<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>CIMB Niaga Cetak Laba Rp3 Triliun</title><description>PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) pada 2017 memperoleh laba bersih  sebesar Rp3 triliun atau naik 43% jika dibandingkan tahun 2016.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/27/278/1865262/cimb-niaga-cetak-laba-rp3-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/02/27/278/1865262/cimb-niaga-cetak-laba-rp3-triliun"/><item><title>CIMB Niaga Cetak Laba Rp3 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/27/278/1865262/cimb-niaga-cetak-laba-rp3-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/02/27/278/1865262/cimb-niaga-cetak-laba-rp3-triliun</guid><pubDate>Selasa 27 Februari 2018 10:33 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/27/278/1865262/cimb-niaga-cetak-laba-rp3-triliun-eiL9GGT3ZJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/27/278/1865262/cimb-niaga-cetak-laba-rp3-triliun-eiL9GGT3ZJ.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) pada 2017 memperoleh laba bersih sebesar Rp3 triliun atau naik 43% jika dibandingkan tahun 2016.&amp;nbsp;
Pertumbuhan laba bersih tersebut didukung oleh pen dapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang meningkat 2,6% menjadi Rp12,4 triliun, peningkatan dari pendapatan nonbunga (non-interest income/NoII) sebesar 18,8% menjadi Rp3,4 triliun, dan penurunan pada biaya pencadangan sebesar 18,% (YoY ).
Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan mengatakan, pendapatan operasional naik 5,6%, sementara biaya dapat ditekan dan hanya naik sebesar 2,1%. Peningkatan progresif dalam pengelolaan kualitas aset berhasil menurunkan biaya pencadangan sebesar 18,%.&amp;nbsp;
Baca Juga: Adopsi Digital Perbankan, CIMB Niaga Berencana Kurangi Kantor Cabang  &amp;ldquo;Hasilnya, laba bersih tumbuh 43% menjadi Rp3 triliun. Kami terus mengedepankan prinsip kehati-hatian terkait pertumbuhan kredit sejalan dengan perekonomian Indonesia dengan tetap memperhatikan kualitas aset sebagai prioritas utama,&amp;rdquo; ujar Tigor di Jakarta.
Dengan total aset mencapai Rp266,3 triliun per 31 Desember 2017, naik sebesar 10,2%. CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset. Adapun jumlah kredit bruto yang disalurkan tumbuh 2,8% mencapai Rp185,1 triliun per 31 Desember 2017.&amp;nbsp;
Baca Juga: Naik 69,1%, Bank CIMB Niaga Raih Laba Bersih Rp2,2 Triliun  Dari total penyaluran kredit tersebut, kredit konsumer tercatat sebesar Rp48,6 triliun (26%), dan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp35 triliun (19%). Sementara wholesale banking menyumbang proporsi terbesar dari kredit yang disalurkan, dengan kredit korporasi sebesar Rp69,6 triliun (38%) dan kredit komersial sebesar Rp31,9 triliun (17%).
&amp;ldquo;Strategi yang kami ambil, yakni fokus pada kredit pemilikan rumah maupun sektor UKM terus menampakkan hasil, dengan angka pertumbuhan masing-masing 12% dan 10,7%. Adapun kredit korporasi tumbuh 7,7%,&amp;rdquo; paparnya.
Baca Juga: Suku Bunga Acuan BI Turun, CIMB Niaga: Kita Ikuti Pasar
Sementara itu, total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp189,3 triliun per 31 Desember 2017. DPK ini didorong oleh pertumbuhan CASA sebesar 8,4%, menghasilkan kenaikan rasio CASA CIMB Niaga sebesar 171 basis poin (bps) menjadi 52,6%.
Bisnis syariah terus meraih momentum yang positif dengan kontribusi sebesar 8,7% terhadap total pembiayaan CIMB Niaga, meningkat dari 5,6% pada tahun sebelumnya.&amp;nbsp;  Capital Adequacy Ratio (CAR) CIMB Niaga tercatat sebesar 18,6% per 31 Desember 2017, meningkat 64 bps. Ke depan, perseroan akan fokus memperbesar bisnis konsumer dan UKM  (kunthi fahmar sandy) </description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) pada 2017 memperoleh laba bersih sebesar Rp3 triliun atau naik 43% jika dibandingkan tahun 2016.&amp;nbsp;
Pertumbuhan laba bersih tersebut didukung oleh pen dapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang meningkat 2,6% menjadi Rp12,4 triliun, peningkatan dari pendapatan nonbunga (non-interest income/NoII) sebesar 18,8% menjadi Rp3,4 triliun, dan penurunan pada biaya pencadangan sebesar 18,% (YoY ).
Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan mengatakan, pendapatan operasional naik 5,6%, sementara biaya dapat ditekan dan hanya naik sebesar 2,1%. Peningkatan progresif dalam pengelolaan kualitas aset berhasil menurunkan biaya pencadangan sebesar 18,%.&amp;nbsp;
Baca Juga: Adopsi Digital Perbankan, CIMB Niaga Berencana Kurangi Kantor Cabang  &amp;ldquo;Hasilnya, laba bersih tumbuh 43% menjadi Rp3 triliun. Kami terus mengedepankan prinsip kehati-hatian terkait pertumbuhan kredit sejalan dengan perekonomian Indonesia dengan tetap memperhatikan kualitas aset sebagai prioritas utama,&amp;rdquo; ujar Tigor di Jakarta.
Dengan total aset mencapai Rp266,3 triliun per 31 Desember 2017, naik sebesar 10,2%. CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset. Adapun jumlah kredit bruto yang disalurkan tumbuh 2,8% mencapai Rp185,1 triliun per 31 Desember 2017.&amp;nbsp;
Baca Juga: Naik 69,1%, Bank CIMB Niaga Raih Laba Bersih Rp2,2 Triliun  Dari total penyaluran kredit tersebut, kredit konsumer tercatat sebesar Rp48,6 triliun (26%), dan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp35 triliun (19%). Sementara wholesale banking menyumbang proporsi terbesar dari kredit yang disalurkan, dengan kredit korporasi sebesar Rp69,6 triliun (38%) dan kredit komersial sebesar Rp31,9 triliun (17%).
&amp;ldquo;Strategi yang kami ambil, yakni fokus pada kredit pemilikan rumah maupun sektor UKM terus menampakkan hasil, dengan angka pertumbuhan masing-masing 12% dan 10,7%. Adapun kredit korporasi tumbuh 7,7%,&amp;rdquo; paparnya.
Baca Juga: Suku Bunga Acuan BI Turun, CIMB Niaga: Kita Ikuti Pasar
Sementara itu, total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp189,3 triliun per 31 Desember 2017. DPK ini didorong oleh pertumbuhan CASA sebesar 8,4%, menghasilkan kenaikan rasio CASA CIMB Niaga sebesar 171 basis poin (bps) menjadi 52,6%.
Bisnis syariah terus meraih momentum yang positif dengan kontribusi sebesar 8,7% terhadap total pembiayaan CIMB Niaga, meningkat dari 5,6% pada tahun sebelumnya.&amp;nbsp;  Capital Adequacy Ratio (CAR) CIMB Niaga tercatat sebesar 18,6% per 31 Desember 2017, meningkat 64 bps. Ke depan, perseroan akan fokus memperbesar bisnis konsumer dan UKM  (kunthi fahmar sandy) </content:encoded></item></channel></rss>
