<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penumpang Transjakarta Belum Capai 1 Juta Orang</title><description>Bus Transjakarta belum memenuhi target 1 juta penumpang per hari, padahal jumlah bus, koridor, rute, dan subsidi, lebih banyak</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/03/02/320/1866957/penumpang-transjakarta-belum-capai-1-juta-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/03/02/320/1866957/penumpang-transjakarta-belum-capai-1-juta-orang"/><item><title>Penumpang Transjakarta Belum Capai 1 Juta Orang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/03/02/320/1866957/penumpang-transjakarta-belum-capai-1-juta-orang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/03/02/320/1866957/penumpang-transjakarta-belum-capai-1-juta-orang</guid><pubDate>Jum'at 02 Maret 2018 13:21 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/02/320/1866957/penumpang-transjakarta-belum-capai-1-juta-orang-mxBkKEVaL3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Koran Sindo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/02/320/1866957/penumpang-transjakarta-belum-capai-1-juta-orang-mxBkKEVaL3.jpg</image><title>Foto: Koran Sindo</title></images><description>JAKARTA - Bus Transjakarta belum memenuhi target 1 juta penumpang per hari, padahal jumlah bus, koridor, rute, dan subsidi, lebih banyak dibandingkan awal-awal pengoperasian Transjakarta pada 2011.&amp;nbsp;
Saat ini jumlah bus yang dioperasikan setiap harinya rata-rata 1.300 unit. Ribuan bus itu melayani 13 koridor. Sementara pada 2011 jumlah bus hanya 700 unit yang beroperasi di 10 koridor. Dari sisi subsidi juga lebih besar, sekarang Rp2,8 triliun sementara pada 2011 hanya Rp600 miliar.&amp;nbsp;  &amp;ldquo;Seharusnya PT Transportasi Jakarta tidak cepat bangga dengan pencapaian penumpang yang baru sekitar 502.389 orang,&amp;rdquo; kata Direktur Institut Studi Transportasi (Instrans) Dharmaningtyas kemarin. Semestinya Transjakarta bisa mencapai target 1 juta penumpang.&amp;nbsp;  &amp;ldquo;Jadi cara menghitungnya seperti itu. Bukan bangga dengan peningkatan jumlah penumpang, tapi enggak menghitung perbandingannya,&amp;rdquo; ujarnya. Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Transportasi Jakarta seharusnya mampu membina operator eksisting untuk meningkatkan layanan angkutan umum, bukan malah membinasakan sehingga target penumpang 1 juta dapat tercapai.&amp;nbsp;  &amp;ldquo;Desain awal PT Transjakarta itu bukan mengadakan bus, tapi membina operator untuk mengadakan bus. Rangkul operator eksisting, ini malah membinasakannya setelah memiliki jalur eksisting,&amp;rdquo; ungkapnya. PT Transportasi Jakarta memang membanggakan dengan pencapaian 502.389 penumpang pada Rabu (28/2).&amp;nbsp;  Menurut Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Budi Kaliwono, prestasi tersebut memotivasi Transjakarta untuk meningkatkan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan melalui pembukaan rute baru, integrasi moda transportasi massal, dan konektivitas. &amp;ldquo;Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat yang mengandalkan layanan Transjakarta,&amp;rdquo; kata Budi.&amp;nbsp;  Dia mengatakan, ada sejumlah faktor yang merealisasikan peningkatan pelanggan yakni penambahan jumlah bus, perluasan rute, serta implementasi program Pemprov DKI melalui One Karcis One Trip (OK Otrip). Saat ini Transjakarta memiliki 13 koridor, 113 rute, dan 5 rute OK Otrip.&amp;nbsp;
Kemarin Transjakarta membuka dua halte di koridor XIII (Tendean-   Ciledug), yakni halte Swadarma dan JORR. Pengoperasian dua fasilitas ini   melengkapi halte yang telah ada sebelumnya, yaitu halte Tendean,   Tirtayasa, Seskoal, Kebayoran Lama, Mayestik, Cipulir, Adam Malik, Puri   Beta I, serta Puri Beta II. &amp;ldquo;Setiap harinya di koridor XIII  Transjakarta melayani 15.000 pelanggan. Kehadiran jalan layang khusus  Transjakarta itu memberikan solusi mengatasi masalah kemacetan dan  mobilitas masyarakat,&amp;rdquo; ungkap Budi. Untuk periode Januari-Februari 2018,  bus kebanggaan warga kota Jakarta itu telah melayani 26 juta  pelanggan.&amp;nbsp;  Angka ini diproyeksikan terus meningkat sehingga  mampu mencapai target. Adapun Transjakarta mengangkut 144,86 juta  pelanggan pada 2017 naik sekitar 17,09% dibandingkan tahun sebelumnya  sebanyak 123,71 juta.&amp;nbsp;  Demi peningkatan layanan di koridor  XIII, Dinas Bina Marga DKI Jakarta merencanakan pembangunan skywalk pada  pertengahan 2018 dengan anggaran Rp389 juta. Skywalk akan dibangun  sepanjang 600-700 meter dari halte Kebayoran Lama menuju stasiun.&amp;nbsp;  Kepala Seksi Pembangunan Jalan Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Imam A  Nugraha mengatakan, skywalk membuat masyarakat tak perlu turun ke jalan  raya untuk berganti moda transportasi. Lelang kegiatan pembangunan ini  akan dimulai pada semester pertama 2018. &amp;ldquo;Diperkirakan pertengahan 2018  proyek mulai dikerjakan.&amp;nbsp;  Kalau mau berpindah dari KRL Commuter  Line ke Transjakarta cukup melewati skywalk . Begitu juga kalau mau ke  halte bus biasa ataupun sebaliknya,&amp;rdquo; ujarnya. Wakil Ketua Masyarakat  Transportasi Indonesia (MTI) Izzul Waro meminta Pemprov DKI  mengopti-malkan koridor XIII tidak hanya pengintegrasian halte dengan  stasiun dan mass rapid transit (MRT).&amp;nbsp;  Sarana prasarana juga  harus diprioritaskan demi kemudahan, keamanan, keselamatan, dan  kenyamanan masyarakat. Di koridor XIII kondisi halte yang tinggi tidak  dilengkapi eskalator/ lift ataupun tidak adanya elevated direct  connection dengan bangunan-bangunan gedung di sepanjang koridor, padahal  koridor ini berpotensi mengangkut penumpang dalam jumlah banyak.&amp;nbsp;  Dia juga menyarankan Pemprov DKI mendorong peran aktif pemilik gedung  di sepanjang 9,3 km koridor layang tersebut untuk membangun direct  access ke halte sehingga penumpang bisa naik turun bus. Direct access  ini juga mempermudah mereka mengakses gedung atau bangunan lain tempat  mereka bekerja atau beraktivitas.&amp;nbsp;  (bima setiyadi)</description><content:encoded>JAKARTA - Bus Transjakarta belum memenuhi target 1 juta penumpang per hari, padahal jumlah bus, koridor, rute, dan subsidi, lebih banyak dibandingkan awal-awal pengoperasian Transjakarta pada 2011.&amp;nbsp;
Saat ini jumlah bus yang dioperasikan setiap harinya rata-rata 1.300 unit. Ribuan bus itu melayani 13 koridor. Sementara pada 2011 jumlah bus hanya 700 unit yang beroperasi di 10 koridor. Dari sisi subsidi juga lebih besar, sekarang Rp2,8 triliun sementara pada 2011 hanya Rp600 miliar.&amp;nbsp;  &amp;ldquo;Seharusnya PT Transportasi Jakarta tidak cepat bangga dengan pencapaian penumpang yang baru sekitar 502.389 orang,&amp;rdquo; kata Direktur Institut Studi Transportasi (Instrans) Dharmaningtyas kemarin. Semestinya Transjakarta bisa mencapai target 1 juta penumpang.&amp;nbsp;  &amp;ldquo;Jadi cara menghitungnya seperti itu. Bukan bangga dengan peningkatan jumlah penumpang, tapi enggak menghitung perbandingannya,&amp;rdquo; ujarnya. Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Transportasi Jakarta seharusnya mampu membina operator eksisting untuk meningkatkan layanan angkutan umum, bukan malah membinasakan sehingga target penumpang 1 juta dapat tercapai.&amp;nbsp;  &amp;ldquo;Desain awal PT Transjakarta itu bukan mengadakan bus, tapi membina operator untuk mengadakan bus. Rangkul operator eksisting, ini malah membinasakannya setelah memiliki jalur eksisting,&amp;rdquo; ungkapnya. PT Transportasi Jakarta memang membanggakan dengan pencapaian 502.389 penumpang pada Rabu (28/2).&amp;nbsp;  Menurut Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Budi Kaliwono, prestasi tersebut memotivasi Transjakarta untuk meningkatkan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan melalui pembukaan rute baru, integrasi moda transportasi massal, dan konektivitas. &amp;ldquo;Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat yang mengandalkan layanan Transjakarta,&amp;rdquo; kata Budi.&amp;nbsp;  Dia mengatakan, ada sejumlah faktor yang merealisasikan peningkatan pelanggan yakni penambahan jumlah bus, perluasan rute, serta implementasi program Pemprov DKI melalui One Karcis One Trip (OK Otrip). Saat ini Transjakarta memiliki 13 koridor, 113 rute, dan 5 rute OK Otrip.&amp;nbsp;
Kemarin Transjakarta membuka dua halte di koridor XIII (Tendean-   Ciledug), yakni halte Swadarma dan JORR. Pengoperasian dua fasilitas ini   melengkapi halte yang telah ada sebelumnya, yaitu halte Tendean,   Tirtayasa, Seskoal, Kebayoran Lama, Mayestik, Cipulir, Adam Malik, Puri   Beta I, serta Puri Beta II. &amp;ldquo;Setiap harinya di koridor XIII  Transjakarta melayani 15.000 pelanggan. Kehadiran jalan layang khusus  Transjakarta itu memberikan solusi mengatasi masalah kemacetan dan  mobilitas masyarakat,&amp;rdquo; ungkap Budi. Untuk periode Januari-Februari 2018,  bus kebanggaan warga kota Jakarta itu telah melayani 26 juta  pelanggan.&amp;nbsp;  Angka ini diproyeksikan terus meningkat sehingga  mampu mencapai target. Adapun Transjakarta mengangkut 144,86 juta  pelanggan pada 2017 naik sekitar 17,09% dibandingkan tahun sebelumnya  sebanyak 123,71 juta.&amp;nbsp;  Demi peningkatan layanan di koridor  XIII, Dinas Bina Marga DKI Jakarta merencanakan pembangunan skywalk pada  pertengahan 2018 dengan anggaran Rp389 juta. Skywalk akan dibangun  sepanjang 600-700 meter dari halte Kebayoran Lama menuju stasiun.&amp;nbsp;  Kepala Seksi Pembangunan Jalan Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Imam A  Nugraha mengatakan, skywalk membuat masyarakat tak perlu turun ke jalan  raya untuk berganti moda transportasi. Lelang kegiatan pembangunan ini  akan dimulai pada semester pertama 2018. &amp;ldquo;Diperkirakan pertengahan 2018  proyek mulai dikerjakan.&amp;nbsp;  Kalau mau berpindah dari KRL Commuter  Line ke Transjakarta cukup melewati skywalk . Begitu juga kalau mau ke  halte bus biasa ataupun sebaliknya,&amp;rdquo; ujarnya. Wakil Ketua Masyarakat  Transportasi Indonesia (MTI) Izzul Waro meminta Pemprov DKI  mengopti-malkan koridor XIII tidak hanya pengintegrasian halte dengan  stasiun dan mass rapid transit (MRT).&amp;nbsp;  Sarana prasarana juga  harus diprioritaskan demi kemudahan, keamanan, keselamatan, dan  kenyamanan masyarakat. Di koridor XIII kondisi halte yang tinggi tidak  dilengkapi eskalator/ lift ataupun tidak adanya elevated direct  connection dengan bangunan-bangunan gedung di sepanjang koridor, padahal  koridor ini berpotensi mengangkut penumpang dalam jumlah banyak.&amp;nbsp;  Dia juga menyarankan Pemprov DKI mendorong peran aktif pemilik gedung  di sepanjang 9,3 km koridor layang tersebut untuk membangun direct  access ke halte sehingga penumpang bisa naik turun bus. Direct access  ini juga mempermudah mereka mengakses gedung atau bangunan lain tempat  mereka bekerja atau beraktivitas.&amp;nbsp;  (bima setiyadi)</content:encoded></item></channel></rss>
