-bin. (Foto: Reuters)</title></images><description>SEOUL - Pengadilan di Seoul menjatuhkan hukuman kepada ketua Grup Lotte. Konglomerat kelima terbesar di negara tersebut dihukum dua tahun enam bulan penjara dalam kasus skandal korupsi yang melibatkan banyak elit politik dan bisnis.

Choi Soon-sil, orang kepercayaan mantan Presiden Korea Park Geun-hye, dihukum karena menerima suap dari konglomerat Korea Selatan termasuk dari pejabat Samsung, pembuat smartphone dan semikonduktor terbesar di dunia, dan Grup Lotte.

Park dipecat dari kepresidenan Maret lalu, kemudian diadili secara terpisah atas tuduhan penyuapan, penyalahgunaan kekuasaan dan pemaksaan. Namun, Park membantah telah melakukan kesalahan. Ketua Lotte, Shin Dong-bin, berada di pengadilan pada saat vonis tersebut.

&quot;Tindakannya menghancurkan harapan dan kepercayaan komunitas dan masyarakat. Pemberian suap melukai keadilan,&quot; kata hakim ketua Kim Se-yun, seperti dilansir dari BusinessInsider, Rabu (14/2/2018).
Baca Juga: Bos Samsung Jadi Tersangka Pengemplang Pajak Rp80 Miliar

Penangkapan Shin menimbulkan kekosongan kepemimpinan di Lotte, raksasa ritel dan bahan kimia dengan aset senilai 110,8 triliun won atau USD102 miliar, karena menavigasi kerugian yang meningkat pada operasi di China.

Putusan tersebut terjadi pada saat Lotte, sponsor Olimpiade Musim Dingin yang saat ini berada di Korea Selatan, telah meningkatkan pemasaran untuk mempromosikan merek dan meningkatkan penjualan. Shin, yang juga presiden Asosiasi Ski Korea, tengah di Pyeongchang tempat Olimpiade, sebelum putusan tersebut dijatuhkan pengadilan.

Setelah keputusan pengadilan, Lotte mengatakan bahwa hukuman penjara pemimpinanya tersebut sangat tidak terduga. Menurut Lotte, hal itu dapat mempengaruhi rencana raksasa ritel tersebut untuk penawaran umum perdana salah satu unit mereka, Hotel Lotte.

&quot;Situasinya tidak terduga dan kita putus asa. Kami menghormati keputusan pengadilan, tapi hasilnya sangat disesalkan,&quot; tulis Lotte dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Korupsi! Bos Besar Samsung Divonis Penjara 5 Tahun

Tahun lalu, Lotte diasingkan di China setelah memberikan lahan kepada pemerintah Korea Selatan untuk memasang sistem anti-rudal milik Amerika Serikat (AS). Konglomerat tersebut juga menderita karena pertengkaran pada 2015 antara Shin dan saudaranya.

Selain itu, jaksa juga meminta hukuman penjara empat tahun untuk Shin, dan menuduh Lotte memberikan uang ke yayasan yang didukung oleh Park dan Choi sebesar 7 miliar won (USD6,46 juta) untuk bantuan seperti toko duty free mereka.Shin sendiri telah diadili pada Desember silam, pengadilan memvonis  bersalah dirinya karena melanggar kepercayaan dan melakukan penggelapan  dalam kasus yang berbeda. Namun hukuman tersebut ditunda, sehingga masih  membebaskannya untuk menjalankan Lotte Group.

Hakim mengatakan, Shin telah meninggalkan tanggung jawab yang  diberikan secara konstitusional dan memberi posisi dan kekuatannya  kepada orang lain. Selain itu, dia juga didakwa menggunakan posisinya  untuk memonopoli bisnis dan mencari keuntungan pribadi.

Jaksa menuntut hukuman penjara 25 tahun untuk Choi dengan tuduhan  termasuk paksaan, penyuapan, menyalahgunakan jabatan dan penyalahgunaan  wewenang.</description><content:encoded>SEOUL - Pengadilan di Seoul menjatuhkan hukuman kepada ketua Grup Lotte. Konglomerat kelima terbesar di negara tersebut dihukum dua tahun enam bulan penjara dalam kasus skandal korupsi yang melibatkan banyak elit politik dan bisnis.

Choi Soon-sil, orang kepercayaan mantan Presiden Korea Park Geun-hye, dihukum karena menerima suap dari konglomerat Korea Selatan termasuk dari pejabat Samsung, pembuat smartphone dan semikonduktor terbesar di dunia, dan Grup Lotte.

Park dipecat dari kepresidenan Maret lalu, kemudian diadili secara terpisah atas tuduhan penyuapan, penyalahgunaan kekuasaan dan pemaksaan. Namun, Park membantah telah melakukan kesalahan. Ketua Lotte, Shin Dong-bin, berada di pengadilan pada saat vonis tersebut.

&quot;Tindakannya menghancurkan harapan dan kepercayaan komunitas dan masyarakat. Pemberian suap melukai keadilan,&quot; kata hakim ketua Kim Se-yun, seperti dilansir dari BusinessInsider, Rabu (14/2/2018).
Baca Juga: Bos Samsung Jadi Tersangka Pengemplang Pajak Rp80 Miliar

Penangkapan Shin menimbulkan kekosongan kepemimpinan di Lotte, raksasa ritel dan bahan kimia dengan aset senilai 110,8 triliun won atau USD102 miliar, karena menavigasi kerugian yang meningkat pada operasi di China.

Putusan tersebut terjadi pada saat Lotte, sponsor Olimpiade Musim Dingin yang saat ini berada di Korea Selatan, telah meningkatkan pemasaran untuk mempromosikan merek dan meningkatkan penjualan. Shin, yang juga presiden Asosiasi Ski Korea, tengah di Pyeongchang tempat Olimpiade, sebelum putusan tersebut dijatuhkan pengadilan.

Setelah keputusan pengadilan, Lotte mengatakan bahwa hukuman penjara pemimpinanya tersebut sangat tidak terduga. Menurut Lotte, hal itu dapat mempengaruhi rencana raksasa ritel tersebut untuk penawaran umum perdana salah satu unit mereka, Hotel Lotte.

&quot;Situasinya tidak terduga dan kita putus asa. Kami menghormati keputusan pengadilan, tapi hasilnya sangat disesalkan,&quot; tulis Lotte dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Korupsi! Bos Besar Samsung Divonis Penjara 5 Tahun

Tahun lalu, Lotte diasingkan di China setelah memberikan lahan kepada pemerintah Korea Selatan untuk memasang sistem anti-rudal milik Amerika Serikat (AS). Konglomerat tersebut juga menderita karena pertengkaran pada 2015 antara Shin dan saudaranya.

Selain itu, jaksa juga meminta hukuman penjara empat tahun untuk Shin, dan menuduh Lotte memberikan uang ke yayasan yang didukung oleh Park dan Choi sebesar 7 miliar won (USD6,46 juta) untuk bantuan seperti toko duty free mereka.Shin sendiri telah diadili pada Desember silam, pengadilan memvonis  bersalah dirinya karena melanggar kepercayaan dan melakukan penggelapan  dalam kasus yang berbeda. Namun hukuman tersebut ditunda, sehingga masih  membebaskannya untuk menjalankan Lotte Group.

Hakim mengatakan, Shin telah meninggalkan tanggung jawab yang  diberikan secara konstitusional dan memberi posisi dan kekuatannya  kepada orang lain. Selain itu, dia juga didakwa menggunakan posisinya  untuk memonopoli bisnis dan mencari keuntungan pribadi.

Jaksa menuntut hukuman penjara 25 tahun untuk Choi dengan tuduhan  termasuk paksaan, penyuapan, menyalahgunakan jabatan dan penyalahgunaan  wewenang.</content:encoded></item></channel></rss>
