<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Bambang: Ga Mungkin Semua Jembatan Dibangun dengan Robot   </title><description>Pekerjaan yang tergantikan adalah yang menggunakan keterampilan rendah, bukan yang berskala tinggi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/21/320/1862880/menteri-bambang-ga-mungkin-semua-jembatan-dibangun-dengan-robot</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/02/21/320/1862880/menteri-bambang-ga-mungkin-semua-jembatan-dibangun-dengan-robot"/><item><title>Menteri Bambang: Ga Mungkin Semua Jembatan Dibangun dengan Robot   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/21/320/1862880/menteri-bambang-ga-mungkin-semua-jembatan-dibangun-dengan-robot</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/02/21/320/1862880/menteri-bambang-ga-mungkin-semua-jembatan-dibangun-dengan-robot</guid><pubDate>Rabu 21 Februari 2018 21:43 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/21/320/1862880/menteri-bambang-ga-mungkin-semua-jembatan-dibangun-dengan-robot-78HLUfXhku.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/21/320/1862880/menteri-bambang-ga-mungkin-semua-jembatan-dibangun-dengan-robot-78HLUfXhku.jpg</image><title>Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, era digitalisasi berpotensi menghilangkan 52,6 juta lapangan pekerjaan yang tergantikan otomatisasi. Hal ini berdasarkan  temuan McKinsey, perusahaan konsultan manajemen multinasional.

Angka 52,6 juta, katanya, setara dengan  52% angkatan kerja Indonesia yang akan tergantikan dengan mesin. Di mana pekerjaan yang tergantikan adalah yang menggunakan keterampilan rendah, bukan yang berskala tinggi.

Mantan Menteri Keuangan ini menyebutkan, ada beberapa pekerjaan yang tidak tergantikan meski diterpa era digital. Di antaranya, sektor konstruksi, di mana arsitek, surveyor, manajer konstruksi, pengawas konstruksi dan pekerja konstruksi masih dibutuhkan.

&quot;Enggak mungkin semua jembatan dibangun dengan robot,&quot;  ujarnya dalam seminar mengenai ekonomi digital di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (21/2/2018).
Baca Juga: Menteri Bambang Sebut 52,6 Juta Lapangan Kerja Akan Hilang di Era Digital

Lanjutnya, di sektor pendidikan, jasa pengajar masih tetap dibutuhkan. Meski teknologi masa kini menawarkan pembelajaran jarak jauh, menggunakan internet. Namun, kata dia, itu tak bisa menggantikan pembelajaran dengan pertemuan langsung. &quot;Di sektor kesehatan, dokter mungkin berkurang, perawat masih perlu,&quot; katanya.

Selain itu, pekerjaan dengan keterampilan yang tinggi, yakni lulusan teknik, matematik, dan ahli IT akan tetap dibutuhkan.

&quot;Mungkin yang IT ini untuk membantu kerjaan BSSN yang baru, sekarang yang paling bahaya di Indonesia itu cyber security. Setiap jam selalu ada yang hack sistem bank, kebanyakan gagal tapi ada juga yang berhasil,&quot; paparnya.

Sementara itu, pekerjaan yang mengandalkan tingkat kreativitas tinggi seperti seniman dan desainer akan tetap bertahan. &quot;Karena kita tidak bisa digantikan dengan teknologi apapun,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, era digitalisasi berpotensi menghilangkan 52,6 juta lapangan pekerjaan yang tergantikan otomatisasi. Hal ini berdasarkan  temuan McKinsey, perusahaan konsultan manajemen multinasional.

Angka 52,6 juta, katanya, setara dengan  52% angkatan kerja Indonesia yang akan tergantikan dengan mesin. Di mana pekerjaan yang tergantikan adalah yang menggunakan keterampilan rendah, bukan yang berskala tinggi.

Mantan Menteri Keuangan ini menyebutkan, ada beberapa pekerjaan yang tidak tergantikan meski diterpa era digital. Di antaranya, sektor konstruksi, di mana arsitek, surveyor, manajer konstruksi, pengawas konstruksi dan pekerja konstruksi masih dibutuhkan.

&quot;Enggak mungkin semua jembatan dibangun dengan robot,&quot;  ujarnya dalam seminar mengenai ekonomi digital di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (21/2/2018).
Baca Juga: Menteri Bambang Sebut 52,6 Juta Lapangan Kerja Akan Hilang di Era Digital

Lanjutnya, di sektor pendidikan, jasa pengajar masih tetap dibutuhkan. Meski teknologi masa kini menawarkan pembelajaran jarak jauh, menggunakan internet. Namun, kata dia, itu tak bisa menggantikan pembelajaran dengan pertemuan langsung. &quot;Di sektor kesehatan, dokter mungkin berkurang, perawat masih perlu,&quot; katanya.

Selain itu, pekerjaan dengan keterampilan yang tinggi, yakni lulusan teknik, matematik, dan ahli IT akan tetap dibutuhkan.

&quot;Mungkin yang IT ini untuk membantu kerjaan BSSN yang baru, sekarang yang paling bahaya di Indonesia itu cyber security. Setiap jam selalu ada yang hack sistem bank, kebanyakan gagal tapi ada juga yang berhasil,&quot; paparnya.

Sementara itu, pekerjaan yang mengandalkan tingkat kreativitas tinggi seperti seniman dan desainer akan tetap bertahan. &quot;Karena kita tidak bisa digantikan dengan teknologi apapun,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
