<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siap-Siap, Ganjil-Genap Sasar Tol Jagorawi</title><description>Pemerintah berencana memperluas cakupan program pembatasan kendaraan melalui sistem ganjil-genap nomor kendaraan di jalan tol.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/03/06/320/1868461/siap-siap-ganjil-genap-sasar-tol-jagorawi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/03/06/320/1868461/siap-siap-ganjil-genap-sasar-tol-jagorawi"/><item><title>Siap-Siap, Ganjil-Genap Sasar Tol Jagorawi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/03/06/320/1868461/siap-siap-ganjil-genap-sasar-tol-jagorawi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/03/06/320/1868461/siap-siap-ganjil-genap-sasar-tol-jagorawi</guid><pubDate>Selasa 06 Maret 2018 09:40 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/06/320/1868461/siap-siap-ganjil-genap-sasar-tol-jagorawi-Wx9LlfpMGZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Sosialisasi Ganjil-Genap di Tol Bekasi (Lidya/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/06/320/1868461/siap-siap-ganjil-genap-sasar-tol-jagorawi-Wx9LlfpMGZ.jpg</image><title>Foto: Sosialisasi Ganjil-Genap di Tol Bekasi (Lidya/Okezone)</title></images><description>BEKASI - Pemerintah berencana memperluas cakupan program pembatasan kendaraan melalui sistem ganjil-genap nomor kendaraan di jalan tol.
Setelah di tol Bekasi, ke depan program tersebut akan diterapkan untuk tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) dan ruas tol di Jabodetabek lainnya.
Mengenai kapan rencana tersebut akan di implementasikan, masih akan melihat sejauh mana keberhasilan program Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengatasi kepadatan ken daraan di jalur tol. Adapun sistem ganjil genap tol Bekasi, tepatnya Bekasi Barat dan Bekasi Timur, akan tetap dimulai sesuai rencana yakni pada Senin 12 Maret 2018.
&amp;nbsp;Baca juga: Ganjil-Genap di Pintu Tol, Menhub: 12 Maret Kita Terapkan
Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, sistem ganjil-genap merupakan satu dari tiga program dalam rangka mengurangi kepadatan di jalan tol. Dua program lainnya, Lajur Khusus An g kutan Umum (LKAU) dan pem batas an jam operasional angkutan barang golongan III, IV dan V. Ketiga program tersebut akan di gelar bersamaan. Setelah Bekasi, ruas tol selanjutnya yang disasar adalah tol Jagorawi.
&amp;rdquo;Nanti akan kami evaluasi lagi, yang mana paling berhasil dari ketiganya itu yang akan kami terapkan di jalur tol Jagorawi,&amp;rdquo; ungkap Bambang saat men dampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya pada kegiatan sosialisasi penerapan ganjil-genap di pintu tol Bekasi Barat kemarin.
Menhub Budi Karya Sumadi membenarkan kebijakan gan jil-genap ini bakal didukung dengan pembatasan angkutan barang serta penerapan lajur khu sus bus de ngan trayek Bekasi- Jakarta.
Baca juga: Berlakukan 3 Aturan Sekaligus, Menhub Berharap 40% Kemacetan di Tol Cikampek Berkurang
Ketiga kebijakan tersebut akan diterapkan pada Senin 12 Maret 2018 mulai Senin-Jumat dari pukul 06.00- 09.00 WIB. &amp;rdquo;Potensi kurangi kemacetan besar sekali karena ada tiga kebijakan yang dijalankan bersamaan. Kami harapkan 30-40% bisa kurangi kemacetan,&amp;rdquo; ungkap Menhub Budi Karya.
Budi Karya berharap program ganjil-genap mendorong pengguna kendaraan pribadi beralih ke bus umum. Dia menjamin bus lebih lancar karena memanfaatkan lajur khusus di jalan tol. Sebagai tempat parkir akan disediakan lima titik parkir.
Lima titik yang di maksud adalah Mega City Bekasi, Summarecon Mall Bekasi, Taman Galaxy Bekasi, Bekasi Trade Center, dan Grand Dhika Bekasi. Adapun tarif parkir bus ditetapkan sebesar Rp10.000 per sekali parkir dan Rp20.000 untuk harga tiket bus.
&amp;rdquo;Kami siapkan bus secara khusus. Mereka yang tidak menggunakan kendaraannya bisa menggunakan bus,&amp;rdquo; imbuh Menhub.
&amp;nbsp;Baca juga: Aksi Menko Luhut dan Menhub Bagi-Bagi Brosur di Tol Bekasi
Dia yakin pembatasan angkutan barang dapat efektif mengu rangi kemacetan lantaran ma yoritas truk yang melintasi ja lan tol Jakarta-Cikampek meng angkut muatan yang melebihi kapasitas (over loaded) dan berdimensi di luar ke tentu an (over dimension).
Over loaded dan over dimension meng akibatkan laju truk menjadi pelan dan menghambat per gerakan kendaraan lain. Budi Karya lantas menuturkan, tiga kebijakan yang akan diterapkan mulai pekan depan ini merupakan model percontohan. Ke depan, ungkap Menhub, model seperti ini bakal dijalankan di beberapa titik lain.
&amp;rdquo;Ini adalah suatu model dan akan diberlakukan dengan waktu yang lebih panjang dan di tempat yang lain,&amp;rdquo; ujarnya.Sementara itu, Menko Maritim Luhut Pandjaitan mengungkapkan penerapan  kebijakan ganjil-genap bagi kendaraan pribadi merupakan upaya  pemerintah untuk mengurai kemacetan di sepanjang ruas tol  Bekasi-Jakarta.
&amp;rdquo;Jadi, Pak Budi (Menhub) ini berpikir maju, beliau membuat semua lalu  lintas dibuat permodelan dengan komputer sehingga nanti akan dibaca  bagaimana kendaraan itu dapat diatur dengan baik karena kan ada  kendaraan yang terlalu berat sampai 40 ton, akhirnya jalan jadi cepat  rusak,&amp;rdquo; katanya.
Pangkas 30%-40% Kemacetan Tol
Untuk menyambut pemberlakuan sistem ganjil-genap pada 12 Maret 2018   mendatang di pintu tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur, pemerintah pusat   bersama pemerintah dae rah telah melakukan persia pan dan sosialisasi.
Program ganjil-genap ini akan diterapkan pada pukul 06.00-09.00.   Selain sistem ganjil genap, ada dua kebijakan lain, yaitu lajur khusus   angkutan umum (LKAU) dan jam operasional ang kutan barang golongan III,   IV, dan V, akan difungsikan secara bersamaan di tol Jakarta- Cikampek.
Menhub menjelaskan, penerapan ketiga aturan di ger bang tol Bekasi   Barat dan Bekasi Timur tersebut adalah lang k ah awal untuk memangkas   kemacetan yang kerap memanjang pada saat pagi hari dari arah tol Bekasi   ke Jakarta.
&amp;rdquo;Bisa memangkas kemacetan 30%-40% di tol,&amp;rdquo; ungkapnya.
Penerapan ganjil-genap di pintu tol Bekasi Barat dan Be kasi Timur   akan berimbas terhadap para pengguna tol. Karena itu, pengguna tol   diminta memanfaatkan jalur arteri Kali Ma lang yang tembus hingga ke tol   Becakayu atau lewat pintu tol lain untuk menuju Jakarta bila tidak   ingin terkena pem ber lakuan kebijakan ganjil-genap.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana memperkirakan,   peningkatan arus lalu lintas di jalan arteri mung kin tak dapat   dihindari bila sistem ganjil genap itu diberlakukan.
&amp;rdquo;Memang efeknya bisa macet parah di jalan arteri, tapi kami terus siasati mengurai kemacetan itu,&amp;rdquo; katanya.
Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan moda transportasi publik untuk   dapat men g angkut penumpang dari arah Be kasi menuju tempat kerjanya   di Jakarta.
Karena peningkatan volume kendaraan itu bakal terjadi di Jalan   Kalimalang dan tol Becakayu yang sekarang kosong juga akan meningkat.   Yayan mengimbau masyarakat untuk menggunakan bus Trans-Jabodetabek yang   telah di atur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 99/ 2017  tentang  Penggunaan Lajur Khusus untuk Angkutan Umum dengan Mobil Bus  pada Jalan  Tol di Wilayah Jabodetabek.
Saat ini, kata Yayan, BPTJ telah menyiapkan 60 bus untuk bisa   dioperasikan dari gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur seiring pemb   erla kuan aturan ganjil-genap. Untuk saat ini baru 40 bus yang di   operasikan, dengan harapan akan ada pergeseran dua ribu orang yang   beralih dari mobil pribadi ke angkutan umum.Tak Banyak Efektif
Rencana kebijakan pemberlakuan ganjil-genap di ruas tol Bekasi Barat  dan Timur dinilai tak akan efektif. Polda Metro Jaya memprediksi imbas  kebijakan ini akan memicu kemacetan di sepanjang jalan alternatif dari  Bekasi hingga Jakarta.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kom bes Pol Halim Pagarra mengatakan,  pihaknya sudah merekomendasikan sistem pengawasan elektronik segera di  berlakukan untuk mengurai kemacetan di Jakarta.
&amp;rdquo;Ganjil-genap tidak efektif kalau diberlakukan di jalan tol. Kami  sudah sampaikan pokoknya lebih efektif pakai elektronik, tapi belum. Itu  kan saran saja,&amp;rdquo; terangnya.
Menurut Halim, sistem pengawasan secara manual yang diterapkan akan  memakan banyak waktu bagi petugas kepolisian melakukan pengecekan.
&amp;rdquo;Kenapa enggak langsung pakai elektronik saja mel kukan razianya? Jadi kalau kendaraan lewat situ,  langsung kena tilang. Jadi bukan kami polisi yang sibuk untuk mengurai  (kendaraan) ganjil-genap,&amp;rdquo; kata Halim.
Sekadar informasi, ruas jalan arteri yang bisa dijadikan sebagai  jalur alternatif terdapat di sepanjang Jalan Inspeksi Ka limalang mulai  dari Jalan KH Noer Ali, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, hingga Jalan Kalima  lang, Jakarta Timur. (Ichsan Amin/Abdullah M Surjaya)</description><content:encoded>BEKASI - Pemerintah berencana memperluas cakupan program pembatasan kendaraan melalui sistem ganjil-genap nomor kendaraan di jalan tol.
Setelah di tol Bekasi, ke depan program tersebut akan diterapkan untuk tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) dan ruas tol di Jabodetabek lainnya.
Mengenai kapan rencana tersebut akan di implementasikan, masih akan melihat sejauh mana keberhasilan program Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengatasi kepadatan ken daraan di jalur tol. Adapun sistem ganjil genap tol Bekasi, tepatnya Bekasi Barat dan Bekasi Timur, akan tetap dimulai sesuai rencana yakni pada Senin 12 Maret 2018.
&amp;nbsp;Baca juga: Ganjil-Genap di Pintu Tol, Menhub: 12 Maret Kita Terapkan
Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, sistem ganjil-genap merupakan satu dari tiga program dalam rangka mengurangi kepadatan di jalan tol. Dua program lainnya, Lajur Khusus An g kutan Umum (LKAU) dan pem batas an jam operasional angkutan barang golongan III, IV dan V. Ketiga program tersebut akan di gelar bersamaan. Setelah Bekasi, ruas tol selanjutnya yang disasar adalah tol Jagorawi.
&amp;rdquo;Nanti akan kami evaluasi lagi, yang mana paling berhasil dari ketiganya itu yang akan kami terapkan di jalur tol Jagorawi,&amp;rdquo; ungkap Bambang saat men dampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya pada kegiatan sosialisasi penerapan ganjil-genap di pintu tol Bekasi Barat kemarin.
Menhub Budi Karya Sumadi membenarkan kebijakan gan jil-genap ini bakal didukung dengan pembatasan angkutan barang serta penerapan lajur khu sus bus de ngan trayek Bekasi- Jakarta.
Baca juga: Berlakukan 3 Aturan Sekaligus, Menhub Berharap 40% Kemacetan di Tol Cikampek Berkurang
Ketiga kebijakan tersebut akan diterapkan pada Senin 12 Maret 2018 mulai Senin-Jumat dari pukul 06.00- 09.00 WIB. &amp;rdquo;Potensi kurangi kemacetan besar sekali karena ada tiga kebijakan yang dijalankan bersamaan. Kami harapkan 30-40% bisa kurangi kemacetan,&amp;rdquo; ungkap Menhub Budi Karya.
Budi Karya berharap program ganjil-genap mendorong pengguna kendaraan pribadi beralih ke bus umum. Dia menjamin bus lebih lancar karena memanfaatkan lajur khusus di jalan tol. Sebagai tempat parkir akan disediakan lima titik parkir.
Lima titik yang di maksud adalah Mega City Bekasi, Summarecon Mall Bekasi, Taman Galaxy Bekasi, Bekasi Trade Center, dan Grand Dhika Bekasi. Adapun tarif parkir bus ditetapkan sebesar Rp10.000 per sekali parkir dan Rp20.000 untuk harga tiket bus.
&amp;rdquo;Kami siapkan bus secara khusus. Mereka yang tidak menggunakan kendaraannya bisa menggunakan bus,&amp;rdquo; imbuh Menhub.
&amp;nbsp;Baca juga: Aksi Menko Luhut dan Menhub Bagi-Bagi Brosur di Tol Bekasi
Dia yakin pembatasan angkutan barang dapat efektif mengu rangi kemacetan lantaran ma yoritas truk yang melintasi ja lan tol Jakarta-Cikampek meng angkut muatan yang melebihi kapasitas (over loaded) dan berdimensi di luar ke tentu an (over dimension).
Over loaded dan over dimension meng akibatkan laju truk menjadi pelan dan menghambat per gerakan kendaraan lain. Budi Karya lantas menuturkan, tiga kebijakan yang akan diterapkan mulai pekan depan ini merupakan model percontohan. Ke depan, ungkap Menhub, model seperti ini bakal dijalankan di beberapa titik lain.
&amp;rdquo;Ini adalah suatu model dan akan diberlakukan dengan waktu yang lebih panjang dan di tempat yang lain,&amp;rdquo; ujarnya.Sementara itu, Menko Maritim Luhut Pandjaitan mengungkapkan penerapan  kebijakan ganjil-genap bagi kendaraan pribadi merupakan upaya  pemerintah untuk mengurai kemacetan di sepanjang ruas tol  Bekasi-Jakarta.
&amp;rdquo;Jadi, Pak Budi (Menhub) ini berpikir maju, beliau membuat semua lalu  lintas dibuat permodelan dengan komputer sehingga nanti akan dibaca  bagaimana kendaraan itu dapat diatur dengan baik karena kan ada  kendaraan yang terlalu berat sampai 40 ton, akhirnya jalan jadi cepat  rusak,&amp;rdquo; katanya.
Pangkas 30%-40% Kemacetan Tol
Untuk menyambut pemberlakuan sistem ganjil-genap pada 12 Maret 2018   mendatang di pintu tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur, pemerintah pusat   bersama pemerintah dae rah telah melakukan persia pan dan sosialisasi.
Program ganjil-genap ini akan diterapkan pada pukul 06.00-09.00.   Selain sistem ganjil genap, ada dua kebijakan lain, yaitu lajur khusus   angkutan umum (LKAU) dan jam operasional ang kutan barang golongan III,   IV, dan V, akan difungsikan secara bersamaan di tol Jakarta- Cikampek.
Menhub menjelaskan, penerapan ketiga aturan di ger bang tol Bekasi   Barat dan Bekasi Timur tersebut adalah lang k ah awal untuk memangkas   kemacetan yang kerap memanjang pada saat pagi hari dari arah tol Bekasi   ke Jakarta.
&amp;rdquo;Bisa memangkas kemacetan 30%-40% di tol,&amp;rdquo; ungkapnya.
Penerapan ganjil-genap di pintu tol Bekasi Barat dan Be kasi Timur   akan berimbas terhadap para pengguna tol. Karena itu, pengguna tol   diminta memanfaatkan jalur arteri Kali Ma lang yang tembus hingga ke tol   Becakayu atau lewat pintu tol lain untuk menuju Jakarta bila tidak   ingin terkena pem ber lakuan kebijakan ganjil-genap.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana memperkirakan,   peningkatan arus lalu lintas di jalan arteri mung kin tak dapat   dihindari bila sistem ganjil genap itu diberlakukan.
&amp;rdquo;Memang efeknya bisa macet parah di jalan arteri, tapi kami terus siasati mengurai kemacetan itu,&amp;rdquo; katanya.
Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan moda transportasi publik untuk   dapat men g angkut penumpang dari arah Be kasi menuju tempat kerjanya   di Jakarta.
Karena peningkatan volume kendaraan itu bakal terjadi di Jalan   Kalimalang dan tol Becakayu yang sekarang kosong juga akan meningkat.   Yayan mengimbau masyarakat untuk menggunakan bus Trans-Jabodetabek yang   telah di atur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 99/ 2017  tentang  Penggunaan Lajur Khusus untuk Angkutan Umum dengan Mobil Bus  pada Jalan  Tol di Wilayah Jabodetabek.
Saat ini, kata Yayan, BPTJ telah menyiapkan 60 bus untuk bisa   dioperasikan dari gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur seiring pemb   erla kuan aturan ganjil-genap. Untuk saat ini baru 40 bus yang di   operasikan, dengan harapan akan ada pergeseran dua ribu orang yang   beralih dari mobil pribadi ke angkutan umum.Tak Banyak Efektif
Rencana kebijakan pemberlakuan ganjil-genap di ruas tol Bekasi Barat  dan Timur dinilai tak akan efektif. Polda Metro Jaya memprediksi imbas  kebijakan ini akan memicu kemacetan di sepanjang jalan alternatif dari  Bekasi hingga Jakarta.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kom bes Pol Halim Pagarra mengatakan,  pihaknya sudah merekomendasikan sistem pengawasan elektronik segera di  berlakukan untuk mengurai kemacetan di Jakarta.
&amp;rdquo;Ganjil-genap tidak efektif kalau diberlakukan di jalan tol. Kami  sudah sampaikan pokoknya lebih efektif pakai elektronik, tapi belum. Itu  kan saran saja,&amp;rdquo; terangnya.
Menurut Halim, sistem pengawasan secara manual yang diterapkan akan  memakan banyak waktu bagi petugas kepolisian melakukan pengecekan.
&amp;rdquo;Kenapa enggak langsung pakai elektronik saja mel kukan razianya? Jadi kalau kendaraan lewat situ,  langsung kena tilang. Jadi bukan kami polisi yang sibuk untuk mengurai  (kendaraan) ganjil-genap,&amp;rdquo; kata Halim.
Sekadar informasi, ruas jalan arteri yang bisa dijadikan sebagai  jalur alternatif terdapat di sepanjang Jalan Inspeksi Ka limalang mulai  dari Jalan KH Noer Ali, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, hingga Jalan Kalima  lang, Jakarta Timur. (Ichsan Amin/Abdullah M Surjaya)</content:encoded></item></channel></rss>
