<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Asian Agri Dorong Optimalisasi Produksi Kelapa Sawit</title><description>Kenyataannya&amp;nbsp; luas lahan perkebunan sering kali  berbanding terbalik dengan hasil produksi yang masih tergolong minim.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/25/320/1864431/asian-agri-dorong-optimalisasi-produksi-kelapa-sawit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/02/25/320/1864431/asian-agri-dorong-optimalisasi-produksi-kelapa-sawit"/><item><title>Asian Agri Dorong Optimalisasi Produksi Kelapa Sawit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/25/320/1864431/asian-agri-dorong-optimalisasi-produksi-kelapa-sawit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/02/25/320/1864431/asian-agri-dorong-optimalisasi-produksi-kelapa-sawit</guid><pubDate>Minggu 25 Februari 2018 10:20 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/25/320/1864431/asian-agri-dorong-optimalisasi-produksi-kelapa-sawit-DES1Gn7bp2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/25/320/1864431/asian-agri-dorong-optimalisasi-produksi-kelapa-sawit-DES1Gn7bp2.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Tingginya permintaan terhadap berbagai produk olahan berbahan dasar kelapa sawit dari dalam maupun luar negeri harus dapat ditanggapi secara positif oleh seluruh pelaku usaha.Hal ini terlihat dari permintaan ekspor kelapa sawit Indonesia sepanjang 2017 yang naik 23% di angka 31,07 juta ton dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 25,11 juta ton.Head of Agronomy Department di Asian Agri R&amp;amp;D Centre Bahilang, Sumatra Utara, Abdul Aziz mengatakan, dengan lahan perkebunan kelapa sawit yang terbentang luas dan prinsip tidak memperluas lahan baru, para pelaku industri kelapa sawit nasional didorong untuk meningkatkan produktivitas perkebunan di lahan yang ada saat ini.Hal ini didasari kenyataan bahwa luas lahan perkebunan sering kali berbanding terbalik dengan hasil produksi yang masih tergolong minim. &amp;rdquo;Untuk mengoptimalkan produksi kelapa sawit, intensifikasi dapat menjadi jawaban atas permasalahan tersebut,&amp;rdquo; katanya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/2/2018).
Baca Juga: Pentingnya Sertifikasi Sawit Indonesia di Mata DuniaAziz menjelaskan beberapa hal penting dalam program intensifikasi yang dilakukan Asian Agri, termasuk pemilihan material tanaman unggul untuk kebun kelapa sawit, jenis dan aplikasi pemupukan yang efektif. &amp;rdquo;Kualitas dan konsistensi pemupukan tanaman menjadi faktor yang sangat menentukan peningkatan produksi kelapa sawit karena proses pemupukan menyediakan unsur hara sebagai nutrisi yang dibutuhkan tanaman,&amp;rdquo; ujar Aziz.Dia menjelaskan, nutrisi yang cukup akan mendorong pertumbuhan tanaman yang sehat dan tahan terhadap hama dan penyakit serta dapat memproduksi tandan buah segar (TBS) dengan kandungan minyak yang tinggi. Lebih lanjut Aziz menjelaskan, produktivitas tanaman kelapa sawit  yang optimal juga sangat dipengaruhi pemilihan bibit yang tepat.&amp;rdquo;Saat  ini terdapat banyak bibit kelapa sawit yang dijual di pasar dan dapat  diperoleh para petani maupun perusahaan dengan berbagai kelebihan yang  ditawarkan. Di Asian Agri, kami memproduksi bibit unggul Topaz untuk  mendukung produktivitas perkebunan kelapa sawit,&amp;rdquo; paparnya.Selain  mendukung produktivitas di perkebunan milik perusahaan, ungkap Aziz,  manfaat bibit kelapa sawit Topaz yang mampu berproduksi di atas  rata-rata sejak panen pertama ini juga turut dirasakan para petani  mitra.
Baca Juga: Komunikasi Industri Sawit Zaman Now and Next&amp;rdquo;Bibit kelapa sawit Topaz mampu menghasilkan tandan buah  segar (TBS) dan minyak sawit mentah dengan jumlah di atas rata-rata  sehingga memberi kankeuntunganbagi petani maupun perusahaan dengan  jumlah lahan yang sama, tetapi dengan hasil produksi yang lebih tinggi,&amp;rdquo;  kata dia.Tidak hanya menghasilkan buah dan minyak yang tinggi,  bibit Topaz juga mampu beradaptasi dengan baik di tanah marginal dan  memiliki pertumbuhan meninggi yang lambat, hal yang baik bagi tanaman  kelapa sawit.(hatim varabi)
(yau)</description><content:encoded>JAKARTA - Tingginya permintaan terhadap berbagai produk olahan berbahan dasar kelapa sawit dari dalam maupun luar negeri harus dapat ditanggapi secara positif oleh seluruh pelaku usaha.Hal ini terlihat dari permintaan ekspor kelapa sawit Indonesia sepanjang 2017 yang naik 23% di angka 31,07 juta ton dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 25,11 juta ton.Head of Agronomy Department di Asian Agri R&amp;amp;D Centre Bahilang, Sumatra Utara, Abdul Aziz mengatakan, dengan lahan perkebunan kelapa sawit yang terbentang luas dan prinsip tidak memperluas lahan baru, para pelaku industri kelapa sawit nasional didorong untuk meningkatkan produktivitas perkebunan di lahan yang ada saat ini.Hal ini didasari kenyataan bahwa luas lahan perkebunan sering kali berbanding terbalik dengan hasil produksi yang masih tergolong minim. &amp;rdquo;Untuk mengoptimalkan produksi kelapa sawit, intensifikasi dapat menjadi jawaban atas permasalahan tersebut,&amp;rdquo; katanya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/2/2018).
Baca Juga: Pentingnya Sertifikasi Sawit Indonesia di Mata DuniaAziz menjelaskan beberapa hal penting dalam program intensifikasi yang dilakukan Asian Agri, termasuk pemilihan material tanaman unggul untuk kebun kelapa sawit, jenis dan aplikasi pemupukan yang efektif. &amp;rdquo;Kualitas dan konsistensi pemupukan tanaman menjadi faktor yang sangat menentukan peningkatan produksi kelapa sawit karena proses pemupukan menyediakan unsur hara sebagai nutrisi yang dibutuhkan tanaman,&amp;rdquo; ujar Aziz.Dia menjelaskan, nutrisi yang cukup akan mendorong pertumbuhan tanaman yang sehat dan tahan terhadap hama dan penyakit serta dapat memproduksi tandan buah segar (TBS) dengan kandungan minyak yang tinggi. Lebih lanjut Aziz menjelaskan, produktivitas tanaman kelapa sawit  yang optimal juga sangat dipengaruhi pemilihan bibit yang tepat.&amp;rdquo;Saat  ini terdapat banyak bibit kelapa sawit yang dijual di pasar dan dapat  diperoleh para petani maupun perusahaan dengan berbagai kelebihan yang  ditawarkan. Di Asian Agri, kami memproduksi bibit unggul Topaz untuk  mendukung produktivitas perkebunan kelapa sawit,&amp;rdquo; paparnya.Selain  mendukung produktivitas di perkebunan milik perusahaan, ungkap Aziz,  manfaat bibit kelapa sawit Topaz yang mampu berproduksi di atas  rata-rata sejak panen pertama ini juga turut dirasakan para petani  mitra.
Baca Juga: Komunikasi Industri Sawit Zaman Now and Next&amp;rdquo;Bibit kelapa sawit Topaz mampu menghasilkan tandan buah  segar (TBS) dan minyak sawit mentah dengan jumlah di atas rata-rata  sehingga memberi kankeuntunganbagi petani maupun perusahaan dengan  jumlah lahan yang sama, tetapi dengan hasil produksi yang lebih tinggi,&amp;rdquo;  kata dia.Tidak hanya menghasilkan buah dan minyak yang tinggi,  bibit Topaz juga mampu beradaptasi dengan baik di tanah marginal dan  memiliki pertumbuhan meninggi yang lambat, hal yang baik bagi tanaman  kelapa sawit.(hatim varabi)
(yau)</content:encoded></item></channel></rss>
