<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Turun Tipis ke USD66,63/Barel</title><description>Harga minyak melemah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), penurunan pertama dalam lima hari terakhir.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/28/320/1865747/harga-minyak-dunia-turun-tipis-ke-usd66-63-barel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/02/28/320/1865747/harga-minyak-dunia-turun-tipis-ke-usd66-63-barel"/><item><title>Harga Minyak Dunia Turun Tipis ke USD66,63/Barel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/02/28/320/1865747/harga-minyak-dunia-turun-tipis-ke-usd66-63-barel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/02/28/320/1865747/harga-minyak-dunia-turun-tipis-ke-usd66-63-barel</guid><pubDate>Rabu 28 Februari 2018 07:58 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/28/320/1865747/harga-minyak-dunia-turun-tipis-ke-usd66-63-barel-yzSuB6qaT2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/28/320/1865747/harga-minyak-dunia-turun-tipis-ke-usd66-63-barel-yzSuB6qaT2.jpg</image><title>Ilustrasi: Reuters</title></images><description>NEW YORK - Harga minyak melemah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), penurunan pertama dalam lima hari terakhir. Harga minyak tertekan oleh dolar AS yang lebih kuat dan ekspektasi bahwa data mingguan mendatang akan menunjukkan peningkatan persediaan minyak mentah AS.
Patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman April turun 87 sen menjadi ditutup pada USD66,63 per barel di London ICE Futures Exchange.
Baca Juga: Subsidi BBM dan Listrik Terancam, Menkeu Terus Pantau Harga Minyak Mentah
Sementara itu, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan April, turun 90 sen menjadi menetap pada USD63,01 per barel di New York Mercantile Exchange.
Harga-harga penyelesaian tersebut mencerminkan pemulihan moderat dari posisi terendah sesi, ketika harga-harga acuan merosot lebih dari satu dolar AS.
Baca Juga: Amerika Bakal Saingi Rusia Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia  Dolar AS naik setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral AS akan tetap menaikkan suku bunga secara bertahap. Dolar AS yang kuat membuat minyak lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lainnya.  Pasar minyak telah menguat selama empat hari berturut-turut, sebelum mengalami kemunduran pada Selasa (27/2). Para analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan bahwa data menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik 2,7 juta barel pekan lalu. Kelompok industri American Petroleum Institute merilis data mingguannya pada Selasa (27/2) pukul 16.30 waktu setempat. Data Badan Informasi Energi AS (EIA) akan dirilis pada Rabu pagi waktu setempat.
Baca Juga: Harga Minyak Naik berkat Permintaan AS yang Kuat
Persediaan minyak mentah AS telah turun lebih dari 100 juta barel dalam 12 bulan ke level terendah dalam tiga tahun. EIA akan merilis data bulanan mengenai pasokan minyak mentah pada Rabu waktu setempat, dimana para analis memperkirakan akan memasukkan revisi kenaikan yang substansial terhadap produksi minyak AS, mungkin ke rekor sepanjang masa.Produksi minyak AS yang melambung telah menekan harga minyak berjangka  ketika anggota-anggota OPEC dan Rusia mengurangi produksi mereka dalam  upaya untuk mendukung harga.
Produksi AS adalah 10,27 juta barel per hari (bph), menurut data  pemerintah pekan lalu, lebih tinggi dari angka terakhir untuk eksportir  terbesar di dunia Arab Saudi dan sedikit di bawah Rusia. Angka mingguan  tersebut dinilai kurang dapat diandalkan dibanding data bulanan yang  dijadwalkan dirilis Rabu waktu setempat.  &quot;Kemungkinan data  bulanan akan menunjukkan produksi minyak mentah AS pada Desember sekitar  200.000-300.000 barel per hari di atas perkiraan dalam laporan  mingguan,&quot; analis Petromatrix Olivier Jakob mengatakan dalam sebuah  catatan.</description><content:encoded>NEW YORK - Harga minyak melemah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), penurunan pertama dalam lima hari terakhir. Harga minyak tertekan oleh dolar AS yang lebih kuat dan ekspektasi bahwa data mingguan mendatang akan menunjukkan peningkatan persediaan minyak mentah AS.
Patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman April turun 87 sen menjadi ditutup pada USD66,63 per barel di London ICE Futures Exchange.
Baca Juga: Subsidi BBM dan Listrik Terancam, Menkeu Terus Pantau Harga Minyak Mentah
Sementara itu, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan April, turun 90 sen menjadi menetap pada USD63,01 per barel di New York Mercantile Exchange.
Harga-harga penyelesaian tersebut mencerminkan pemulihan moderat dari posisi terendah sesi, ketika harga-harga acuan merosot lebih dari satu dolar AS.
Baca Juga: Amerika Bakal Saingi Rusia Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia  Dolar AS naik setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral AS akan tetap menaikkan suku bunga secara bertahap. Dolar AS yang kuat membuat minyak lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lainnya.  Pasar minyak telah menguat selama empat hari berturut-turut, sebelum mengalami kemunduran pada Selasa (27/2). Para analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan bahwa data menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik 2,7 juta barel pekan lalu. Kelompok industri American Petroleum Institute merilis data mingguannya pada Selasa (27/2) pukul 16.30 waktu setempat. Data Badan Informasi Energi AS (EIA) akan dirilis pada Rabu pagi waktu setempat.
Baca Juga: Harga Minyak Naik berkat Permintaan AS yang Kuat
Persediaan minyak mentah AS telah turun lebih dari 100 juta barel dalam 12 bulan ke level terendah dalam tiga tahun. EIA akan merilis data bulanan mengenai pasokan minyak mentah pada Rabu waktu setempat, dimana para analis memperkirakan akan memasukkan revisi kenaikan yang substansial terhadap produksi minyak AS, mungkin ke rekor sepanjang masa.Produksi minyak AS yang melambung telah menekan harga minyak berjangka  ketika anggota-anggota OPEC dan Rusia mengurangi produksi mereka dalam  upaya untuk mendukung harga.
Produksi AS adalah 10,27 juta barel per hari (bph), menurut data  pemerintah pekan lalu, lebih tinggi dari angka terakhir untuk eksportir  terbesar di dunia Arab Saudi dan sedikit di bawah Rusia. Angka mingguan  tersebut dinilai kurang dapat diandalkan dibanding data bulanan yang  dijadwalkan dirilis Rabu waktu setempat.  &quot;Kemungkinan data  bulanan akan menunjukkan produksi minyak mentah AS pada Desember sekitar  200.000-300.000 barel per hari di atas perkiraan dalam laporan  mingguan,&quot; analis Petromatrix Olivier Jakob mengatakan dalam sebuah  catatan.</content:encoded></item></channel></rss>
