<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengerjaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai 10%, Apa Saja?</title><description>Proyek  Kereta Cepat Jakarta Bandung terus dikejar pengerjaannya agar bisa selesai pada tahun 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/20/320/1862088/pengerjaan-kereta-cepat-jakarta-bandung-capai-10-apa-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/02/20/320/1862088/pengerjaan-kereta-cepat-jakarta-bandung-capai-10-apa-saja"/><item><title>Pengerjaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai 10%, Apa Saja?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/20/320/1862088/pengerjaan-kereta-cepat-jakarta-bandung-capai-10-apa-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/02/20/320/1862088/pengerjaan-kereta-cepat-jakarta-bandung-capai-10-apa-saja</guid><pubDate>Selasa 20 Februari 2018 15:23 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/20/320/1862088/pengerjaan-kereta-cepat-jakarta-bandung-capai-10-apa-saja-lXj7mUZaAC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/20/320/1862088/pengerjaan-kereta-cepat-jakarta-bandung-capai-10-apa-saja-lXj7mUZaAC.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Proyek  Kereta Cepat Jakarta Bandung terus dikejar pengerjaannya agar bisa selesai pada tahun 2020.  Proyek ini dinilai cukup lambat karena sejak dilakukan groundbreaking dua tahun lalu, progres pengerjaannya baru mencapai 10%.

PLT Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) Dwi Windarto mengatakan, dari total progres tersebut pembangunan sudah dilakukan di wilayah Walini. Selain itu, pengerjaan konstruksi tunnel juga mulai dilakukan di wilayah Halim Perdanakusuma.

&quot;Konstruksi beberapa lokasi sudah mulai. Yang sudah  konstruksi di Walini ada tunnel Walini, kemudian tunnel 8, kemudian ada tunnel 1 di Halim,&quot; ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Selain kedua wilayah tersebut lanjut Dwi, piahkanya juga sudah melakukan pengerjaan di dua wilayah Bandung. Kedua wilayah yang dimaksud yakni Cimahi dan juga Padalarang.

&quot;Selain Walini, ada pekerja Beijing Plant kemudian Stock Yard vervikasi sudah dilaksanakan lokasi di Cimahi ada Walini ada Padalarang juga ada,&quot; jelasnya.

Meski begitu lanjut Dwi, dirinya belum bisa menyebutkan secara pasti panjang dari rel yang sudah dibangun. Pasalnya, pembangunan kereta cepat merupakan konstruksi dengan membangun terowongan ke bawah.

&quot;Konstruksinya kurang lebih 5 sampai 10%. Kalau itu kan tidak bisa dikatakan berapa panjang sudah dilakukan karena variatif karena pekerjaan,&quot; ucapnya.

Chairman PT PSBI Sahala Lumban Gaol mengatakan pihaknya juga sudah menyerahkan 55 kilometer tanah yang sudah dibebaskan untuk segera dibangun pengerjaannya. Akan tetapi dirinya mengakui jika proses pengerjaannya tidak terlihat dikarenakan letaknya yang jauh dari akses jalan raya.

&quot;Jadi gini sekarang kita sudah menyerahkan ke kontraktor 55 km dari 142. Jadi kontraktor sudah mulai kerja semua. Speednya sudah mulai cepat nih. Tapi memang sudah kita serahkan yang 55 km ini enggak keliatan di jalan raya kebetulan dia tidak di pinggir jalan tol semuanya. Orang melihat katanya udah bangun ko enggak keliatan ,ya enggak bisa kita pindahkan itu nanti kita aja supaya kalian liat,&quot; jelasnya.

Salah satu contohnya lanjut Sahala, adalah pembangunan tunnel atau terowongan yang sudah dilakukan di dua titik yakni Halim Perdana Kusuma dan juga Walini. Selain itu para kontraktor juga sudah mulai pembangunan rel elivated (layang) di wilayah Kabupaten Karawang.

&quot;Di daerah Karawang ada itu yang Elevated. Dibanding terowongan, malah tunnelnya, tunnel Walini. Sudah dibor,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Proyek  Kereta Cepat Jakarta Bandung terus dikejar pengerjaannya agar bisa selesai pada tahun 2020.  Proyek ini dinilai cukup lambat karena sejak dilakukan groundbreaking dua tahun lalu, progres pengerjaannya baru mencapai 10%.

PLT Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) Dwi Windarto mengatakan, dari total progres tersebut pembangunan sudah dilakukan di wilayah Walini. Selain itu, pengerjaan konstruksi tunnel juga mulai dilakukan di wilayah Halim Perdanakusuma.

&quot;Konstruksi beberapa lokasi sudah mulai. Yang sudah  konstruksi di Walini ada tunnel Walini, kemudian tunnel 8, kemudian ada tunnel 1 di Halim,&quot; ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Selain kedua wilayah tersebut lanjut Dwi, piahkanya juga sudah melakukan pengerjaan di dua wilayah Bandung. Kedua wilayah yang dimaksud yakni Cimahi dan juga Padalarang.

&quot;Selain Walini, ada pekerja Beijing Plant kemudian Stock Yard vervikasi sudah dilaksanakan lokasi di Cimahi ada Walini ada Padalarang juga ada,&quot; jelasnya.

Meski begitu lanjut Dwi, dirinya belum bisa menyebutkan secara pasti panjang dari rel yang sudah dibangun. Pasalnya, pembangunan kereta cepat merupakan konstruksi dengan membangun terowongan ke bawah.

&quot;Konstruksinya kurang lebih 5 sampai 10%. Kalau itu kan tidak bisa dikatakan berapa panjang sudah dilakukan karena variatif karena pekerjaan,&quot; ucapnya.

Chairman PT PSBI Sahala Lumban Gaol mengatakan pihaknya juga sudah menyerahkan 55 kilometer tanah yang sudah dibebaskan untuk segera dibangun pengerjaannya. Akan tetapi dirinya mengakui jika proses pengerjaannya tidak terlihat dikarenakan letaknya yang jauh dari akses jalan raya.

&quot;Jadi gini sekarang kita sudah menyerahkan ke kontraktor 55 km dari 142. Jadi kontraktor sudah mulai kerja semua. Speednya sudah mulai cepat nih. Tapi memang sudah kita serahkan yang 55 km ini enggak keliatan di jalan raya kebetulan dia tidak di pinggir jalan tol semuanya. Orang melihat katanya udah bangun ko enggak keliatan ,ya enggak bisa kita pindahkan itu nanti kita aja supaya kalian liat,&quot; jelasnya.

Salah satu contohnya lanjut Sahala, adalah pembangunan tunnel atau terowongan yang sudah dilakukan di dua titik yakni Halim Perdana Kusuma dan juga Walini. Selain itu para kontraktor juga sudah mulai pembangunan rel elivated (layang) di wilayah Kabupaten Karawang.

&quot;Di daerah Karawang ada itu yang Elevated. Dibanding terowongan, malah tunnelnya, tunnel Walini. Sudah dibor,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
