<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag Sebut Blibli Akui 90% Produknya Masih Barang Asing   </title><description>Indonesia harus bisa memanfaatkan kehadiran digital dengan menjadi pemain bukan hanya pasar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/21/320/1862894/mendag-sebut-blibli-akui-90-produknya-masih-barang-asing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/02/21/320/1862894/mendag-sebut-blibli-akui-90-produknya-masih-barang-asing"/><item><title>Mendag Sebut Blibli Akui 90% Produknya Masih Barang Asing   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/21/320/1862894/mendag-sebut-blibli-akui-90-produknya-masih-barang-asing</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/02/21/320/1862894/mendag-sebut-blibli-akui-90-produknya-masih-barang-asing</guid><pubDate>Rabu 21 Februari 2018 22:20 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/21/320/1862894/mendag-sebut-blibli-akui-90-produknya-masih-barang-asing-P6ZID51tac.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perdagangan Enggartisto Lukita. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/21/320/1862894/mendag-sebut-blibli-akui-90-produknya-masih-barang-asing-P6ZID51tac.jpg</image><title>Menteri Perdagangan Enggartisto Lukita. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Di era ekonomi digital, kehadiran e-commerce begitu menjamur. Namun sayangnya, produk yang diperdagangkan didominasi barang impor, bukan produk dalam negeri.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, setidaknya fenomena ini terlihat dari jumlah penjualan barang di e-commerce Blibli.com, di mana tercatat lebih dari 90% barang yang dijual di markeplace-nya merupakan barang impor.

&quot;Saya apresiasi pengakuan Blibli.com di Rapat Kerja Kemendag kemarin, yang jujur bilang 90% produknya itu barang asing, hanya kurang dari 10% yang produk lokal,&quot;  ujar Enggar dalam acara seminar tentang ekonomi digital di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (21/2/2018).

Menurutnya, Indonesia harus bisa memanfaatkan kehadiran digital dengan menjadi pemain bukan hanya pasar. Hal ini dilakukan dengan mendorong penjualan produk dalam negeri melalui marketplace. &quot;Sebab di pasar offline itu sudah saya tentukan harus jual produk Indonesia. Ini harus adil. Marketplace juga harus ditetapkan jual produk dalam negeri,&quot; katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya segera melakukan pertemuan dengan pelaku market place untuk menetapkan ketentuan besaran produk asing dan lokal yang dijual di marketplace.

&quot;Besok saya akan undang marketplace yang besar-besar dulu, agar considering dan memberikan prioritas pada produk-produk dalam negeri yang kemudian saya ingin masuk kepada target presentase-nya,&quot; ucapnya.

Dia melanjutkan, pada rencana duduk bersama dengan pelaku marketplace besok, pihaknya akan berdiskusi berikan penawaran besaran persentase penjualan produk lokal yang mungkin direalisasikan.

&quot;Kita tetapkan, kita tidak paksakan yang tidak workable, yang pasti kita akan himbau dulu, mereka bantulah sesama pengusaha untuk itu, sebab kalau kita tetapkan dengan kesewenang-wenangan tidak baik,&quot; ucapnya.

Sayangnya, saat ditanyai, mengenai kepastian waktu dan lokasi pertemuan tersebut, Enggar enggan menyebutkan. &quot;(Pertemuannya) besok sore, lokasinya di Jakarta lah,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Di era ekonomi digital, kehadiran e-commerce begitu menjamur. Namun sayangnya, produk yang diperdagangkan didominasi barang impor, bukan produk dalam negeri.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, setidaknya fenomena ini terlihat dari jumlah penjualan barang di e-commerce Blibli.com, di mana tercatat lebih dari 90% barang yang dijual di markeplace-nya merupakan barang impor.

&quot;Saya apresiasi pengakuan Blibli.com di Rapat Kerja Kemendag kemarin, yang jujur bilang 90% produknya itu barang asing, hanya kurang dari 10% yang produk lokal,&quot;  ujar Enggar dalam acara seminar tentang ekonomi digital di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (21/2/2018).

Menurutnya, Indonesia harus bisa memanfaatkan kehadiran digital dengan menjadi pemain bukan hanya pasar. Hal ini dilakukan dengan mendorong penjualan produk dalam negeri melalui marketplace. &quot;Sebab di pasar offline itu sudah saya tentukan harus jual produk Indonesia. Ini harus adil. Marketplace juga harus ditetapkan jual produk dalam negeri,&quot; katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya segera melakukan pertemuan dengan pelaku market place untuk menetapkan ketentuan besaran produk asing dan lokal yang dijual di marketplace.

&quot;Besok saya akan undang marketplace yang besar-besar dulu, agar considering dan memberikan prioritas pada produk-produk dalam negeri yang kemudian saya ingin masuk kepada target presentase-nya,&quot; ucapnya.

Dia melanjutkan, pada rencana duduk bersama dengan pelaku marketplace besok, pihaknya akan berdiskusi berikan penawaran besaran persentase penjualan produk lokal yang mungkin direalisasikan.

&quot;Kita tetapkan, kita tidak paksakan yang tidak workable, yang pasti kita akan himbau dulu, mereka bantulah sesama pengusaha untuk itu, sebab kalau kita tetapkan dengan kesewenang-wenangan tidak baik,&quot; ucapnya.

Sayangnya, saat ditanyai, mengenai kepastian waktu dan lokasi pertemuan tersebut, Enggar enggan menyebutkan. &quot;(Pertemuannya) besok sore, lokasinya di Jakarta lah,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
