<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Buka Rahasia Pembicaraan Jokowi dengan Bos IMF, Apa Itu?</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan hasil pertemuan  Presiden Joko Widodo dengan Christine Lagarde.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/26/20/1865047/sri-mulyani-buka-rahasia-pembicaraan-jokowi-dengan-bos-imf-apa-itu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/02/26/20/1865047/sri-mulyani-buka-rahasia-pembicaraan-jokowi-dengan-bos-imf-apa-itu"/><item><title>Sri Mulyani Buka Rahasia Pembicaraan Jokowi dengan Bos IMF, Apa Itu?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/26/20/1865047/sri-mulyani-buka-rahasia-pembicaraan-jokowi-dengan-bos-imf-apa-itu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/02/26/20/1865047/sri-mulyani-buka-rahasia-pembicaraan-jokowi-dengan-bos-imf-apa-itu</guid><pubDate>Senin 26 Februari 2018 19:11 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/26/20/1865047/sri-mulyani-buka-rahasia-pembicaraan-jokowi-dengan-bos-imf-apa-itu-WcGN60yDgB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Menkeu Sri Mulyani (Lidya/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/26/20/1865047/sri-mulyani-buka-rahasia-pembicaraan-jokowi-dengan-bos-imf-apa-itu-WcGN60yDgB.jpg</image><title>Foto: Menkeu Sri Mulyani (Lidya/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan hasil pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Direktur Pelaksana atau Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde di Istana Negara hari ini. Dalam pertemuan ini ada banyak pembahasan yang dilakukan yang juga turut hadir sejumlah Menteri Kabinet Kerja khususnya panitia IMF Annual Meeting, Bali.

Sri Mulyani menjelaskan, pembahasan yang dilakukan mengenai banyak hal mulai dari IMF, perekonomian dunia hingga ekonomi digital di dunia.

&quot;Pertemuan Lagarde dengan Bapak Presiden berjalan dengan baik. Pertama ini suatu kunjungan yang dilakukan juga dalam rangka annual meeting pada bulan Oktober. Presiden ingin menyampaikan bahwa kita sudah menyiapkan, Pak Luhut juga tadi menyampaikan persiapan-persiapan dan ini terus dilakukan. Dari IMF sudah disampaikan keputusan bahwa tahun ini annual meeting di Bali sudah firm sehingga saat ini sudah terjadi booking dari berbagai penerbangan ke Bali untuk bulan Oktober,&quot; ungkap Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (26/2/2018).
&amp;nbsp;Baca juga: Bos IMF Christine Lagarde Temui Presiden Jokowi, Ini Sederet Agendanya
Pembahasan selanjutnya, mengenai kondisi ekonomi dunia. Dimana, Christine Lagarde menyampaikan mengenai kondisi ekonomi dunia tahun ini dan tahun depan relatif akan stabil dengan pertumbuhan sekitar 3,9%. Ini akan memberikan cukup banyak kesempatan bagi negara-negara melakukan pemanfaatan dari momentum ekonomi dunia yang dianggap cukup baik.

&quot;Beliau mengatakan seperti AS pertumbuhannya akan menguat karena adanya policy dari fiskal dan kemungkinan agak dinetralisir kebijakan moneter. Namun ini sesuatu yang harus diwaspadai, karena di satu sisi AS akan menumbuhkan ekonominya lebih tinggi. Tapi di sisi lain inflasinya akan meningkat, sehingga ini akan menimbulkan implikasi pada keseluruhan ekonomi dunia, mengenai yang disebut inflasi global, suku bunga maupun interest rate yang ada di seluruh dunia, trennya masa kini dan masa mendatang,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Bos IMF Ngeluh ke Sri Mulyani, Sulit Cari Tiket ke Bali
Kemudian dari sisi Indonesia, Lagarde menyampaikan pertumbuhan ekonomi dalam negeri menurut IMF akab berada di kisaran 5,3% didorong oleh konsumsi, ekspor dan investasi. Artinya Indonesia berpotensi tumbuh lebih besar lagi.

&quot;Beliau menyampaikan penghargaan ke Presiden karena sempat menyampaikan berbagai hal mengenai reformasi terutama dari sisi investasi agar momentum pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berasal dari investasi tetap bisa dipacu. Seperti single submission, penyederhanaan peraturan. Namun tadi juga disampaikan, kalaupun pusat, juga di daerah perlu diperbaiki,&quot; kata dia.

Selanjutnya Presiden juga dikatakan bertanya mengenai perkembangan  ekonomi digital di dunia kepada Lagarde terutama yang bisa mempengaruhi  Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM).

&quot;Jadi banyak pembahasan cukup baik terkait ekonomi global maupun  dalam negeri, dan tantangan ke depan. Kita berharap dalam Annual Meeting  bisa dibuatkan principal dari sisi policy di mana banyak negara terkena  perubahan arus teknologi. Di mana banyak negara tidak paham, kedua  tidak siap, dan mungkin juga perlu saling belajar. Ajang untuk belajar  bisa dilakukan saat terjadi pertemuan yang didukung oleh berbagai  studi-studi cukup baik, sehingga kita bisa melihat bagaimana policy  disiapkan atau merespons terhadap perubahan,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan hasil pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Direktur Pelaksana atau Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde di Istana Negara hari ini. Dalam pertemuan ini ada banyak pembahasan yang dilakukan yang juga turut hadir sejumlah Menteri Kabinet Kerja khususnya panitia IMF Annual Meeting, Bali.

Sri Mulyani menjelaskan, pembahasan yang dilakukan mengenai banyak hal mulai dari IMF, perekonomian dunia hingga ekonomi digital di dunia.

&quot;Pertemuan Lagarde dengan Bapak Presiden berjalan dengan baik. Pertama ini suatu kunjungan yang dilakukan juga dalam rangka annual meeting pada bulan Oktober. Presiden ingin menyampaikan bahwa kita sudah menyiapkan, Pak Luhut juga tadi menyampaikan persiapan-persiapan dan ini terus dilakukan. Dari IMF sudah disampaikan keputusan bahwa tahun ini annual meeting di Bali sudah firm sehingga saat ini sudah terjadi booking dari berbagai penerbangan ke Bali untuk bulan Oktober,&quot; ungkap Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (26/2/2018).
&amp;nbsp;Baca juga: Bos IMF Christine Lagarde Temui Presiden Jokowi, Ini Sederet Agendanya
Pembahasan selanjutnya, mengenai kondisi ekonomi dunia. Dimana, Christine Lagarde menyampaikan mengenai kondisi ekonomi dunia tahun ini dan tahun depan relatif akan stabil dengan pertumbuhan sekitar 3,9%. Ini akan memberikan cukup banyak kesempatan bagi negara-negara melakukan pemanfaatan dari momentum ekonomi dunia yang dianggap cukup baik.

&quot;Beliau mengatakan seperti AS pertumbuhannya akan menguat karena adanya policy dari fiskal dan kemungkinan agak dinetralisir kebijakan moneter. Namun ini sesuatu yang harus diwaspadai, karena di satu sisi AS akan menumbuhkan ekonominya lebih tinggi. Tapi di sisi lain inflasinya akan meningkat, sehingga ini akan menimbulkan implikasi pada keseluruhan ekonomi dunia, mengenai yang disebut inflasi global, suku bunga maupun interest rate yang ada di seluruh dunia, trennya masa kini dan masa mendatang,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Bos IMF Ngeluh ke Sri Mulyani, Sulit Cari Tiket ke Bali
Kemudian dari sisi Indonesia, Lagarde menyampaikan pertumbuhan ekonomi dalam negeri menurut IMF akab berada di kisaran 5,3% didorong oleh konsumsi, ekspor dan investasi. Artinya Indonesia berpotensi tumbuh lebih besar lagi.

&quot;Beliau menyampaikan penghargaan ke Presiden karena sempat menyampaikan berbagai hal mengenai reformasi terutama dari sisi investasi agar momentum pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berasal dari investasi tetap bisa dipacu. Seperti single submission, penyederhanaan peraturan. Namun tadi juga disampaikan, kalaupun pusat, juga di daerah perlu diperbaiki,&quot; kata dia.

Selanjutnya Presiden juga dikatakan bertanya mengenai perkembangan  ekonomi digital di dunia kepada Lagarde terutama yang bisa mempengaruhi  Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM).

&quot;Jadi banyak pembahasan cukup baik terkait ekonomi global maupun  dalam negeri, dan tantangan ke depan. Kita berharap dalam Annual Meeting  bisa dibuatkan principal dari sisi policy di mana banyak negara terkena  perubahan arus teknologi. Di mana banyak negara tidak paham, kedua  tidak siap, dan mungkin juga perlu saling belajar. Ajang untuk belajar  bisa dilakukan saat terjadi pertemuan yang didukung oleh berbagai  studi-studi cukup baik, sehingga kita bisa melihat bagaimana policy  disiapkan atau merespons terhadap perubahan,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
