<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bea Masuk Sudah 0%, Menperin Sayangkan Masih Ada Ponsel Ilegal</title><description>Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai tidak perlu ada impor telepon selular (ponsel) ilegal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/15/320/1860242/bea-masuk-sudah-0-menperin-sayangkan-masih-ada-ponsel-ilegal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/02/15/320/1860242/bea-masuk-sudah-0-menperin-sayangkan-masih-ada-ponsel-ilegal"/><item><title>Bea Masuk Sudah 0%, Menperin Sayangkan Masih Ada Ponsel Ilegal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/15/320/1860242/bea-masuk-sudah-0-menperin-sayangkan-masih-ada-ponsel-ilegal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/02/15/320/1860242/bea-masuk-sudah-0-menperin-sayangkan-masih-ada-ponsel-ilegal</guid><pubDate>Kamis 15 Februari 2018 19:04 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/15/320/1860242/bea-masuk-sudah-0-menperin-sayangkan-masih-ada-ponsel-ilegal-c2W56kHUAf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/15/320/1860242/bea-masuk-sudah-0-menperin-sayangkan-masih-ada-ponsel-ilegal-c2W56kHUAf.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai tidak perlu ada impor telepon selular (ponsel) ilegal. Pasalnya, semua industri ponsel yang ada di dalam negeri sudah didukung dengan bea masuk 0%.

&quot;Ada 70 industri, ada 22 merek ponsel global dan nasional, dan ini tentu nilai tambah bagus dan industri tidak terprotect karena bea masuk 0%,&quot; tuturnya, di Kantor Bea Cukai, Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Oleh karena itu, kata Airlangga, sebaiknya masuk menjadi industri ponsel dalam negeri. Apalagi, market atau pasar di sini besar, sehingga tidak ada alasan untuk impor ilegal.

&quot;Karena impor ilegal itu opportunity-nya sudah terwakili di sini, tidak ada merek yang tidak diproduksi di dalam negeri. Hilirisasinya sudah terbentuk,&quot; tuturnya.

Dia melanjutkan, pada 2017 Indonesia impor ponsel 60 juta unit dan hanya memproduksi 5,7 juta. Pada 2017 jumlah ponsel impor menurun, di mana produksi sudah 60,5 juta unit.

&quot;Impornya itu hanya 11,4 juta. Ini terdiri dari 11 merek dalam negeri dan 11 merek luar negeri. Jumlah market share terbesar adalah merek lokal,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai tidak perlu ada impor telepon selular (ponsel) ilegal. Pasalnya, semua industri ponsel yang ada di dalam negeri sudah didukung dengan bea masuk 0%.

&quot;Ada 70 industri, ada 22 merek ponsel global dan nasional, dan ini tentu nilai tambah bagus dan industri tidak terprotect karena bea masuk 0%,&quot; tuturnya, di Kantor Bea Cukai, Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Oleh karena itu, kata Airlangga, sebaiknya masuk menjadi industri ponsel dalam negeri. Apalagi, market atau pasar di sini besar, sehingga tidak ada alasan untuk impor ilegal.

&quot;Karena impor ilegal itu opportunity-nya sudah terwakili di sini, tidak ada merek yang tidak diproduksi di dalam negeri. Hilirisasinya sudah terbentuk,&quot; tuturnya.

Dia melanjutkan, pada 2017 Indonesia impor ponsel 60 juta unit dan hanya memproduksi 5,7 juta. Pada 2017 jumlah ponsel impor menurun, di mana produksi sudah 60,5 juta unit.

&quot;Impornya itu hanya 11,4 juta. Ini terdiri dari 11 merek dalam negeri dan 11 merek luar negeri. Jumlah market share terbesar adalah merek lokal,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
