<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pindad Bakal Produksi Ratusan Alat Pertanian</title><description>PT Pindad (Persero) kini bukan saja membidik pangsa pasar produksi alat pertahanan dan keamanan (hankam) saja.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/03/02/320/1866930/pindad-bakal-produksi-ratusan-alat-pertanian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/03/02/320/1866930/pindad-bakal-produksi-ratusan-alat-pertanian"/><item><title>Pindad Bakal Produksi Ratusan Alat Pertanian</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/03/02/320/1866930/pindad-bakal-produksi-ratusan-alat-pertanian</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/03/02/320/1866930/pindad-bakal-produksi-ratusan-alat-pertanian</guid><pubDate>Jum'at 02 Maret 2018 12:13 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/02/320/1866930/pindad-bakal-produksi-ratusan-alat-pertanian-xuVDNzzagr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Koran Sindo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/02/320/1866930/pindad-bakal-produksi-ratusan-alat-pertanian-xuVDNzzagr.jpg</image><title>Foto: Koran Sindo</title></images><description>BANDUNG &amp;ndash; PT Pindad (Persero) kini bukan saja membidik pangsa pasar produksi alat pertahanan dan keamanan (hankam) saja.&amp;nbsp;
Perusahaan strategis nasional ini juga merambah ke sektor lain dengan membuat ratusan alat pertanian. Hal ini untuk memenuhi ke bu - tuhan mesin pertanian di Indonesia yang selama ini masih impor. Direktur Bisnis Produk dan Industrial PT Pindad Heru Puryanto mengatakan, pihaknya terus memperbesar porsi bisnis komersial non-pertahanan dan keamanan (hamkam) dalam rangka mendukung pembangunan pemerintah.&amp;nbsp;  Salah satunya melalui pengembangan produk pertanian dan alat berat. &amp;ldquo;Kami akan memproduksi mesin-mesin pertanian yang selama ini masih dipenuhi produk impor. Ini upaya kami mendukung program pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian di dalam negeri.&amp;nbsp;  Saat ini, komposisi produksi non hamkam masih 30%, kami akan terus tingkatkan menjadi sekitar 50%,&amp;rdquo; kata Heru di kawasan Pabrik Pindad, Kota Bandung, kemarin. Menurut dia, mesin pertanian yang tahun ini sedang dan telah dikembangkan Pindad antara lain traktor multiguna roda 4 (PTM45), mesin penanam biji-bijian (Rotatanam PR1800), dan mesin pemanen padi dan jagung (Combine Harvester PP160).&amp;nbsp;  Untuk traktor multiguna PTM45 dan Rotatanam PR1800, diakuinya sudah terjual ke pasaran. Pindad, lanjut dia, pada tahap awal akan memproduksi sekitar 200 unit mesin pertanian berbagai jenis. Walaupun, di akui Heru, dari sisi kapasitas produksi, Pindad mampu membuat rata-rata 500 unit alat pertanian per tahun untuk setiap jenis mesin.&amp;nbsp;  &amp;ldquo;Kami memanfaatkan fasilitas yang sudah ada. Gedung sudah punya. Alat sudah ada. Investasi terbesar memang untuk lini gedung,&amp;rdquo; sebutnya. Diakui dia, dari sisi harga, produk alat pertanian buatan Pindad, akan lebih bersaing ketimbang produk impor. Untuk produk pertanian ini, Pindad akan menggunakan komponen dalam negeri sekitar 30%.&amp;nbsp;  Namun, kadarnya tidak menutup kemungkinan akan dinaikkan lagi sesuai kebutuhan dan dinamika pasar Indonesia. Masuknya Pindad menggarap alat dan mesin pertanian, tak lepas dari potensi pasar Indonesia yang cukup menjanjikan. Lahan pertanian di Indonesia cukup luas, dan mayoritas masih menggunakan cara tradisional untuk menggarap.&amp;nbsp;  Penggunaan alat dan mesin pertanian, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia. &amp;ldquo;Saat ini kan petani semakin sulit. Kadang mau menanam dan panen tidak ada orang. Karena sebagian besar warganya sudah kerja di kota. Alat-alat ini, akan mengantikan mereka.Memang butuh waktu untuk memperkenalkan kepada petani,&amp;rdquo; imbuh dia.  Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian,  Kementerian Pertanian, Pending Dadih Permana mengatakan, modernisasi  pertanian di Indonesia membutuhkan beckup industri dalam negeri.&amp;nbsp;  Pindad, lanjut dia, memiliki kemampuan memproduksi alat-alat pada  bidang tersebut, sesuai kemampuannya memproduksi manufaktur per tahanan.  &amp;ldquo;Sebenarnya kami sudah menggunakan beberapa alat pertanian buatan  Pindad dari tahun kemarin. Misalnya traktor multiguna, beko, dan  lainnya.&amp;nbsp;  Kemampuannya cukup bagus, karena bisa untuk mengolah  tanah dan perbaiki irigasi. Ke depan akan banyak alat-alat buatan Pindad  yang bisa dimanfaatkan,&amp;rdquo; jelas dia. Diakuinya, harga untuk membeli alat  tersebut akan sulit dijangkau oleh para petani. Ke depan, pihaknya akan  membentuk badan layanan umum (BLU) pembiayaan.&amp;nbsp;  BLU tersebut  nantinya diarahkan untuk membiayai pengadaan alat-alat pertanian bagi  petani di Indonesia. Sehingga, pemerintah tidak lagi perlu menggunakan  dana APBN untuk pengadaan alat pertanian.&amp;nbsp;  &amp;ldquo;Saat ini masih  proses. Nanti ruang lingkupnya membantu kelompok tani mengakses  peralatan pertanian melalui BLU ini. Tahap awal, RP250 miliar. Dengan  dana itu, harapannya bisa digulirkan sampai Rp1 triliun. Sehingga dana  APBN yang tersedia bisa dipakai untuk kegiatan lainnya,&amp;rdquo; imbuh dia.&amp;nbsp; (arif budianto)</description><content:encoded>BANDUNG &amp;ndash; PT Pindad (Persero) kini bukan saja membidik pangsa pasar produksi alat pertahanan dan keamanan (hankam) saja.&amp;nbsp;
Perusahaan strategis nasional ini juga merambah ke sektor lain dengan membuat ratusan alat pertanian. Hal ini untuk memenuhi ke bu - tuhan mesin pertanian di Indonesia yang selama ini masih impor. Direktur Bisnis Produk dan Industrial PT Pindad Heru Puryanto mengatakan, pihaknya terus memperbesar porsi bisnis komersial non-pertahanan dan keamanan (hamkam) dalam rangka mendukung pembangunan pemerintah.&amp;nbsp;  Salah satunya melalui pengembangan produk pertanian dan alat berat. &amp;ldquo;Kami akan memproduksi mesin-mesin pertanian yang selama ini masih dipenuhi produk impor. Ini upaya kami mendukung program pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian di dalam negeri.&amp;nbsp;  Saat ini, komposisi produksi non hamkam masih 30%, kami akan terus tingkatkan menjadi sekitar 50%,&amp;rdquo; kata Heru di kawasan Pabrik Pindad, Kota Bandung, kemarin. Menurut dia, mesin pertanian yang tahun ini sedang dan telah dikembangkan Pindad antara lain traktor multiguna roda 4 (PTM45), mesin penanam biji-bijian (Rotatanam PR1800), dan mesin pemanen padi dan jagung (Combine Harvester PP160).&amp;nbsp;  Untuk traktor multiguna PTM45 dan Rotatanam PR1800, diakuinya sudah terjual ke pasaran. Pindad, lanjut dia, pada tahap awal akan memproduksi sekitar 200 unit mesin pertanian berbagai jenis. Walaupun, di akui Heru, dari sisi kapasitas produksi, Pindad mampu membuat rata-rata 500 unit alat pertanian per tahun untuk setiap jenis mesin.&amp;nbsp;  &amp;ldquo;Kami memanfaatkan fasilitas yang sudah ada. Gedung sudah punya. Alat sudah ada. Investasi terbesar memang untuk lini gedung,&amp;rdquo; sebutnya. Diakui dia, dari sisi harga, produk alat pertanian buatan Pindad, akan lebih bersaing ketimbang produk impor. Untuk produk pertanian ini, Pindad akan menggunakan komponen dalam negeri sekitar 30%.&amp;nbsp;  Namun, kadarnya tidak menutup kemungkinan akan dinaikkan lagi sesuai kebutuhan dan dinamika pasar Indonesia. Masuknya Pindad menggarap alat dan mesin pertanian, tak lepas dari potensi pasar Indonesia yang cukup menjanjikan. Lahan pertanian di Indonesia cukup luas, dan mayoritas masih menggunakan cara tradisional untuk menggarap.&amp;nbsp;  Penggunaan alat dan mesin pertanian, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia. &amp;ldquo;Saat ini kan petani semakin sulit. Kadang mau menanam dan panen tidak ada orang. Karena sebagian besar warganya sudah kerja di kota. Alat-alat ini, akan mengantikan mereka.Memang butuh waktu untuk memperkenalkan kepada petani,&amp;rdquo; imbuh dia.  Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian,  Kementerian Pertanian, Pending Dadih Permana mengatakan, modernisasi  pertanian di Indonesia membutuhkan beckup industri dalam negeri.&amp;nbsp;  Pindad, lanjut dia, memiliki kemampuan memproduksi alat-alat pada  bidang tersebut, sesuai kemampuannya memproduksi manufaktur per tahanan.  &amp;ldquo;Sebenarnya kami sudah menggunakan beberapa alat pertanian buatan  Pindad dari tahun kemarin. Misalnya traktor multiguna, beko, dan  lainnya.&amp;nbsp;  Kemampuannya cukup bagus, karena bisa untuk mengolah  tanah dan perbaiki irigasi. Ke depan akan banyak alat-alat buatan Pindad  yang bisa dimanfaatkan,&amp;rdquo; jelas dia. Diakuinya, harga untuk membeli alat  tersebut akan sulit dijangkau oleh para petani. Ke depan, pihaknya akan  membentuk badan layanan umum (BLU) pembiayaan.&amp;nbsp;  BLU tersebut  nantinya diarahkan untuk membiayai pengadaan alat-alat pertanian bagi  petani di Indonesia. Sehingga, pemerintah tidak lagi perlu menggunakan  dana APBN untuk pengadaan alat pertanian.&amp;nbsp;  &amp;ldquo;Saat ini masih  proses. Nanti ruang lingkupnya membantu kelompok tani mengakses  peralatan pertanian melalui BLU ini. Tahap awal, RP250 miliar. Dengan  dana itu, harapannya bisa digulirkan sampai Rp1 triliun. Sehingga dana  APBN yang tersedia bisa dipakai untuk kegiatan lainnya,&amp;rdquo; imbuh dia.&amp;nbsp; (arif budianto)</content:encoded></item></channel></rss>
