<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Proyek Infrastruktur Perlu Evaluasi Menyeluruh, Porsi BUMN Bakal Dikurangi?</title><description>Kalangan pengusaha meminta agar pemerintah serius menangani kasus kecelakaan kerja pada proyek infrastruktur nasional</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/22/320/1862998/proyek-infrastruktur-perlu-evaluasi-menyeluruh-porsi-bumn-bakal-dikurangi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/02/22/320/1862998/proyek-infrastruktur-perlu-evaluasi-menyeluruh-porsi-bumn-bakal-dikurangi"/><item><title>Proyek Infrastruktur Perlu Evaluasi Menyeluruh, Porsi BUMN Bakal Dikurangi?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/22/320/1862998/proyek-infrastruktur-perlu-evaluasi-menyeluruh-porsi-bumn-bakal-dikurangi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/02/22/320/1862998/proyek-infrastruktur-perlu-evaluasi-menyeluruh-porsi-bumn-bakal-dikurangi</guid><pubDate>Kamis 22 Februari 2018 10:02 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/22/320/1862998/proyek-infrastruktur-perlu-evaluasi-menyeluruh-porsi-bumn-bakal-dikurangi-954UFmpb8F.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Robohnya Pier Head Tol Becakayu (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/22/320/1862998/proyek-infrastruktur-perlu-evaluasi-menyeluruh-porsi-bumn-bakal-dikurangi-954UFmpb8F.jpg</image><title>Foto: Robohnya Pier Head Tol Becakayu (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kalangan pengusaha meminta agar pemerintah serius menangani kasus kecelakaan kerja pada proyek infrastruktur nasional yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Evaluasi dan pengawasan ketat yang diminta oleh Presiden Joko Widodo hendaknya mendapat perhatian khusus agar tepat sasaran.

&amp;ldquo;Pekerjaan konstruksi yang terlalu banyak dengan tenggat waktu singkat harus mendapatkan perhatian. Rentetan kecelakaan kerja yang berulang seharusnya tidak perlu terjadi.  Berarti ada yang salah selama ini, bisa dari metode kerja yang belum standar dan faktor lain seperti pekerjaan dengan tenggat yang tinggi,&quot; ujar Wakil Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Yaser Palito kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan kerja pada proyek infrastruktur kembali terjadi dan mengakibatkan korban luka. Yang terbaru, terjadi di proyek Jalan Tol Layang (elevated) Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang digarap PT Waskita Karya pada Selasa (20/2) pukul 03.00 WIB. Kecelakaan yang menyebabkan tujuh orang luka tersebut, terjadi karena cetakan untuk pengecoran beton atau bekisting pier head terjatuh. Bekisting pierhead adalah cetakan sementara yang digunakan untuk menahan beton kepala pilar (pile cap) selama beton dituang dan dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

Musibah tersebut menambah panjang deretan kecelakaan kerja yang proyeknya digarap perusahaan pelat merah pada beberapa bulan terakhir. Peristiwa tersebut juga mendorong Presiden Joko Widodo untuk mengeluarkan instruksi agar proyek jalan elevated baik tol, light rail transit (LRT) maupun flyover di seluruh Indonesia dihentikan sementara.

Yaser menilai, proyek-proyek infrastruktur berskala besar sudah terlalu banyak dikerjakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Apalagi dengan tenggat waktu yang diberikan cukup singkat sehingga memungkinkan terjadinya &amp;lsquo;human error' maupun faktor lain di lapangan.

&quot;Kalau satu BUMN saja menangani proyek besar cukup banyak, sementara dari sisi anggaran juga terkesan dipaksakan bisa saja terjadi efisiensi di situ. Apakah dari SDM (sumber daya manusia)-nya, peralatan dan sebagainya sehingga memengaruhi pekerjaan secara keseluruhan,&quot; ujarnya.

Menurut dia, pemerintah harus bersikap adil terhadap pembangunan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia dengan memberikan kesempatan sama rata kepada pihak swasta. Dia beralasan, cukup banyak pekerjaan kontruksi berskala nasional yang digarap kelompok Hipmi.

Dia menambahkan bahwa Hipmi telah berjuang menerapkan penanganan proyek kontruksi berskala besar senilai di bawah Rp100 miliar agar tidak digarap oleh perusahaan BUMN dan terbukti cukup berhasil.

&amp;ldquo;Sekarang yang harus dipikirkan adalah bagaimana kalangan pengusaha swasta bisa bersaing dengan kontraktor besar seperti BUMN sehingga dia bisa naik kelas. Jadi tidak melulu mengandalkan BUMN saja,&quot; sebutnya.
Wakil Ketua Bidang Konstruksi dan Infrastruktur Kamar Dagang dan  Industri (Kadin) Indonesia Erwin Aksa juga berpendapat, Pemerintah harus  mengkaji dan mengevaluasi kembali penugasan-penugasan negara kepada  BUMN Karya yang sudah terlalu sering mengalami kecelakaan-kecelakaan  konstruksi.

Menurutnya, jika ditemukan adanya pelanggaran, maka harus diberikan  peringatan keras dan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan  yang berlaku.  &amp;ldquo;Ini harus dilakukan agar menjadi peringatan kepada para  kontraktor lain agar tidak boleh lalai sama sekali terhadap keselamatan  dan kesehatan kerja,&amp;rdquo; ujar dia.

Erwin menambahkan, proyek-proyek infrastruktur saat ini didominasi  oleh kontraktor-kontraktor BUMN Karya, jumlah proyek sangat banyak dan  bernilai besar namun kemampuan mereka terbatas.  Kondisi ini menyebabkan  tingkat ketelitian dan kehati-hatian kontraktor dalam menyelesaikan  pekerjaan menjadi terpecah-pecah.
Untuk itu, Kadin meminta pemerintah menghentikan terlebih dahulu  penugasan proyek-proyek infrastruktur baru kepada BUMN Karya dan memberi  kesempatan lebih banyak kepada perusahaan swasta nasional untuk  terlibat.

Evaluasi Baik untuk Tarik Investor

Langkah evaluasi dan pengawasan terhadap sejumlah proyek  infrastruktur nasional dinilai positif untuk meningkatkan kepercayaan  investor. Dengan pengawasan yang baik, kualitas proyek infrastruktur  akan semakin bagus sehingga dalam jangka panjang berdampak baik bagi  perekonomian.

&quot;Dalam jangka panjang tidak ada pengaruhnya tapi justru akan lebih baik,&quot; ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jakarta kemarin.

Senada dengan Rini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini  Soemarno mengatakan, penghentian sementara proyek tersebut tidak akan  berdampak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pasalnya,  proyek tersebut dibangun menggunakan anggaran Badan Usaha Milik Negara  (BUMN).

&amp;ldquo;Ini (penghentian) kan sementara, sehingga tidak ada pengaruh yang negatif, justru meningkatkan keamanan proyek,&amp;rdquo; ujarnya.

Di bagian lain, Pemerintah menegaskan bahwa kasus kecelakaan  kontruksi yang terjadi dalam kurun waktu dua bulan terakhir tidak akan  dimoratorium. Penghentian sejumlah proyek hanya sementara waktu, dan  hanya berlaku untuk proye elevated atau jalan layang.

Ketua Komisi Keselamatan Kontruksi (K3) Syarief Burhanuddin  mengatakan, penghentian sementara yang dimaksud lebih kepada  proyek-proyek yang berisiko tinggi. Misalnya, proses pengecoran dan  pemancangan pier serta proyek berisiko layang sifatnya melayang.   Sedangkan proyek yang sifatnya pembersihan atau pekerjaan yang mencapai  tahapan finishing pada proyek elevated akan tetap berjalan seperti  biasa.

&quot;Jadi ini bukan moratorium, namun lebih kepada penghentian sementara.  Bisa saja ada yang sudah memenuhi kriteria sudah langsung kerja kembali  dalam dua atau tiga hari ke depan,&quot; kata Syarief yang juga Direktur  Jenderal Bina Kontruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  (PUPR) di Jakarta kemarin.

Dia mengatakan, K3 telah menentukan kriteria sejauh mana proyek tersebut bisa berjalan kembali setelah dievaluasi.

&quot;Tim ini sifatnya mereka dibuatkan daftar, delapan kriteria kami  buat. Sehingga menjadi acuan. Dan kriteria itu menjadi acuan di mana  proyek-proyek diberhentikan sementara. Ada 14 item, apakah mereka sudah  laksanakan atau tidak. Kalau itu dilaksanakan maka diapproval untuk bisa  melanjutkan proyek,&quot; ujarnya.

Dia menambahkan bahwa kontraktor juga akan ikut proaktif memberikan  laporan sehingga evaluasi yang dilakukan K3 tidak masuk dalam kategori  investigasi.
Ketua Jakarta Contractor Community (JCC) Pontas Limbong mengatakan,   keselamatan terhadap para pekerja harus menjadi prioritas dalam   pembangunan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Menurutnya, para   pekerja merupakan tulang punggung di lapangan sehingga perlu mendapatkan   perhatian yang lebih. &quot;Harusnya keselamatan bagi pekerja menjadi   prioritas dalam membangun proyek sebab mereka ini vital di lapangan,&quot;   kata Pontas.

Dia juga mengungkapkan, ambruknya bagian bekisting pierhead proyek   Tol Becakayu di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, adalah akibat dugaan   kecerobohan dalam pengerjaan proyek.

Pakar manajemen inovasi dari Universitas Indonesia Ali Berawi   mengatakan, pembangunan jalan tol dalam rangka percepatan pembangunan   harus tetap memenuhi syarat keselamatan yang tertuang pada masterplan   schedule project.

Menurutnya, akselerasi pembangunan proyek infrastruktur harus    diikuti oleh penambahan sumber daya baik tenaga kerja, biaya, dan   perlengkapan produksi. &amp;ldquo;Yang juga diperlukan adalah  bagaimana fungsi   kontrol untuk memastikan kualitas produk dan hasil pekerjaan sesuai   dengan spesifikasi yang disyaratkan,&amp;rdquo; ujarnya.

Mengenai sanksi kepada kontraktor yang dianggap lalai, hal itu telah   diatur dalam&amp;lrm; UU Jasa Konstruksi tahun 2017. Sanksi yang dimaksud mulai   dari peringatan, denda administratif, penghentian pekerjaan, black  list,  pembekuan izin hingga pemutusan izin.  (Ichsan Amin/Oktiani  Endarwati  /R Ratna Purnama)</description><content:encoded>JAKARTA - Kalangan pengusaha meminta agar pemerintah serius menangani kasus kecelakaan kerja pada proyek infrastruktur nasional yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Evaluasi dan pengawasan ketat yang diminta oleh Presiden Joko Widodo hendaknya mendapat perhatian khusus agar tepat sasaran.

&amp;ldquo;Pekerjaan konstruksi yang terlalu banyak dengan tenggat waktu singkat harus mendapatkan perhatian. Rentetan kecelakaan kerja yang berulang seharusnya tidak perlu terjadi.  Berarti ada yang salah selama ini, bisa dari metode kerja yang belum standar dan faktor lain seperti pekerjaan dengan tenggat yang tinggi,&quot; ujar Wakil Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Yaser Palito kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan kerja pada proyek infrastruktur kembali terjadi dan mengakibatkan korban luka. Yang terbaru, terjadi di proyek Jalan Tol Layang (elevated) Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang digarap PT Waskita Karya pada Selasa (20/2) pukul 03.00 WIB. Kecelakaan yang menyebabkan tujuh orang luka tersebut, terjadi karena cetakan untuk pengecoran beton atau bekisting pier head terjatuh. Bekisting pierhead adalah cetakan sementara yang digunakan untuk menahan beton kepala pilar (pile cap) selama beton dituang dan dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

Musibah tersebut menambah panjang deretan kecelakaan kerja yang proyeknya digarap perusahaan pelat merah pada beberapa bulan terakhir. Peristiwa tersebut juga mendorong Presiden Joko Widodo untuk mengeluarkan instruksi agar proyek jalan elevated baik tol, light rail transit (LRT) maupun flyover di seluruh Indonesia dihentikan sementara.

Yaser menilai, proyek-proyek infrastruktur berskala besar sudah terlalu banyak dikerjakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Apalagi dengan tenggat waktu yang diberikan cukup singkat sehingga memungkinkan terjadinya &amp;lsquo;human error' maupun faktor lain di lapangan.

&quot;Kalau satu BUMN saja menangani proyek besar cukup banyak, sementara dari sisi anggaran juga terkesan dipaksakan bisa saja terjadi efisiensi di situ. Apakah dari SDM (sumber daya manusia)-nya, peralatan dan sebagainya sehingga memengaruhi pekerjaan secara keseluruhan,&quot; ujarnya.

Menurut dia, pemerintah harus bersikap adil terhadap pembangunan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia dengan memberikan kesempatan sama rata kepada pihak swasta. Dia beralasan, cukup banyak pekerjaan kontruksi berskala nasional yang digarap kelompok Hipmi.

Dia menambahkan bahwa Hipmi telah berjuang menerapkan penanganan proyek kontruksi berskala besar senilai di bawah Rp100 miliar agar tidak digarap oleh perusahaan BUMN dan terbukti cukup berhasil.

&amp;ldquo;Sekarang yang harus dipikirkan adalah bagaimana kalangan pengusaha swasta bisa bersaing dengan kontraktor besar seperti BUMN sehingga dia bisa naik kelas. Jadi tidak melulu mengandalkan BUMN saja,&quot; sebutnya.
Wakil Ketua Bidang Konstruksi dan Infrastruktur Kamar Dagang dan  Industri (Kadin) Indonesia Erwin Aksa juga berpendapat, Pemerintah harus  mengkaji dan mengevaluasi kembali penugasan-penugasan negara kepada  BUMN Karya yang sudah terlalu sering mengalami kecelakaan-kecelakaan  konstruksi.

Menurutnya, jika ditemukan adanya pelanggaran, maka harus diberikan  peringatan keras dan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan  yang berlaku.  &amp;ldquo;Ini harus dilakukan agar menjadi peringatan kepada para  kontraktor lain agar tidak boleh lalai sama sekali terhadap keselamatan  dan kesehatan kerja,&amp;rdquo; ujar dia.

Erwin menambahkan, proyek-proyek infrastruktur saat ini didominasi  oleh kontraktor-kontraktor BUMN Karya, jumlah proyek sangat banyak dan  bernilai besar namun kemampuan mereka terbatas.  Kondisi ini menyebabkan  tingkat ketelitian dan kehati-hatian kontraktor dalam menyelesaikan  pekerjaan menjadi terpecah-pecah.
Untuk itu, Kadin meminta pemerintah menghentikan terlebih dahulu  penugasan proyek-proyek infrastruktur baru kepada BUMN Karya dan memberi  kesempatan lebih banyak kepada perusahaan swasta nasional untuk  terlibat.

Evaluasi Baik untuk Tarik Investor

Langkah evaluasi dan pengawasan terhadap sejumlah proyek  infrastruktur nasional dinilai positif untuk meningkatkan kepercayaan  investor. Dengan pengawasan yang baik, kualitas proyek infrastruktur  akan semakin bagus sehingga dalam jangka panjang berdampak baik bagi  perekonomian.

&quot;Dalam jangka panjang tidak ada pengaruhnya tapi justru akan lebih baik,&quot; ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jakarta kemarin.

Senada dengan Rini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini  Soemarno mengatakan, penghentian sementara proyek tersebut tidak akan  berdampak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pasalnya,  proyek tersebut dibangun menggunakan anggaran Badan Usaha Milik Negara  (BUMN).

&amp;ldquo;Ini (penghentian) kan sementara, sehingga tidak ada pengaruh yang negatif, justru meningkatkan keamanan proyek,&amp;rdquo; ujarnya.

Di bagian lain, Pemerintah menegaskan bahwa kasus kecelakaan  kontruksi yang terjadi dalam kurun waktu dua bulan terakhir tidak akan  dimoratorium. Penghentian sejumlah proyek hanya sementara waktu, dan  hanya berlaku untuk proye elevated atau jalan layang.

Ketua Komisi Keselamatan Kontruksi (K3) Syarief Burhanuddin  mengatakan, penghentian sementara yang dimaksud lebih kepada  proyek-proyek yang berisiko tinggi. Misalnya, proses pengecoran dan  pemancangan pier serta proyek berisiko layang sifatnya melayang.   Sedangkan proyek yang sifatnya pembersihan atau pekerjaan yang mencapai  tahapan finishing pada proyek elevated akan tetap berjalan seperti  biasa.

&quot;Jadi ini bukan moratorium, namun lebih kepada penghentian sementara.  Bisa saja ada yang sudah memenuhi kriteria sudah langsung kerja kembali  dalam dua atau tiga hari ke depan,&quot; kata Syarief yang juga Direktur  Jenderal Bina Kontruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  (PUPR) di Jakarta kemarin.

Dia mengatakan, K3 telah menentukan kriteria sejauh mana proyek tersebut bisa berjalan kembali setelah dievaluasi.

&quot;Tim ini sifatnya mereka dibuatkan daftar, delapan kriteria kami  buat. Sehingga menjadi acuan. Dan kriteria itu menjadi acuan di mana  proyek-proyek diberhentikan sementara. Ada 14 item, apakah mereka sudah  laksanakan atau tidak. Kalau itu dilaksanakan maka diapproval untuk bisa  melanjutkan proyek,&quot; ujarnya.

Dia menambahkan bahwa kontraktor juga akan ikut proaktif memberikan  laporan sehingga evaluasi yang dilakukan K3 tidak masuk dalam kategori  investigasi.
Ketua Jakarta Contractor Community (JCC) Pontas Limbong mengatakan,   keselamatan terhadap para pekerja harus menjadi prioritas dalam   pembangunan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Menurutnya, para   pekerja merupakan tulang punggung di lapangan sehingga perlu mendapatkan   perhatian yang lebih. &quot;Harusnya keselamatan bagi pekerja menjadi   prioritas dalam membangun proyek sebab mereka ini vital di lapangan,&quot;   kata Pontas.

Dia juga mengungkapkan, ambruknya bagian bekisting pierhead proyek   Tol Becakayu di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, adalah akibat dugaan   kecerobohan dalam pengerjaan proyek.

Pakar manajemen inovasi dari Universitas Indonesia Ali Berawi   mengatakan, pembangunan jalan tol dalam rangka percepatan pembangunan   harus tetap memenuhi syarat keselamatan yang tertuang pada masterplan   schedule project.

Menurutnya, akselerasi pembangunan proyek infrastruktur harus    diikuti oleh penambahan sumber daya baik tenaga kerja, biaya, dan   perlengkapan produksi. &amp;ldquo;Yang juga diperlukan adalah  bagaimana fungsi   kontrol untuk memastikan kualitas produk dan hasil pekerjaan sesuai   dengan spesifikasi yang disyaratkan,&amp;rdquo; ujarnya.

Mengenai sanksi kepada kontraktor yang dianggap lalai, hal itu telah   diatur dalam&amp;lrm; UU Jasa Konstruksi tahun 2017. Sanksi yang dimaksud mulai   dari peringatan, denda administratif, penghentian pekerjaan, black  list,  pembekuan izin hingga pemutusan izin.  (Ichsan Amin/Oktiani  Endarwati  /R Ratna Purnama)</content:encoded></item></channel></rss>
