<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gudang Garam Bangun Bandara Kediri Senilai Rp5 Triliun</title><description>PT Gudang Garam akan membangun bandara baru di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/03/09/320/1870533/gudang-garam-bangun-bandara-kediri-senilai-rp5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/03/09/320/1870533/gudang-garam-bangun-bandara-kediri-senilai-rp5-triliun"/><item><title>Gudang Garam Bangun Bandara Kediri Senilai Rp5 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/03/09/320/1870533/gudang-garam-bangun-bandara-kediri-senilai-rp5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/03/09/320/1870533/gudang-garam-bangun-bandara-kediri-senilai-rp5-triliun</guid><pubDate>Jum'at 09 Maret 2018 21:18 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/09/320/1870533/gudang-garam-bangun-bandara-kediri-senilai-rp5-triliun-qPS7QXQJJ2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/09/320/1870533/gudang-garam-bangun-bandara-kediri-senilai-rp5-triliun-qPS7QXQJJ2.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Gudang Garam akan membangun bandara baru di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Pembangunan ini pun dikatakan sebagai salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan&amp;nbsp; mengatakan, pihaknya tengah mendorong untuk proyek pembangunan bandara tersebut bisa terlaksana. Saat ini yang dibutuhkan dalam proyek bandara baru tersebut sekitar 500 hektare, namun Gudang Garam baru memiliki sekitar 400 hektare.
Baca Juga: Gudang Garam Berencana Bangun Bandara di Kediri
&quot;Dia (Gudang Garam) mau membangun lapangan terbang di Kediri, ada masalah tanah di daerah, sedang kita beresin. Butuh sekitar 500 hektare, sudah punya sekitar 400 hektare,&quot; ujar Luhut di kantornya, Jakarta, Jumat (9/3/2018).
Luhut mengatakan, nantinya saat Bandara Kediri selesai maka secara keseluruhan akan diberikan kepada pemerintah. Di mana yang akan menjadi pihak pengelola adalah PT Angkasa Pura II.
Baca Juga: Kemenhub Kaji Pembangunan Bandara di Kediri
&quot;Setelah dibikin nanti bandara ini dihibahkan ke pemerintah. Nanti pengelolanya AP II, jadi nanti milik pemerintah,&quot; ucapnya.
Lanjutnya, nilai investasi Gudang Garam dalam proyek bandara baru ini, dikatakan Luhut mencapai Rp5 triliun.
Baca Juga: Pajak Bandara Singapura Naik, Menhub: Bagus Itu
&quot;Nilainya Rp5 triliun,&quot; imbuhnya.
Soal kompensasi yang diminta oleh pihak Gudang Garam, Luhut mengatakan, hal tersebut tidak ada diminta oleh perusahaan rokok tersebut.
&quot;Gudang garam tidak minta kompensasi apa-apa. Dia ingin agar area itu lebih maju. Maka dengan adanya bandara, daerah itu akan maju. Orang di sana enggak perlu ke Surabaya atau ke Solo (untuk naik pesawat), dari situ saja,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Gudang Garam akan membangun bandara baru di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Pembangunan ini pun dikatakan sebagai salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan&amp;nbsp; mengatakan, pihaknya tengah mendorong untuk proyek pembangunan bandara tersebut bisa terlaksana. Saat ini yang dibutuhkan dalam proyek bandara baru tersebut sekitar 500 hektare, namun Gudang Garam baru memiliki sekitar 400 hektare.
Baca Juga: Gudang Garam Berencana Bangun Bandara di Kediri
&quot;Dia (Gudang Garam) mau membangun lapangan terbang di Kediri, ada masalah tanah di daerah, sedang kita beresin. Butuh sekitar 500 hektare, sudah punya sekitar 400 hektare,&quot; ujar Luhut di kantornya, Jakarta, Jumat (9/3/2018).
Luhut mengatakan, nantinya saat Bandara Kediri selesai maka secara keseluruhan akan diberikan kepada pemerintah. Di mana yang akan menjadi pihak pengelola adalah PT Angkasa Pura II.
Baca Juga: Kemenhub Kaji Pembangunan Bandara di Kediri
&quot;Setelah dibikin nanti bandara ini dihibahkan ke pemerintah. Nanti pengelolanya AP II, jadi nanti milik pemerintah,&quot; ucapnya.
Lanjutnya, nilai investasi Gudang Garam dalam proyek bandara baru ini, dikatakan Luhut mencapai Rp5 triliun.
Baca Juga: Pajak Bandara Singapura Naik, Menhub: Bagus Itu
&quot;Nilainya Rp5 triliun,&quot; imbuhnya.
Soal kompensasi yang diminta oleh pihak Gudang Garam, Luhut mengatakan, hal tersebut tidak ada diminta oleh perusahaan rokok tersebut.
&quot;Gudang garam tidak minta kompensasi apa-apa. Dia ingin agar area itu lebih maju. Maka dengan adanya bandara, daerah itu akan maju. Orang di sana enggak perlu ke Surabaya atau ke Solo (untuk naik pesawat), dari situ saja,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
