<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kalah Saing dengan Vietnam, Industri Mebel RI Cari Pasar Baru   </title><description>Saat ini, Amerika masih menjadi pangsa pasar mayoritas di mana kontribusinya mencapai USD700 juta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/03/09/470/1870504/kalah-saing-dengan-vietnam-industri-mebel-ri-cari-pasar-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/03/09/470/1870504/kalah-saing-dengan-vietnam-industri-mebel-ri-cari-pasar-baru"/><item><title>Kalah Saing dengan Vietnam, Industri Mebel RI Cari Pasar Baru   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/03/09/470/1870504/kalah-saing-dengan-vietnam-industri-mebel-ri-cari-pasar-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/03/09/470/1870504/kalah-saing-dengan-vietnam-industri-mebel-ri-cari-pasar-baru</guid><pubDate>Jum'at 09 Maret 2018 20:26 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/09/470/1870504/kalah-saing-dengan-vietnam-industri-mebel-ri-cari-pasar-baru-tr64BHb1ZJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Mebel. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/09/470/1870504/kalah-saing-dengan-vietnam-industri-mebel-ri-cari-pasar-baru-tr64BHb1ZJ.jpg</image><title>Ilustrasi Mebel. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Industri mebel dan kerajinan tangan Indonesia masih tertinggal jauh dari negara tetangga, Vietnam. Kondisi tersebut sudah terjadi dari beberapa tahun silam, dan belum kunjung membaik.

&quot;Vietnam USD7 miliar, kita cuma USD2,6 miliar gabungan lagi mebel dan kerajinan.  Dia (Vietnam) cuma mebel saja USD7 miliar,&quot; ujar Sekretaris Jenderal Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI)  Abdul Sobur di JIExpo, Kemayoran Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, maka pasar mebel dan kerajinan tangan Indonesia akan diperluas. Saat ini, Amerika masih menjadi pangsa pasar mayoritas di mana kontribusinya mencapai USD700 juta.
Baca Juga:&amp;nbsp;Cara Pengusaha Mebel Siasati Pelemahan Rupiah

Tidak hanya itu, pengusaha mebel dan kerajinan tangan diharapkan terus berinovasi sesuai dengan permintaan pasar sehingga mampu bersaing dengan produk global lain. &quot;Timur Tengah dan Afrika Selatan, jangan bergantung pasar Eropa dan Amerika. Itu kita mau coba non-tradisional,&quot; tambah dia.

Dengan pasar baru serta inovasi tersebut, maka ditargetkan pertumbuhan ekspor tahun ini meningkat lebih dari 14%.  &quot;Kita ingin untuk mebel USD2 miliar, untuk kerajinan USD850 juta, jadi total USD2,85 miliar,&quot; tandas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Industri mebel dan kerajinan tangan Indonesia masih tertinggal jauh dari negara tetangga, Vietnam. Kondisi tersebut sudah terjadi dari beberapa tahun silam, dan belum kunjung membaik.

&quot;Vietnam USD7 miliar, kita cuma USD2,6 miliar gabungan lagi mebel dan kerajinan.  Dia (Vietnam) cuma mebel saja USD7 miliar,&quot; ujar Sekretaris Jenderal Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI)  Abdul Sobur di JIExpo, Kemayoran Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, maka pasar mebel dan kerajinan tangan Indonesia akan diperluas. Saat ini, Amerika masih menjadi pangsa pasar mayoritas di mana kontribusinya mencapai USD700 juta.
Baca Juga:&amp;nbsp;Cara Pengusaha Mebel Siasati Pelemahan Rupiah

Tidak hanya itu, pengusaha mebel dan kerajinan tangan diharapkan terus berinovasi sesuai dengan permintaan pasar sehingga mampu bersaing dengan produk global lain. &quot;Timur Tengah dan Afrika Selatan, jangan bergantung pasar Eropa dan Amerika. Itu kita mau coba non-tradisional,&quot; tambah dia.

Dengan pasar baru serta inovasi tersebut, maka ditargetkan pertumbuhan ekspor tahun ini meningkat lebih dari 14%.  &quot;Kita ingin untuk mebel USD2 miliar, untuk kerajinan USD850 juta, jadi total USD2,85 miliar,&quot; tandas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
